blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Film Romantis yang Bikin Ngakak

    Not One Less

    CINTA + MAKANAN = FILM

    In The Mood For Love

    Bulu Dada James Bond

    Paris, Je T'aime

    BEAUTIFUL SUNDAY (KOREAN/2007)

    Mon... Jadi Intel Kok Tetap Ganteng, Toh?

    Four Weddings and A Funeral

    MADADAYO







    Sabtu, 21 Juli 2007
    FRIDA

    Sutradara Julie Taymor
    Skenario Hayden Herrera
    Produksi Miramax
    Pemain Salma Hayek, Alfred Molina, Geoffrey Rush


    Seperti judulnya, film ini memang berkisah tentang kehidupan pelukis revolusioner, Frida Kahlo (Salma Hayek) yang lahir pada 7 Juli 1910 di Mexico City, tahun pecahnya Revolusi Mexico.
    Cerita dimulai pada saat Frida berusia 12 tahun saat ia pertama kali bertemu dengan Diego Rivera (Alfred Molina),seorang pelukis komunis Mexico yang kelak menjadi suaminya.

    Selanjutnya adalah sebuah kisah perjalanan hidup yang penuh warna, seperti lukisan-lukisannya, dari seorang perempuan cantik, revolusioner, biseksual, dan telah menginspirasi Goenawan Mohamad, seorang penyair dari negeri yang berjarak ribuan mil jauhnya dengan Mexico, untuk mencipta selarik puisi baginya. Ketika berusia 6 tahun, Frida yang malang divonis mengidap polio yang menyebabkan kaki kanannya lebih kecil dari yang sebelah kiri. Cacat ini dibawanya sampai ia dewasa. Derita terparah adalah kecelakaan bus yang menimpanya saat ia berumur 15 tahun (1925); membuat punggung, bahu, dan kakinya patah. Bahkan kaki kanannya sampai patah 11. Dia kudu menjalani operasi sebanyak 30 kali sepanjang hidupnya.

    Selama terbaring sakit di ranjang itulah, ia menemukan bakat melukisnya. Ayahnyalah, seorang fotografer, yang pertama kali memberinya seperangkat alat melukis. Mulailah ia melukis diri serta penderitaan-penderitaannya : Suami yang tidak setia ,kehidupan seksual, keuangan, kehilangan calon anaknya serta cacat fisik yang harus disandangnya.

    Pada 12 Agustus 1929, Frida menikah dengan Diego Rivera, duda cerai 2 kali, pelukis terkenal yang sekaligus adalah "guru" dan penemu bakatnya. Banyak teman dan kerabatnya yang pesimis dan mencibir pada perkawinan mereka. Mereka menyebutnya sebagai perkawinan antara gajah dan burung merpati.

    Setelah melalui jalan panjang berliku penuh kesakitan, akhirnya pada musim semi 1953, Frida berhasil menggelar pameran tunggalnya yang pertama di Mexico. Padahal pada tahun yang sama pula, sebelum pameran itu, kaki kanannya terserang infeksi gangrene yang parah sehingga terpaksa diamputasi sepanjang lutut ke bawah. Kesehatannya memang sudah amat memburuk saat itu. Dokter yang merawatnya melarangnya meninggalkan tempat tidur. Namun diam-diam dengan dibantu oleh kakak perempuannya, Christina Kahlo, Frida memaksa datang ke acara pembukaan pameran lukisannya itu dengan diangkut truk beserta tempat tidurnya.

    Sebelum akhirnya meninggal pada 13 Juli 1954, konon ,ia pernah beberapa kali mencoba bunuh diri. Di halaman terakhir buku hariannya, ia menulis : "I hope exit is joyful and I hope never to return".
    Sungguh seorang perempuan yang ajaib dan berani yang pernah dilahirkan.

    Sutradara Julie Taymor dengan dukungan perancang kostum Julie Wess dan tata rias oleh Judy Chin, berusaha menampilkan film yang teliti dalam detail. Suasana Mexico tahun 1920-1950-an tampil nyaris sempurna. Demikian juga dengan dekorasi rumah Frida (The Blue House), studio, lukisan-lukisan serta akting Salma Hayek sebagai Frida yang tidak mengecewakan, menjadikan film ini sebuah tontonan yang menarik. Sayang betul, film ini tidak diputar di bioskop-bioskop kita.

    Endah Sulwesi
    4 Comments:

    Aku belum nonton, ndah, tapi bukunya udah baca. Dan memang ajaib kisah hidup Frida.

    Btw, aku lupa deh, di buku mana yah aku baca ada disebutkan tentang mural-mural si Diego itu yah? apa di Middlesex? lupa....

    7/22/2007 11:33:00 PM  

    aku juga udah baca bukunya, Bo, yg terbitan Bentang. Itu tuh konon udah banyak dicincang-cincang bagian erotisnya. Di film sih ada ya. Ingat ga bagian bercinta di studionya Diego Rivera itu, Bo? brondong aurel sih blm boleh ntn tuh.

    sepertinya di Middlesex tuh disinggung2 soal mural-muralnya Diego

    7/23/2007 11:30:00 AM  

    Diego-nya emang berbadan besar gitu ya aslinya?

    8/14/2007 02:08:00 PM  

    iyaa... si diego memang ada dibahas di middlesex, secara dia pernah bikin mural di detroit. tapi, kemarin aku liat fotonya ternyata dia ga ganteng, tuh. kok bisa si frida sampe termehe2 gitu sama dia yahh....

    8/15/2007 03:09:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home