blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Bulu Dada James Bond

    Paris, Je T'aime

    BEAUTIFUL SUNDAY (KOREAN/2007)

    Mon... Jadi Intel Kok Tetap Ganteng, Toh?

    Four Weddings and A Funeral

    MADADAYO

    Transformers (2007)

    Maaf, Saya Hampir Me*wek

    Pride and Prejudice (2005)

    BADAI PASTI BERLALU (INDONESIA/2007)







    Jumat, 13 Juli 2007
    In The Mood For Love



    Sutradara : Wong Kar Wai
    Skenario : Wong Kar Wai
    Pemain : Maggie Cheung, Tony Leung
    Tahun : 2002


    Berselingkuh itu mudah, demikian seorang teman saya pernah berkata. Benarkah begitu?





    Ini kali pertama saya menonton film besutan sutradara Wong Kar Wai. Film bertema cinta yang dibintangi oleh Tony Leung dan Maggie Cheung. Diproduksi tahun 2002, In The Mood for Love, bercerita tentang perselingkuhan.



    Adalah dua pasang suami istri yang tinggal bersebelahan di sebuah kos-kosan di Hongkong . Mereka adalah suami istri Chan dan Chow. Mr. Chow (Tony Leung) bekerja sebagai jurnalis di harian Singapore Daily sedangkan Mrs. Chan (Maggie Cheung) adalah seorang sekretaris. Cerita ini memang tentang mereka berdua, Mrs. Chan dan Mr. Chow. Sementara peran Mr. Chan dan Mrs. Chow hanya dihadirkan lewat suara mereka saja.

    Mrs. Chan dan Mr. Chow adalah dua orang yang kesepian dalam kehidupan perkawinan mereka. Pasangan mereka seringkali pergi untuk urusan bisnis ke luar kota bahkan ke luar negeri selama berhari-hari. Kesamaan nasib itu lalu mendekatkan keduanya. Kebutuhan akan teman mengobrol dan berbagi membuat mereka lalu sering bertemu untuk sekedar makan siang dan bertukar cerita. Perlahan-lahan rasa di antara mereka kemudian berkembang menjadi cinta yang mendalam (jadi, perselingkuhan itu awalnya adalah sharing hehehe).


    Wong Kar Wai menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai cinta, perselingkuhan dan kehidupan perkawinan lewat hubungan percintaan Chan dan Chow yang unik(setting cerita adalah Hongkong tahun 1962-1965). Pengambilan adegan lebih banyak dilakukan di ruang-ruang tertutup (indoor), seperti di kantor, kamar dan restoran dengan fokus tetap pada kedua tokoh utama tersebut. Walaupun begitu, kisah percintaan itu tak lalu terjebak ke dalam bahasa gambar yang vulgar. Yang tampil adalah dialog-dialog sederhana namun sarat makna. Seperti misalnya yang dikatakan Chan bahwa haruskah perkawinan mengubah kehidupan menjadi lebih kompleks? Jika dulu semasa ia lajang, segalanya tampak lebih mudah. Ia hanya harus bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Namun kini setelah menikah, segalanya jadi terasa masih kurang meskipun menurutnya ia telah melakukan segalanya dengan sebaik-baiknya.



    Tak beda dengan Chow yang harus melupakan hobi-hobinya semasa bujangan dulu, sebab kini ia hidup dengan 'orang lain' yang harus ia pikirkan pula perasaannya serta menyesuaikan diri dengan hobi 'orang lain' itu. Fiuuuh....rumitnya sebuah perkawinan :) (Tapi pasti enak ya, sebab jumlah orang yang kawin lebih banyak daripada yang tidak kawin). Sebuah film drama yang menarik. Bolehlah lain kali saya nonton film-film Wong Kar Wai yang lain.

    Endah Sulwesi

    Label: ,

    0 Comments:

    Poskan Komentar

    << Home