blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Before Sunset (2004)

    Little Miss Sunshine (2006)

    Heroes (1st Season)

    Little Women (1994)

    Monsieur Ibrahim

    Iam Not Scared

    Eternal Summer : Persahabatan, Cinta, dan (Seks)

    Blog Film Para Kutu Buku







    Kamis, 21 Juni 2007
    Dinocroc (2004)
    Dinocroc (2004)
    Sutradara : Kevin O'Neill
    Pemain : Matt Borlenghi, Jane Longenecker










    Akhirnya disela rasa kantuk yang menyerang, semalam aku nonton bioskop Trans TV yang kini sedang menayangkan program “Monster Week”. Semalam film yang diputar berjudul ‘Dinocroc’. Nama yang aneh dan bikin penasaran, apalagi kalau lihat preview-nya yang menggambarkan seekor monster melompat –lompat menyerang manusia.

    Ceritanya sih sederhana saja, tak banyak berubah dari pakem film-film monster lainnya.
    Ternyata Dinocroc adalah kepanjangan dari Dinosourus Crocodile, buaya pra-sejarah yang berhasil dikembangkan oleh sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam sebuah pusat penelitian.

    Suatu saat dinocroc yang sedang dikembangkan kabur dari pusat penelitian dan meneror sebuah kota. Korban-korban berjatuhan. Dikisahkan seorang anak bernama Michael kehilangan anjingnya yang bernama Lucky, seekor anjing yang hanya memiliki tiga buah kaki akibat kecelakaan yang pernah menimpanya. Michael meminta bantuan pada Diane, seorang penangkap hewan di kota itu. Ternyata Diane adalah teman lama Tom, kakak kandung Michel. Dan Tom-pun turut membantu Diane mencari Lucky.

    Di tengah pencarian Lucky inilah teror dinocroc berlangsung. Untuk itu pemda setempat meminta bantuan kepada seorang pemburu buaya yang berasal dari Australia. Suatu malam, sepulang mencari keberadaan Lucky dan monster dinocroc, Diane bermalam di rumah Tom. Saat itu Tom melihat Michael, adiknya tengah tertidur pulas. Sambil bercengkrama, Diane dan Tom mengolok-ngolok Lucky yang harus mereka cari. Olokan terhadap Lucky, anjing kesayangannya ini membuat Michael yang pura-pura telah tertidur menjadi tersinggung dan menyelinap keluar untuk mencari Lucky sendirian.

    Di tengah pencariannya inilah Michael bertemu dengan Dinocroc yang mengejarnya hingga ke sebuah pondok kosong dan akhirnya memangsanya hingga menyisakan kepala Michael yang dibiarkan tergeletak di pondok tersebut.

    Esoknya pencarian Dinocroc oleh Diane, Tom, Sherif, dan si pemburu buaya dilanjutkan, mereka tak menyadari bahwa Michael telah menjadi mangsanya. Mereka bertemu dengan Dinocroc namun gagal untuk menangkapnya. Malamnya barulah Tom menyadari bahwa ia kehilangan adinya dan saat itu juga polisi menemukan sepeda Michael yang telah rusak dan sepenggal kepala dalam sebuah pondok yang ternyata kepala Michael.

    Tentu saja Tom menjadi frustasi, ia sangat menyesal karena hilangnya Tom terjadi saat ia bermesraan dengan Diane. Pencarian terhadap Dinocroc semakin intensif. Sejumlah pasukan polisi dikerahkan dengan senjata lengkap. Tujuan mereka hanya satu, untuk melenyapkan monster yang telah memakan sejumlah korban. Tom bertekad untuk membalas dendam kemaitan adiknya.


    Seperti diungkap diatas, secara umum alur film dinocroc masih berada di jalur ‘pakem’ film-film monster. Yang agak membuat lain adalah salah satu korbannya seorang anak belasan tahun (Michael). Di film2 monster lainnya, biasanya yang menjadi korban orang-orang dewasa. Adegan tewasnya minchael sangat mengiris, latar musiknya juga membuat saya tersentuh, apalagi saat berada dalam pondok kosong dan klimkasnya saat si dinocroc memangsa michael sehingga hanya menyisakan kepalanya saja.

    Rasanya adegan tewasnya michael dan penyesalan kakaknya (Tom) merupakan adegan yang paling emosional dalam film ini.

    Dari efek visualnya , sosok mosternya cukup mengerikan, lebih mengerikan lagi kalau diperlihatkan secara sekilas-sekilas, berupa lompatan-lompatan dinocroc saat mengejar mangsa dll, namun begitu sang Dinocroc muncul secara utuh, terlihat sekali ada gerakan-gerakannya kaku. Kalau dibanding efek visual dinosourus di Jurasic Park, Dinocroc masih satu level dibawahnya.

    Demikian, ulasan saya…..wah ini ulasan perdana saya soal film nih….semoga berkenan buat pembaca di blog ini.

    @h_tanzil

    Label: , ,

    1 Comments:

    hehehe

    aku emang paling males nonton film monster

    Suka bete abisnya....

    6/22/2007 07:37:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home