blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • What's Eating Gilbert Grape

    THE BROTHERS GRIMM

    Project Runway

    Vantage Point (2008)

    Death At A Funeral (2007)

    Le Grand Voyage

    THE MISSING

    THE BOXER

    Hantu Ambulance

    Extras (1st and 2nd Season)







    Kamis, 17 April 2008
    When Harry Met Sally

    Sutradara: Rob Reiner
    Skenario: Nora Ephron
    Pemain: Blly Crystal, Meg Ryan, dll
    Masa putar: 96 menit
    Tahun: 1989

    Bisakah laki-laki dan perempuan berteman, benar-benar hanya berteman?

    When Harry Met Sally (1989) adalah salah satu film favoritku sepanjang masa. Makanya aku senang banget waktu pekan lalu menemukan DVD ini di Mal Ambasador. Aku sampai terpekik girang, "Waa...When Harry Met Sally!" Gimana ga senang selama ini susah bener menadapatkan film keren ini.

    Sebenarnya ini film komedi romantis biasa. Bagi yang suka film-film jenis ini pasti sudah hapal dengan plot standarnya : dua orang lelaki dan perempuan bertemu, di awali dengan pertengkaran kecil, pura-pura saling membenci sambil diam-diam merindu satu sama lain; berakhir dengan kebahagiaan keduanya. Bisa berupa pacaran atau menikah. Selalu seperti itu dengan bintang pria yang tampan dan aktris cantik, kenes, smart, dan keras kepala. Ya model-model Meg Ryan di tahun 80 dan 90-an gitu deh, yang kalau sekarang tipe-tipe Jennifer Anniston atau Sandra Bullock.

    Film ini menjadi istimewa buatku karena aku suka ceritanya dan itu tuh kalimat yang kutulis di awal : Bisakah laki-laki dan perempuan berteman selamanya?

    Jadi begini: pertama kali Sally (Meg Ryan) dan Harry (Billy Crystal) bertemu pada 1977. Harry ikut menumpang mobil Sally untuk bersama-sama ke New York dari Chicago. Mereka baru sama-sama lulus kuliah dan ingin memulai karier di New York. Selama perjalanan Chicago-New York yang 18 jam itu, mereka ribut adau mulut tentang apa saja. Saat itu Harry sempat mengatakan, bahwa lelaki dan perempuan tak mungkin bisa berteman selamanya sebab hubungan tersebut selalu akan melibatkan seks pada akhirnya. Sally tak sepakat. Dia percaya bahwa lelaki dan perempuan bisa menjadi teman, benar-benar hanya teman.

    Di New York mereka berpisah. Lima tahun kemudian bertemu kembali di bandara dan ternyata mereka satu pesawat. Sally sudah punya pacar, Joe, pengacara dan Harry akan segera menikahi Helen. Mereka berpisah kembali. Lima tahun berikutnya berjumpa lagi di toko buku. Sally baru saja putus dengan Joe karena Joe tidak mau diajak menikah sedangkan Harry tengah berduka karena akan segera bercerai dari Helen. istrinya. Mereka kemudian sepakat untuk saling bertemu, sebagai teman. Hanya sebagai teman.

    Aaaah...namun ternyata tak semudah itu. Mereka hanya mampu bertahan 2 tahun 3 bulan sebagai teman. Pada akhirnya mereka menjebol tembok itu dan berikrar sebagai sepasang kekasih sebab pada dasarnya mereka saling mencintai dan telah sangat mengenal satu sama lain.

    Permainan karakter kedua bintang utamanya menjadi bagian paling menarik dalam film ini. Dialog-dialog cerdas khas Norah Ephron sangat asyik disimak. Perubahan penampilan Sally dan Harry dalam kurun waktu 10 tahun terwakili bukan hanya lewat tata rambut, make up, dan kostum yang disesuaikan tetapi juga pengkarakterannya. Sally dan Harry menjadi lebih matang, lebih tenang dari waktu ke waktu tanpa meninggalkan karakter aslinya. Sally tetap saja perfeksionis saat memesan menu makanan.

    Adegan favoritku adalah ketika Sally berpura-pura screaming orgasm di sebuah kafe hanya untuk membuktikan bahwa perempuan bisa menipu laki-laki dengan orgasme palsu. Di bagian ini aku benar-benar ngakak. Apa lagi pas tamu di sebelah meja mereka, perempuan paruh baya, berkata ke pelayan kafenya : "Aku mau menu seperti yang dipesannya" sambil melihat ke arah Sally. Haaaaaaaaa.......

    Ya begitulah. Akhirnya aku bisa melepaskan kerinduanku pada film keren ini, film yang akan selalu jadi favoritku. Setelah di film ini nama Meg Ryan terus menanjak dengan peran-peran stereotipenya seperti di film-film Sleepless in Seattle, You've Got Mail!, French Kiss, When a Man Loves a Woman, dll. I Love Meg!


    So, can men and women ever just be friends?
    2 Comments:

    yang disesalkan banyak moviegoers, meg ryan tampil panas di filmnya yang berjudul in the cut. mantan american sweethart yang mesti berjuang mati2an eksis di hollywod.

    4/17/2008 12:07:00 PM  

    oya? aku blm ntn film itu

    4/18/2008 01:04:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home