<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064</id><updated>2012-02-16T23:11:47.512+07:00</updated><category term='asia'/><category term='romance'/><category term='drama'/><category term='animasi'/><category term='tv series'/><category term='musical'/><category term='Cinta. Makanan. Film'/><category term='english'/><category term='sci-fi'/><category term='horror'/><category term='USA'/><category term='foreign'/><category term='French'/><category term='Komedi'/><category term='. Indonesia'/><category term='Indonesia'/><category term='jadul'/><category term='welcome'/><category term='action'/><category term='anime'/><category term='reality show'/><category term='true story'/><category term='Detective'/><category term='Korean'/><category term='Drama. Indonesia'/><title type='text'>Kutu Buku Ngomongin Film</title><subtitle type='html'>Beginilah kalau para kutubuku ngumpul trus ngobrolin film</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7236071028104393285</id><published>2009-11-13T14:00:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T14:05:55.258+07:00</updated><title type='text'>Emak Ingin Naik Haji</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sv0FLvggjhI/AAAAAAAAAok/XWuR59MnDjc/s1600-h/n104390991259_6642.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403480827203980818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 293px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sv0FLvggjhI/AAAAAAAAAok/XWuR59MnDjc/s320/n104390991259_6642.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul film: Emak Ingin Naik Haji&lt;br /&gt;Sutradara: Aditya Gumay&lt;br /&gt;Skenario: Aditya Gumay (Adaptasi cerpen karya Asma Nadia)&lt;br /&gt;Pemain: Aty Kanser, Reza Rahardian, Didi Petet, Ninik L Karim, dll&lt;br /&gt;Produksi: Mizan Production&lt;br /&gt;Tahun: 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menandai tibanya “musim haji” tahun ini, Mizan Production melepas sebuah film bernuansa agama berjudul &lt;em&gt;Emak Ingin Naik Haji&lt;/em&gt;. Dibesut oleh Aditya Gumay, film yang diadaptasi dari cerpen karya Asma Nadia ini, menampilkan sebuah drama religi yang mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang ibu yang akrab disapa Emak (Aty Kanser) oleh anak-anak dan para tetangganya, telah lama memendam hasrat ingin beribadah haji. Namun, bagi orang miskin seperti dirinya–untuk nafkah sehari-hari, Emak yang sudah lama menjanda itu berjualan kue apem–barangkali pergi ke Tanah Suci hanyalah sebuah impian di siang bolong. Ongkos naik haji (ONH) yang setiap tahun selalu naik itu–mungkin sekarang sekitar 30-40 juta–sangat jauh untuk dapat dijangkau oleh orang-orang kecil seperti Emak. Kalaupun akhirnya mampu, mereka kudu menabung dulu bertahun-tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang dialami Emak. Demi niat sucinya itu, Emak dengan tekun mengumpulkan setiap rupiah yang diperolehnya untuk tabungan ONH. Tetapi, baru saja terkumpul lima juta rupiah dari hasil menabung bertahun-tahun, cucunya mendadak sakit dan harus segera dioperasi. Emak yang selalu bersikap baik ini, dengan ikhlas merelakan tabungannya untuk kesembuhan sang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beberapa langkah dari pondoknya yang tua dan suram, tinggallah Haji Sa’un (Didi Petet) beserta istri (Ninik L Karim) dan keluarganya. Haji Sa’un adalah orang terkaya di kampung nelayan itu. Sebagai saudagar kapal dan besi tua, Haji Sa’un dan istrinya telah berkali-kali naik haji dan umroh. Baginya, ONH yang 40 jutaan itu tidak berarti apa-apa. Malah tahun ini, mereka sekeluarga berencana umroh bersama rombongan artis sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas, jika kita jeli, sebenarnya merupakan potret kehidupan nyata masyarakat kita. Sebuah kondisi yang memiriskan hati ketika seorang yang kaya raya bisa dengan gampangnya (seperti ke toilet saja) bolak-balik naik haji, sedangkan orang-orang kurang mampu sulit sungguh mewujudkan niat mulia tersebut. Semoga dengan tayangan tersebut, para haji yang sudah berulang kali ke Tanah Suci, bisa terketuk hati mereka untuk memberikan kesempatan berhaji kepada yang belum pernah. Toh, kewajiban berhaji itu hanya satu kali seumur hidup. Mudah-mudahan, pahalanya akan sama besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seting cerita film ini di sebuah kawasan permukiman nelayan di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara yang mayoritas warganya adalah orang-orang Betawi yang sangat mengagungkan naik haji. Bagi masyarakat Betawi, sampai hari ini masih banyak yang beranggapan naik haji jauh lebih penting ketimbang sekolah tinggi. Hal ini pernah saya terjadi pada tetangga saya yang lebih mendahulukan pergi haji ketimbang membiayai kuliah anak perempuannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran orang (Betawi) miskin dimainkan dengan sangat baik oleh Aty Kanser. Aktingnya sangat natural. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta dialog-dialog yang diucapkannya, pas banget. Sebagai orang miskin–peran yang nyaris menjadi spesialisnya ini–Aty tampil begitu anggun dan terhormat. Dia tak pernah mengeluh atau menggerutui nasib malangnya. Di tengah-tengah kesulitannya, ia masih sanggup membantu tetangganya yang juga kesusahan. Sesungguhnya, dengan segala kebaikan budinya ini, Emak sudah jadi haji. Kemuliaan hatinya tercermin begitu saja dari sikap dan perbuatannya. Dia tidak menangis ketika menghadapi kenyataan impiannya untuk naik haji pupus. Malah jadinya saya yang mengucurkan air mata dan sibuk mencari-cari tisu. Hiks. Empat jempol dan empat bintang untuk Aty Kanser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi Petet tak kalah keren berperan sebagai Haji Sa’un, orang Jawa yang menikah dengan perempuan Betawi dan hidup di tengah-tengah masyarakat Betawi. Yang agak kedodoran justru Ninik L Karim (ah, tumben banget!). Aktingnya kurang konsisiten. Di awal, ia cukup bagus memerankan orang Betawi dengan dialek khasnya. Tetapi, pada beberapa scene mendekati akhir film, malah keluar logat Jawanya yang kental itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk&lt;em&gt; casting&lt;/em&gt; Reza Rahardian yang bermain sebagai Zein, putra bungsu Emak yang lebih senang melukis ketimbang menjala ikan di laut, terasa kurang pas, terutama secara fisikli. Reza kelewat ganteng sebagai pemuda miskin (bukan berarti orang miskin nggak boleh ganteng, loh!). Kulit putihnya tampak kurang cocok sebagai orang yang berumah di pesisir, meskipun memang aktivitasnya sebagai pelukis lebih banyak dilakukan di dalam rumah, terlindung dari panggangan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, masih ada satu plot lagi: Pak Joko yang juga ingin naik haji. Berbeda dengan Emak dan Haji Sa’un, motivasi Pak Joko meraih gelar haji adalah untuk mendukung upaya pencalonan dirinya sebagai walikota. Di akhir kisah, ketiga plot ini bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, film ini layak dinikmati. Selaku film religi, &lt;em&gt;Emak Ingin Naik Haji&lt;/em&gt;, berhasil menyampaikan pesan moralnya tanpa menggurui. Penonton dibuat tersentuh oleh kisah dan karakter Emak sebagai tokoh utamanya. Penyutradaraannya cukup baik, kendati di beberapa bagian ada detail yang luput. Misalnya, rambut anak tetangga Emak yang miskin itu, tampak sangat sehat dan berkilau. Harusnya kan bisa dibuat lebih kusam dan kusut, layaknya anak-anak kekurangan gizi. Selebihnya, saya sangat merekomendasikan film ini, terutama untuk mereka yang ingin dan sudah berkali-kali naik haji agar, siapa tahu, bisa bercermin.*** &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Endah Sulwesi (November 2009).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7236071028104393285?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7236071028104393285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7236071028104393285' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7236071028104393285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7236071028104393285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/11/emak-ingin-naik-haji.html' title='Emak Ingin Naik Haji'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sv0FLvggjhI/AAAAAAAAAok/XWuR59MnDjc/s72-c/n104390991259_6642.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6041861812299244378</id><published>2009-06-29T13:57:00.003+07:00</published><updated>2009-06-29T14:04:31.641+07:00</updated><title type='text'>Inkheart</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SkhnD5Dqs4I/AAAAAAAAAoU/uKt6qmyUODM/s1600-h/51matf7UFoL__SX500_.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352641473683305346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SkhnD5Dqs4I/AAAAAAAAAoU/uKt6qmyUODM/s320/51matf7UFoL__SX500_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul: Inkheart&lt;br /&gt;Sutradara: Iain Softley&lt;br /&gt;Skenario: David Lindsay-Abaire&lt;br /&gt;Pemain: Brendan Fraser, Eliza Bennet, Paul Bettany, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 106 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja aku belum membaca novelnya, mungkin aku tidak terlalu berminat menonton filmnya. &lt;em&gt;Inkheart,&lt;/em&gt; film yang diangkat dari buku dengan judul yang sama karya penulis cerita anak dan remaja asal Jerman, Cornelia Funke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali membaca novelnya yang bertajuk &lt;em&gt;Pangeran Pencuri&lt;/em&gt; (buku ini pun sudah difilmkan), aku telah terpikat pada Cornelia Funke. Maka, saat &lt;em&gt;Inkheart &lt;/em&gt;terbit dalam bahasa Indonesia, aku pun memburunya. Cerita fantasi yang keren dan mengesankan, sebab ia berkisah tentang orang-orang yang tergila-gila pada buku: Mortimer, Meggie, dan Elinor. Mereka bertiga adalah satu keluarga. Mortimer atau Mo adalah ayah kandung Meggie; sedangkan Elinor adalah bibi dari istri Mo, Resa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga tokoh tersebut, Elinor menjadi favoritku. Ia dengan segala kecintaannya kepada buku, bagiku menjadi tokoh yang sangat keren. Ia mengisi hampir seluruh ruangan di rumahnya yang besar dan luas dengan buku-buku. Sebagian besar merupakan koleksi langka yang mahal harganya. Elinor tidak menikah. Mungkin seluruh cintanya sudah dicurahkan kepada buku-buku miliknya itu, sehingga tak tersisa lagi bagi seorang pria pun. Barangkali, untuk Elinor, buku-buku itu jauh lebih setia daripada para lelaki. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tokoh favoritku ini bukanlah karakter utama. Walaupun tokoh utamanya, Mo si Silvertongue tidak kalah menariknya, namun bagiku Elinor lebih memikat dengan segala kekeraskepalaannya dan kuitpan-kutipannya tentang buku. Nah, di film, bagian ini tidak begitu kelihatan. Padahal, salah satu yang menarik dari Inkheart (novel) adalah membaca kutipan-kutipan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi baiklah, masih ada Brendan Fraser sebagai Mo yang cukup enak dipandang. Juga ada Paul Bettany yang berperan sebagai Dustfinger, salah satu karakter yang melompat ke luar karena lidah ajaib Mo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Mo memiliki bakat istimewa yang kelak menurun kepada Maggie (Eliza Bennet), putrinya. Mereka sanggup memunculkan ke dunia nyata para tokoh (dan juga benda-benda atau apa saja) dari buku-buku yang mereka baca. Syaratnya, membacanya harus dengan suara keras, tidak dalam hati saja. Kemampuan spesial ini agaknya bukan saja menjadi anugerah tetapi juga musibah. Ia harus bertanggung jawab mengembalikan tokoh-tokoh yang keluar dari buku Inkheart kembali ke tempat asal mereka. Masalahnya, Mo tidak yakin apakah ia sanggup melakukan itu semua. Ia sudah jelas bisa mengeluarkan mereka dari dalam buku, tetapi untuk mengembalikannya, ia belum pernah mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah bertambah pelik ketika tokoh antagonisnya, Capricorn (Andy Serkis), menolak untuk kembali ke dalam buku. Capricorn lebih merasa nyaman dan kerasan di dunia Mo. Dan celakanya, tokoh jahat ini tetap menjadi penjahat seperti di dalam buku. Dunia riil tidak mengubah karakternya. Ia membuat kekacauan di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah membaca novelnya, jangan kecewa jika ada beberapa bagian di film ini yang tidak serupa dengan di buku. Sah-sah dan biasa saja sih kalau hal seperti itu terjadi. Namanya juga dua media yang berbeda, tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tetapi, jika aku harus memilih antara keduanya, aku akan menjatuhkan pilihanku pada novelnya, karena aku bisa bebas mengumbar imajinasiku tanpa dibatasi gambar-gambar ciptaan sutradara dan teknik sinematografi. Kamu punya pendapat lain?***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6041861812299244378?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6041861812299244378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6041861812299244378' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6041861812299244378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6041861812299244378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/06/inkheart.html' title='Inkheart'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SkhnD5Dqs4I/AAAAAAAAAoU/uKt6qmyUODM/s72-c/51matf7UFoL__SX500_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4481377986177864686</id><published>2009-05-31T12:12:00.002+07:00</published><updated>2009-05-31T12:15:00.232+07:00</updated><title type='text'>The Boy in the Striped Pajamas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SiISRu3YgqI/AAAAAAAAAoM/YQKv27V8UqM/s1600-h/TheBoyInTheStripedPyjamas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341852203862229666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 221px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SiISRu3YgqI/AAAAAAAAAoM/YQKv27V8UqM/s320/TheBoyInTheStripedPyjamas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul: The Boy in the Striped Pyjamas&lt;br /&gt;Sutradara: Mark Herman&lt;br /&gt;Skenario: Mark Herman (berdasarkan novel John Boyne)&lt;br /&gt;Pemain: Asa Butterfield, Vera Farmiga, Zac Mattoon O'Brien&lt;br /&gt;Masa putar: 94 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun lalu aku membaca novelnya, akhirnya berkesempatan juga menyaksikan versi filmnya (terima kasih ya, Erry!). Buku yang bagus dan telah membuatku menangis tersedu-sedu. Meski filmnya juga ciamik, tetapi tidak sebegitu menyesakkan dada. Atau lantaran aku sudah tahu ceritanya, ya, sehingga tidak ada efek kejutnya lagi. Sempat menitikkan air mata juga sih pada bagian Bruno (Asa Butterfield) mengingkari persahabatannya dengan Shmuel (Jack Scanlon). Juga ketika tiba pada adegan Bruno dan Shmuel berjabat tangan setelah Bruno meminta maaf atas 'kejahatannya' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita &lt;em&gt;The Boy in the Striped Pajamas&lt;/em&gt; ini sebuah kritik tajam terhadap peristiwa holocaust yang menyebabkan jutaan orang Yahudi mati di kamp-kamp konsentrasi tentara Jerman di masa pemerintahan Adolf Hitler. Novelnya konon telah terjual lebih dari 5 juta copy di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 41 bahasa, termasuk Indonesia. Boyne menyampaikan kritiknya tidak dengan kemarahan tetapi justru dengan sebuah kisah yang sangat menyentuh siapa pun yang membacanya. Dalam bukunya, ia tidak satu kali pun melontarkan makian terhadap Jerman atau sebaliknya pemihakan terhadap Yahudi. Ia mengambil posisi sebagai seorang manusia yang menentang pembantaian manusia terhadap manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak akan adil andai membandingkan film dengan bukunya, sebab merupakan dua media yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi dalam hal ini filmnya cukup setia kepada bukunya. Ada sih bagian yang dihilangkan, seperti saat Hitler bertamu ke rumah keluarga Bruno. Juga penyebutan "Out-with" (Auschwitz), agaknya sudah dilenyapkan dari dialog. Entah kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filmnya cukup apik, berhasil dengan baik menampilkan suasana Jerman dan Polandia masa Perang Dunia II. Lengkap dengan mobil, kereta api, dan kamp Auschwitz-nya (jadi ingat film &lt;em&gt;Life is Beautiful&lt;/em&gt;. Hiks..). Tata rias dan rancangan kostum para pemainnya juga cukup mewakili, kendati akting mereka tidak terlalu istimewa. Kecuali Vera Farmiga yang lumayan menonjol sebagai ibu Bruno. Bagi Mark Herman, ini adalah film kedelapan yang dibesutnya. Sutradara asal Inggris ini juga menulis sendiri naskah film-filmnya, termasuk &lt;em&gt;The Boy in the Striped Pajamas.