blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • RAYYA CAHAYA DI ATAS CAHAYA (2012)

    MAMA CAKE (2012)

    THE AMAZING SPIDER-MAN (2012) Marc Webb  A...

    LEWAT DJAM MALAM (1954)

    SANG PENARI

    SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN (2012)

    SOEGIJA (2012)

    DI TIMUR MATAHARI (2012)

    Emak Ingin Naik Haji

    Inkheart





    Juni 2007 Juli 2007 Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 November 2007 Desember 2007 Januari 2008 Februari 2008 Maret 2008 April 2008 Mei 2008 Juni 2008 Juli 2008 Agustus 2008 September 2008 Oktober 2008 Desember 2008 Januari 2009 Februari 2009 Maret 2009 April 2009 Mei 2009 Juni 2009 November 2009 Juni 2012 Juli 2012 September 2012









    BloggerHacks
    Senin, 16 Juli 2007
    CINTA + MAKANAN = FILM

    Makanan ternyata menjadi pasangan yang menarik dari cinta. Kedua elemen ini jika disenyawakan dalam sebuah film, menghasilkan sebuah film bernuansa ajaib yang delectable. Ada lima film memorable yang pernah saya tonton yang mengeksplorasi makanan dan cinta sebagai tema utama.

    Like Water for Chocolate (1993). Film garapan sutradara Alfonso Arau ini didasarkan pada novel Laura Esquivel –istrinya saat itu (aslinya berjudul Como Agua Para Chocolate). Film ini berkisah tentang cinta tak sampai antara Tita de la Garza (Lumi Cavazos) dan Pedro Muzquiz (Marco Leonardi). Karena sejak kecil banyak menghabiskan waktu di dapur, Tita menjadi juru masak yang hebat. Salah satu masakannya –Quail in Rose Petal Sauce- sempat bikin heboh karena semua yang menyantap masakan ini terbakar gairah bahkan ada yang sampai mengalami orgasme.



    Simply Irresistible (1999). Sarah Michelle Gellar berperan sebagai gadis jago masak bernama Amanda yang secara ajaib masakannya menjadi dahsyat gara-gara seekor kepiting (entah apa hubungannya). Dalam film garapan Mark Tarlov ini makanan menjadi sebuah materi dengan kekuatan supernatural yang membuat Tom Bartlett (Sean Patrick Flanery), seorang lelaki eksekutif department store yang tampan, tidak bisa menolak hadirnya cinta.


    Chocolat (2000). Film garapan Lasse Hallström ini meneguhkan cokelat sebagai makanan yang berpengaruh dalam menghangatkan gairah cinta. Berlatar Prancis masa lalu, kita akan bertemu dengan perempuan cantik bernama Vianne Rocher (Juliette Binoche) yang membuka toko cokelat di sebuah desa kecil selatan Prancis. Setiap pembeli cokelat buatannya akan merasakan efek magis yang ditimbulkan oleh makanan yang memang sulit ditolak ini.



    Woman on Top (2001). Sesuai judulnya, Woman on Top adalah posisi bercinta. Film ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang tukang masak asal Bahia Brazil bernama Isabella (Penélope Cruz) yang patah hati karena suaminya, Toninho (Murilo Benicio), berselingkuh. Isabella pindah ke San Francisco untuk kemudian menjadi selebriti kuliner. Toninho berselingkuh karena frustrasi; setiap kali bercinta Isabella selalu mengambil posisi di atas (Woman on Top, tau dong....). Bakat kulinernya bikin para lelaki blingsatan. Dalam film garapan Fina Torres dan Eva Ramboz ini, cabe ternyata tidak hanya berfungsi sebagai bumbu masak, tapi juga untuk menggairahkan acara bercinta. (Uh, pedessss....).



    Brownies (2005). Ini adalah film Indonesia karya Hanung Bramantyo yang mengisahkan tentang Mel (Marcella Zalianty), cewek penggemar brownies yang berusaha membuat brownies tapi brownies yang dihasilkannya selalu tidak seperti yang ia harapkan. Di tengah-tengah perjalanan cintanya yang kacau balau dengan Joe (Philip Jusuf), ia bertemu seorang lelaki muda bernama Are (Bucek Depp) yang pandai membuat brownies.



    So, jika Anda belum pernah menonton salah satu atau salah berapa dari film-film ini, luangkan sedikit waktu untuk menyaksikannya. Siapa tahu Anda mendapat strategi untuk menaklukkan hati target gairah Anda (ehem....) melalui makanan.


    Juga di sini.


    Label: