blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • AFTER THIS OUR EXILE

    Malang Benar Nasibmu, Arie!

    Le temps qui reste (Time to Leave, 2005)

    About Schmidt (2002)

    BABEL

    BRIDGE TO TERABITHIA (2007)

    THE KNOT

    Kramer Vs Kramer

    BETINA

    MY GIRL'S BOY







    Minggu, 01 Juli 2007
    Monsoon Wedding (2001)

    Sutradara: Mira Nair
    Skenarrio: Sabrina Dhawan
    Pemain: Naseeruddin Shah, Lillete Dubey,Shefali Shetty,Vasundhara Das, Parvint Dabas dll.
    Produksi: USA Films tahun 2001
    Durasi: 113 menit









    Ini adalah sebuah film India yang 'berbeda' dengan film-film India yang sering kita saksikan di televisi. Tidak ada mertua yang kejam terhadap menantu perempuannya atau lelaki kaya raya menikahi perempuan miskin yang ditentang habis-habisan oleh keluarga si lelaki. Biasanya karena perbedaan kasta.Juga bukan film yang penuh adegan tari dan tangis sambil berhujan-hujan atau berlari-lari di pantai. Monsoon Wedding adalah film dengan kekuatan pada cerita drama keluarga dengan gambar-gambar yang cantik.

    Cerita film ini diawali dengan kesibukan keluarga Verma menjelang pesta perkawinan putri satu-satunya dari keluarga tersebut, Aditi Verma, (Vasundra Das) yang akan dikawinkan dengan Hermant Rai (Parvint Dabas), seorang programer komputer lulusan Houston, AS. Pernikahan yang akan berlangsung 4 hari lagi itu adalah pernikahan yang pertama bagi keluarga Verma, karenanya sang ayah, Lalit Verma (Naseeruddin Shah) ingin agar semuanya berlangsung baik. Segalanya harus dipersiapkan dengan sempurna : tenda, catering, busana dll. Persis seperti yang terjadi di keluarga-keluarga Indonesia umumnya. Semua sanak keluarga datang berkumpul dan terlibat dengan segala kerepotan itu, bahkan yang sedang berada di luar negeripun menyempatkan diri untuk hadir. Sangat khas Asia.

    Lalit Verma mewakili golongan moderat India yang masih lumayan taat memegang adat dan tradisi. Ia menyekolahkan anak lelakinya, Rahul, ke Australia tetapi ia juga masih ikut campur perkara jodoh putrinya. Pernikahan Aditi ini adalah hasil sebuah perjodohan keluarga Verma dengan keluarga Rai. Padahal diam-diam Aditi tengah menjalin hubungan cinta dengan seorang presenter televisi yang telah beristri. Kisah perjodohan tersebut bukanlah tema utama film ini. Mira Nair lebih ingin memperlihatkan sisi lain budaya dan masyarakat India yang berbeda dengan yang selama ini ditampilkan oleh film-film Bollywood.

    Selain kisah Aditi-Hermant, diceritakan pula kisah cinta PK.Dubey, event organizer perkwinan itu, dengan Alice, pelayan keluarga Verma. Mereka mewakili kelompok masyarakat urban di India. Serta ada pula Ria Verma (Shefali Shetty), perempuan lajang sepupu Aditi, berprofesi sebagai penulis yang pernah mengalami sexual harrasment pada masa kanak-kanaknya oleh salah seorang pamannya.


    Dan tampillah beragam gambar indah penuh warna-warni di layar kita : perempuan-perempuan cantik dalam balutan sari India, buah-buahan tropikal, bunga-bunga, upacara tradisi menjelang perkawinan, tarian yang sudah sangat kita kenal itu serta kehidupan keseharian sebuah keluarga India modern kelas menengah di New Delhi. Segalanya tampak wajar, dialog-dialog ( dalam bahasa Inggris dan Hindi ) maupun akting para pemainnya mengalir lancar dan terjaga dari awal hingga akhir film. Hasil arahan yang nyaris sempurna dari seorang Mira Nair, sang sutradara serta kekuatan naskah cerita hasil tulisan Sabrina Dhawan. Film ini memperoleh penghargaan sebagai film terbaik dalam Festival Film Venice tahun 2001 dan tiga bintang (***) dariku.

    Endah Sulwesi

    Label: ,

    14 Comments:

    Ngomong2, NAMESAKE karya Jhumpa Lahiri sudah difilmkan lho. Sutradaranya Mira Nair juga.

    7/01/2007 02:25:00 AM  

    wah ga ada adegan nari keliling tiang di tengah hujan ya..?? hmm ga seru donk hehehehe

    7/01/2007 12:19:00 PM  

    emang sudah tayang, Jody? aku kudu ntn ah....