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tokoh utamanya seorang bocah lelaki berusia delapan tahun bernama Bruno. Ia tinggal di Berlin, Jerman, bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya, Gretel (12 tahun). Waktu itu tengah berkecamuk Perang Dunia Kedua di Eropa. Jerman di bawah komando Hitler, seperti sudah sama-sama kita ketahui, dalam perang tersebut memburu orang-orang Yahudi di seluruh Eropa. The Fuhrer, Adolf Hitler, dengan sangat arogan mengklaim bahwa ras Aria adalah ras paling unggul dan orang-orang Yahudi harus disingkirkan dari muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bruno (Zac Mattoon O'Brien) adalah salah seorang pejabat militer kepercayaan Hitler yang dikirim bertugas ke Auschwitz sebagai komandan di kamp konsentrasi di sana. Bruno yang polos sama sekali tidak tahu bahwa kini mereka tinggal di sebuah kawasan kamp konsentrasi, tempat ribuan orang Yahudi menemui ajal di kamar-kamar gas dan tungku-tungku pembakaran. Ia hanya tahu bahwa kini ia kesepian tanpa seorang teman pun. Tetangganya hanyalah sebuah tempat luas dengan pagar kawat mengelilinginya. Di dalam pagar itu Bruno melihat sejumlah bangunan berukuran besar serta banyak orang laki-laki, dewasa dan anak-anak seumurnya, berpiama garis-garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno, bocah yang senang menjelajah itu, pada suatu petang akhirnya mendapatkan seorang teman sebaya yang tinggal di balik pagar tersebut: Shmuel, bocah Polandia keturunan Yahudi yang seusia dengannya. Sejak itu, secara rutin Bruno setiap petang mengunjungi sahabat barunya itu. Mereka mengobrol, saling bertukar cerita. Sesekali Bruno juga membawakan sepotong coklat atau roti yang berhasil diselundupkan dari dapur rumahnya untuk Shmuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari, Bruno harus kembali ke Berlin. Anak baik itu sedih sekali karena berarti dia harus berpisah dengan sahabat satu-satunya, Shmuel. Untuk itu, sebelum pergi ia berniat melakukan "permainan" mencari ayah Shmuel yang telah beberapa hari menghilang. Tentu ia harus masuk ke balik pagar untuk dapat menemukan ayah Shmuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang bagus. Namun, jika aku harus memilih antara buku atau film, aku akan memilih membaca bukunya.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4481377986177864686?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4481377986177864686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4481377986177864686' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4481377986177864686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4481377986177864686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/05/boy-in-striped-pajamas.html' title='The Boy in the Striped Pajamas'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SiISRu3YgqI/AAAAAAAAAoM/YQKv27V8UqM/s72-c/TheBoyInTheStripedPyjamas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-664757678562906060</id><published>2009-05-18T10:13:00.003+07:00</published><updated>2009-05-18T10:19:32.974+07:00</updated><title type='text'>The Reader</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/ShDTS4BQlMI/AAAAAAAAAnc/v6bxzIebxg8/s1600-h/thereader.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336997879662810306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 217px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/ShDTS4BQlMI/AAAAAAAAAnc/v6bxzIebxg8/s320/thereader.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Stephen Daldry&lt;br /&gt;Skenario: David Hare (screenpaly) dan Bernhard Schlink&lt;br /&gt;Pemain: Kate Winslet, Ralph Fiennes, David Kross, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 124 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, sudah barang tentu, magnetnya adalah Kate Winslet yang tahun ini sukses menggondol piala Oscar sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Berikutnya adalah berita-berita dan obrolan-obrolan yang beredar ihwal adegan-adegan panas di film ini antara Hanna Schmitz (Kate Winslet) dan Michael Beng (David Kross). Meskipun aku kudu kecewa lantaran tidak kebagian adegan-adegan yang dihebohkan itu - BSF sudah menggunting-guntingnya agar tak terjerat UUAP - namun aku cukup puas dengan film The Reader ini. Film yang kemungkinan besar hanya akan diputar pada pertunjukan tengah malam ini, menampilkan akting keren Winslet sebagai mantan anggota tentara SS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijamin kamu tidak akan menyaksikan adegan 15 menit pertama yang syur itu," ujar salah seorang sahabat penggemar film ketika aku meniatkan diri hendak menonton film ini. Dan ia benar. Adegan tersebut (sepanas apa aku tidak tahu) sudah menghilang dari layar. Masih ada juga sih beberapa yang berhasil lolos, tetapi tidak cukup untuk menimbulkan "ketegangan" :D Mengapa ya bagian itu meski dilenyapkan? Toh filmnya diputar midnite dengan penonton umumnya orang-orang dewasa yang sudah sangat pantas dan cukup usia untuk menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baiklah, aku masih beruntung karena BSF masih mengizinkan film itu ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Reader. Pembaca. Adalah Michael Beng (Ralph Fienne), seorang pengacara Jerman yang memiliki kisah ini. Kisah tentang kenangan kepada seorang perempuan kondektur trem yang dikenalnya pada tahun 1958. Mereka pertama kali bertjumpa di tengah hujan deras yang mengguyur Berlin. Saat itu Michael sedang sakit dan Hanna Schmitz menolongnya. Waktu itu, Maichael masih seorang bocah lelaki bongsor berusia 15 tahun dan usia Hanna menjelang 40. Seperti anak dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, agaknya selisih umur yang cukup mencolok itu tak menghalangi mereka untuk bercinta. Tiga bulan setelah pertemuan pertama itu, Hanna memerjakai Michael di apartemennya. Sejak itu, hubungan keduanya kian erat. Di sela-sela percintaan mereka yang panas, Hanna kerap meminta Michael membacakan sebuah buku. Buku sastra. Dengan senang hati, Michael menjadi seorang pembaca bagi kekasihnya itu yang selalu menyebutnya, "Nak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna kecanduan. Ia senantiasa menjadi pendengar yang baik bagi setiap cerita yang dibacakan pacar kecilnya itu. Bahkan tak jarang kisah-kisah itu melarutkan perasaannya; membuatnya menangis dan atau tertawa. Melalui buku-buku yang dibacakannya - dari &lt;em&gt;Huckleberry Finn&lt;/em&gt; , &lt;em&gt;The Odyssey&lt;/em&gt;, hingga &lt;em&gt;Tintin&lt;/em&gt; - Michael telah membukakan cakrawala baru bagi Hanna. Dari sekian banyak buku, ada satu yang sangat berkesan baginya, yaitu The Lady with the Dog, karya Anton Chekov. Kelak, buku inilah yang membawa pencerahan bagi Hanna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, hubungan asmara mereka harus berakhir. Hanna pergi entah ke mana. Michael baru menjumpainya kembali delapan tahun kemudian (1966) di sebuah pengadilan enam orang bekas anggota SS yang bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz semasa pemerintahan diktator Hitler. Michael yang waktu itu telah menjadi siswa Heidelberg Law School, tak menyangka sama sekali bahwa ternyata salah seorang terdakwanya adalah Hanna Schmitz. Bahkan, mantan kekasihnya itu menjadi tertuduh paling berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bagian yang mengungkap riwayat hidup Hanna Schmitz. Bagian yang menjadi inti cerita gubahan Bernhard Schlink (terbit pertama kali dalam bahasa Jerman, Der Vorleser, pada 1995) ini. Buatku, inilah bagian paling mengharukan. Kita akhirnya tahu siapa sebenarnya perempuan yang berpenampilan dingin dan keras itu. Di sini pula kita menikmati permainan watak Kate Winslet yang keren itu. Empat bintang untuknya. Adegan seks yang heboh itu barangkali boleh di-skip dengan alasan apa pun, tetapi tidak untuk yang ini. Anda akan kehilangan arah jika melewatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, &lt;em&gt;The Reader&lt;/em&gt; adalah sebuah film yang memuaskan. Gambar-gambarnya bagus, berhasil menyuguhkan suasana Jerman tempo doeloe. Misalnya, stasiun trem yang suram dan tua, kostum dan tata rias para pemainnya, suasana jalan-jalan di Berlin, mobil, sepeda, dan perabot-perabot rumah tangga. Apik. Pujian khusus untuk make up Kate Winslet yang berangsur-angsur menua. Juga untuk sajian pemandangan desa dan alam pertanian yang indah menjadi sebuah tamasya mata yang menyegarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, peran untuk aktor tampan Ralph Fiennes tidak terlalu menantang, sehingga pria berumur 46 tahun ini tampil standar saja. Demikian pula halnya dengan David Kross. Agak kurang pas sih sebetulnya saat ia menjadi bocah 15 tahun. Ketuaan. Aktor asal Jerman ini sejatinya berumur 19 tahun. Mungkin make up-nya yang kurang sempurna, ya? Tapi bagaimanapun, ia beruntung sekali bisa bersanding dengan aktris sekaliber Kate Winslet. Beradegan panas pula :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara aku masih penasaran dengan adegan-adegan panas di 15 menit pertama yang dilenyapkan itu, sepertinya aku akan menonton ulang film ini lewat DVD. Khusus demi bagian yang raib itu :P *** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-664757678562906060?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/664757678562906060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=664757678562906060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/664757678562906060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/664757678562906060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/05/reader.html' title='The Reader'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/ShDTS4BQlMI/AAAAAAAAAnc/v6bxzIebxg8/s72-c/thereader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4168930288269025973</id><published>2009-05-04T17:55:00.002+07:00</published><updated>2009-05-04T18:03:10.769+07:00</updated><title type='text'>Jamila dan sang Presiden</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sf7LSKORPUI/AAAAAAAAAnM/YnsjM1zJm-Y/s1600-h/jamila-210x300.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331922521695534402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 210px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sf7LSKORPUI/AAAAAAAAAnM/YnsjM1zJm-Y/s320/jamila-210x300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Ratna Sarumpaet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Ratna Sarumpaet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Produksi: Satu Merah Panggung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Atiqah Hasiholan, Christine Hakim, Dwi Sasono, Surya Saputra, dll&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 87 menit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2009&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak aku melihat posternya pertama kali bulan lalu, aku sudah merencanakan akan menonton film ini. Mengapa? Tentu terutama karena magnet Christine Hakim. Sudah rindu aku menyaksikan kembali si Tjut Nyak ini berakting. Terakhir filmnya yang kutonton, kalau tidak salah ingat, adalah &lt;em&gt;Daun di Atas Bantal&lt;/em&gt; (Garin Nugroho). Di film tersebut, aktris favoritku ini bermain cemerlang sebagai Asih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, sungguh, satu-satunya alasanku menonton film karya sutradara Ratna Sarumpaet ini adalah kerinduanku pada Christine. Habis apalagi? Bintang utamanya, Atiqah Hasiholan, baru kudengar namanya. Kalau akting ibundanya sih sudah cukup sering kusaksikan, khususnya di atas pentas Satu Merah Panggung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kiranya, film ini tak lepas dari kiprah Ratna di dunia teater. Naskah film ini sebelumnya pernah dipentaskan di bawah judul "Pelacur dan sang Presiden". Tak mengherankan jika kemudian yang tampil di layar lebar masih menyisakan bau-bau panggung teater. Umpamanya saja, akting Atiqah sebagai Jamila. Atau dialog-dialog yang sarat kritik dan protes, diucapkan dengan gaya main drama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, tema yang diangkat cukup memikat: perdagangan anak dan perempuan (trafficking). Sebuah persoalan besar yang harus diselesaikan oleh negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sentral kisahnya ada pada tokoh Jamila (Atiqah Hasiholan), seorang perempuamn berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) alias pelacur. Ia menyerahkan diri ke polisi menyusul ditemukannya jenazah Nurdin (Adjie Pangestu) di sebuah kamar hotel dengan sebuah lubang peluru di dadanya. Jamila mengaku dirinyalah yang telah menghabisi nyawa korban.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sontak negeri ini menjadi geger sebab yang terbunuh adalah seorang menteri. Beragam reaksi timbul di masyarakat. Yang terkeras adalah dari sekelompok pemuda Islam yang berunjuk rasa meminta agar Jamila dihukum mati. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita kemudian menuju kilas balik. Penonton (yang tadi hanya berjumlah 7 ekor di studio 2 Metopole pertunjukan matinee jam 12) diajak mengenal siapa Jamila sesungguhnya. Gadis cantik ini ternyata memiliki sejarah masa lalu yang kelam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada usia 6 tahun (tapi aku dengarnya kok Jamila mengucapkan 2 tahun, ya?), dengan dalih kemiskinan orang tuanya, ia dijual oleh ayahnya ke seorang perempuan yang ternyata mucikari. Tetapi, bertahun-tahun kemudian ia berhasil kabur dan kembali kepada ibunya yang telah melahirkan satu anak lagi, Fatima. Oleh ibunya, Jamila disuruh pergi ke Jakarta, dititipkan pada keluarga Wardiman. Namun, bagai sudah ditakdirkan, di rumah tsersebut lagi-lagi ia mengalami pelecehan. Sekali lagi ia minggat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Entah berapa kali gadis ini harus kabur dari satu tempat ke tempat lain. Hingga suatu kali dia terdampar di sebuah lokalisasi pelacuran dan bertemu Susi (Ria Irawan). Di tempat ini, karier PSK-nya dimulai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agaknya, selain sebagai pelacur, Jamila diam-diam juga mempunyai kegiatan sebagai aktivis perempuan. Kegiatan ini lebih terdorong karena kepentingan pribadinya mencari tahu tentang nasib Fatima yang kabarnya telah pula dijual. