blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • BETINA

    MY GIRL'S BOY

    NO REGRET

    Dinocroc (2004)

    Before Sunset (2004)

    Little Miss Sunshine (2006)

    Heroes (1st Season)

    Little Women (1994)

    Monsieur Ibrahim

    Iam Not Scared







    Senin, 25 Juni 2007
    Kramer Vs Kramer



    Sutradara Robert BentonSkenario Robert Benton
    Pemain Dustin Hoffman, Meryl Streep, Justin Henry
    Tahun 1979











    Yang membuat saya malas banget nonton sinetron-sinetron kita sekarang adalah karena cerita yang tidak wajar dan akting para pemainnya yang 'memprihatinkan. Kadang-kadang hanya bermodal wajah cantik, bodi seksi dan nama beken. Mungkin sedikit sekali dari mereka yang benar-benar berangkat dari dunia akting. Maraknya stasiun TV swasta yang mengejar setoran barangkali salah satu penyebab banjirnya produksi sinetron yang terkesan asal jadi. Mereka, para pembuat sinetron itu, seperti kehabisan ide dan kreativitas dalam mencipta sehingga yang hadir lagi-lagi kisah tentang permusuhan mertua-menantu, cinta segitiga dengan segala intrik perebutan harta warisan (India sekaleeee...) atau yang lagi marak adalah sinetron misteri dan cinta anak SMA.

    Dulu, waktu jamannya Irwin Syah (Alm) atau Dedi Setiadi masih produktif, saya selalu menunggu-nunggu karya mereka. Atau kalau di dunia film layar lebar, sutradara favorit saya adalah Teguh Karya (Alm). Rasanya semua karyanya tidak ada yang 'buruk'. Ibunda, Usia 18, Di Balik Kelambu sampai Pacar Ketinggalan Kereta. Kekuatan film-film garapannya menurut saya adalah pada naskah yang mengambil kisah kehidupan sehari-hari di seputar kita, membuat kita serasa tak berjarak dengan adegan-adegan yang tampil di layar. Kita seperti menonton keseharian kita sendiri. Sangat membumi, begitu akrab, sedekat tetangga sebelah rumah. Terutama pada 'Ibunda' dengan aktris kesayangannya, Tuti Indra Malaon (alm)

    Menyaksikan Kramer Vs Kramer (Robert Benton), saya jadi ingat film-film Teguh Karya. Memenangi Academy Award sebagai film terbaik tahun 1979, Kramer Vs Kramer buat saya menjadi film yang selalu enak ditonton berulang kali (Saya sih baru menontonnya 5 kali). Ceritanya sederhana dan biasa-biasa saja, tentang suami isteri Kramer yang menghadapi masalah perceraian mereka. Dengan akting cemerlang dua bintang utamanya, Dustin Hoffman dan Meryl Streep, film drama ini tersaji indah dalam alur yang perlahan-lahan menanjak menuju konflik, baik konflik antara kedua tokohnya maupun konflik batin dalam diri tokoh-tokohnya itu.

    Ted Kramer (Dustin Hofman) adalah eksekutif muda di sebuah perusahaan iklan, digambarkan sebagai lelaki yang gila kerja, lebih sering menghabiskan waktunya di kantor ketimbang bersama istrinya, Joana Kramer (Meryl Streep) dan anak mereka berumur 6 tahun, Billy (justin Henry), meskipun tidak perlu diragukan, ia sangat mencintai keduanya. Keadaan tersebut berlangsung bertahun-tahun hingga pada suatu hari Joana merasa tidak tahan lagi dengan situasi rumah tangganya tersebut. Ia jenuh dengan perannya selama ini yang hanya sebagai ibu rumah tangga semata. Ia lalu memutuskan untuk meninggalkan Ted, suaminya itu.

    Kepergian Joana membuat Ted kelabakan. Ia, yang tidak biasa dengan pekerjaan domestik, tiba-tiba harus bisa melakukan semua pekerjaan yang selama ini merupakan pekerjaan istrinya itu. Ia mendadak harus merangkap peran ayah sekaligus ibu bagi Billy. Perubahan yang tak terduga itu mau tidak mau akhirnya mengganggu pekerjaan kantornya. Beberapa kali ia terlambat menghadiri pertemuan penting dengan klien perusahaan karena urusan rumah tangganya itu. Perusahaan tempatnya bekerja akhirnya tidak bisa terus-menerus bertoleransi dengan kondisinya itu. Ted dipecat. Sementara Joana justru mendapatkan pekerjaan.



    Lihat, betapa wajarnya permainan Hoffman dan Streep di film ini. Bagaimana mereka dengan piawainya memainkan peran itu sehingga walaupun telah lima kali menonton ulang film ini, saya masih saja terharu dan meneteskan air mata. Tak lupa juga si kecil Justin Henry yang dengan luar biasa mengimbangi akting keduanya. Maka jadilah Kramer Vs Kramer sebuah film drama yang amat menyentuh perasaan. Bagi yang belum sempat nonton film ini, coba deh nonton, pasti ketagihan seperti saya.

    Endah Sulwesi

    Label: ,

    5 Comments:

    Ini salah satu film favoritku :) Aku masih saja nangis setiap kali menontonnya.

    6/25/2007 12:52:00 PM  

    Seingatku, nonton waktu masih SD, hehehehe....dan kalo gak salah sekilas pernah lihat di televisi.


    Soal sinetron setuju banget. Tapi aku memang gak suka nonton sinetron juga.... hehehehe....

    6/25/2007 02:20:00 PM  

    wah. Kramer vs Kramer, film dulu banget ya. aku aja nontonnya sudah di TVRI waktu masih kecil, nangis-nangis gitu deh. ngomong-ngomong, Meryl Streep ini kok mukanya gak berubah ya sampe tua gini? kayak Lidya Kandou ajah.

    6/25/2007 09:05:00 PM  

    iya nih mina dan Jody, aku penggemar film2 jadul. Rasanya gimanaaa gitu ntn film2 itu. Lagian film2 bagus itu kan abadi ya? Enak gitu dinikmati kapan saja :)

    dan aku mmg suka meryl streep dan dustin "hidung besar" hoffman hehehe

    6/26/2007 02:16:00 PM  

    emang film Kramer vs Kramer mak nyus bgt.. bermutu bgt, btw ada yang pernah liat atau punya sinetron yang judulnya kalo gak salah " Bulan diatas Baskom"?.. gue pernah liat di TVRI jaman2 dulu dan bagus bgt tapi udah cari2 via net dan macem2 gak nemu. Sinetron ini kalo gak salah dibintangi salah satunya sama Dorman Borisman, tp yang ngegarap lupa.. ada yang bisa bantu.

    11/07/2007 10:33:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home