blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Lady and The Tramp (Disney, 1955)

    No Man's Land

    MAN ON THE TRAIN

    Freedom Writers

    Curious George (2006)

    SEABISCUIT

    Dexter (1st Season/2006)

    SHARK TALE

    Prison Break (1st Season/2005)

    KANDAHAR







    Kamis, 25 Oktober 2007
    War Photographer (2001)







    WAR PHOTOGRAPHER

    Category: Movies
    Genre: Documentary
    Judul: War Photographer
    Sutradara: Christian Frei
    Pemain:James Nachtwey
    Tahun: 2001

    Tentu kita masih ingat saat kita kanak-kanak kita sering ditanya tentang cita-cita kita kelak dewasa. Waktu itu saya selalu memberikan jawaban bahwa saya ingin jadi guru. Rasanya mulia sekali pekerjaan sebagai guru, mencerdaskan bangsa, membuat orang jadi pandai. Namun cita-cita menjadi guru itu tidak bertahan lama. Saat saya duduk di bangku SMP cita-cita saya berubah : saya ingin jadi wartawan. Mungkin karena saya mulai mengenal dan membaca TEMPO. Saya membayangkan pasti enak sekali bekerja sebagai seorang juru warta. Bisa keliling dunia meliput berita dan menjadi orang yang serba tahu tentang banyak hal. Yaaah..tetapi ternyata tak satupun dari yang pernah saya cita-citakan itu terwujud. Barangkali karena saya tidak sungguh-sungguh fokus dengan mimpi saya itu.

    Nah, film War Photographer (Swiss) ini berkisah tentang James Nachtwey atau Jim, seorang wartawan foto perang. Seperti layaknya sebuah film dokumenter yang merupakan rekaman sebuah peristiwa real, War Photographer pun adalah rekaman kisah nyata kehidupan Jim sebagai wartawan foto perang . Maka sebagian besar layar menampilkan foto-foto perang yang berhasil direkam kamera Jim. Mulai dari Kosovo, Afrika, Palestina sampai Indonesia.

    Jika di Kosovo, Palestina dan Afrika Jim meliput perang yang terjadi di negara-negara tersebut, di Indonesia, tepatnya Jakarta, Jim memotret kehidupan masyarakat kumuh di sepanjang rel kereta. Rumah-rumah kardus yang tumpang tindih, sungai-sungai dengan air yang menghitam sementara orang-orang mandi dan mencuci di situ serta para pengemis cacat yang tengah meminta-minta di perempatan jalan Jakarta itulah yang diwartakan oleh Jim dengan kameranya ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk foto hitam putih dan berwarna . Liputan tentang Indonesia itu mendapat porsi yang cukup lumayan dalam film ini. Termasuk rekaman peristiwa kerusuhan Mei 1998 dan peristiwa Semanggi . Menontonnya, saya jadi diingatkan kembali pada peristiwa tragis yang pernah menimpa bangsa ini. Gambar memang bisa berbicara banyak lebih dari sekedar barisan kalimat.

    Jalan cerita film ini dipandu oleh narasi dan kesaksian teman-teman Jim sesama wartawan. Di antaranya Christiane Amanpour (CNN), Hans- Hermann Klare (STERN Magazine), Des Wright (kameraman REUTERS) dan Dennis O'Neill (sahabat ba9ik Jim). Mereka bertutur betapa Jim adalah seorang yang setia pada profesinya sebagai fotografer. Ia pantang menyerah dalam tugasnya meskipun harus berhadapan dengan bahaya. Meliput perang berarti harus siap mati dalam tugas. Bagaimana tidak jika tak jarang mereka harus berada di tengah-tengah pertempuran yang dipenuhi hujan peluru, gas airmata serta ranjau-ranjau yang bertebaran. Setiap saat maut mengancam.

    Film ini masuk nominasi Oscar tahun 2002 untuk film dokumenter terbaik.
    - Endah Sulwesi -
    5 Comments:

    salam kenal... =)

    ini film dokumenter yg bagus, saya ingat dulu nonton dgn teman2 xcul fotografi di sma. jadi fotografer ga cuma senang2, ketemu model cantik, jalan2, spt yg org banyak kira. cari DVDnya di mana ya? ada yg tau? thx b4 ^^

    -tara

    11/08/2007 04:29:00 PM  

    aku ada dvdnya, tapi udah ilang entah dipinjem siapa. Heuheu.

    *sama aja ya..

    eniwei, review ini bikin inget.. pas gw nonton War Photographer, ada satu hal yang bikin sesak. Banyak banget daerah konfliknya yang berlokasi di Indonenesia.

    Hkkk..

    11/24/2007 02:08:00 PM  

    aku dpt di menteng, tara. Tp kurasa di ambasador juga banyak kok :)

    11/26/2007 01:53:00 PM  

    ami, di indonesia yg byk dijepret adalah wilayah kumuhnya..

    11/26/2007 01:54:00 PM  

    Iya, betul..

    *baru inget

    Tapi yang konflik Mei 98 dan Sampit juga ada, bukan? Yang Natchwey dapet foto orang mati bersimbah darah di kakinya itu.. Hkk..

    12/06/2007 04:18:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home