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali kepada kasus utama terbunuhnya Nurdin. Jamila menolak didampingi pengacara dan tak hendak memohon grasi kepada presiden. Ia menerima hukuman itu sebagai bentuk tanggung jawabnya. Apalagi baginya hidup sudah tidak penting karena Fatima mungkin sudah mati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hey..hey..lalu mana kupasan untuk Christine Hakim? Oh..oh...aktris luar biasa ini berperan sebagai Ria, kepala penjara Budi Luhur, tempat Jamila ditahan. Menurutku sih, kehadiran sipir ini agak dipaksakan. Aku merasa tidak pasa saja. Oh, bukan Christine yang tidak pas memerankannya, tetapi keberadaan tokoh ini. Jika pun ia tak ada, juga tidak memengaruhi kisah. Kalau sekadar sebagai jalan untuk masuk ke masa lalu Jamila, Jamila toh bisa curhat kepada salah satu tahanan di situ, misalnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi baiklah. Memerankan apa pun, Christine selalu oke. Juga saat menjelma Ria ini, sipir penjara yang galak dan tegas. Fisikli sudah sangat pas, ditambah akting yang natural. Jadilah ia seperti sipir sungguhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu lagi yang aktingnya enak dilihat adalah Ria Irawan yang kebagian rol sebagai Susi. Kegenitannya yang liar dan murahan, benar-benar alami. Sayang, cuma kebagian porsi sedikit. Padahal, aku suka banget menonton aksinya itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, begitulah. Film ini mengangkat potret suram perempuan kita yang masih sering menjadi korban perdagangan manusia (trafficking). Hulu masalah sebenarnya adalah kemiskinan, hingga orang tua pun tega menjual anak kandung mereka sendiri demi keluar dari kemelaratan. Sementara itu, pemerintah seperti macan ompong, tak berdaya menghadapi pelaku kejahatan perdagangan orang ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seharusnya, film ini bisa menjadi sebuah kisah yang menyentuh. Sayang, sang sutradara lebih mengedepankan cara protes dan kritik yang penuh kemarahan untuk menyampaikan gugatannya. Kurang lembut. Bahkan, Jamila susah banget meneteskan airmatanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong, kalau Manohara termasuk kasus trafficking bukan? :)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4168930288269025973?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4168930288269025973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4168930288269025973' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4168930288269025973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4168930288269025973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/05/jamila-dan-sang-presiden.html' title='Jamila dan sang Presiden'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/Sf7LSKORPUI/AAAAAAAAAnM/YnsjM1zJm-Y/s72-c/jamila-210x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5196340619010434947</id><published>2009-04-12T12:27:00.001+07:00</published><updated>2009-04-12T12:31:30.064+07:00</updated><title type='text'>Lonely Hearts</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SeF8kISN-OI/AAAAAAAAAnE/PckYWBbZQVs/s1600-h/lonelyheartsposterbig.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323673194669668578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SeF8kISN-OI/AAAAAAAAAnE/PckYWBbZQVs/s320/lonelyheartsposterbig.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Todd Robinson&lt;br /&gt;Skenario: Todd Robinson&lt;br /&gt;Pemain: John Travolta, Salma Hayek, Jared Leto, Laura Dern, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 108 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film keren ini telat diputar di bioskop-bioskop kita.Tapi tak mengapa. Untuk film bagus seperti ini rasanya tidak ada kata terlambat untuk menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya ditulis oleh Tood Robinson yang juga bertindak selaku sutradara. Cerita yang diangkat dari kisah nyata ini mengambil seting New York tahun 1940-an tentang kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pasangan kekasih Raymon Fernandez (Jared Leto) dan Martha Beck (Salma Hayek). Mereka membunuh beberapa orang perempuan - konon sampai 20 jiwa melayang - untuk memperoleh harta. Umumnya, korban adalah para janda kaya yang meninggalkan warisan berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Ray beraksi sendiri. Bahkan, semula Martha adalah salah seorang targetnya. Modus yang dilancarkan Ray dalam setiap aksinya adalah dengan cara merayu calon korbannya, para wanita yang kesepian anggota the "Lonely Hearts Club". Misalnya, janda-janda perang. Ray lebih banyak memusatkan targetnya pada perempuan-perempuan usia separuh baya yang merasa tersanjung karena berhasil memikat hati seorang pria setampan Ray. Dengan rayuan mautnya Ray sukses menjerat para korbannya hingga suatu ketika berjumpa dengan Martha, cewek cantik jelita yang jatuh cinta setengah mati padanya. Tidak seperti korban-korban sebelumnya yang mudah sekali tertipu, Martha justru kemudian menjadi sekutunya dalam menjalankan aksi-aksi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berduet dengan Martha, Ray tak pernah membunuh para korbannya. Lelaki licik itu hanya "sekadar" membawa lari uang perempuan-perempuan malang tersebut. Tetapi bersama Martha yang mencintainya secara sangat posesif itu, korban mulai berjatuhan. Martha yang tidak mampu menekan rasa cemburunya terhadap para korban, kerap kehilangan kesabaran dan memilih jalan singkat membunuh mereka secara sadis. Bikin aku mual menontonnya. Saat adegan eksekusi pembunuhan berlangsung, aku selalu menutup mata. Tidak tahan menyaksikan kekerasan dan kekejaman yang terjadi di layar. Hoooeeeeek...! Aku jadi ingat film-film Scorcese dan Tarrantino yang sering mengumbar darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salma Hayek patut mendapat acungan jempol dariku untuk perannya sebagai Martha yang psikopat, walaupun secara fisik sangat berbeda dengan Martha Beck aslinya. Dengan dingin ia menghabisi korban-korbannya. Bukan hanya wanita dewasa, tetapi juga seorang bocah. Akting Jared Leto juga lumayan. Yang tampil biasa-biasa saja justru pemaran utamanya : John Travolta yang kebagian rol sebagai detektif Elmer "Buster" Robinson. Tidak ada yang istimewa dari akting si jago dansa dalam Saturday Night Fever ini. Elmer Robinson adalah kakek dari Todd Robinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan film ini sepenuhnya ada pada ketegangan yang berhasil dihadirkan dalam adegan-adegan pembunuhannya. Misteri yang membuat penasaran bukanlah pada menebak siapa pelakunya, namun pada akan dibunuh dengan cara bagaimana. Ditembakkah? Ditusuk? Dipotong-potong? Diracun? Dicekik? Gilanya, aku menikmati setiap rasa tegang yang berdenyut di jantungku. Wuuaaaah.....apa diam-diam aku juga menyimpan bakat sadistis? Atau memang Todd Robinson sudah bekerja dengan baik menciptakan kengerian-kengerian itu dalam karya debutannya yang didedikasikan untuk kakeknya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang harus mendapat pujianku adalah desain kostumnya serta detail-detail tahun 40-an yang hadir nyaris tanpa cela, termasuk model rambut dan tata riasnya. Sejenak, dandanan Salma Hayek sebagai Martha mengingatkanku pada aktris legendaris Marylin Monroe. Aslinya, Martha Beck itu seorang wanita bertubuh gemuk yang tidak menarik. Ia memiliki riwayat masa kecil yang kelam. Saat usianya menginjak 13 tahun, ia diperkosa oleh abangnya. Setelah dewasa, Martha bekerja sebagai perawat dan menikahi Alfred Beck sebelum akhirnya bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ya Todd Robinson tidak memakai aktris yang lebih mirip dengan tokoh aslinya? Todd Robinson tidak cukup berani untuk mengikuti jejak pendahulunya, Leonard Kastle, sutradara yang pertama mengangkat kisah pasangan pembunuh ini dalam film berjudul &lt;em&gt;The Honeymoon Killers&lt;/em&gt; (1970). Di film tersebut Martha Beck diperankan oleh Shirley Stoler, aktris bertubuh tambun, mirip Martha Beck asli. Mungkin, Salma Hayek ngeri juga ya kalau harus menggelembungkan tubuh eloknya menjadi sebesar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baiklah. Terlepas dari itu, &lt;em&gt;Lonely Hearts&lt;/em&gt; merupakan film detektif yang cukup asyik diikuti. Pada 1951, pasangan pembunuh ini akhirnya harus menjalani hukuman mati di kursi listrik penjara Sing Sing. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5196340619010434947?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5196340619010434947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5196340619010434947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5196340619010434947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5196340619010434947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/04/lonely-hearts.html' title='Lonely Hearts'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SeF8kISN-OI/AAAAAAAAAnE/PckYWBbZQVs/s72-c/lonelyheartsposterbig.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-2266444055250269117</id><published>2009-03-01T22:30:00.002+07:00</published><updated>2009-03-01T22:35:48.772+07:00</updated><title type='text'>Vicky Cristina Barcelona</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SaqrMvmCDXI/AAAAAAAAAmE/3GlzOOuwZ40/s1600-h/Vicky_cristina_barcelona.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308243346232315250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 217px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SaqrMvmCDXI/AAAAAAAAAmE/3GlzOOuwZ40/s320/Vicky_cristina_barcelona.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Woody Allen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Woody Allen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Scarlett Johansson, Rebecca Hall, Javier Bardem, Penelope Cruz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 96 menit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Woody Allen. Nama ini adalah magnet bagi para penggemar film. Sutradara gaek kelahiran 1935 itu sudah 3 kali menyabet Oscar di sepanjang karier perfilmannya. Dua di antaranya dalam film Annie Hall (1977) yang juga dibintanginya bersama Diane Keaton. Pada usianya yang sudah uzur ini, ia kembali berkiprah di Hollywood, membesut film komedi romantis &lt;em&gt;Vicky Cristina Barcelona &lt;/em&gt;yang telah mengantarkan Penelope Cruz memenangi Oscar 2009 untuk kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi Penelope Cruz, ini adalah Oscar pertamanya setelah dua tahun lalu gagal (dinominasikan lewat film&lt;em&gt; Volver&lt;/em&gt;). Berperan sebagai Maria Elena, seorang pelukis temperamental dengan jiwa yang labil, ia tampil, bukan cuma seksi, tetapi juga dengan akting yang memikat. Dialog-dialog yang diucapkannya dalam bahasa Spanyol, negeri kelahirannya, menambah seksi penampilannya. Empat bintang untuk permainannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita film yang ditulis juga oleh Woody Allen ini ringan-ringan saja, lazimnya sebuah drama komedi romantis ala Hollywood. Kisah cinta segitiga yang berpusat pada seorang seniman &lt;em&gt;bajul&lt;/em&gt;, Juan Antonio Gonzalo (Javier Bardem). Oya, &lt;em&gt;bajul&lt;/em&gt; itu kata dari bahasa Jawa yang artinya anak buaya. Itu sih sebutanku untuk cowok-cowok &lt;em&gt;playboy&lt;/em&gt; yang suka tebar-tebar pesona dan kemudian mematahkan hati banyak perempuan. Yah, buaya darat, gitu loh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, si Juan Antonio ini adalah sejenis bajul itu. Tampan, cerdas, pintar merayu. Dia baru saja bercerai dengan istrinya, Maria Elena, karena konon istrinya itu jika sedang kalap sering melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Pada sebuah pameran lukisan di Barcelona, ia berhasil mengajak kencan dua orang gadis Amerika yang tengah berlibur: Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan Cristina yang jelas-jelas menunjukkan minatnya pada Antonio, awalnya Vicky yang konservatif dan sudah memiliki tunangan itu menolak mentah-mentah ajakan sang Bajul. Ia hanya mau bercinta dengan lelaki yang menjadi kekasihnya. Baginya, tak ada itu yang namanya cinta semalam. Namun, sebagai bedebah sejati Antonio memiliki banyak cara untuk menaklukkan mangsanya. Semakin sukar justru kian bergairah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisahnya sih tidak istimewa. Bukan sesuatu yang baru. Cerita disampaikan melalui narasi yang disuarakan oleh Christopher Evan Welch. Rasanya jadi seperti sedang membaca novel dengan plot yang bergulir linear. Pemandangan kota Barcelona yang cantik pada saat musim panas cukup menjadi tamasya yang memanjakan mata. Bangunan-bangunan yang artistik ditingkah suasana alam musim panas yang penuh warna-warni, benar-benar sedap dinikmati. Ilustrasi musik dengan sentuhan irama Flamenco kian menambah kental rasa Spanyol dalam film ini selain aura si jelita Penelope Cruz tentu. Cruz dengan aktingnya yang menawan tak bisa disangkal telah menjadi ruh film ini. Di tengah-tengah dua cewek blonda asal Amrik itu, Cruz dengan segala kespanyolannya jadi unik dan berbeda. Jika kamu penasaran dengan akting mantan kekasih Tom Cruise yang diganjar Oscar ini, silakan nonton. Filmnya cukup menghibur kok.*** &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-2266444055250269117?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/2266444055250269117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=2266444055250269117' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2266444055250269117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2266444055250269117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/03/vicky-cristina-barcelona.html' title='Vicky Cristina Barcelona'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SaqrMvmCDXI/AAAAAAAAAmE/3GlzOOuwZ40/s72-c/Vicky_cristina_barcelona.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6734635683635894544</id><published>2009-02-17T10:21:00.003+07:00</published><updated>2009-02-17T10:32:01.815+07:00</updated><title type='text'>Slumdog Millionaire</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SZou2ABwkvI/AAAAAAAAAlc/3YFgWPMyS3M/s1600-h/200px-Slumdog_Millionaire_poster.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303603016437371634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 296px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SZou2ABwkvI/AAAAAAAAAlc/3YFgWPMyS3M/s320/200px-Slumdog_Millionaire_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Danny Boyle &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Co-Sutradara: Loveleen Tandan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Simon Beaufoy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Dev Patel, Anil Kapoor, Freida Pinto, dll&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 120 menit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya, aku nonton juga film keren ini. Film yang mendapat 10 nominasi Oscar 2009, termasuk untuk kategori film terbaik, gelar yang berhasil digondol di ajang Golden Globe. Aku sudah lama geregetan kepingin menyaksikan film garapan sutradara kelahiran Inggris ini, Danny Boyle yang dibantu oleh Loveleen Tandan, sutradara asal India. Naskahnya dibuat berdasarkan novel &lt;em&gt;Q&amp;amp;A&lt;/em&gt; karya Vikas Swarup. Terjemahan Indonesianya sudah terbit juga. Tapi aku belum baca.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Film ini memukau sejak adegan pertama hingga terakhir.Alhasil, masa putar yang panjang itu, 120 menit, sungguh tidak terasa buatku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini film India. Film tentang India. Tapi tolong, jangan buru-buru membayangkan sebuah sinema India ala Bollywood yang hanya menjual mimpi-mimpi layaknya sinetron produk Punjabi. Akan lebih tepat jika kamu mengingat kembali cerita &lt;em&gt;City of Joy-&lt;/em&gt;nya Dominique Lapierre.