blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • OSAMA (2003)

    Bayi Ajaib!

    Ismail dan Pelacur Kencur

    Monsoon Wedding (2001)

    AFTER THIS OUR EXILE

    Malang Benar Nasibmu, Arie!

    Le temps qui reste (Time to Leave, 2005)

    About Schmidt (2002)

    BABEL

    BRIDGE TO TERABITHIA (2007)







    Rabu, 04 Juli 2007
    Berujung di Kamar Mandi
    Calo Tiket: Pengasap Kubur

    Seorang karib umur setengah baya pernah berkata pada saya, “Film gitu-gituan itu pendek nalar”. Entah apa yang dia maksud dengan pendek nalar. Ia tak bertanggungjawab dengan statmentnya. Sebab sehabis berkata seperti itu, ia melemparkan Ranjang Ternoda. Ia pun pergi.

    Tapi karib lain semasa SMA beda. Ia pernah mengajak saya bolos sekolah.

    “Omahmu sepi to?” tanya dia.

    “Ya,” jawabku.

    Surat ijin pulang palsu pun dibuat. Tas disambar. Tanda tangan guru dipalsu. Satpam sekolah dikibuli. Ikut angkot. Menuju rental film biru....

    Sial bener! Di pintu rental tertulis, “closed”

    “As(sensor)...,” kata karib itu.

    “Tenang....”

    Rumah Bu Dhe’ sepi. Kunci ku ambil. Pintu ku buka. Tas dibuang. Ambil posisi di depan tv. VCD player dinyalakan.

    “La endi...?” tanya karibku.

    “Sikkk...”

    3 lempeng vcd keluar dari persembunyian. Dari tempat teraman bernama tumpukan buku.

    “Sing loro ngadat...,” kata temenku yang berkacamata tebal itu.

    “Iki wae’....durung nonton to?”

    T**z*n X itu...

    Sejam berlalu tanpa kata. Jari siaga di tombol on/off. Tiap terdengar suara mencurigakan, tiba-tiba dua remaja itu tergeragap.

    “Aku hafal suara sepatu Bu Dhe’...”

    Sejam berlalu. keadaan aman terkendali. Film tuntas diputar. Tak ada review, tak ada diskusi, dan tak ada keterangan kredit tittle film.

    “Kamar mandine endi......?” tanya karibku.

    Label:

    12 Comments:

    hmmm ... aku pernah dipinjemi film ini sama temen kuliahku. sayangnya kualitas vcd-nya nggak bagus. tapi memang, ini adalah film "begitu" yang "bercerita", hahahahahaha

    7/04/2007 05:50:00 PM  

    bukan film kartun ya....

    abisnya kan di sini ada anak kecil.... hi hi hi hi hi

    7/04/2007 05:54:00 PM  

    Bilang aja kobo, bahwa anak kecil itu bernama Antie. Kan selesai perkara. Iya kan. Iya kan. Itu artinya adalah......

    7/04/2007 05:58:00 PM  

    kobo juga kan baru umur 5 tahun... hi hi hi hi

    7/04/2007 06:03:00 PM  

    hahahaha...Tarzan X..cuma pernah diceritain temen...
    Belum pernah nonton..*lihat kanan-kiri...hmm ada yang mo minjemin? hehehe -ketawa mesum-*
    ....
    hmmm..perlu di resensi lebih detail..hahahahahaha

    7/04/2007 08:33:00 PM  

    dasar calo sinting. Mutar film ginian lagi hahaha. Untung aja udah pada gede semua.

    Eh..tp aku punya cerita ttg vcd film ini yg kubeli ngumpet-ngumpet di kaki lima depan stasiun kereta jatinegara. Si penjualnya, inang-inang, bisik2 manawari kami (aku berdua temanku) "Mau cari gituan ya? Ada nih", katanya. "3 sepuluh ribu deh", dia makin agresif. Terus dempet-dempetin aku. Katanya lagi: "Mau yang bule apa asia?" Walah..aku ya ndak ngerti. Lalu dengan muka merah (ini kali pertama aku beli cd BF, wkt itu th 98 or 99 gitu)aku bilang : "Apa aja deh". Eh..gak taunya pas disetel di rumah, film tarzan hahaha

    inilah film blue pertama yg kutonton. Keduanya adalah film BLA Itenas hehehe

    Setelah ntn tarzan porno ini, aku kebingungan. Mau kusembunyikan di mana ya cd celaka ini? Di lemari, ga mungkin, takut kedapatan adikku. Jaim donk, bisa jatuh wibawa sebagai kakak sulung yang dihormati. Mau dibuang ke tong sampah, juga takut ketahuan. Akhirnya, aku patah2in dan kukubur di hlmn dpn rumah. Haaaah...lega rasanya.

    7/04/2007 11:00:00 PM  

    aku ga pernah nonton film beginian. ga boleh sama mama. mungkin nanti kalo udah dewasa boleh ya?

    7/05/2007 01:28:00 PM  

    hwarakadah!
    Lha kok bioskop ini muter film ginian seh? Gimana nih manajernya kok nggak ada penyaringan dulu..

    *eh, pinjem donk* :D

    7/05/2007 02:19:00 PM  

    he he he...

    maklum, yang menayangkan memang calo sih, hi hi hi, jadi gak pake sensor.

    Kalo di loket kan gak dijual, ha ha ha ha

    7/05/2007 02:28:00 PM  

    uhm uhm uhm,
    mbok yaaaa, yg begene2 dinikmati sendiri gak usah dibagi2
    via japri aja, gus muh
    kasian, di sini masih banyak balita.

    7/05/2007 04:24:00 PM  

    usul : lain kali tolong dicantumkan semacam label di kiri atas utk jenis2 film begini : BO (bimbingan ortu)Maksudnya, film ini bimbingan (bercinta utk para ortu hehehe

    7/06/2007 01:25:00 PM  

    Yah ... Loket 4, sebagai kakak sulung memang harus bertanggung jawab. Gara-gara kakakku yang sulung (dan satu-satunya), aku kenalan sama buku stensilan sejak kelas 5 SD (gara-gara dia nyembunyiinnya nggak bener, sampe dimarahin si emak, hahaha). Dia memang ceroboh, VCD-VCDnya bertebaran dan tentu saja sebagai adik yang usil aku berbahagia, hahahaha

    7/08/2007 09:06:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home