    7/01/2007 09:42:00 PM  

    hey Mr. Bean,kalo yg keliling2 tiang dan meluk-meluk pu'un, di tipi banyak tuh hehehehe. Eh, tapi pernah lo satu masa dalam hidupku, aku sgt menantikan kehadiran film2 india di tivi. Tentu saja waktu itu stasiun tivinya baru 1, TVRI doang. Sesekali kan tii pemerintah itu memutar film india. Biasanya di akhir pekan, malam minggu. Nama acaranya : Film Cerita Akhir Pekan. Filmnya tanpa teks. Sinopsisnya dibacakan dulu tuh oleh penyiar yang sedang bertugas malam itu (misalnya, Ika Merdekawati atau Anita Rachman) jadul banget ya? Ah..pasti kau masih orok saat ya , Yul? tak mengalami jaman ajaib seperti itu hehehe.

    tapi sepertinya sih penjaga loket 2 sempat ngalami juga ya? :D

    7/01/2007 09:47:00 PM  

    @Loket4: aku sempat lihat trailer Namesake, kalo gak salah produksi tahun 2005. Skr dlm pelacakan apa DVD-nya sudah ada.

    Sekarang aku masih nonton film India tapi gak sering. Bukan gak tahan ceritanya, tapi durasinya, hehehehe...

    7/01/2007 10:36:00 PM  

    hehe, Namesake baru tahun ini kog releasenya.

    cek di yahoo movies aja

    http://movies.yahoo.com/movie/1808746287/info

    7/02/2007 04:08:00 AM  

    sependengaranku juga gitu kok. Film Namesake belum beredar. Aku mesti baca novelnya dl nih. Tapi biasanya klo baca novelnya dl jd rese ntnnya krn sibuk membanding2kan dg bukunya hehehe. Belum lagi terus jd kecewa jika ternyata bukunya lebih bagus :)
    Tapi semoga Mira Neir mampu memvisualkan Namesake dengan baik.

    7/02/2007 11:06:00 AM  

    @loket 4 ;
    Dulu jaman masih orok (halaaah haha), aku sering di ajak almarhum nenek buat nonton pelm india di satu2nya bioskop desa. 3 Jam berturut2 tiap minggu dari genre lucu mpe misteri. Msih inget ada ceritanya yang mirip Mowgli..(suka banget)..ada cerita drakula india yang bikin aku ga bisa tidur kalo ga bareng nenekku..hahaha masa-masa indah waktu kecil.
    satu waktu aku pernah tanya ma nenekku kenapa dia suka banget ma pelm india..jawabannya sederhana.
    "pelm India tuh lengkap, beli tiket 300 (harga tiket bioskop desa tahun 80an) bisa liat 3 jam orang nari, nangis, kelahi, ujan-ujanan, lucu, serem...semua ada macam gado-gado".
    Masih aku ingat jelas kata-kata itu sampe sekarang hehehehe

    7/02/2007 09:07:00 PM  

    Yul, salam untuk nenekmu ya. Apakah bioskop prasejarah itu masih ada skrg? Apakah sampe skrg nenekmu tersayang msh suka ntn film india? skrg gak usah bayar tiket lagi ya, krn ia bisa ntn sepuasnya di tipi :)

    7/03/2007 12:26:00 PM  

    Hmm agak susah mbak ngasih salam ke beliau...karena beliau udah almarhum hehehe, pas 3 tahun hari minggu lalu.
    Bioskop desa da jadi rumah walet..ga kuat bertahan karena gempuran VCD 10 tahun yang lalu

    7/04/2007 08:40:00 PM  

    Hei, penonton, film ini kan bukan film (dari)India. Tapi film TENTANG India. Beda donk....

    7/04/2007 11:33:00 PM  

    ya sih Jody, tp kan tetap aja India. Dalangnya, Mira Neir itu kan made in India.

    Yul, jd Yia yia-mu sdh tiada ya? Tp jgn sedih, aku mau deh jadi pengganti yia yia secara sama-sama suka ntn hehehe

    7/04/2007 11:59:00 PM  

    Beda donk....karena kalo begitu, film2 M. Night Shyamalan akan disebut juga FILM INDIA.

    7/05/2007 11:03:00 AM  

    @loket 4 :
    Thank Yia-yia perca..hehehe..minta duitnya donk...*halaaaah* hahahaah.

    @jody :
    Hmm mungkin tepatnya
    Pelm india yang bercerita tentang india...*garuk-garuk kepala*

    7/05/2007 08:01:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home