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika &lt;em&gt;City of Joy&lt;/em&gt; memotret Calcutta, maka&lt;em&gt; Slumdog Millionaire&lt;/em&gt; ini berseting di Mumbai, kota besar yang banyak menyimpan "borok" di tubuhnya. Setiap borok tak ada yang enak dipandang. Kalau bisa kita tutupi serapat mungkin dari penglihatan umum. Demikian pula "borok" di tubuh Mumbai, sama sekali tak sedap dilihat: orang-orang miskin yang hidup di gubuk-gubuk kardus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Danny Boyle mengajak penonton meneropong kehidupan di daerah slum itu lewat kisah Jamal (Dev Patel), seorang "chai- wallah" (pelayan yang bertugas menyiapkan teh di kantor-kantor), berumur 18 tahun, yang baru saja kaya mendadak lantaran berhasil memenangi uang sebesar 20 juta rupee, hadiah kuis "Who Wants to be A Millionaire" di televisi. Ia menang - berhasil menjawab seluruh pertanyaan kuis - bukan karena jenius, namun karena "takdir". Jawaban-jawaban pertanyaan itu ia peroleh bukan lewat bacaan tetapi dari pengalaman-pengalaman pahit yang mewarnai nyaris di sepanjang umurnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan cerdik, kisah Jamal dituturkan secara kilas balik melalui setiap pertanyaan yang diajukan. Misalnya ketika ia harus menjawab soal siapa bintang film India yang paling terkenal pada tahun 1973, penonton dilempar ke masa kecil Jamal, saat ia sebagai bocah menggilai-gilai Amitabh Bachchan. Selaku fans berat aktor ganteng itu, Jamal kecil rela nyemplung ke kubangan tinja demi bertemu sang idola. Adegan ini menjadi adegan paling jenaka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jamal dan Salim lahir sebagai muslim. Dan seperti kita tahu, di India sering sekali terjadi huru-hara antara orang-orang Hindu dan Muslim. Ibu mereka pun tewas mengenaskan dalam sebuah kerusuhan antaragama itu. Praktis, setelah itu mereka menjadi anak jalanan yang terlempar-lempar dari satu kesulitan ke kesulitan yang lain. Pada bagian ini aku teringat film Garin Nugroho, &lt;em&gt;Daun di Atas Bantal&lt;/em&gt;, terutama adegan di atap kereta itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu seterusnya. Setiap jawaban pertanyaan akan membawa kita kepada masa lalu Jamal yang kelam, menjadi sebuah rangkaian cerita yang apik, menyentuh, mengharukan; yang sekaligus juga menjadi pembentuk karakter tokoh-tokohnya. Tak ada adegan yang terasa sia-sia. Semuanya menjadi sebab-akibat dalam membangun satu kisah yang utuh. Tidak ada bagian yang ujug-ujug. Semuanya tercipta melalui sebuah proses yang panjang. Sungguh sebuah film yang rapi. Nyaris tak ada celah untuk dinista-nista, kecuali mungkin bagian penutupnya yang agak Hollywood setelah melewati paparan kisah yang mengaduk-aduk emosi. Walau demikian, aku sih tidak keberatan, sebab masih dalam takaran wajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyaksikan film ini rasanya seperti menyaksikan wajah Jakarta yang - seperti Mumbai - diam-diam juga banyak memiliki "borok dan bopeng". Pemandangan daerah kumuh pinggir rel, bantaran sungai, dan atau tempat pembuangan sampah, adalah gambar-gambar yang sangat akrab dan mudah kita saksikan di balik gemerlapnya Jakarta. Demikian juga halnya dengan anak-anak jalanan, pengemis, pekerja seks pinggir jalan, dapat dengan gampang kita temukan di Ibukota. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konon, film ini sempat diprotes oleh masyarakat India yang tinggal di luar India. Mereka keberatan dengan penggambaran India di film tersebut. Entahlah, barangkali kelompok yang protes ini adalah para India yang sukses di perantauan dan merasa malu menyaksikan sisi buruk wajah negeri mereka. Namun, apa boleh buat, memang demikianlah realitanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan apa boleh buat, aku harus mengatakan, bahwa film ini sangat layak ditonton. Sayang deh kalau kamu melewatkannya.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6734635683635894544?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6734635683635894544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6734635683635894544' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6734635683635894544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6734635683635894544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/02/slumdog-millionaire.html' title='Slumdog Millionaire'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SZou2ABwkvI/AAAAAAAAAlc/3YFgWPMyS3M/s72-c/200px-Slumdog_Millionaire_poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-9119691722895873656</id><published>2009-02-07T13:39:00.002+07:00</published><updated>2009-02-07T13:44:31.486+07:00</updated><title type='text'>The Curios Case of Benjamin Button</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SY0txZfSVGI/AAAAAAAAAlM/KI3S7FzwBIE/s1600-h/-20081119-BenjaminButton.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299942663163892834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SY0txZfSVGI/AAAAAAAAAlM/KI3S7FzwBIE/s320/-20081119-BenjaminButton.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: David Fincher&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Eric Roth&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Brad Pitt, Cate Blanchett, dll&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa Putar: 166 menit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasanku nonton film ini bukan lantaran bintang utamanya si seksi Brad Pitt, tetapi karena film ini berjaya di ajang Golden Globe dan Oscar 2008 dengan mengantungi banyak nominasi. Salah satunya untuk Brad Pitt sebagai leading actor. Ya aku sih masih percaya bahwa film-film yang dijagokan di kedua festival tersebut biasanya memang film-film yang bagus. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Layar dibuka dengan adegan Daisy Tua yang terbaring sekarat di rumah sakit. Menjelang ajalnya, ia ingin agar putrinya, Caroline (Julia Ormond) membacakan sebuah buku harian bersampul kulit yang ditulis oleh seorang pria : Benjamin Button (Brad Pitt). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka, cerita pun surut ke belakang, ke tahun 1918, bersamaan dengan berakhirnya Perang Dunia I, lahir seorang bayi lelaki buruk rupa, anak seorang pemilik pabrik kancing, Thomas Button (Jason Flemyng). Karena malu dengan kondisi fisik bayinya, Thomas kemudian berniat melenyapkan orok tersebut dengan membuangnya di sungai. Namun, beruntung tidak jadi sebab keburu ketahuan polisi. Tetapi, setelah berhasil lepas dari kejaran opsir itu, Thomas lalu meninggalkan putranya di anak tangga depan pintu sebuah rumah jompo. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi keberuntungan terjadi. Bayi malang itu diselamatkan dan dipelihara oleh Queenie (Taraji P.Henson), perempuan negro pengurus rumah jompo tersebut. Dia juga yang memberi nama si jabang bayi Benjamin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benjamin tumbuh tidak seperti anak-anak lainnya. Fisiknya sama tuanya dengan para penghuni rumah jompo yang rata-rata berumur 80 tahun. Untuk anak berusia tujuh tahun, ia tampak serenta 70 tahun : keriput, botak dengan hanya beberapa lembar rambut putih, mata lamur, dan tak mampu berjalan, sehingga harus memakai kursi roda. Tetapi, Queenie dan para lansia di sana mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Ia belajar membaca dan main piano dari mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keanehan terus berlangsung pada diri Benjamin. Seiring bertambahnya usia, fisiknya justru kian memuda. Ia semakin kuat dan tinggi. Tanda-tanda ketuaan di tubuhnya perlahan-lahan menghilang. Bahkan kemudian ia diterima bekerja sebagai anak buah kapal di bawah pimpinan Kapten Mike (Jared Harris). Ia berlayar ke seluruh dunia, meinggalkan rumah jompo dan seorang gadis cantik, Daisy (Cate Blanchett) yang diam-diam menyimpan cinta padanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara Benjamin pergi, Daisy berhasil mewujudkan ambisinya menjadi balerina terkenal. Mereka tetap memelihara kontak lewat surat dan kartu pos. Benjamin sempat tergoda asmara sesaat dengan wanita bersuami yang dijumpainya di sebuah hotel. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah unik Benjamin ini terinspirasi dari sebuah cerpen karya F.Scott Fitzgerald yang ditulis pada 1921. Kasus Benjamin ini akhirnya memang menjadi daya tarik utama film besutan David Fincher ini. Menyaksikan Benjamin tumbuh dengan cara yang berlawanan dengan umumnya makhluk hidup - bukannya bertambah tua tetapi justru semakin muda - menjadi sebuah bagian yang menakjubkan. Aku tidak tahu, apakah memang ada kasus medis seperti yang dialami Benjamin ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang pertama mendapat pujian dariku adalah untuk tim make upnya yang telah bekerja dengan gemilang mendandani para pemain, khususnya perubahan wajah Benjamin dari tua ke muda, dan perubahan Daisy dari muda ke tua. Keren banget. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, untuk akting Cate Blanchett sebagai Daisy (terutama saat dia terbaring sakit. Benar-benar kayak orang tua yang tengah sekarat). Sayang, dia tidak meraih nominasi untuk perannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, untuk sutradara David Fincher yang telah dengan apik membuat film ini. Rapi dan detail banget filmnya, meskipun aku lebih senang seandainya berhenti cukup sampai ketika Benjamin (duh, Brad Pitt ganteng banget di sini, seperti di film-film pertamanya) muncul kembali menemui Daisy dan Caroline. Tetapi, Fincher memilih menuntaskannya hingga ada yang mati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan si tampan Brad Pitt? Ah..ah...menurutku sih aktingnya tidak terlalu istimewa, kecuali saat dia menjadi lansia. Selanjutnya, ketika berubah muda lagi, ya dia kembali menjadi Brad Pitt deh :)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sih merekomendasikan film ini untuk kamu tonton, terutama buat kamu yang senang film drama. Temponya agak lambat memang. Buat kamu yang tidak sabaran, bisa bete juga nontonnya. Film ini sarat pesan spiritual, khususnya untuk kita yang sering cemas karena menjadi tua. Padahal, menjadi semakin muda juga ternyata tidak lalu menyenangkan. Pilih mana, menjadi tua atau menjadi bayi kembali? :D ***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-9119691722895873656?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/9119691722895873656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=9119691722895873656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/9119691722895873656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/9119691722895873656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/02/curios-case-of-benjamin-button.html' title='The Curios Case of Benjamin Button'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SY0txZfSVGI/AAAAAAAAAlM/KI3S7FzwBIE/s72-c/-20081119-BenjaminButton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1704472633500278527</id><published>2009-01-28T15:53:00.002+07:00</published><updated>2009-01-28T16:00:04.528+07:00</updated><title type='text'>Taxi Driver</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SYAeYzrXdfI/AAAAAAAAAk8/YAo8zjez-jk/s1600-h/taxi-driver.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296266573325497842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 235px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SYAeYzrXdfI/AAAAAAAAAk8/YAo8zjez-jk/s320/taxi-driver.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sutradara: Martin Scorsese&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Skenario: Paul Schrader&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemain: Robert de Niro, Cybill Shepherd, Jodie Foster&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun: 1976&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai penggemar film-film jadul, &lt;em&gt;Taxi Driver&lt;/em&gt; tentu salah satu film yang wajib ditonton. Entah kapan aku menonton untuk pertama kalinya film karya sutradara favoritku ini, Martin Scorsese. Ada kesan yang berbeda ketika menontonnya kembali sekarang. Juga ada rasa "lucu" menyaksikan wajah-wajah muda Robert de Niro dan Jodie Foster. Malah dilihat-lihat, kok Mr. De Niro ini jadi mirip si pemeran Spiderman ya? :) Sementara Jodie Foster, duuh..masih imut banget. Jelas saja, saat memerankan Iris, pelacur jalanan berumur 12 tahun, ia masih berusia 14 tahun! Dan dia sudah melakukan adegan ciuman di film ini. Juga adegan merokok. Tapi memang tidak sia-sia akting yang dia lakukan karena kemudian diganjar dengan mendapat nominasi Oscar untuk kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia bermain mendampingi aktor idolanya, Rodert de Niro yang berperan sebagai Travis Bickle, seorang veteran perang Vietnam yang beralih profesi menjadi sopir taksi. Ganteng banget deh Mas Robert di film ini : muda dan jantan. Sepertinya dia memang dilahirkan untuk menjadi aktor.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan apa yang bisa kukatakan untuk sutradara hebat Martin Scorsese kecuali 2 jempol untuknya? Di tangan dinginnya, rasanya setiap skrip akan menjelma film yang keren. Yang aku tandai dari film-film lelaki kelahiran 1942 ini adalah : darah. Ya, muncratan darah nyaris selalu ada dalam setiap film garapannya. Tak terkecuali Taxi Driver. Ingat saja &lt;em&gt;Cape Fear&lt;/em&gt; (1991), &lt;em&gt;Raging Bull&lt;/em&gt; (1980), dan &lt;em&gt;Gengs of New York&lt;/em&gt; (2002). Tampaknya Robert de Niro merupakan bintang kesayangannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Taxi Driver bercerita tentang Travis, 26 tahun, seorang sopir taksi kesepian yang menderita insomnia. Mungkin sebagai akibat trauma perang Vietnam yang pernah dialaminya. Kadang-kadang, berhari-hari dia tidak tidur. Dia beroperasi di satu kawasan prostitusi di New York City. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itu sedang berlangsung kampanye pemilihan presiden Amerika. salah satu kandidat terkuatnya adalah Senator Charles Palantine (Leonard Harris) yang memperoleh banyak dukungan di New York. Salah seorang pendukungnya adalah Betsy (Cybill Shepherd) yang bekerja sebagai volunteer tim kampanyenya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap hari Travis melewati kantor tempat Betsy bekerja. Dari dalam taksinya, Travis mengintai gerak-gerik wanita yang diam-diam ditaksirnya itu, hingga suatu hari Travis berhasil mengajak gadis cantik itu keluar makan siang. Celakanya, ketika kencan berikutnya, Travis membuat kesalahan fatal yang mengakibatkan Betsy ilfil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penolakan Betsy membuat hati Travis terluka. Ia marah. Ia butuh sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. Dan yang kejatuhan sial adalah Sport, seorang germo yang mempekerjakan Iris (Jodie Foster), gadis di bawah umur sebagai pelacur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka, baku tembak pun terjadilah. Darah berhamburan di layar penonton. Adegan aksi yang sangat riil dan enak ditonton (sadis banget ya aku?) Maksudku, adegan tersebut begitu..hmm...nyata. De Niro memang keren. Dia memperlihatkan akting yang gemilang: perubahan karakter dari seorang pendiam menjadi pemarah yang ekstrem sekaligus juga lelaki berhati lembut yang sangat sensitif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pun Jodie Foster. Sebagai pelacur jalanan, dia benar-benar lebur dalam perannya. Perhatikan ketika ia merayu Travis, membuka kancing kemejanya (kancing kemeja Travis), ikat pinggangnya....Benar-benar seperti pelacur profesional. Dia akan selalu jadi aktris favoritku bersama-sama Meryl Streep dan Meg Ryan.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1704472633500278527?