blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • RAYYA CAHAYA DI ATAS CAHAYA (2012)

    MAMA CAKE (2012)

    THE AMAZING SPIDER-MAN (2012) Marc Webb  A...

    LEWAT DJAM MALAM (1954)

    SANG PENARI

    SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN (2012)

    SOEGIJA (2012)

    DI TIMUR MATAHARI (2012)

    Emak Ingin Naik Haji

    Inkheart





    Juni 2007 Juli 2007 Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 November 2007 Desember 2007 Januari 2008 Februari 2008 Maret 2008 April 2008 Mei 2008 Juni 2008 Juli 2008 Agustus 2008 September 2008 Oktober 2008 Desember 2008 Januari 2009 Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 November 2009 Juni 2012 Juli 2012 September 2012









    BloggerHacks
    Kamis, 17 April 2008
    Yakitate Japan

    Awalnya sih, gara-gara iseng memindah-mindahkan saluran Indovision. Kebetulan, pas di Animax, ada sebuah film kartun tentang pembuat roti. Sebagai penggemar makan (bukan penggemar masak), saya jadi tertarik untuk menontonnya sampai habis satu episode. Padahal saya bukan penggemar anime (tapi suka menonton kartun yang berhubungan dengan masak-masak hihihii). Akhirnya, malah ketagihan.

    Tokoh utamanya adalah Kazuma Azuma, seorang anak lelaki “bertangan matahari” yang punya ciri khas selalu memakai bando untuk menahan poninya yang panjang. Menurut filmnya sih, orang-orang yang memiliki “tangan matahari” yang bertemperatur panas ini biasanya jagoan mengadoni roti atau kue (sementara orang-orang yang memiliki “tangan kutub” atau tangannya selalu dingin seperti saya, jagoan mengolah nasi. Tapi, tampaknya tidak benar--dalam kasus saya, hihihiii).

    Azuma ini adalah anak desa, yang dibesarkan oleh kakeknya. Sejak kecil dia sudah bereksperimen untuk membuat “Japan”, roti khas Jepang, karena Jepang adalah negara yang nggak memiliki roti tradisional. Akhirnya, dia diterima di sebuah cabang jaringan toko kue yang besar, Pantasia. Di sana, dia bertemu Mr. M (Ken Matsuhiro), laki-laki aneh berambut kribo dan bertampang seram, manajer cabang; Kyosuke si cowok centil; Tsukino, cucu perempuan pemilik Pantasia; dan seorang lagi yang saya lupa namanya, berambut seperti batok.

    Namanya juga film kartun masak-masak, pasti ada kompetisi masak. Awalnya, kompetisi yang Azuma ikuti adalah melawan St. Pierre, toko roti saingan yang berseberangan dengan toko mereka. Yang dilawan adalah Mr. Mokoyama, seorang pembuat roti kekar tapi gemulai. Setelah itu, Kazuma mengikuti kompetisi antarpembuat roti pemula di Pantasia sendiri. Hasilnya, namanya juga film kartun, ya dia pemenangnya. Setelah memenangi turnamen, Azuma, Kyosuke, bersama dua mantan lawannya, Shigeru--cowok berambut pink yang ternyata anak bos Yakuza--dan Suwabara, seorang ahli katana, dikirim mengikuti Turnamen Monaco, melawan negara-negara lain. Tentu saja Jepang menang.

    Yang terakhir, Kirisaki, pemilik St. Pierre, menantang Azuma untuk mengikuti turnamen yang bernama Yakitate 9. Cerita ini belum selesai diputar di Animax, masih tengah-tengah.

    Anime ini menarik bagi saya karena pertama, selalu menampilkan berbagai teknik membuat roti. Mulai dari bagaimana membuat roti yang meledak tiga kali, siasat mengukus bakpao dengan teh dari daun bambu, dan banyak lagi. Yang kedua, anime ini kacau banget, hahaha …. Nyaris di setiap episode ada kemustahilan, tapi saya senang menontonnya.

    Contohnya, reaksi Pierrot, badut istana yang menjadi juri Turnamen Monaco. Sewaktu episode Azuma dan teman-temannya terdampar di sebuah gua bawah laut, setelah makan roti ikan buatan Azuma, si Pierrot ini jadi punya insang. Atau reaksi juri Yakitate 9, Mr. Kuronayagi--yang sering diledek dengan sebutan “Pak Tua” oleh Kyosuke--saat memakan roti ganggang laut buatan Azuma. Reaksinya lamaaaa sekali. Ternyata, lama itu karena dia mengurus surat-surat untuk menikah dulu, lalu menikah, kemudian berbulan madu, dan bercerai lagi (sungguh aneh, hahaha). Ada juga kisah Shigeru yang melawan kakak tirinya sendiri, dengan taruhan yang kalah akan menjadi ahli waris Yakuza. Di akhir episode, bapaknya menyadari bahwa kedua anaknya sudah menemukan jalan hidup masing-masing, dan malah mengambil si Mr. M untuk menjadi penerusnya (sungguh ajaib).

