blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Curious George (2006)

    SEABISCUIT

    Dexter (1st Season/2006)

    SHARK TALE

    Prison Break (1st Season/2005)

    KANDAHAR

    FRIDA

    Film Romantis yang Bikin Ngakak

    Not One Less

    CINTA + MAKANAN = FILM







    Senin, 03 September 2007
    Freedom Writers
    Freedom Writers

    Cast: Hilary Swank, Patrick Dempsey, Scott Glenn, Imelda Staunton
    Director: Richard Lagravenese
    Writer: Richard Lagravenese


    KELAS 203

    Erin Gruwell (Hilary Swank) tidak menyadari apa yang akan dihadapinya saat diterima menjadi guru di Wilson High School. Sebagai seorang fresh graduate, Erin mendapatkan tugas mengajar pertama di Room 203, yang berisi siswa yang sudah “tersingkirkan” dari sistem pendidikan dan dianggap “tidak bisa dididik lagi”. Para remaja yang menjadi murid Erin berasal dari berbagai macam latar belakang rasial, dan mereka semua rentan terhadap kekerasan jalanan dan narkoba.

    Sebagai seorang guru muda (23 tahun) yang masih penuh idealisme, Erin berusaha sebisa mungkin untuk menjalankan tugasnya. Dengan berbagai cara, dia mencoba menarik perhatian para siswanya. Cara belajar yang menyenangkan diterapkannya di kelas. Misalnya, untuk mempelajari puisi, dia menggunakan lirik lagu rap. Dia juga memberikan banyak permainan untuk dilakukan di kelas. Perlahan-lahan, saking terobsesinya Erin untuk memajukan pendidikan muridnya, tanpa sadar waktu pribadinya tersita. Untuk membelikan muridnya buku bacaan yang bermutu—karena sekolah tidak bersedia menyediakan buku untuk mereka—dia bersedia mengambil pekerjaan paruh waktu di dua tempat.

    Bersenang-senang di Kelas 203

    Lambat laun, pernikahannya pun menjadi korban, karena suaminya (Patrick Dempsey) tidak tahan ditinggalkan oleh istrinya bekerja mati-matian sepanjang hari. Tapi, Erin tidak menyerah. Terinspirasi pada buku harian Anne Frank, dia menghadiahkan jurnal untuk para muridnya. Dia menugasi mereka untuk menuliskan apa pun yang ingin mereka tulis di dalam jurnal itu. Ternyata, tugas itu betul-betul menginspirasi para muridnya. Dengan jurnal itu, mereka menjadi semakin terbuka, semakin bisa menerima keberadaan teman-teman mereka yang berasal dari berbagai latar belakang, dan Room 203 pun menjadi seakrab sebuah keluarga bahagia. Jurnal itulah yang kemudian dinamakan “The Freedom Writers Diary”.

    Sebagai sebuah kisah nyata, film ini sangat menggugah perasaan. Erin Gruwell sendiri hingga sekarang masih menjadi motor dalam Freedom Writers Foundation, sebuah organisasi yang menggalakkan metoda mengajar alternatif.


    NONTON BARENG

    Freedom Writers ini menjadi film pertama yang dipilih dalam program nonton bareng Keluarga Kutu Buku Gila (yang anggotanya adalah para penjaga loket bioskop norak ini, ditambah para figuran, dan sebagian pemilik bioskop tetangga). Tentu saja yang dimaksud nonton bareng ini bukan duduk bersama dan nonton bersama, tetapi nonton di rumah masing-masing, dan waktunya pun nggak bersamaan, hahahaa. Pokoknya intinya menonton film yang sama, begitu. Alasan kenapa film ini dipilih, tentu saja karena film ini berhubungan dengan buku. Karena kami kan kutu buku yang berdedikasi, gitu lhuwoh (yah, meskipun gila).

    Ibu Erin yang sangat berdedikasi

    Berbagai pendapat tentang film ini pun bermunculan. Ada yang sangat menyukainya, ada yang biasa saja. Memang menyentuh melihat perjuangan Erin Gruwell, tapi kadang-kadang menyebalkan juga melihat kekeraskepalaannya (sampai suaminya kabur begitu), tapi mungkin memang keras kepala merupakan salah satu syarat kesuksesan, ya? Ada yang terharu saat menontonnya, ada yang bosan karena film ini rasanya nggak original (yah, dari segi cerita, silakan dibandingkan dengan Dangerous Minds, Sister Act, atau The Chorus).