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1704472633500278527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1704472633500278527' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1704472633500278527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1704472633500278527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/01/taxi-driver.html' title='Taxi Driver'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SYAeYzrXdfI/AAAAAAAAAk8/YAo8zjez-jk/s72-c/taxi-driver.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8374009182481614344</id><published>2009-01-26T02:36:00.002+07:00</published><updated>2009-01-26T02:40:39.465+07:00</updated><title type='text'>The Holiday</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXzABAhi8LI/AAAAAAAAAks/u3Ta4GgvubI/s1600-h/theholidayposter.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295318385433964722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 216px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXzABAhi8LI/AAAAAAAAAks/u3Ta4GgvubI/s320/theholidayposter.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sutradara: Nancy Meyers&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;kenario: Nancy Meyers&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pemain: Cameron Diaz, Kate Winslet, Jude Law, Jack Black&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Masa putar: 138 menit&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Tahun: 2006&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inggris menjelang Natal. Salju berjatuhan dari langit laksana serpihan kapas. Udara dingin membekukan tulang. Di sebuah kantor penerbitan tengah berlangsung pesta menjelang libur Natal yang panjang. Seluruh orang bergembira, kecuali Iris Simpkins (Kate Winslet) yang remuk hatinya karena cowok yang dikencaninya selama 3 tahun malam itu mengumumkan pertunangannya dengan gadis lain. Iris membawa pulang hatinya yang hancur bagai kepingan salju.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, nun jauh di LA, Amerika Serikat, seorang gadis sukses kaya raya juga tengah mengalami nasih yang mirip dengan Iris. Amanda Woods (Cameron Diaz) baru saja putus dengan pacarnya yang kedapatan selingkuh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua gadis yang terpisah jauh ini sama-sama gundah dan ingin suasana baru untuk menghibur hati mereka. Maka, lewat internet mereka sepakat untuk saling bertukar rumah selama liburan Natal dan Tahun Baru itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iris yang berasal dari sebuah desa di Inggris girang bukan main ketika tiba di LA dan mendapati rumah megah Amanda yang akan dia tinggali sepanjang liburan. Iris tipe gadis Inggris konservatif dengan model rambut dan busana yang terkesan klasik itu tak butuh waktu lama untuk mendapatkan kesenangan liburannya. Dengan segera ia memiliki teman : seorang penulis terkenal berumur 90 tahun dan Miles (Jack Black), seorang pria Amerika yang santun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah liburan Amanda tak kalah seru. Ia yang terbiasa dengan kehidupan kota besar pada awalnya harus tergagap-gagap menyesuaikan diri dengan alam pedesaan dan pondok mungil Iris yang sangat Inggris. Mirip pondok dalam dongeng-dongeng klasik yang memiliki perapian di dalamnya serta cerobong asap menjulang di atapnya; menjadi pemandangan yang paling indah di film ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baru beberapa jam saja Amanda sudah mati gaya. Ia memutuskan pulang kembali ke Amrik. Namun, niat tersebut urung berkat kedatangan Graham (Jude Law...OMG, tampan sekaleeee *glek), kakak lelaki Iris. Sudah bisa ditebak dong apa yang terjadi di antara mereka kemudian? (ooh..aku mau jadi Amanda! :D)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yayaya...ceritanya memang sangat Hollywood :romantis, segar, dan &lt;em&gt;happy ending&lt;/em&gt;. Sangat pas sebagai hiburan malam libur Imlek (daripada nonton teve yang isinya debat politik melulu itu). Setidaknya jelas lebih enak menikmati wajah tampan Jude Law ketimbang menyaksikan lagak tengil para politisi karbitan yang sibuk jual bacot menjelang Pemilu itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, aku rasa film ini memang sengaja dibuat untuk semata-mata menghibur penontonnya seperti halnya karya-karya Meyers yang lain: &lt;em&gt;Something Gotta Give&lt;/em&gt; (2003) dan &lt;em&gt;What Women Want&lt;/em&gt; (2000). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8374009182481614344?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8374009182481614344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8374009182481614344' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8374009182481614344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8374009182481614344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/01/holiday.html' title='The Holiday'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXzABAhi8LI/AAAAAAAAAks/u3Ta4GgvubI/s72-c/theholidayposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8719883875700791872</id><published>2009-01-26T01:31:00.002+07:00</published><updated>2009-01-26T01:39:21.438+07:00</updated><title type='text'>Charlie and the Chocolate Factory</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXyxAjVudzI/AAAAAAAAAkc/mISxnRZuX9E/s1600-h/200px-Charlie_and_the_chocolate_factory_poster2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295301884925343538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 216px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXyxAjVudzI/AAAAAAAAAkc/mISxnRZuX9E/s320/200px-Charlie_and_the_chocolate_factory_poster2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sutradara: Tim Burton&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Skenario: John AugustPemain: Johnny Depp, Freddie Highmore, David Kelly, dll.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Masa putar: 115 menit&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahun: 2005&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku nonton film ini setelah selesai membaca bukunya. Buku cerita anak-anak karya Roald Dahl dengan judul yang sama: &lt;em&gt;Charlie and the Chocolate Factory.&lt;/em&gt; Buku yang terbit pertama kali tahun 1964 ini telah memesonaku sehingga aku langsung kepingin nonton filmnya. Kebetulan pula bintangnya adalah Johnny Depp, salah satu aktor favoritku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka, nontonlah aku dengan ingatan yang masih segar tentang bukunya. Dan ternyata filmnya sama keren seperti bukunya. Film yang dibesut oleh Tim Burton ini tergolong film yang setia pada novelnya. Tim kreatifnya cukup berhasil menjelmakan teks menjadi gambar-gambar yang bagus. Pabrik cokelatnya terlihat sangat fantastis. Mereka juga sukses membuat adegan Violet yang membiru dan menggelembung serta Mike Teavee yang menjadi setipis kertas!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, karakter Mr. Wonka diperankan dengan gemilang oleh Johnny Depp. Pun keempat kakek nenek Charlie benar-benar seperti yang aku bayangkan tentang orang-orang tua uzur berumur 96,5 tahun. Yang aku juga suka adalah lagu-lagu yang dinyanyikan para makhluk bernama Oompa-Loompa. Sayangnya, para pemain anak-anaknya tampil tak terlalu istimewa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita yang diangkat dari buku Roald Dahl ini adalah tentang Charlie Bucket, bocah lelaki berumur 10 tahun. Ia tinggal di sebuah pondok yang nyaris rubuh bersama kedua orang tuanya dan empat orang kakek nenek yang hanya sanggup berbaring sepanjang waktu di satu-satunya ranjang besar di pondok tersebut. Ayah Charlie bekerja di pabrik odol sebagai tukang pasang tutup tube odol. Mereka miskin sekali sehingga hanya mampu makan sup kubis encer setiap hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak jauh dari pondok reyot mereka, berdiri dengan sangat megahnya sebuah pabrik cokelat kepunyaan Mr. Wonka. Setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah, Charlie lewat di depan pabrik tersebut. Dari kakeknya, Charlie mendengar kisah tentang Mr. Wonka dan pabrik cokelatnya yang pernah untuk beberapa waktu ditutup lantaran disusupi mata-mata dari pabrik pesaingnya. Mereka berhasil mencuri resep rahasia dari pabrik Mr. Wonka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi lalu pabrik tersebut beroperasi lagi dan kembali menghasilkan aneka cokelat dan kembang gula yang jauh lebih lezat; yang ragam rasanya semula hanya sanggup dibayangkan. Namun ada yang aneh dengan pabrik itu. Di sana tidak tampak satu orang pun pekerja. Gerbangnya senantiasa tertutup rapat. Hanya suara deru mesin dan kepulan asap beraroma cokelat cair yang keluar dari cerobong-cerobong pabrik saja yang menandakan di dalamnya ada kegiatan. Lalu, siapa yang mengoperasikan pabrik sebesar itu? Mustahil jika hanya dilakukan oleh Mr. Wonka seorang diri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelak akhirnya diketahuilah rahasia itu ketika melalui sebuah sayembara Mr. Wonka mengundang lima orang anak yang beruntung mendapatkan tiket emas di dalam kemasan cokelatnya untuk berkunjung ke pabriknya. Salah satu bocah bernasib baik itu adalah Charlie.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bukunya tidak pernah diungkapkan siapa dan apa latar belakang kehidupan Willy Wonka. Di filmnya, bagian yang “bolong” itu ditutupi. Upaya yang patut dipuji karena berhasil menjadikan cerita film lebih membumi. &lt;em&gt;Ending-&lt;/em&gt;nya pun agak sedikit dipelintir. Alhasil jadi terasa lebih menyentuh dan manusiawi. Sebagaimana bukunya, film yang pernah dibuat juga pada 1971 dengan judul &lt;em&gt;Willy Wonka &amp;amp; the Chocolate Factory&lt;/em&gt; (Mel Stuart) ini sangat menghibur. Terutama buat kamu yang menggandrungi Johnny Depp, sebab dialah bintangnya. Aku suka Johnny Depp. Aku suka Roald Dahl. Aku suka cokelaaaat….!***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8719883875700791872?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8719883875700791872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8719883875700791872' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8719883875700791872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8719883875700791872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/01/charlie-and-chocolate-factory.html' title='Charlie and the Chocolate Factory'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SXyxAjVudzI/AAAAAAAAAkc/mISxnRZuX9E/s72-c/200px-Charlie_and_the_chocolate_factory_poster2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8076772467632402474</id><published>2009-01-13T13:47:00.004+07:00</published><updated>2009-01-13T13:59:07.531+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Berkalung Sorban</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SWw7pFUG00I/AAAAAAAAAkI/Aow73nLXbgY/s1600-h/film20041b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290669239240676162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 224px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SWw7pFUG00I/AAAAAAAAAkI/Aow73nLXbgY/s320/film20041b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul: Perempuan Berkalung Sorban&lt;br /&gt;Sutradara: Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;Skenario: Hanung Bramantyo &amp;amp; Ginatri S.Noor&lt;br /&gt;Pemain: Revalina S.Temat, Oka Antara, Widyawati, Reza Rahadian, Joshua Pandelaki&lt;br /&gt;Produksi: Starvision&lt;br /&gt;Masa putar:&lt;br /&gt;Tahun: 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Perempuan Berkalung Sorban&lt;/em&gt; menjadi film pertama yang saya tonton di tahun 2009. Pertama kali saya tahu tentang film ini dari Abidah El Khaleiqy yang adalah penulis novelnya (si Mbak ini muncul juga satu kali sebagai dosen sastra yang sedang memberi kuliah). Novelnya telah terbit sejak 2001. Baru difilmkan tahun ini barangkali karena sekaranglah saatnya yang tepat, menyusul sukses &lt;em&gt;Ayat-Ayat Cinta&lt;/em&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, sampai menonton filmnya saya belum selesai menamatkan bukunya yang baru saya beli Jumat lalu (penting gak sih informasi ini? :D). Tetapi walaupun demikian, dari hasil pembacaan yang baru sedikit itu, saya bisa menduga film garapan sutradara muda yang sukses membesut &lt;em&gt;Ayat-Ayat Cinta&lt;/em&gt; ini adalah film yang bicara ihwal kesetaraan lelaki dan perempuan dalam Islam. Tema yang cukup sensitif di negeri yang masih sangat patriarki ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Anissa (Revalina S.Temat), putri bungsu K.H. Hanan Abdul Malik (Joshua Pandelaki) pemilik pondok pesantren putri Al Huda, yang sangat ingin belajar naik kuda seperti kedua kakak lelakinya, Reza (di bukunya bernama Rizal) dan Wildan. Namun, tentu saja sang ayah tak mengizinkan dengan alasan karena perempuan, seorang muslimah, tidak pantas berkuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya bukan cuma soal urusan berkuda saja Anissa mengalami diskriminasi, tetapi juga untuk banyak hal lain. Misalnya, tidak boleh keluar rumah tanpa ditemani pria yang menjadi muhrimnya, tidak boleh makan sambil bicara, tidak pantas sekolah tinggi-tinggi. Kelak setelah Anissa dewasa. Ia masih harus menambahkan dalam daftar “tidak boleh” itu sejumlah hal lagi: tidak boleh menolak kemauan suami yang ingin mengajak bersetubuh kapan pun; tidak boleh berinisiatif mengajak suami bersetubuh; dan tidak boleh meminta cerai. Jika aturan itu dilanggar, maka Allah beserta seluruh isi dunia dan akhirat akan melaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena ini film yang ingin bicara soal kesetaraan, tentu harus ada seseorang yang memberontak dan menentang semua itu. Siapa lagi jika bukan Annisa. Sudah pasti agar ceritanya lebih seru, mesti diciptakan konflik. Dan terjadilah konflik itu antara Nisa dan ayahnya yang puncaknya pecah saat Nisa dipaksa kawin dengan Syamsudin (Reza Rahadian), anak seorang kyai kaya raya sahabat baik sang ayah. Sebenarnya perkawinan tersebut lebih bermotif ekonomi sebab Kyai Abdul Malik berambisi memperbesar pesantrennya dan itu hanya bisa terwujud jika Nisa menikah dengan Udin yang ayahnya kerap menyantuni Al Huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Annisa yang kritis tentu tidak mau. Ia masih ingin menggapai cita-citanya kuliah di Al Azhar, Kairo, menyusul pemuda pujaan hatinya, Khudori (Oka Antara). Namun, apalah dayanya sebagai seorang anak yang masih sangat bergantung kepada orang tua sementara sang kekasih tengah berada jauh di negeri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu..hu..hu..ternyata si Udin bukanlah suami yang baik. Selain suka mabuk-mabukan, Udin juga senang main perempuan. Akibatnya, suatu hari ia harus bertanggung jawab karena telah membuat hamil seorang perempuan. Lagi-lagi Nisa tak kuasa menolak nasib yang disodorkan kepadanya. Ia harus mau menerima kehadiran madunya di dalam rumahnya. Sebab, Islam mengizinkan poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Khudori telah kembali dari Kairo dengan membawa cintanya untuk Nisa. Tetapi sebagai lelaki yang baik, ia tak mungkin merebut Nisa dari suaminya. Hingga pada suatu hari Udin memergoki mereka sedang berdua-dua di kandang kuda. Udin kalap. Ia mengamuk dan saat itu juga mengucapkan talak kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ini paling berkesan buat saya. Anissa dan Khudori yang dituduh berzina harus menerima hukum rajam dengan dilempari batu oleh warga setempat. Ketika orang-orang mulai menghujani mereka dengan batu, ibu Anissa (Widyawati) maju membela putri satu-satunya itu. Digenggamnya sebongkah batu sebesar kepalan tangan dan berkata, “Hanya mereka yang merasa tidak berdosa saja yang boleh melempar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup ya untuk gambaran filmnya. Kini komentar untuk filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tema&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Isu kesetaraan ini tema yang belum banyak dilirik sineas kita. Apalagi yang berlatar belakang Islam. Biasanya bila tak cerdik menyiasati, tema-tema yang menyinggung sebuah agama, berpotensi menuai kritik dan kecaman. Syukur kalau cuma berhenti sampai di mengecam saja. Yang gawat kan jika akhirnya dilarang diputar. Jangankan tema, judul film saja, bisa jadi masalah serius di negeri kita ini. Salut deh untuk Hanung dan Starvision yang sudah berani menfilmkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akting&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata para pemainnya berakting standar saja, termasuk aktris senior Widyawati. Yang agak cemerlang justru Reza Rahadian. Sebagai Udin dia mampu menghidupkan karakter laki-laki jahat dan licik yang sangat menyebalkan. Gayanya yang sok dan tengil itu benar-benar menjengkelkan. Rasanya saya ingin ikut menampar wajah mesumnya J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Detail&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lumayan cermat penggarapannya. Hanya ada satu yang menjadi pertanyaan saya, mengapa Anissa tidak pernah melepas kerudungnya meskipun ia sedang tidur bersama suaminya? Juga soal mesin ketik. Terasa kuno dan tidak cocok berada di sebuah kantor women crisis centre di Yogyakarta pada tahun 2001 (seting cerita). Mestinya sudah berganti dengan komputer, bukan?