Minggu, 08 Juli 2012
THE AMAZING SPIDER-MAN (2012)
Marc Webb
Appetizer
Akhirnya, kesampaian juga nonton
3D di bioskop IMAX di Gandaria City bersama teman-teman dari Grup Cinemags,
gerombolan–bukan saja pecinta, tetapi juga–penggila film. Wah, memang sedap
sekali nonton film di layar cekung gede berukuran 20 x 11 meter itu. Semakin
mantabs (pake “b” dan “s” untuk efek bangeeet) dengan dukungan sistem suara
yang canggih, sehingga seolah-olah kursi kita ikut bergetar setiap ada scene ledakan. Jika disuruh memilih
antara IMAX dan Premiere, jelas saya akan pilih yang pertama. Tempat duduknya
pun nyaman dengan perbedaan tinggi rendah yang ekstrem antara setiap deret
kursi, sehingga tidak akan terjadi tuh kita nonton kepala orang yang duduk di
depan kita. (Dooooh, iklan banget, yak?
IMAX mesti bayar gue, nih :D)
Main Course
Saya suka filmnya, paduan drama,
aksi, dan fantasi yang harmonis. Benar-benar menghibur dan bisa dinikmati semua
usia. Mungkin buat kau yang lebih suka action
akan merasa agak kurang sabar menantikan adegan-adegan perkelahiannya, karena
sampai nyaris separuh film cerita masih berkutat pada dramanya. Tak heran kalau
ada yang sampai ketiduran. (Tapi saya nggak, loh.)
Saya belum pernah membaca komik Spider-Man, jadi tidak tahu apakah
ceritanya setia atau berkhianat pada komiknya itu. Saya cuma bisa
membandingkannya dengan film Spider-Man versi sebelumnya yang dibintangi Tobey
Maguire. Meski inti kisahnya sama, namun tokoh penjahatnya berbeda (syukurnya
berbeda. Coba kalau sama, bisa jadi akan kurang menarik). Dan, belum ada
yang menggantikan romantisme scene Spiderman kissing di Spider-Man (2002). Di TAS ini Peter Parker
alias Spider-Man (Andrew Garfield) tidak berpacaran dengan Mary Jane, tetapi
dengan Gwen Stacy (Emma Stone). Adegan ciumannya kurang heboh :P
Seperti halnya pada serial Batman
dan James Bond, yang paling saya tunggu setiap menonton serial Spiderman terbaru
adalah sajian animasi dan musuh-musuhnya, selain pemeran utamanya. Untunglah,
bagi saya animasi dan efek visual The
Amazing Spider-Man ini cukup keren dan memanjakan fantasi kanak-kanak saya.
Saya jadi membayangkan seorang keponakan saya yang berumur 5 tahun yang sangat
mengidolakan superhero ini. Entah sudah berapa ratus kali dia menonton filmnya.
Dan herannya, setiap kali menonton dia masih saja terlihat tegang di
bagian-bagian perkelahiannya, terutama ketika pahlawannya sedang terpojok dan
hampir kalah. Dia pasti akan semakin tergila-gila pada si manusia laba-laba ini
setelah nonton TAS, walaupun akting para pemainnya tidak ada yang menonjol
(tentu saja, buat keponakan saya perkara akting ini tidak penting :D).
Dessert
Foto-foto bersama teman-teman
sehabis nonton menjadi hidangan penutup sekaligus perekam peristiwa. Jika
kemudian berlanjut dengan makan siang bersama, itu adalah bonus yang
menyenangkan. Apalagi kalau makan siangnya gratis, semakin sedap saja nobarnya.
Mau deh sering-sering nobar :P |
posted by Unknown at 7/08/2012 03:59:00 PM

Hai Kutu Buku. Aku pembaca setiamu..... Wellcome Baaack. setelah 3 tahun vakuuuum, ngak nyangka balik posting lagiiii.... I adore yoou so muaachh
spiderman favorite hero banget nih makasih reviewnya
hadiah ulang tahun