    Selain alur cerita yang agak-agak ajaib, seringkali ada kejutan di tengah episode. Misalnya, kemunculan seorang tokoh anime yang khas, dan tiba-tiba Kyosuke berbicara ke kamera, “Produsernya sudah minta izin belum ya, menampilkan tokoh itu di sini?”. Atau, saat Mr. M sudah menjadi bos Yakuza, si Kyosuke juga berkata, “Baru beberapa episode, tapi dia sudah jadi bos penjahat!”

    Jadi, setiap hari, pasti saya berusaha untuk menonton serial anime ini. Lumayan, selain untuk menambah pengetahuan tentang roti-rotian dan berbagai bahan makanan serta cara mengolahnya, saya juga bisa tertawa karena keanehan serial ini. (Dan ternyata bukan saya saja yang suka, beberapa teman lain juga setia menonton, hihihiii)

    Gambar dicomot dari: http://anime.mikomi.org

    *Pedagang Kebab Suze Marie untuk Kutubuku Ngomongin Film*

    Label: ,

    Minggu, 13 April 2008
    Project Runway

    Ini dia tontonanku di TV yang nggak boleh kelewat saat ini, selain American Idol. Project Runway ini disiarkan di Discovery Travel & Living. Itu saluran favoritku tuh, soalnya isinya kebanyakan jalan-jalan dan makan-makan melulu, hihihi. Ditayangkannya seminggu beberapa kali (diulang-ulang), tapi biasanya aku nonton yang Sabtu malam atau Minggu siang. (Pertanda wiken tidak pernah dihabiskan di luar rumah.) Acaranya sebenarnya rada mirip dengan America's Next Model dalam hal memuaskan hasrat pecinta baju-bajuan. Hanya saja, yang dikompetisikan dalam reality show ini adalah desainernya, bukan modelnya.

    Host sekaligus juri dalam acara ini adalah Heidi Klum si supermodel, ditemani oleh desainer beken Michael Kors, Nina Garcia fashion director Elle, dan juri keempat yang tiap minggu berganti. Selain itu ada pula Tim Gunn yang bertindak sebagai mentornya para peserta. Yang kutonton sekarang sih sudah musim keempat, dan tiga musim sebelumnya aku nggak nonton, huks …. Aku sih selalu terkagum-kagum kalau melihat acara ini. Menurutku desainer baju itu salah satu profesi terkeren di dunia. (Di samping penerjemah buku, tentu saja.) Apalagi dalam kompetisi ini mereka selalu dituntut membuat baju keren dengan waktu dan dana terbatas.

    Minggu lalu, misalnya, mereka disuruh bikin baju dengan bahan-bahan yang ada di toko cokelat Hershey. Ada yang bikin baju dari kertas-kertas cup cokelat, ada yang dari bungkus-bungkus permen. Keren bangeeettt ….. Bagian yang aku suka sih waktu para peserta itu belanja kain untuk dibikin baju. Asik banget, ngelihat orang yang memilih kain, trus tahu pasti mau bikin apa dengan bahan itu. Uh, jadi pengen iri.


    Hmm, ada yang jual bajak lautnya nggak ya, aku jadi pengen nonton yang musim-musim sebelumnya, lalu terngiler-ngiler ….

    Label: ,

    Senin, 13 Agustus 2007
    Dexter (1st Season/2006)

    Pernah terpikir nggak, kalau ternyata teman, keluarga, atau bahkan pasangan kita ternyata pembunuh berantai? Penampilannya sih biasa-biasa saja, normal dan menyenangkan, tapi begitu malam tiba, dia berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Mengerikan sekali, bukan?

    Seperti itulah Dexter Morgan (Michael C. Hall). Pada siang hari, dia bekerja sebagai ahli forensik di labkrim Miami Metropolitan Police Department. Orangnya baik hati dan ramah, gemar menolong sesama, rekan kerja yang dapat diandalkan, pacar siaga, tapi ternyata semua itu hanyalah kedok belaka. Di balik topengnya, Dexter adalah seorang psikopat mematikan. Korbannya sudah tidak terhitung lagi banyaknya.

