blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • RAYYA CAHAYA DI ATAS CAHAYA (2012)

    MAMA CAKE (2012)

    THE AMAZING SPIDER-MAN (2012) Marc Webb  A...

    LEWAT DJAM MALAM (1954)

    SANG PENARI

    SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN (2012)

    SOEGIJA (2012)

    DI TIMUR MATAHARI (2012)

    Emak Ingin Naik Haji

    Inkheart





    Juni 2007 Juli 2007 Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 November 2007 Desember 2007 Januari 2008 Februari 2008 Maret 2008 April 2008 Mei 2008 Juni 2008 Juli 2008 Agustus 2008 September 2008 Oktober 2008 Desember 2008 Januari 2009 Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 November 2009 Juni 2012 Juli 2012 September 2012









    BloggerHacks
    Kamis, 21 Juni 2007
    Dinocroc (2004)
    Dinocroc (2004)
    Sutradara : Kevin O'Neill
    Pemain : Matt Borlenghi, Jane Longenecker










    Akhirnya disela rasa kantuk yang menyerang, semalam aku nonton bioskop Trans TV yang kini sedang menayangkan program “Monster Week”. Semalam film yang diputar berjudul ‘Dinocroc’. Nama yang aneh dan bikin penasaran, apalagi kalau lihat preview-nya yang menggambarkan seekor monster melompat –lompat menyerang manusia.

    Ceritanya sih sederhana saja, tak banyak berubah dari pakem film-film monster lainnya.
    Ternyata Dinocroc adalah kepanjangan dari Dinosourus Crocodile, buaya pra-sejarah yang berhasil dikembangkan oleh sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam sebuah pusat penelitian.

    Suatu saat dinocroc yang sedang dikembangkan kabur dari pusat penelitian dan meneror sebuah kota. Korban-korban berjatuhan. Dikisahkan seorang anak bernama Michael kehilangan anjingnya yang bernama Lucky, seekor anjing yang hanya memiliki tiga buah kaki akibat kecelakaan yang pernah menimpanya. Michael meminta bantuan pada Diane, seorang penangkap hewan di kota itu. Ternyata Diane adalah teman lama Tom, kakak kandung Michel. Dan Tom-pun turut membantu Diane mencari Lucky.

    Di tengah pencarian Lucky inilah teror dinocroc berlangsung. Untuk itu pemda setempat meminta bantuan kepada seorang pemburu buaya yang berasal dari Australia. Suatu malam, sepulang mencari keberadaan Lucky dan monster dinocroc, Diane bermalam di rumah Tom. Saat itu Tom melihat Michael, adiknya tengah tertidur pulas. Sambil bercengkrama, Diane dan Tom mengolok-ngolok Lucky yang harus mereka cari. Olokan terhadap Lucky, anjing kesayangannya ini membuat Michael yang pura-pura telah tertidur menjadi tersinggung dan menyelinap keluar untuk mencari Lucky sendirian.

    Di tengah pencariannya inilah Michael bertemu dengan Dinocroc yang mengejarnya hingga ke sebuah pondok kosong dan akhirnya memangsanya hingga menyisakan kepala Michael yang dibiarkan tergeletak di pondok tersebut.

    Esoknya pencarian Dinocroc oleh Diane, Tom, Sherif, dan si pemburu buaya dilanjutkan, mereka tak menyadari bahwa Michael telah menjadi mangsanya. Mereka bertemu dengan Dinocroc namun gagal untuk menangkapnya. Malamnya barulah Tom menyadari bahwa ia kehilangan adinya dan saat itu juga polisi menemukan sepeda Michael yang telah rusak dan sepenggal kepala dalam sebuah pondok yang ternyata kepala Michael.

    Tentu saja Tom menjadi frustasi, ia sangat menyesal karena hilangnya Tom terjadi saat ia bermesraan dengan Diane. Pencarian terhadap Dinocroc semakin intensif. Sejumlah pasukan polisi dikerahkan dengan senjata lengkap. Tujuan mereka hanya satu, untuk melenyapkan monster yang telah memakan sejumlah korban. Tom bertekad untuk membalas dendam kemaitan adiknya.


    Seperti diungkap diatas, secara umum alur film dinocroc masih berada di jalur ‘pakem’ film-film monster. Yang agak membuat lain adalah salah satu korbannya seorang anak belasan tahun (Michael). Di film2 monster lainnya, biasanya yang menjadi korban orang-orang dewasa. Adegan tewasnya minchael sangat mengiris, latar musiknya juga membuat saya tersentuh, apalagi saat berada dalam pondok kosong dan klimkasnya saat si dinocroc memangsa michael sehingga hanya menyisakan kepalanya saja.

    Rasanya adegan tewasnya michael dan penyesalan kakaknya (Tom) merupakan adegan yang paling emosional dalam film ini.

    Dari efek visualnya , sosok mosternya cukup mengerikan, lebih mengerikan lagi kalau diperlihatkan secara sekilas-sekilas, berupa lompatan-lompatan dinocroc saat mengejar mangsa dll, namun begitu sang Dinocroc muncul secara utuh, terlihat sekali ada gerakan-gerakannya kaku. Kalau dibanding efek visual dinosourus di Jurasic Park, Dinocroc masih satu level dibawahnya.

    Demikian, ulasan saya…..wah ini ulasan perdana saya soal film nih….semoga berkenan buat pembaca di blog ini.

    @h_tanzil

    Label: , ,