    Yang jelas, percaya atau tidak, melihat para siswa Erin yang rajin menulis terasa bagaikan lecutan cambuk bagi kami para blogger yang terkadang malas meng-update blog ini, hahaha. Baiklah, silakan saksikan film ini! Atau, buat yang sudah nonton, bagikan pengalaman nontonnya kepada kami. Sudah saatnya para Kutu Buku Gila memikirkan film selanjutnya untuk ditonton bareng. (Hmm, tapi mungkin nanti gantian ya, yang bagian nulis reviewnya, hehehehee ….)


    -Loket 1-

    Film ini ditayangkan secara serentak di semua Loket Bioskop Norak.

    Label: , ,

    10 Comments:

    ini mungkin film terbaik tentang dunia pendidikan yang pernah saya tonton, tentunya selain dead poets. mengharukan! film ini lebih baik dari dangerous mind, mungkin karena akhir kisah kelas 203 ini adalah buku. bagaimana perjalanan anak2 muda yang tadinya sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia buku, menjadi keranjingan menulis dan akhirnya membuat sebuah kumpulan tulisan. sangat inspiratif.

    9/20/2007 07:35:00 PM  

    Dari awal film, gue udah ngira kalung andalan yang mencolok milik si bu guru itu bakal dicuri apa ilang apa kenapaaa gitu akhirnya, pokoknya berperan besar dalam cerita lah. Heuheu. Aneh, emang. Tapi sampe akhir pun gue masi mikir, "ih kok kalungnya ternyata ngga kenapa2 ya?"

    9/21/2007 11:46:00 PM  

    eh, betull... aku juga mengira si kalung itu akan memegang peranan penting. tapi kayaknya emang kalung mutiara tuh ciri khas si miss erin. pas di foto aslinya doi juga pake kalung serupa.

    9/22/2007 09:13:00 AM  

    Sekilas film ini keliatan klise dan alurnya emang gampang ditebak, tapi ternyata inspiratif banget dan rada sedih juga waktu Ms. Erin harus cerai dari suaminya karena dianggap terlalu mentingin murid-muridnya (lame reason!). Well.. nobody's perfect!

    9/22/2007 04:11:00 PM  

    jujur aja aku baru tahu film ini hari ini ( 8 april 2008)itupun dari dosen bahasa inggrisku yang muterin film ini pas kuliah bwt tugas. Dan komentarku: ni film harus ditonton lebih banyak orang biar semangat pendidikannya dapat menginspirasi semua orang

    4/08/2008 08:08:00 PM  

    ini film aku tonton bareng anak-anak kelas karena disuruh saem (guru bahasa inggrisku). dan ternyata keren pisan . mengugah semangat . yah campur aduk deh komentar kita waktu nonton itu . dan memang inspiratif bgt .
    harusnya ini film di tonton sama FPI . lihat mereka aja yang berbeda suku, ras, bahasa, terutama AGAMA bisa akur dan hidup bersama, saling bantu, saling tolong! masa sama saudara seras, sebahasa, setanah air bahkan seAGAMA kalian bantai . Jangan menjudge orang dari sisi kalian donk ! Allah saja Maha Menghargai Proses. Kita tidak seharusnya memaksa lainnya untuk SATU KATA .

    6/03/2008 10:21:00 PM  

    Film ini jadi film favorit saya sejak pertama kali nonton. udah kali ke 3 saya tonton.Saya rasa yang seharusnya nonton bukan cuma FPI, seperti comment diatas sebutkan. Seharusnya orang2 yang mengatasnamakan kelompok tertentu, agama tertentu, kepentingan tertentu kudu nonton!Terlebih lagi, ujung dari film ini adalah motivasi untuk terus maju dgn 'merangkul' segala perbedaan dan resiko di sekitar kita.

    1/03/2009 12:38:00 AM  

    Film ini merupakan filem terbaik Di dunai pendidikan ... untuk memotifasi kita semua agar lebih baik ...

    di mana semua perjuangan di sini di raih dengan susah paya ...
    sampai - sapmai guru tersebut bercerai hanya karana memberikan "Education" kepada muridnya...

    saya sudah menonton film ini sekiat 7 kali .. dan tidak bosan , bahkan setiap kali saya menonton saya selalu menetskan air mata...

    Berharap Pendidikan kita sama dengan metode yang Mis.G. ajarkan...

    Semoga yang menonton dapat memotifasi dirinya agar terus berkembang seperti Kelas 203...

    Haical

    3/17/2009 12:35:00 PM  

    sampai hari ini saya masih mencari vcdnya

    8/06/2009 12:09:00 PM  

    Hilary Swank, nih gara2 film Freedom Writers, dia jadi masuk aktris fav gw...terutama di filmnya Million Dollar Baby.
    Top Movie dah Freedom Writers, terharu melihat film ini.
    Nice.

    1/12/2010 06:14:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home