    Sebagai seorang pembunuh berantai, Dexter bekerja dengan sangat bersih dan disiplin. Korban-korbannya tak pernah diketahui lagi keberadaannya. Dia memegang teguh sebuah kode yang diajarkan oleh ayah angkatnya, Harry Morgan (James Remar). Yak, Harry inilah satu-satunya orang yang mengetahui sisi gelap Dexter. Dia pula yang dengan tegas memberikan aturan main untuk Dexter, yang mencakup siapa saja yang boleh dibunuh dan bagaimana Dexter harus bersikap di tengah masyarakat. Masalahnya, Dexter ini memang manusia yang dingin alias nggak punya perasaan—secara harfiah mati rasa. Berkat kode Harry, Dexter hanya membunuh orang-orang yang sama monsternya dengan dia.

    The Cast of Dexter

    Konflik muncul saat Kota Miami dihebohkan oleh kasus pembunuhan berantai Ice-Truck Killer. Dexter merasa pembunuh baru ini melakukan kejahatannya hanya untuk mengincar dirinya. Apalagi saat dia mendapatkan pesan-pesan pribadi dari si pembunuh, misalnya boneka Barbie yang termutilasi di dalam kulkasnya atau TKP yang disusun persis seperti kenangan masa lalunya. Jadi, si Ice-Truck ini sepertinya sangat mengenal Dexter luar-dalam. Padahal, adik angkat Dexter sendiri, Debra Morgan (Jennifer Carpenter), yang bekerja sekantor dengannya, malah tidak tahu apa-apa soal kelakuan nista abangnya.

    Jadi, siapakah sebenarnya si Ice-Truck ini? Apa yang dikehendakinya? Lalu, apa yang membuat Dexter sampai menjadi berdarah dingin begitu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang diungkap jawabannya dalam musim pertama serial Dexter ini. Serial ini sendiri diangkat dari novel karya Jeff Lindsay, yaitu Darkly Dreaming Dexter. (Kayaknya novelnya seru juga, ada yang mau menerbitkankah? *tuing-tuing.)

    Secara keseluruhan, aku suka serial ini. Yang menurutku paling keren adalah pikiran-pikiran Dexter yang menjadi narasi. Ternyata begitu ya, jalan pikiran seorang pembunuh berantai berdarah dingin, hehehe …. Jangan membayangkan adegan-adegan yang mencekam dulu karena, somehow, komedi yang nakal justru berserakan di sana-sini dalam serial ini. Selain komedi, yang juga berceceran di sana-sini adalah darah. Jadi, yang nggak suka darah mungkin bakal mual-mual. Tapi kalau aku sih nggak, secara kadang-kadang aku juga haus darah. Michael C. Hall sebagai Dexter menurutku juga keren. (Ah, aku jadi pengin nonton Six Feet Under. Kenapa dvd season limanya nggak dijual?) Lihat juga opening scene-nya. Kereeenn …..

    Jadi, silakan nonton serial ini. Siapa tahu ada pembunuh berantai di sekitar kita, kan bisa waspada, gitu. Oke deh, selamat nonton!!

    -Mizz Antie-

    Label: ,

    Senin, 30 Juli 2007
    Prison Break (1st Season/2005)
    Definitely a four-thumbs-up series!!

    Seperti judulnya yang sudah berteriak dengan jelas, Prison Break tentu saja menceritakan tentang usaha melarikan diri dari penjara. Serial ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Michael Scofield (Wentworth Miller) yang dijebloskan ke Fox River State Penitentiary karena merampok bank. Masuknya Michael ke penjara ini diliputi oleh berbagai keanehan juga, karena dia bukan tipe penjahat, tapi seorang structural engineer yang kehidupannya mapan. Anehnya lagi, waktu disidang, dia juga tidak sedikit pun menunjukkan upaya pembelaan diri.

    Ternyata, Scofield memang sengaja masuk penjara untuk berusaha menyelamatkan abangnya, Lincoln Burrows (Dominic Purcell) yang dalam waktu sebulan akan menghadapi hukuman mati. Pasalnya, Scofield yakin berat kalau Linc tidak bersalah. Nah, dari sinilah lapisan-lapisan petualangan Scofield mulai terbuka. Hingga terbongkarlah kedok konspirasi yang—simply—menjadikan Linc sebagai korban. Nah, siapa saja yang terlibat dalam konspirasi ini dan APA sebenarnya yang meliputi seluruh kekacauan dalam film ini, you better watch it yourself. Nggak seru lah, kalau diceritain, heheheh…

    Enough with the story ‘cos, once again, you better watch it yourself. So, let’s move on to what make this movie THAT great:

    1. The Plot

    Surprise factor guaranteed. Baru kali ini aku nonton film bisa sampai melongo dan deg-degan sepanjang waktu. Biasanya nonton Lost efeknya sudah cukup berat. Eeh, ini ada yang lebih gila lagi. Rupanya, penyebab utamanya adalah perpaduan antara unsur suspense yang kental, drama yang mencekam, kecerdasan cerita (yang menjanjikan banyak kejutan), dan musik latar yang punya kecenderungan mengagetkan. Serial ini kaya akan plot-twist. Intinya, selalu ada hambatan. Di saat kita sudah yakin si jagoan akan berhasil, eeeh, tiba-tiba ada yang salah. Serunya lagi, cerita film ini nggak melulu berlangsung di dalam penjara. Jadi, ada juga upaya-upaya untuk membongkar konspirasi dari luar, yang dilakukan oleh Veronica Donovan (Robin Tunney), mantan kekasih sekaligus pengacara Linc.

    The cast of Prison Break

    1. The Characters

    Setelah menyaksikan Scofield menjebloskan diri sendiri ke penjara, kita akan disodori dengan rencana besar yang sudah dia susun. Hebatnya, dia sudah melibatkan banyak penghuni penjara—gembong-gembong kelas kakapnya—dalam rencananya. Tapi, ternyata Scofield luput memperhitungkan bahwa orang-orang itu punya kemauan sendiri-sendiri—secara mereka kan manusia, gitu—dan, dalam atmosfer sebuah penjara berkeamanan maksimum yang diisi penjahat-penjahat besar, hal ini hanya berarti MASALAH. Rencana kabur berdua menjadi bertiga, berlima, dst, pokoknya kacau balau!! Para penjahatnya pun nggak tanggung-tanggung, ada John Abruzzi si bos mafia; T-Bag, a very disgusting con; Fernando Sucre, teman satu sel Scofield; Charles Wastemoreland, yang kabarnya punya stashed money sejumlah lima juta dolar. Dan, mereka semua ada untuk alasan tertentu. Nggak ada karakter yang sia-sia.

    1. The Romance

    Hikhikhikk … I love it! Love it, love it …. Movie without romance? A big no-no for me ;) Tokoh yang menjadi pasangan Scofield adalah seorang dokter penjara bernama Sara Tancredi (Sarah Wayne-Callies). Sara sendiri adalah putri gubernurIllinois, seseorang yang memegang peranan besar dalam menentukan nasib Linc—dan, tentu saja, tujuan awal Scofield mendekatinya adalah untuk alasan itu. Tetapi, tidak ada yang bisa mengalahkan chemistry di antara mereka. Huhu, seperti itulah seharusnya seorang pria bersikap. Jangan memburu-buru wanita. Dekati saja pelan-pelan, dengan gaya cool, huaahh …. Pokoknya, romance dalam Prison Break ini adalah salah satu kisah cinta favoritku dalam film.

    1. That Cool Factor

    Apa lagi kalau bukan tato yang ada di sekujur tubuh Scofield—dari pinggang sampai ke dada, punggung, leher, lengan; cool, hah? And it’s not just an ordinary tattoo. Tato ini sebenarnya adalah blueprint penjara, dan sekaligus juga blueprint rencana besar Scofield. Karena tertutup oleh desain yang superkeren, nggak ada orang lain yang memahami apa makna tato itu sebenarnya.

    Yes, Scofield, I'll go with you ;)

    1. Michael Scofield

    Yah, kan aku ngefans berat dengan karakter satu ini. Nggak hanya jenius, ganteng pulak! Pokoknya keren bangeett …. But the bummer is, yang kalau dipikir-pikir, si Scofield ini tampak agak tolol juga, dia tuh menuangkan terlalu banyak informasi di tatonya. Kayak nama-nama—lihat episode Allen Schwitzer dan English Fitts Percy—ngapain coba? Apa nggak bisa dihafalin aja? Katanya jenius? Tapi, ya nggak papa lah, yang penting kan ganteng, hehehhe….

    Jadi, berhasilkah Scofield menyelamatkan kakaknya dari kursi listrik? Ayo, kalau sudah siap deg-degan sepanjang waktu, silakan ditonton filmnya!


    -Mizz Antie-

    Edited from previously posted entry in my Multiply page.

    Label: ,

    Selasa, 19 Juni 2007
    Heroes (1st Season)

    Kabarnya, Heroes adalah serial dengan rating tertinggi untuk serial TV di AS sepanjang 2007. Melihat potongan-potongan iklannya di Starworld plus gembar-gembor dari kuping kanan dan kiri, sebagai pelahap serial ya jelas aku tertarik, dong. Tapi, tentu saja aku lebih memilih buat nonton DVD-nya saja. Kenapa? Yah, karena males banget kalau mesti nunggu seminggu-seminggu gitu lah. Time is money, baby ….

