blog counter






  • Asongan Kebab : Suze Marie
  • Tukang Jagung Brondong : Ida
  • Juru Sobek Karcis : Yuli Bean
  • Centeng : Sitorus
  • Petugas Kebersihan : Mina





  • Bioskop Ferina
  • Bioskop Panas!
  • Bioskop Reygreena




  • Blogger

    FinalSense

    Amazon

    Yahoo

    Ebay



  • Loket 1 : Antie
  • Loket 2 : Jody
  • Loket 3 : Kobo
  • Loket 4 : Perca
  • Loket 5 : Qyu
  • Loket 6 : Tanzil
  • Calo Tiket





  • Ugly Betty (1st Season)

    The Kite Runner

    MR. BROOKS

    FLIGHT PLAN

    THE TWILIGHT SAMURAI

    MARIE ANTOINETTE

    THE MOTHER

    PRIME

    THE BRAVE ONE

    Brothers & Sisters (1st Season)







    Rabu, 16 Januari 2008
    August Rush (2007)
    Genre: Drama, Musical
    Director: Kirsten Sheridan
    Writer: Nick Castle, James V. Hart Cast: Freddie Highmore, Jonathan Rhys Meyers, Kerri Russel, Terrence Howard, Robin Williams




    Pertama-tama, aku mau bilang … JONATHAN RHYS MEYERS itu ganteeeeeeeng sekali, hihihii ....

    Okay, sekarang kita mulai membahas filmnya. August Rush menceritakan kisah seorang anak laki-laki penghuni panti asuhan bernama Evan Taylor (Freddie Highmore). Evan memiliki telinga yang sangat sensitif dengan bunyi-bunyian. Dia menyukai musik. Karena itulah dia dianggap aneh oleh teman-temannya di panti asuhan. Lagian dia percaya kalau orangtua kandungnya bisa berhubungan dengannya melalui musik.

    Lalu, plot cerita pun mundur ke sebelas tahun sebelumnya, menceritakan tentang seorang pemain band keren bernama Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers yang ganteeeengg banget) dan seorang pemain cello berbakat di New York Philharmonic Orchestra bernama Lyla Novacek (Kerri Russel). Mereka dipertemukan oleh takdir (halaahh) pada suatu malam, langsung one night stand, dan si Lyla-nya langsung hamil, ckckckk .... Lalu, setelah itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Nah, tentu saja Evan Taylor yang diceritakan di atas adalah buah dari hubungan semalam itu. Dan, tentu saja Evan mendapatkan bakat musik dari kedua orangtuanya.

    Kemudian, cerita bergulir saat Evan melarikan diri dari panti asuhan dan tersesat di New York. Dia bergabung dengan kelompok pengamen jalanan yang dipimpin oleh Wizard Wallace (Robin Williams)—kata Miss Icha, si Wizard ini adalah Bono Kucel, hihihi. Nah, dari situ bakat musik si Evan, yang kemudian diberi julukan August Rush oleh Wizard, mulai terasah. Kemudian, melalui berbagai rangkaian peristiwa, si Evan yang ternyata memang seorang musical prodigy bisa bersekolah di The Juilliard School, sekolah musik yang beken di New York. Dan, ambisinya pun tetap sama, dia ingin main musik supaya orangtuanya mendengarnya.

    Jadi, berhasilkah Evan bertemu dengan orangtuanya? Hihihi … nonton sendiri sana gih. Kalau menurutku sih, sebenarnya cerita film ini bagus, tapi skenarionya rada butut. Yah, banyak banget plot-hole di sana-sini. Banyak banget kebetulannya. Ceritanya sangat tertebak. Lalu, ada adegan orang lari terus ditabrak mobil pula. Soooo sinetron.

    Tapi yang jelas, Jonathan Rhys Meyers itu ganteeeeeengg banget. Yah, secara aku dan Miss Icha memang nonton film ini karena ada faktor JRM-nya. Dan tidak mengecewakan. This is a very exhausting movie. Secara tiap kali si ganteng ini muncul, kami selalu terkesiap, “Oooooohhhhh … ganteng banget sih,” gitu, hihiii. Lalu, yang paling brilian dalam film ini tentu saja Freddie Highmore. Dia ini anak kecil yang main di Charlie and the Chocolate Factory sama di Arthur and the Minimoys. Yah, di film ini dia sangat keren. Ekspresinya saat dia main musik tuh sangat membahagiakan. Yang lihat pun ikut senang.

    Jadi, apakah kesimpulannya? Pertama, film ini sangat layak tonton karena akting Freddie Highmore yang bagus banget dan karena ada Jonathan Rhys Meyers yang ganteeeeennggg banget. Kedua, film ini nggak diputar di 21, jadi nontonnya di Blitz saja, hehehe. Ketiga, Jonathan Rhys Meyers itu ganteeeeengg banget. Oooooohhhh ....

    1 Comments:

    sloomm kenal !!!!

    preview anda saya akui memang bagus dan saya sangat kagum anda bisa nonton film sampai segitu fokusnya.

    tapi ngomong soal film saya lagi buntet nih... pengen belajar buat film indie tapi idenya lagi mati.

    kalau anda bisa bantu mungkn buat nyumbang ide / wacana. tapi yang jelas pengennya sih bertema keluarga

    yap... keluarga. dengan konflik ayah, ibu, anak. anak dan pertemanannya. bapak dengan tetangga, ibu dengan semuanya tapi embooh lah jadi pusing sendiri.


    mail me (moshkelg@yahoo.com)

    2/01/2008 11:59:00 PM  

    Poskan Komentar

    << Home