&lt;br /&gt;Juga “pemandangan” piramid di luar jendela kamar Khudori di Mesir, tampak terkesan dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Poster&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Aku suka posternya. Keren. Kuat sekali menggambarkan makna seorang perempuan muslim yang melawan arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sound track&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lumayan enak, dibawakan oleh Siti Nurhaliza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lain-lain&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Secara keseluruhan film ini oke. Sayang, masih ada beberapa bagian yang maunya menyisipkan pesan moral tetapi karena penyampaiannya masih mengandalkan cara-cara verbal, akibatnya malah jadi seperti khotbah. ***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8076772467632402474?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8076772467632402474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8076772467632402474' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8076772467632402474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8076772467632402474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2009/01/perempuan-berkalung-sorban.html' title='Perempuan Berkalung Sorban'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SWw7pFUG00I/AAAAAAAAAkI/Aow73nLXbgY/s72-c/film20041b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7620020183704030664</id><published>2008-12-28T19:07:00.002+07:00</published><updated>2008-12-28T19:11:39.509+07:00</updated><title type='text'>Breakfast at Tiffany's</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SVds3oMKMQI/AAAAAAAAAjo/6obkUB-qSHU/s1600-h/breakfastattiffany%27s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284812390679589122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SVds3oMKMQI/AAAAAAAAAjo/6obkUB-qSHU/s320/breakfastattiffany%27s.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sutradara: Blake Edwards&lt;br /&gt;Skenario: George Axelrod&lt;br /&gt;Pemain: Audrey Hepburn, George Peppard, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 115 menit&lt;br /&gt;Tahun: 1961&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penggemar film-film jadul (baca: klasik) tentu aku tak akan melewatkan film yang satu ini. Film yang naskahnya dibuat berdasarkan novel karya Truman Capote dirilis pertama kali pada tahun 1961. Filmnya sudah berwarna dengan setting New York awal 60-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginnya sih aku membaca lebih dulu novelnya, tetapi karena yang ada padaku sekarang adalah DVD-nya - itu pun dapat pinjaman dari teman - ya akhirnya nonton filmnya saja dulu. Menurut gosip dari sumber yang sangat bisa dipercaya, novelnya bakal terbit tahun depan. Diterjemahkan oleh penerjemah keren - demikian sang penerjemah melekatkan predikat itu pada dirinya dan memang harus diakui keren *uhuk* - Berliani Nugrahani. Diterbitkan oleh penerbit baik hati : Serambi *lidah menjulur-julur tanda menjilat agar dibuntelin gratis novel ini*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan pemandangan pagi hari di depan etalase toko perhiasan "Tiffany's". Tampak di depan kaca yang memajang aneka model berlian itu seorang wanita cantik dalam dandanan sempurna. Gaun malam hitam elegan membalut tubuh kurusnya. Rambutnya ditata menjadi sebuah sanggul tinggi yang memperlihatkan leher eloknya. Sayup-sayup mengalun instumentalia "Moon River" mengiringi langkah anggun wanita tadi menuju flatnya tak jauh dari Tiffany's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si cantik itu adalah Holly Golightly (Audrey Hepburn), wanita yang tinggal sendiri - hanya ditemani seekor kucing gendut yang dipanggil Cat - di salah satu lantai apartemen itu. Holly yang tenyata bernama asli Lula Mae memiliki masa lalu yang kurang bahagia. Pada usia 14 tahun dia menikah dengan Doc Golightly (Buddy Ebsen) di Texas. Kemudian ia kabur ke New York dan menghidupi diri dengan cara apa pun, termasuk mengencani pria-pria kaya. Di New York, Holly atau Lula mae ini menghabiskan waktunya dengan mengunjungi pesta-pesta dan pulang pagi dalam kondisi mabuk berat. Dari para kencannya, Holly semata-mata hanya menginginkan uang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di apartemen tersebut, Holly berkenalan dengan Paul Varjak (George Peppard), seorang penulis yang memiliki affair dengan wanita bersuami, 2E. Namun, belakangan kehadiran Holly yang polos sekaligus liar itu telah merebut perhatian dan membuat Paul terpikat. Ia jatuh cinta pada Holly dan memutuskan hubungan dengan 2E. Akan tetapi Holly yang tidak lagi percaya pada cinta, tampaknya keberatan dengan perkembangan hubungan itu dan memilih pergi ke Brazil bersama Jose, pria kaya raya yang berjanji menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kalian menduga ini sebuah film drama serius, tidak terlalu tepat juga, sebab banyak scene yang menampilkan adegan-adegan lucu yang mengundang senyum seperti di film-film komedi. Praktis drama ini dimainkan berdua saja oleh si molek Hepburn dan si tampan George Peppard. Untuk aktingnya sebagai Holly, Audrey diganjar nominasi Oscar sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, meskipun ada satu adegan yang gagal dibawakan dengan baik, yakni ketika ia harus tampil mabuk berat. Bajunya tetap rapi, riasannya tanpa cela seperti saat belum mabuk, tak ada sedikit pun rona merah di wajah dan mata layaknya orang mabuk. Yang dilakukannya hanya mengubah cara bicara dan gesturenya saja. Mungkin ini yang menyebabkan ia tak berhasil memboyong Oscar (sok tahu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Aku suka banget waktu dia menyanyikan sound track film ini: "Moon River"; sembari duduk di bingkai jendela dan memetik gitar kecil. Ia tampak bagaikan peri. Musiknya digarap oleh Henru Mancini dan liriknya ditulis oleh Johnny Mercer. Lagu yang keren. Tak heran jika di ajang Oscar berhasil meraih predikat best original song.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang menarik untuk dipandang di film ini selain paras jelita Audrey Hepburn adalah gaun-gaun yang dikenakannya, hasil rancangan Hubert de Givenchy. Baru-baru ini konon gaun-gaun indah tersebut berhasil dilelang dengan harga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya film garapan Blake Edwards ini memikat. Sayang, endingnya Hollywood banget : Holly dan Paul berciuman di bawah siraman hujan *spoiler* :D (maaf..maaf..maaf..). Entahlah, apakah memang bukunya juga berakhir demikian? Tapi kalau aku sutradaranya, aku akan hentikan film dengan kepergian Paul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moon River&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Moon River, wider than a mile, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;I'm crossing you in style some day. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh, dream maker, you heart breaker, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;wherever you're going I'm going your way. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Two drifters off to see the world. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;There's such a lot of world to see. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;We're after the same rainbow's end-- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;waiting 'round the bend, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;my huckleberry friend, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Moon River and me.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7620020183704030664?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7620020183704030664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7620020183704030664' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7620020183704030664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7620020183704030664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/12/breakfast-at-tiffanys.html' title='Breakfast at Tiffany&apos;s'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SVds3oMKMQI/AAAAAAAAAjo/6obkUB-qSHU/s72-c/breakfastattiffany%27s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8955019807415841331</id><published>2008-12-22T10:19:00.003+07:00</published><updated>2008-12-22T10:26:07.309+07:00</updated><title type='text'>9 1/2 Weeks</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SU8IgMcKKAI/AAAAAAAAAjg/sqZAViI-RcI/s1600-h/91-2Weeks.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282450237117048834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SU8IgMcKKAI/AAAAAAAAAjg/sqZAViI-RcI/s320/91-2Weeks.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Skenario: Sarah Kernochan &amp;amp; Zalman King&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemain: Mickey Rourke, Kim Bissinger&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masa putar: 112 menit&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahun: 1986&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum menonton film ini, aku sudah sering banget mendengar tentang kehebohannya, bukan saja ketika diputar 22 tahun yang lalu, tetapi juga sampai kini. Di antara teman-temanku yang seangkatan (80-an gitu loh), film ini masih sering dirumpiin. Kata mereka sih ini film seks. Apa sih yang dimaksud film seks itu? Apakah film yang bercerita tentang pendidikan seks? Atau film yang melulu berisi adegan seks (yang berarti sama dengan film biru)? Atau film cerita dengan kategori "untuk dewasa" karena ada adegan-adegan seksnya yang tidak boleh dilihat anak-anak di bawah 17 tahun?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum menonton secara utuh film tersebut, aku sempat mencuri-curi mengintipnya lewat situs www.youtube.com. Penggalan-penggalan yang kulihat itu cukup mewakili dan membuat penasaran hingga akhirnya aku menyaksikannya secara utuh. Setelah melihatnya, kesimpulanku &lt;em&gt;9 1/2 Weeks&lt;/em&gt; ini jenis film dewasa yang memuat beberapa adegan "dewasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, sungguh tidak seheboh yang pernah kubayangkan. Adegan percintaan dua orang tokoh utamanya, John (Mickey Rourke) dan Elizabeth (Kim Bassinger) adalah adegan seks biasa yang sering kita lihat di film-film dewasa. Jadi sama sekali tidak vulgar. Maksudku, bukan adegan seks seperti di film-film porno itu loh. Ada juga sih yang sedikit liar, tetapi menurutku itu tidak porno. Kalaupun ada scene yang memperlihatkan Elizabeth bugil, itu hanya disyut dari belakang (cuma bokong dan punggungnya yang terlihat dalam pencahayaan temaram).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya juga tidak terlampau menarik, ihwal hubungan cinta John dan Liz yang dipertemukan secara tidak sengaja di sebuah keramaian kota New York yang sibuk. John seorang pebisnis yang menyembunyikan asal-usul serta latar belakang kehidupannya; sedangkan Liz bekerja di sebuah biro seni. Setiap kali bertemu, John selalu berupaya merayu Liz dan pada pertemuan yang ketiga, mereka bercinta. Barangkali bagian-bagian permainan cinta ini yang dianggap heboh, karena menampilkan "jurus-jurus" bercinta mulai dari yang romantis sampai yang paling liar (Tidak liar-liar amat sih sebenarnya). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ke hari, dari jalinan hubungan itu, mulai tumbuh cinta di hati Liz. Setiap saat hanya John yang ia harapkan ada di sisinya. Setiap saat ia ingin bersama John. Ia juga ingin agar John mau mengetahul lebih jauh kehidupannya, mengenal teman-temannya. Namun, John menolak. Baginya cukup Liz saja. Biarlah siang hari Liz menjadi milik dirinya dan teman-temannya. John cukup puas memiliki Liz di malam hari, untuk sebuah permainan cinta yang menggairahkan. Lama kelamaan Liz mulai merasa relasi mereka bukanlah relasi yang normal. John hanya menginginkan tubuhnya. John hanya ingin menikmati seks dengannya. Liz tak bisa meneruskan hubungan tersebut meski John berusaha meyakinkannya dengan kata-kata cinta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Film berdurasi hampir dua jam ini akhirnya terasa membosankan. Ceritanya tidak cukup nggreget. Satu-satunya hal yang membuatku bertahan sampai film usai adalah karena penasaran berharap akan tampil adegan "hot" yang nyaris menjadi cap buat film ini. Dan aku harus "kecewa" sebab adegan sejenis itu tidak ada, kecuali kalau adegan bercinta di bawah pancuran itu tergolong hot sih. Pastinya sewaktu diedarkan di bioskop kita dulu, adegan-adegan tersebut sudah kena gunting LSF (sekarang BSF). Lebih garing lagi kan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi harus kuakui, gambar-gambar yang dihadirkan cukup keren. Juga soundtracknya. Sementara, akting Rourke dan Kim sih biasa-biasa saja. Tidak menonjol. Tapi yang jelas, aku sekarang tidak penasaran lagi sama film ini.***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8955019807415841331?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8955019807415841331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8955019807415841331' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8955019807415841331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8955019807415841331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/12/9-12-weeks.html' title='9 1/2 Weeks'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SU8IgMcKKAI/AAAAAAAAAjg/sqZAViI-RcI/s72-c/91-2Weeks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1000812520410888017</id><published>2008-12-07T13:31:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T13:39:41.035+07:00</updated><title type='text'>Twillight (The Movie/2008)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yLlhggs7TsE/STtuxqmMxcI/AAAAAAAAAJA/PTuwfotpNK4/s1600-h/twilight_movie_poster-7184.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yLlhggs7TsE/STtuxqmMxcI/AAAAAAAAAJA/PTuwfotpNK4/s320/twilight_movie_poster-7184.