    Oke, back to business. Heroes mengisahkan tentang sekelompok orang biasa yang tiba-tiba punya kekuatan super. Kejadiannya bermula dari sebuah peristiwa gerhana matahari. Berdekatan dengan fenomena alam itu, para tokoh kita menyadari ada yang berbeda dengan diri mereka. Di Manhattan ada Peter Petrelli, seorang perawat yang yakin banget kalau dirinya bisa terbang; Nathan Petrelli, abang Peter yang juga calon senator dan ternyata beneran bisa terbang; juga Isaac Mendez, seorang pelukis yang bisa menggambarkan kejadian masa depan dalam komik-komiknya. Di Las Vegas, ada Niki Sanders, seorang Internet stripper yang ternyata punya alter ego yang kuat banget. Di sebuah kota kecil di Texas ada Claire Bennet, cewek ABG yang bisa melakukan regenerasi (mirip-mirip Wolverine gitu, deh). Di Tokyo ada Hiro Nakamura, seorang geek penggemar komik yang bisa memanipulasi waktu. Di India ada Mohinder Suresh, yang nggak punya superpower, tapi dia ini anak profesor yang meneliti kelainan genetis yang menyebabkan kondisi super itu. Itu cuma sebagian lho ya, masih banyak tokoh super yang lain dalam serial ini.

    The good guys.

    Dari episode pertama, waktu Hiro berhasil untuk pertama kalinya memanipulasi waktu dan terlempar ke Manhattan, kita langsung tahu tuh kalau bakal ada bom yang menghancurkan sebagian besar New York. Maka, inilah yang menjadi misi utama. Menghentikan bom besar itu meledak. Hiro-lah yang kemudian melakukan perjalanan melompat-lompati waktu untuk memberikan peringatan kepada para hero lainnya. Intinya, ya supaya bom itu nggak meledak dan membunuh berjuta-juta penduduk New York. Nah, manuver Hiro inilah yang akan menjadi benang merah penyambung tokoh-tokoh itu.

    Lalu, tiba-tiba muncullah seorang tokoh misterius bernama Sylar. Duh, siapa pula orang satu ini? Well, he's the supervillain, guys! Superpower yang dia punya adalah menyedot kekuatan hero lain. Tapi, untuk melakukannya, dia mesti membelah kepala si korban. Makanya, menyeramkan! Nah, apa hubungan dia dengan bom besar? Ada … dan nantinya yang paling terlibat dalam hal ini adalah Peter Petrelli. Lalu, apakah bom yang dibicarakan dari awal itu bom beneran? Teroris? Atau apa? Hahaha, bingung ga sih? Nonton sana gih!

    Ini dia yang namanya Sylar. Keren yak?

    Hanya saja, menurutku serial ini sangat ABG. Dialog yang dangkal-dangkal saja, logika yang cupet, meskipun plotnya lumayan, membuatku nggak begitu terjerat olehnya. Konfliknya terasa kurang dalam. Dan, yang paling parah, aku selalu menemukan kebodohan tokoh-tokohnya, terutama yang paling menjengkelkan tuh Mohinder Suresh sama Isaac Mendez. Duh, nih orang, kenapa sih? Selain itu, aku kok nggak terkesan dengan akting mereka ya? Sometimes they just didn't seem believable. Aku bukannya nggak suka sih, cuma males aja kali kalo disuruh nonton lagi.

    Meskipun begitu, wajar saja kalau serial ini jadi pemegang rating tertinggi. Alasannya sih ya mungkin karena kegampangannya untuk dicerna itu. Nggak perlu mikir dalam-dalam juga udah ngerti kok. Kalau aku sih suka dengan kekomikannya itu. Maksudnya, nonton serial ini kayak lagi baca komik superhero. Belum lagi nama-nama tokohnya tuh, sangat komik. Gampang-gampang disebut gitu kan, macam Peter Parker, Bruce Wayne, dll. Yah, anggap saja nonton film superhero tak berkostum. Selain itu, aktor-aktor yang main di film ini sekarang juga sudah jadi bintang baru gitu. Lihat tuh, si Hayden Panettiere (Claire Bennet) yang bahkan sekarang dianggap sebagai cewek terseksi di Hollywood, atau James Kyson Lee (Ando) yang kemarin sempat jadi juri Miss Universe segala.

    So, mau membuktikan ucapanku? Mau setuju? Mau berbeda pendapat? Silakan ditonton filmnya ya. Tell me what you think of it, okay?


    -Mizz Antie-
    Crossposted in my Multiply page.

    Label: , ,