blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • MADADAYO

    Transformers (2007)

    Maaf, Saya Hampir Me*wek

    Pride and Prejudice (2005)

    BADAI PASTI BERLALU (INDONESIA/2007)

    Berujung di Kamar Mandi

    OSAMA (2003)

    Bayi Ajaib!

    Ismail dan Pelacur Kencur

    Monsoon Wedding (2001)







    Senin, 09 Juli 2007
    Four Weddings and A Funeral

    Skenario Richard Curtis
    Sutradara Mike Newell
    Pemain Hugh Grant, Andi MacDowell dll

    Tahun 1994









    Saya sering secara bergurau meledek sahabat-sahabat saya yang sudah menikah ketika mereka sedang terserang jenuh dan bete dengan kehidupan rumah tangganya. Biasanya saya meledek mereka dengan kalimat begini : menikah itu adalah penjara bagi wanita dan laundry gratis bagi pria (saya lupa, ini kalimat produk saya sendiri atau saya pernah membacanya entah di mana). Tentu saja saya dikeroyok. Mereka ramai-ramai protes tidak setuju dengan gurauan saya itu. Saya sih cengar-cengir aja. Tapi tentu protesnya juga dilakukan sambil tertawa-tawa, menertawakan diri sendiri. Menertawakan 'keberuntungan' saya yang masih jomblo terus, juga menertawakan 'ketidakberuntungan' mereka karena 'terperangkap' kehidupan perkawinan. Atau sebaliknya, meledek kejombloan saya dan mensyukuri keberuntungan perkawinan mereka. Hehehe. Walaupun mereka mengeluhkan hal-hal kecil itu , saya percaya, mereka, sahabat-sahabat saya tercinta, bahagia dengan pilihan hidup menikah itu. Bukankah setiap pilihan membawa risikonya sendiri-sendiri?


    Menikah atau tidak menikah adalah pilihan. Kita bisa saja bahagia dan tidak bahagia dengan pilihan itu. Tetapi menikah dengan seseorang yang tidak kita cintai adalah satu kekeliruan yang akibatnya bisa sangat serius. Itulah yang membuat Charles (Hugh Grant), membatalkan pernikahannya dengan Henrietta. Di depan altar suci, tiba -tiba ia sadar bahwa ia mencintai wanita lain, bukan pengantin yang ada di hadapannya. Wanita itu adalah Carrie (Andi MacDowell).

    Setelah bertualang dari satu wanita ke wanita lain, mengobral kata cinta ke sana ke mari, akhirnya Charles merasa harus segera memutuskan untuk menikah seperti orang-orang 'normal' lainnya. Ia telah memutuskan akan menikahi Henrietta, salah seorang kekasihnya yang berjuluk Si Wajah Angsa. Semua temannya bersuka cita menyambutnya. Mereka membantu mempersiapkan perkawinan itu. Namun, pada hari yang menentukan itu, Charles justru bertemu kembali dengan Carrie, wanita yang telah membuatnya jatuh cinta at the first sight. Hatinya bimbang sungguh untuk memilih apa yang harus diputuskan : melanjutkan pernikahan dengan Henrietta yang tidak pernah dicintainya atau mendengarkan dering bel cinta di hatinya yang hanya untuk Carrie dan itu artinya ia harus membatalkan pernikahannya dengan Hen.

    Sudah lama saya ingin menonton film drama komedi romantis ini. Sebuah kisah yang segar dengan tokoh utamanya Charles yang diperankan oleh Hugh Grant, spesialis pemeran pria flamboyan, kaya, bujangan playboy yang ogah menikah. Ingat saja peran-perannya di About A Boy atau Two Weeks Notice. Konon, dalam kehidupan sebenarnyapun pria seksi dengan aksen Inggris yang kental ini memang tidak mau menikah. Seperti umumnya drama komedi romantis, Four Weddings and A Funeral ini pun mengandalkan cerita cinta yang ringan-ringan saja dengan dialog-dialog segar yang mengundang senyum dan tawa. Daya tarik jenis film seperti ini terletak pada alur cerita bergaya komedi situasi yang mengalir lincah tanpa terjebak pada humor yang slapstick.

    Film ini tidak terlalu istimewa sih. Dengan akhir yang sudah bisa ditebak, Four Weddings And A Funeral cukup menghibur sebagai sebuah tontonan yang bisa kita saksikan sambil santai makan keripik kentang atau pop corn dan segelas coca cola tanpa kening berkerut. Oiya, sound track-nya juga oke tuh, Love Is All Around dari Wet Wet Wet.


    Endah Sulwesi

    Label: ,

    0 Comments:

    Poskan Komentar

    << Home