blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Monsieur Ibrahim

    Iam Not Scared

    Eternal Summer : Persahabatan, Cinta, dan (Seks)

    Blog Film Para Kutu Buku







    Senin, 18 Juni 2007
    Little Women (1994)


    Sutradara Gillian Armstrong
    Skenario Jo Swicord
    Pemain Susan Sarandon, Wynona Rider, Kirsten Dunst dll















    Sejak dulu hingga kini, kehidupan selalu terasa lebih sulit bagi para perempuan, bahkan bagi para perempuan di Amerika Serikat, sebuah negeri yang--katanya--menjunjung tinggi persamaan hak. Kalaupun hari ini sudah tercapai, adalah hasil sebuah perjalanan sejarah yang panjang. Terlebih lagi jika terjadi konflik bersenjata/perang, pastilah kaum perempuan dan anak-anak yang paling menderita. Merekalah yang menanggung beban terberat. Istri yang tiba-tiba harus menjadi kepala keluarga karena suami mereka ikut berperang di garis depan serta anak-anak yang tak jarang terpaksa meninggalkan bangku sekolah akibat situasi perang tersebut.
    Demikian salah satu hal yang sempat disorot dalam film Little Women, besutan sutradara asal Australia, Gillian Armstrong.

    Diangkat dari novel klasik karya Louisa May Alcott yang terbit tahun 1869, film ini menceritakan kehidupan seorang ibu yang dipanggil "Marmee" , dengan empat orang anaknya, masing-masing Meg March, Jo March, Beth March dan Amy March, selama perang saudara di Amerika. Mereka tinggal di New England, sementara sang ayah pergi berperang.
    Dengan segala keterbatasan sebagai perempuan pada masa itu (yang tidak memiliki hak pilih dan mengalami diskriminasi di sekolah) mereka menjalani hidup dengan tetap gembira. Karakter yang paling menonjol dalam film ini adalah Jo March (Wynona Rider), anak kedua keluarga March yang tomboy, penuh semangat dan terobsesi menjadi seorang penulis terkenal. Demi cita-citanya itu, ia nekat pergi keluar dari rumahnya menuju New York. Di sana ia bekerja sebagai guru privat . Di sana pula ia merintis cita-citanya sebagai penulis dengan segala suka-dukanya sampai harus menyamarkan namanya menjadi Joseph agar berkesan maskulin, sebab pada masa itu perempuan penulis tidak dilirik sebelah matapun oleh para penerbit dan surat kabar. Dengan dorongan semangat kekasihnya seorang profesor filsafat asal Jerman, Jo March terus menulis dan menulis.



    Tahun ke tahun para gadis keluarga March tumbuh dan berkembang. Meg, si sulung menikahi tetangga mereka. Amy si bungsu yang romantis , pergi ke Paris menemani nenek bibi mereka sambil belajar melukis. Dan Beth, si lembut hati yang senang tinggal di rumah, akhirnya meninggal karena sakit. Kematian saudarinya ini membuat Jo amat kehilangan. Duka dan cintanya yang dalam terhadap Beth, kenangan-kenangan manis semasa mereka kecil, perjalanan hidup saudari-saudarinya yang lain, kemudian mengilhami Jo untuk menuliskannya menjadi sebuah novel berjudul "Little Women"

    Keluarga yang penuh kasih dan cinta memang tak jarang menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam menjalani hidup yang tidak selalu mudah ini. Alangkah beruntungnya mereka yang memiliki ayah, ibu serta adik dan kakak yang saling menyayangi. Keluarga, seperti sarang, adalah tempat para burung akhirnya pulang setelah terbang jauh.

    Endah Sulwesi

    Label: , ,

    2 Comments:

    Little Women adalah buku yang paling berkesan sepanjang hidup saya. Saya membacanya waktu SMP. tetapi, sedih benget....saya ga punya bukunya. saya udah minta tolong adik saya buat cariin di Jakarta, tapi belum ketemu. saya pernah lihat di gramedia, tapi yang edisi bhs.inggris
    ada yang mau bantu saya ga? kalo ada yang tahu di mana saya bisa dapetin tuh buku, tolong hub saya di murraya_paniculata@yahoo.com atau tinggalkan pesan di blog www.adilahukmi.wordpress.com
    thanks n salam

    3/09/2008 08:19:00 PM  

    aku malah nyari film-nya susah banget...! Huh!

    4/02/2008 04:13:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home