blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • SHARK TALE

    Prison Break (1st Season/2005)

    KANDAHAR

    FRIDA

    Film Romantis yang Bikin Ngakak

    Not One Less

    CINTA + MAKANAN = FILM

    In The Mood For Love

    Bulu Dada James Bond

    Paris, Je T'aime







    Senin, 13 Agustus 2007
    Dexter (1st Season/2006)

    Pernah terpikir nggak, kalau ternyata teman, keluarga, atau bahkan pasangan kita ternyata pembunuh berantai? Penampilannya sih biasa-biasa saja, normal dan menyenangkan, tapi begitu malam tiba, dia berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Mengerikan sekali, bukan?

    Seperti itulah Dexter Morgan (Michael C. Hall). Pada siang hari, dia bekerja sebagai ahli forensik di labkrim Miami Metropolitan Police Department. Orangnya baik hati dan ramah, gemar menolong sesama, rekan kerja yang dapat diandalkan, pacar siaga, tapi ternyata semua itu hanyalah kedok belaka. Di balik topengnya, Dexter adalah seorang psikopat mematikan. Korbannya sudah tidak terhitung lagi banyaknya.

    Sebagai seorang pembunuh berantai, Dexter bekerja dengan sangat bersih dan disiplin. Korban-korbannya tak pernah diketahui lagi keberadaannya. Dia memegang teguh sebuah kode yang diajarkan oleh ayah angkatnya, Harry Morgan (James Remar). Yak, Harry inilah satu-satunya orang yang mengetahui sisi gelap Dexter. Dia pula yang dengan tegas memberikan aturan main untuk Dexter, yang mencakup siapa saja yang boleh dibunuh dan bagaimana Dexter harus bersikap di tengah masyarakat. Masalahnya, Dexter ini memang manusia yang dingin alias nggak punya perasaan—secara harfiah mati rasa. Berkat kode Harry, Dexter hanya membunuh orang-orang yang sama monsternya dengan dia.

    The Cast of Dexter

    Konflik muncul saat Kota Miami dihebohkan oleh kasus pembunuhan berantai Ice-Truck Killer. Dexter merasa pembunuh baru ini melakukan kejahatannya hanya untuk mengincar dirinya. Apalagi saat dia mendapatkan pesan-pesan pribadi dari si pembunuh, misalnya boneka Barbie yang termutilasi di dalam kulkasnya atau TKP yang disusun persis seperti kenangan masa lalunya. Jadi, si Ice-Truck ini sepertinya sangat mengenal Dexter luar-dalam. Padahal, adik angkat Dexter sendiri, Debra Morgan (Jennifer Carpenter), yang bekerja sekantor dengannya, malah tidak tahu apa-apa soal kelakuan nista abangnya.

    Jadi, siapakah sebenarnya si Ice-Truck ini? Apa yang dikehendakinya? Lalu, apa yang membuat Dexter sampai menjadi berdarah dingin begitu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang diungkap jawabannya dalam musim pertama serial Dexter ini. Serial ini sendiri diangkat dari novel karya Jeff Lindsay, yaitu Darkly Dreaming Dexter. (Kayaknya novelnya seru juga, ada yang mau menerbitkankah? *tuing-tuing.)

    Secara keseluruhan, aku suka serial ini. Yang menurutku paling keren adalah pikiran-pikiran Dexter yang menjadi narasi. Ternyata begitu ya, jalan pikiran seorang pembunuh berantai berdarah dingin, hehehe …. Jangan membayangkan adegan-adegan yang mencekam dulu karena, somehow, komedi yang nakal justru berserakan di sana-sini dalam serial ini. Selain komedi, yang juga berceceran di sana-sini adalah darah. Jadi, yang nggak suka darah mungkin bakal mual-mual. Tapi kalau aku sih nggak, secara kadang-kadang aku juga haus darah. Michael C. Hall sebagai Dexter menurutku juga keren. (Ah, aku jadi pengin nonton Six Feet Under. Kenapa dvd season limanya nggak dijual?) Lihat juga opening scene-nya. Kereeenn …..

    Jadi, silakan nonton serial ini. Siapa tahu ada pembunuh berantai di sekitar kita, kan bisa waspada, gitu. Oke deh, selamat nonton!!

    -Mizz Antie-

    Label: ,

    4 Comments:

    jeng antie....
    tuh kannn....jadi tertarik nih mo nonton Dexter...tu kan tu kan tu kan...

    8/21/2007 11:44:00 AM  

    hahahah... memang sudah begitulah sepantasnya, gina. ayo, nonton, nontooonn....

    8/21/2007 08:58:00 PM  

    terlalu serem ah film ini .. psycho!

    9/05/2007 06:07:00 AM  

    hahah... tapi keren ;D

    9/05/2007 11:14:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home