blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • BABEL

    BRIDGE TO TERABITHIA (2007)

    THE KNOT

    Kramer Vs Kramer

    BETINA

    MY GIRL'S BOY

    NO REGRET

    Dinocroc (2004)

    Before Sunset (2004)

    Little Miss Sunshine (2006)







    Rabu, 27 Juni 2007
    About Schmidt (2002)

    Sutradara Alexander Payne
    Skenario Alexander Payne (berdasarkan novel Louis Begley)
    Pemain Jack Nicholson dll.
    Tahun produksi : 2002



    Pernah tidak kalian sambil iseng membayang-bayangkan bagaimana kehidupan kita jika telah pensiun nanti? Saya pernah tuh. Bayangan saya agak mirip dengan yang dialami NH.Dini sekarang. Saya baca riwayat singkatnya di Kompas beberapa waktu lalu. Ia, NH.Dini, novelis terkenal itu, di masa pensiunnya memilih tinggal di sebuah panti jompo di Yogyakarta ketimbang menerima tawaran anak-anaknya untuk tinggal bersama mereka (satu di Kanada dan satunya lagi di Prancis, kalau tidak salah). Dini tidak ingin hari tuanya dihabiskan dengan menjadi beban orang lain, meski itu anak-anaknya sendiri. Menjadi tua untuk sebagian orang adalah sebuah bayangan yang menakutkan mungkin. Kita akan kembali sendiri dan kesepian. Anak-anak semua pergi meninggalkan rumah mencari kehidupannya sendiri. Kadang-kadang bahkan bertahun-tahun kita tidak dapat berjumpa dengan mereka karena beberapa alasan.

    Itulah yang dialami Warren Schmidt (Jack Nicholson) dalam film About Schmidt. Ia baru saja pensiun dari pekerjaannya di salah satu perusahaan asuransi terkenal di Amerika. Tidak lagi bekerja dan harus berdiam sepanjang hari di rumah hanya ditemani isterinya yang setia, Helen (June Squibb), membuatnya merasa amat kesepian. Apalagi tak lama kemudian Helen pun wafat. Sempurnalah kesunyiannya. Putrinya semata wayang, Jeannie (Hope Davis) juga tak bisa lagi tinggal bersamanya sebab telah menikah.

    Diperankan oleh Jack Nicholson, sosok Schmidt tampil nyaris sempurna sebagai lelaki yang kesepian di usia tuanya. Beberapa kali pengambilan gambar secara close up memperlihatkan mimik wajah serta perubahan air muka Schmidt yang menggambarkan perasaan hatinya yang sunyi. Hanya dengan menjentikkan alis matanya atau mengubah gerak bibirnya, kita telah menyaksikan sebuah akting yang memikat dari Nicholson. So, walaupun tokoh Schmidt mendominasi keseluruhan cerita yang bertempo lambat ini , kita tidak dibuat bosan karenanya. Nicholson benar-benar menjadi ruh film ini.

    Kisah yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Louis Begley ini membuat saya termenung, berpikir tentang masa tua saya kelak. Apakah saya juga akan mengalami rasa sepi dan sendiri seperti itu? Sedangkan mereka yang menikah dan punya banyak anak saja merasakan kesunyian itu, apalagi saya ya yang berniat melajang selamanya. Ah...tetapi barangkali saya malah tidak akan pernah sempat mengalami saat itu. Mungkin saja saya mati muda, iya toh? :)




    Selain itu, About Schmidt juga membuat saya jadi tersadar betapa saya selama ini mungkin telah mebiarkan orangtua saya merasa kesepian. Berangkat kerja pagi sekali dan baru kembali ketika mereka telah lelap. Waktu libur, saya lebih memilih menghabiskannya bersama teman-teman ketimbang menemani mereka ngobrol di rumah. Atau kalaupun di rumah saya lebih banyak tidur dan putar film. Alangkah pelitnya saya memberikan waktu bagi mereka. Saya janji deh, selanjutnya saya akan lebih banyak meluangkan waktu bersama mereka

    Endah Sulwesi

    Label: ,

    10 Comments:

    Jangan gitu donk.....kan ada kita kita ini anggota persekutuan kutubukugila.....

    6/27/2007 09:27:00 PM  

    maksud oom apa yah?

    betty tak mengerti hubungan komen ini dengan postingan endah, eh, loket 4 ^.^

    Maklum, Betty kan baru 10 tahun, hehehehe

    6/27/2007 09:39:00 PM  

    Kisah yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Louis Begley ini membuat saya termenung, berpikir tentang masa tua saya kelak. Apakah saya juga akan mengalami rasa sepi dan sendiri seperti itu? Sedangkan mereka yang menikah dan punya banyak anak saja merasakan kesunyian itu, apalagi saya ya yang berniat melajang selamanya. Ah...tetapi barangkali saya malah tidak akan pernah sempat mengalami saat itu. Mungkin saja saya mati muda, iya toh? :)

    6/28/2007 12:36:00 AM  

    lalu, hubungannya kira-kira apa dengan persekutuan kutubuku gila?

    6/28/2007 07:30:00 AM  

    hiks...:( jd terharu, jody. Semogalah persekutuan eh..persaudaraan para kutugila ini bisa kekal sampe tua.....

    6/28/2007 09:35:00 AM  

    @Kobo: ah, segitu telmi-nyakah si anak 5 tahun ini? hahahahaha

    6/28/2007 11:26:00 AM  

    hiks.. hiks.. hiks...

    memang telmi kayaknya.... mungkin karena prosesornya lambat yah? Kebanyakan dipakai buat program yang lain deh kayaknya, hihihihi

    Akhirnya tadi aku bertanya deh sama Endah, dan dijawab :

    "maksudnya, dia menggarisbawahi tlsnku dan kmdn dikomentari, bhw "jgn gitu dong. Elo ga sendirian kok, kan ada kami nih, teman2mu di persekutuan kutubuku gila" gitu"

    Benarkan demikian? hehehehehe

    6/28/2007 11:32:00 AM  

    maklum Jody, adik kita ini kan kena sindrom peter pan hehehe

    6/28/2007 04:13:00 PM  

    @Kobo: ya memang demikian maksudnya. Weh, itu isi SMS ya? Lekas sembuh, ya dari sindrom Peter Pan....

    6/28/2007 08:17:00 PM  

    bukan sms, jdoy, tp dr percakapan di tersa RSJ hehehe

    6/29/2007 01:37:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home