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276933187921823170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMIZZAN%7E1.MIZ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMIZZAN%7E1.MIZ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMIZZAN%7E1.MIZ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:12.0pt; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.35pt 841.95pt; 	margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 85.05pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baiklah, &lt;i style=""&gt;Twillight. &lt;/i&gt;Seperti halnya buku-buku lain yang terlalu di-overrated (misalnya, Laskar Pelangi, Harry Potter and The Deathly Hallows, Ayat-Ayat Cinta), aku memang cenderung malas membaca. Dan kalau pada akhirnya filmnya main duluan, ya sudahlah nonton saja (eh, tapi aku ga nonton Ayat-Ayat Cinta karena sudah mencicipi bukunya dan muak sebelum habis sepertiga). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Twillight&lt;/i&gt; pun begitulah adanya. Seingatku, heboh buku ini sudah dimulai sekitar setahun yang lalu. Berbagai review mulai beredar dengan kekuatan berimbang antara yang memuja-mujanya dan mencela-celanya. Lalu, beberapa bulan terakhir ini, setelah terjemahannya beredar, makin santerlah demam &lt;i style=""&gt;Twillight &lt;/i&gt;ini. Ada yang bikin Klub Pecinta Edward, ada yang bikin Klub Pembenci Bella. Hingga di suatu titik, aku penasaran juga, macam apa sih sebenarnya ini buku, dan aku pun mengunduh keempat e-booknya. Belum sempat dibaca (tentu saja), filmnya sudah beredar. Jadi, kita tinggalkan saja bukunya, hahahaa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Maka, tanpa ekspektasi apa pun (karena sama sekali belum baca bukunya dan nggak tahu karakter-karakternya), aku menonton film ini bersama Miss Icha (yang sudah membaca bukunya dan belum memutuskan apakah dia menyukainya atau tidak) di sebelah kanan dan seorang cowok tidak dikenal (yang tampaknya juga sudah membaca dan ngefans pada bukunya) di sebelah kiri. Yang aku tahu hanyalah, ini cerita tentang kisah cinta antara dua dunia, manusia dan vampir (bukan Isabella dong ya, hahaa.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Baru setengah jam film berjalan, aku sudah memutuskan, aku nggak suka sama Bella Swan (Kristen Stewart). Sebagai tokoh utama, Bella ini terlalu nggak jelas. Maksudnya, karakternya yang nggak jelas. Yang terlihat olehku, dia gadis pemurung dan tertutup. Tapi, anehnya adalah, kenapa banyak banget yang suka padanya? Dia juga kadang-kadang cenderung kasar dan nggak menyenangkan dalam memperlakukan teman-temannya. Terlalu cantik tidak, terlalu pintar juga tidak, terlalu modis juga tidak, yah … hanya gadis yang sedang-sedang saja (yoah, kak Vetty banget). Dan cowok paling keren di sekolahnya jatuh cinta kepadanya? Owh, aku mengerti kenapa Prince Charming jatuh cinta kepada Cinderella. Tapi, kenapa Edward Cullen (dan beberapa cowok yang lain) jatuh cinta kepada Bella? Entahlah. Selain itu, biar pendiam begitu ternyata Bella agresif. Cenit sejati. Sigh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, aku mengerti kenapa banyak orang (melirik banyak orang) jatuh cinta kepada Edward Cullen (Robert Pattinson). “Owwh … things like these,” beberapa kali terucap olehku dan segera diiyakan oleh Miss Icha. Misalnya, ketika Edward menggendong Bella dan melompat dari pohon ke pohon, atau ketika Edward melompat dengan gesit buat menyelamatkan Bella dari mobil yang mau menabraknya, atau kalimat-kalimat gombal mukiyo yang disampaikannya. (Ow, ternyata aku menganut “You don’t have to say it frequently, just say it at the right time” sehingga tidak terlalu terkesan juga pada pergombalan si Edward ini, hihihiii.) And he’s a vampire too.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara keseluruhan, sebagai sebuah film (ya, ini review filmnya, bukan bukunya loh ya!), &lt;i style=""&gt;Twillight &lt;/i&gt;ini biasa saja. Beneran, menurutku nggak ada yang oke banget dari film ini. Sebagai film remaja, kostumnya juga biasa saja (malah kata Miss Icha itu sudah lebih bagusan daripada yang diceritakan di bukunya). Karakter Bella yang pemurung juga jadi bikin betek yang nonton. Lagu-lagunya nggak ada yang nempel di telinga. Dan Edward, mmm, keren sih, tapi ya nggak sekeren itu. Dari segi cerita, ya biasa saja. Plotnya pun banyak lubang-lubang kecilnya. Make-up malah rada parah, karena vampir-vampir itu ya, kelihatan banget belangnya antara muka dan lehernya *tepok jidat*. Belum lagi, dialog yang kadang-kadang &lt;i style=""&gt;cheesy &lt;/i&gt;banget.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p style="font-weight: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;Yaahh … it’s just another teen movie. Tidak mengesankan buatku, tapi ini hanya masalah selera, bukan? Yang jelas, setelah nonton filmnya, aku sudah tidak penasaran lagi pada bukunya. Jadi, dua bintang saja deh. It’s just not for me, hahahaa ….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1000812520410888017?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1000812520410888017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1000812520410888017' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1000812520410888017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1000812520410888017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/12/twillight-movie2008.html' title='Twillight (The Movie/2008)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yLlhggs7TsE/STtuxqmMxcI/AAAAAAAAAJA/PTuwfotpNK4/s72-c/twilight_movie_poster-7184.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5360458173559493279</id><published>2008-10-31T11:21:00.003+07:00</published><updated>2008-10-31T11:28:30.000+07:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN PUNYA CERITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqIckpKidI/AAAAAAAAAr0/IMxzS2HFHmM/s1600-h/20080126105436.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqIckpKidI/AAAAAAAAAr0/IMxzS2HFHmM/s320/20080126105436.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263169138989894098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pulau, Cerita Yogyakarta, Cerita Cibinong dan Cerita Jakarta. Empat cerita tersebut disajikan secara terpisah dan masing-masing berdiri sendiri tanpa ada kaitannya sama sekali namun tetap tergabung dan berdasarkan satu tema utama yaitu tentang perempuan (di Indonesia). Dan jadilah judulnya Perempuan punya Cerita (Chants of Lotus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disutradarai oleh empat sutradara wanita yaitu Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susatyo dan Fatimah T. Rony. Film ini mengisahkan tentang berbagai macam masalah yang kerap dialami oleh perempuan-perempuan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi di Kepulauan Seribu serta praktek aborsi oleh seorang Bidan yang kemudian di vonis menderita kanker payudara ada di Cerita Pulau. Rieke Diah Pitaloka yang bermain sebagai bidan Sumantri bermain cukup apik dan berhasil lepas dari sosok Oneng yang selama ini melekat padanya. Rachel Maryam juga berakting baik saat memerankan karakter gadis yang terbelakang mentalnya. Kisah klasik aborsi, perkosaan dan permohonan maaf melalui uang memang banyak menjadi dilema di negeri ini. Ketidakberdayaan dan ketidakmampuan ekonomi kerap membuat perempuan berada di pihak yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting Kepulauan Seribu yang indah ditampilkan melalui komposisi dan angle-angle pengambilan gambar yang pas. Riak dan pantulan air laut, sepeda, perahu dan lainnya mengawali cerita film ini dan membuat film ini terasa semakin menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Yogyakarta cukup membuat kita terhenyak dengan adanya realita seks bebas di kalangan pelajar kota besar seperti Yogyakarta dan mungkin di semua kota besar lainnya di Indonesia. Kirana Larasati sebagai tokoh utama yang masih berseragam abu-abu tampak bermain natural. Fauzi Baadilah yang berperan sebagai Jay, wartawan Jakarta yang menyamar jadi mahasiswa juga sedikit berbeda dengan peran-peran dia sebelumnya. Belia, dewasa tapi lugu. Itu mungkin kesan tentang kisah ini. Usia belia namun berperilaku seperti orang-orang dewasa karena menjadikan seks sebagai kebutuhan hidupnya namun juga lugu karena toh sebenarnya mereka masih polos dan kadang konyol. Misalnya saat mitos tentang nanas dan sprite yang bisa buat menggugurkan kandungan. Padahal mereka sehari-hari gemar berinternet ria. Rupanya kemudahan teknologi bagi kebanyakan orang belum dimanfaatkan buat kebaikan dan mendapatkan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqI6rxrbMI/AAAAAAAAAr8/iqF9p7ztl3o/s1600-h/Photo+by+Syamsul+Hadi++DSCF7463.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqI6rxrbMI/AAAAAAAAAr8/iqF9p7ztl3o/s320/Photo+by+Syamsul+Hadi++DSCF7463.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263169656300727490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di Cerita Cibinong, Shanty dan Sarah Sechan bermain gemilang. Berkisah tentang Esi (Shanty) yang bekerja di club dangdut. Meninggalkan Saroh, anaknya di rumah dengan pacarnya yang pengangguran. Sampai akhirnya ternyata si Saroh mengalami pelecehan seksual yang membuat Esi syok. Sementara Cicih (Sarah Sechan) adalah seorang penyanyi dangdut yang terobesesi untuk bisa hijrah ke Jakarta dan bermain di club dangdut yang lebih terkenal. Makanya saat bertemu Mansyur yang katanya bisa membuat dia dan Saroh menjadi terkenal di Jakarta dia begitu bersemangat. Cicih tidak sadar kalau sebenarnya Mansyur adalah seorang calo jaringan perdagangan anak. Bahasa dan logat Sunda yang dipakai oleh Esi dan Cicih sangat menarik dan membuat film ini menjadi semakin hidup. Ditunjang juga dengan musik dan penampilan yang “Dangdut banget” khas masyarakat kelas menengah ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqI62yIH-I/AAAAAAAAAsE/NGlJTQDmOxI/s1600-h/perempuan-punya-cerita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 209px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqI62yIH-I/AAAAAAAAAsE/NGlJTQDmOxI/s320/perempuan-punya-cerita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263169659255398370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan Bahtiar di Cerita Jakarta tampil sebagai Laksmi, seorang penderita AIDS yang terlular dari suaminya yang semasa hidupnya pengguna narkoba. Dan cerita sederhana tentang seorang ibu dengan anak  perempuannya itu pun berkembang. Stigma dan anggapan yang salah di masyarakat tentang HIV/AIDS mengemuka dan menjadi dilema serta beban yang berlipat buat Laksmi karena selain harus menghadapi penyakitnya dia juga harus menghadapi keluarga dan orang luar yang jauh dari mengerti. Tetap bersama anaknya dan hidup dalam kesusahan atau menyerahkan anaknya ke ibu mertuanya adalah pilihan sulit bagi seorang ibu seperti Laksmi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Cerita Jakarta ini, detail-detail interior dan daerah pecinan dalam setting kisah ini berhasil ditampilkan menarik. Warung Chineese Food dengan daging babi yang tergantung, Vihara dengan detail dan warna merah serta emasnya sampai gang kawasan pecinan menjadi lebih istimewa di film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;==&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bahasa yang menggurui dari semua kisah itu. Semua mengalir begitu saja. Malah sepintas semuanya memperlihatkan ketidakberdayaan perempuan. Kekalahan perempuan Indonesia karena satu dan banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurutku disitulah Nia DiNata sebagai produser justru tengah membuka mata kita kalau masalah klasik seperti itu ada dan akan selalu ada di sekitar kita. Dengan kesederhanaannya kita diajak merenung dan semakin aware dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti, teriakan si Cicih di scene terakhir Cerita Cibinong memang benar adanya. Dengan berbahasa Sunda dia berteriak ke Esi, “Aya keneh harepan !” (Masih ada harapan !). Teriakan itu buat saya tidak semata-mata ditujukan kepada Esi agar terus berjuang mendapatkan kembali Saroh anaknya. Tapi juga teriakan buat semua perempuan Indonesia agar terus berharap serta berusaha untuk mendapatkan hak mereka agar menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| imgar imama |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5360458173559493279?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5360458173559493279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5360458173559493279' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5360458173559493279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5360458173559493279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/10/perempuan-punya-cerita.html' title='PEREMPUAN PUNYA CERITA'/><author><name>dumaria pohan</name><uri>https://profiles.google.com/118368172682914961458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ow7e1ncrrB8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABIQ/OHBHpmMh9FA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_97yKdfPYO40/SQqIckpKidI/AAAAAAAAAr0/IMxzS2HFHmM/s72-c/20080126105436.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4714503325953646704</id><published>2008-10-16T12:34:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T12:38:17.461+07:00</updated><title type='text'>Mamma Mia!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SPbTJ7FcwaI/AAAAAAAAAaY/c0GDJhSJ9I4/s1600-h/mamma_mia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257621782434464162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SPbTJ7FcwaI/AAAAAAAAAaY/c0GDJhSJ9I4/s320/mamma_mia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Phyllida Lloyd&lt;br /&gt;Skenario: Catherine Johnson&lt;br /&gt;Pemain: Meryl Streep, Pierce Brosnan, Collin Firth, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 108 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hey, Anda generasi 80-an, tentu masih ingat dengan baik - seperti saya - grup band asal Swedia, ABBA. Grup yang terdiri dari 2 orang cowok dan 2 orang cewek blonde ini sempat sangat ngetop ke seantero jagat pada era 70 dan 80-an. Lagu-lagu mereka yang berirama pop selama kurun waktu itu sangat digemari oleh generasi muda dunia, tak terkecuali Indonesia. Keempat anggotanya, Benny Anderson, Bjorn Ulvaeus, Anni-Frid Lyngstad, dan Agnetha Faltskog ini menamakan kelompok band mereka ABBA yang merupakan singkatan nama keempatnya (Anni, Bjorn, Benny, Agnetha). Merentang waktu sepuluh tahun (1972-1982), lagu-lagu hits mereka bercokol di anak tangga teratas radio-radio di Eropa dan Amerika Serika. Sebagaimana grup band lainnya, ABBA juga melakukan tur ke seluruh dunia, membawakan tembang-tembang legendarisnya, seperti : "Dancing Queen", "Chiquitita", "Fernando", "Waterloo", "Ring Ring", "Mamma Mia", dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1997, untuk pertama kalinya digelar sebuah pentas musikal bertajuk Mamma Mia! yang kemudian mengilhami Chaterine Johnson untuk menuliskan naskah bagi versi layar lebarnya yang akhirnya tayang sepuluh tahun kemudian di bawah arahan sutradara kelahiran Inggris, Phyllida Christian Lloyd, dalam bentuk komedi musikal. Film yang dibintangi antara lain oleh aktris gaek peraih Oscar, Meryl Streep ini seluruhnya memuat 22 buah lagu kelompok band tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita filmnya sendiri bukan tentang grup musik ABBA dan para personelnya. Kisahnya sederhana saja, ihwal seorang perempuan paruh baya, Donna Sheridan (Meryl Streep) yang pernah memiliki tiga orang kekasih di masa lalunya. Dari hubungan percintaan tersebut, Donna hamil dan melahirkan seorang putri cantik, Sophie (Amanda Seyfried). Celakanya, Donna tidak tahu persis oleh siapa dia hamil. Dengan kata lain, Donna tidak tahu siapa dari ketiga pria yang mencintainya yang berhak menjadi ayah kandung Sophie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Donna tak pernah mempersoalkan hal tersebut hingga tiba hari pernikahan Sophie. Putrinya yang baru berusia 20 tahun itu, telah secara diam-diam mengundang ketiga pria dari masa lalu Donna : Sam Carmichael (Pierce Brosnan), Harry Bright (Collin Firtf), dan Bill Anderson (Stellan Skarsgard). Tak urung, kemunculan tiba-tiba ketiga lelaki yang kini sudah sama-sama menua itu,mengejutkan Donna dan mengusik ketenangan hidupnya yang selama ini dia jalani berdua putrinya sebagai pengelola hotel di sebuah pulau cantik di Yunani. Donna bertambah pusing saat ketiga mantan pacarnya itu sama-sama mengaku sebagai ayah kandung Sophie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah film komedi musikal, peran musik dan lagu di film ini bukan sekadar tempelan atau ilustrasi, tetapi menjadi salah satu unsur yang menyatu dalam cerita. Seperti opera, gitu loh. Lagu-lagu menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan film. Tentu saja seluruhnya merupakan lagu-lagu dari album ABBA yang, kerennya lagi, dinyanyikan oleh para pemainnya, termasuk Meryl Streep dan Pierce Brosnan. Hampir di sepanjang pertunjukan, saya beserta penonton di kiri-kanan saya, ikut bersenandung melantunkan lagu-lagu kenangan tersebut. Begitu juga penonton di kursi belakang saya. Ah, rasanya jadi seperti sedang bernostalgia 80-an :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasa, Meryl Streep kali inipun menunjukkan kepaiawaian aktingnya sebagai Donna Sheridan. Ia menyanyi dan menari layaknya seorang "dancing queen", ratu di sebuah pesta dansa remaja. Demikian pula sang James Bond, Pierce Brosnan. Vokalnya yang berat, cocok-cocok saja dengan lagu "S.O.S" dan "I Do I Do I Do I Do".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film komedi bermasa putar 108 menit ini, benar-benar menghibur. Selain lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga, juga lantaran dialog dan adegan-adegannya, meski beberapa ada juga yang dipaksakan sehingga terjerumus jadi slapstick. Namun, secara keseluruhan, Mamma Mia! menyuguhkan sebuah komedi segar yang membangkitkan kembali kenangan masa remaja mereka yang pernah mengenal dengan intim lagu-lagu ABBA itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menuju pintu keluar, beberapa penonton, termasuk saya, lamat-lamat masih menyenandungkan "Dancing Queen" : You are the dancing queen, young and sweet, only seventeen......"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4714503325953646704?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4714503325953646704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4714503325953646704' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4714503325953646704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4714503325953646704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/10/mamma-mia.html' title='Mamma Mia!'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SPbTJ7FcwaI/AAAAAAAAAaY/c0GDJhSJ9I4/s72-c/mamma_mia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1490242225703163675</id><published>2008-09-27T20:40:00.002+07:00</published><updated>2008-09-27T20:48:05.269+07:00</updated><title type='text'>Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN45citTvBI/AAAAAAAAAaI/O0Ux2KmizpE/s1600-h/laskar-pelangi-the-movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250697378076539922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN45citTvBI/AAAAAAAAAaI/O0Ux2KmizpE/s320/laskar-pelangi-the-movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sutradara: Riri Riza&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Produser: Mira Lesmana&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Penulis Skenario: Salman Aristo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Musik: Titi &amp;amp; Aksan Syuman&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sinopsis &lt;/strong&gt;:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadiyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Bu Muslimah dan Pak Harfan, serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab berdasarkan surat pengawas sekolah jika tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Kesepuluh murid, yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah itu, menjalin kisah yang tak terlupakan. (dari website &lt;a href="http://www.laskarpelangithemovie.com/" target="_blank"&gt;Laskar Pelangi The Movie&lt;/a&gt; )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Adaptasi Cerita&lt;/strong&gt; : &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Andrea Hirata tampaknya tidak terlalu kaku mematok bahwa film ini harus sepenuhnya sama dengan novel yang ia tulis. Terbukti ia membebaskan Riri Riza dan Salman Aristo membuat skenario sesuai interpretasi mereka sendiri. Dan menurut wawancara di media, Andrea bisa menerima dan puas dengan perubahan2 dalam skenario filmnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Riri dan Salman cukup berani membuat banyak perubahan. Tampaknya mereka juga merasakan banyak hal yang terlalu berlebihan di Laskar Pelangi versi novel, sebagaimana yang aku rasakan dan pernah aku posting di &lt;a href="http://qyu.blogspot.com/2005/12/laskar-pelangi.html" target="_blank"&gt;reviewku&lt;/a&gt;. Laskar Pelangi versi film ini menjadi lebih logis dan membumi. Hampir semua yang berlebihan dibabat habis dan dijejakkan kembali ke bumi. Pertanyaan2 di lomba cerdas-cermat telah disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta. Tarian di karnaval juga lebih sederhana hanya didramatisir dengan permainan kamera. Mahar juga lebih membumi dengan lagu "Seroja"-nya, bukan "Tennese Waltz". Grup Band Laskar Pelangi dengan electone, standing bas dll sama sekali tidak diceritakan. Petualangan ke pulau Lanun juga disederhanakan. Dan yang tersisa adalah sebuah kisah yang jauh lebih logis dan masuk akal, sesuai dengan setting cerita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika di novel kita akan merasa bahwa yang bercerita adalah Ikal dewasa tentang Ikal kecil, dengan seabreg istilah bahasa latin dan bahasa inggris bertaburan disana sini. Di film ini semuanya kembali ke suasana yang seharusnya, suasana Belitong yang masih agak terpencil dan suasana kehidupan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sementara penambahan2 cerita baru di beberapa tempat, bisa diterima dan menyatu dengan baik dengan cerita asli. Hanya saja tokoh baru Pak Mahmud yang diperankan Tora Sudiro itu apa memang perlu ya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lalu satu hal lagi, karena ada banyak adegan di buku yang dimunculkan hanya sekilas tanpa terlalu banyak detail, aku agak bertanya-tanya apakah mereka yang belum membaca bukunya akan bisa menangkap semua cerita?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Akting &lt;/strong&gt;:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Secara keseluruhan akting pemainnya lumayan bagus. Rata-rata bisa bermain secara natural dan menyatu dengan setting Belitong tahun 70-an.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang paling menjiwai peran di film ini menurutku adalah Ikranegara sebagai Pak Harfan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah. Dia bisa mewujudkan sosok seorang kepala sekolah sebuah SD sederhana yang idealis dan pantang menyerah, tapi tetap lembut, ramah dan sayang kepada anak-anak didiknya. Sedangkan Cut Mini sebagai Bu Mus, lumayan total aktingnya yang lengkap dengan logat melayunya yang kental itu. Meskipun pada beberapa adegan ada yang kurang lepas emosinya. Pemain dewasa lain seperti Mathias Muchus, Rieke DP, Alex Komang, Robby Tumewu, Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Jajang, juga bermain bagus tetapi karena porsinya tidak banyak ya tidak terlalu menonjol. Hanya Tora Sudiro yang terasa agak mengganggu pemunculannya disini karena tetap sebagai Tora Extravaganza yang tampak konyol.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Para pemain anak2 asli Belitong yang memerankan Laskar Pelangi, meskipun mereka baru pertama kali berakting, tetapi ternyata cukup berhasil bermain secara natural. Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) tampil cukup meyakinkan. Yang paling bagus dan menjiwai karakternya adalah Veris Yamarno yang menjadi Mahar. Dia bisa bermain lepas tanpa beban sebagai anak eksentrik pecinta seni. Salut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Setting&lt;/strong&gt; :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain dari segi cerita, film ini tampaknya bakalan banyak dipuji dari segi artistik. Pengambilan gambarnya, lokasinya, dan sudut-sudut kamera yang diambil tidak sembarangan. Sisi-sisi indah dari pulau Belitong bisa dimunculkan dengan apik dan dramatis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan setting asli di Belitong dan bahasa asli setempat, film ini tampil lebih natural dibandingkan dengan novelnya yang agak sedikit dikacaukan dengan banyaknya perbendaharaan kata2 bahasa inggris daripada bahasa setempat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Alur Cerita&lt;/strong&gt; :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena berdasarkan sebuah novel yang merupakan memoar masa lalu seorang Ikal, dan bukan sebuah cerita dengan fokus pada satu kisah utama, maka wajar saja jika ada yang merasa kalau film ini agak meloncat-loncat dan kemana-mana. Dan di beberapa bagian cerita akan terasa datar tanpa emosi, hanya sebatas bercerita tentang kehidupan tokohnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Film ini memang adalah kisah kehidupan, bukan sebuah cerita dengan rentetan adegan2 yang membangun konflik lalu mencapai klimaks dan selesai. Ada bagian tentang cerianya dunia anak2, ada tentang betapa sederhananya kehidupan mereka, ada tentang perjuangan agar tetap sekolah, ada sedikit bumbu kisah cinta remaja, dan ada perlombaan untuk melambungkan kembali harapan. Semuanya disatukan untuk membangun sebuah gambaran utuh tentang kehidupan tentang anak-anak miskin yang berjuang untuk tetap bisa sekolah dan menggantungkan mimpi mereka setinggi-tingginya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pesan Moral&lt;/strong&gt; :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam rentetan gambar yang indah film Laskar Pelangi ini menurutku berhasil menyampaikan kisah tentang perjuangan sebuah sekolah sederhana untuk anak-anak miskin agar bisa terus hidup dan mendidik generasi penerus dengan akhlak yang mulia. Segelintir guru yang bekerja keras pantang putus asa dalam keterbatasan. Beberapa orang murid miskin yang tetap bersemangat tinggi dalam belajar. Bisa menginspirasi banyak orang untuk memajukan lebih tinggi lagi dunia pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil dan untuk anak-anak miskin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Salut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;[ tiga setengah bintang, dibulatkan jadi empat bintang :) ]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1490242225703163675?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1490242225703163675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1490242225703163675' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1490242225703163675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1490242225703163675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/09/laskar-pelangi_27.html' title='Laskar Pelangi'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN45citTvBI/AAAAAAAAAaI/O0Ux2KmizpE/s72-c/laskar-pelangi-the-movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3042560268119108200</id><published>2008-09-27T20:30:00.002+07:00</published><updated>2008-09-27T20:35:29.490+07:00</updated><title type='text'>Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN42j3oC1mI/AAAAAAAAAaA/c1MLuXxEOHk/s1600-h/laskar-pelangi-the-movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250694205415806562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN42j3oC1mI/AAAAAAAAAaA/c1MLuXxEOHk/s320/laskar-pelangi-the-movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara : Riri Riza&lt;br /&gt;Produser: Mira Lesmana&lt;br /&gt;Skenario: Salman Aristo&lt;br /&gt;Pemain: Cut Mini, Ikranegara, Tora Sudiro, dll.&lt;br /&gt;Tahun: 2008&lt;br /&gt;Masa Putar: 125 menit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memfilmkan sebuah buku yang telanjur populer tentu merupakan beban tersendiri bagi sutradara dan penulis skenarionya. Ada semacam tuntutan untuk bersetia dengan yang tertulis di buku. Sebab, jika berani menyimpang salah-salah akan menuai kecaman dan protes dari para pembaca fanatiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel laris karya Andrea Hirata, &lt;em&gt;Laskar Pelangi&lt;/em&gt;, apa mau dikata adalah karya yang dua tahun belakangan ini telah berhasil meraih perhatian publik pembaca kita. Terbukti dengan penjualannya yang konon mencapai 1 juta eksemplar. Sebuah angka langka bagi penjualan buku fiksi lokal. Sukses tersebut tampaknya akan terus berlanjut dengan pembuatan filmnya yang beredar secara serentak hari ini (25/9) di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kolaborasi ciamik Riri Riza (sutradara) dan Salman Aristo (penulis skenario) jadilah Laskar Pelangi sebuah tontonan yang memikat justru berkat keberanian mereka “berselingkuh” pada novelnya atas seizin Andrea Hirata yang pada sebuah kesempatan pernah berujar, bahwa ia tak akan mencampuri pembuatan filmnya, sebab novel dan film adalah dua media yang berbeda, masing-masing memiliki keunikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian duet ini untuk tidak bersetia kepada naskah asli novelnya, justru telah membuat film tersebut lebih manusiawi. Mereka berhasil menutupi “lubang-lubang” pada bukunya. Misalnya, dengan menghilangkan beberapa adegan “tidak logis” di bukunya atau menghadirkan tokoh lain yang tidak ada di buku : Mahmud dan Bakri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan karakter Pak Mahmud (Tora Sudiro) dan Bakri yang tidak ada di buku, cukup menghidupkan film. Kisah Mahmud, guru SD PN Timah dalam upayanya menjerat hati Ibu Muslimah (Cut Mini) menjadi hiburan tersendiri. Siasat yang cukup berhasil untuk mencuatkan sisi lain Ibu Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Bakri yang materialistis sekaligus realistis adalah antagonis kecil yang dihadap-hadapkan dengan sosok idealis Ibu Muslimah, anak didik Pak Harfan (Ikranegara), sang kepala sekolah SD Muhammadiyah Gantong yang sampai akhir hayatnya mengabdikan diri pada sekolah miskin yang nyaris ditutup karena ketiadaan murid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dibuka dengan narasi Ikal dewasa (Lukman Sardi) yang tengah pulang kampung guna mewartakan kabar gembira keberhasilan dirinya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi master di Universitas Sorbonne, Prancis. Lewat narasinya, kita kemudian dilempar secara kilas balik ke masa kecil Ikal bersama kesepuluh orang temannya di SD kampung yang reyot dan mirip kandang kambing itu. Oleh Ibunda Guru mereka, Ibu Muslimah, kesebelas bocah dekil dan kumal ini (kecuali Flo yang pindahan dari SD PN Timah) diberi nama Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu adegan pertama yang menyentuh hati muncul di layar: Lintang, anak pesisir yang kelak jadi murid paling pandai, mengayuh sepeda menuju kelas barunya di Gantong. Ia menjadi murid pertama yang hadir di sekolah pada tahun ajaran baru 1974 itu. Tak lama kemudian, Ibu Muslimah tiba–juga dengan bersepeda–dan menghampiri Lintang. Terjadilah dialog sederhana dalam bahasa dan dialek Melayu yang membuat mata saya basah (Apa dialognya? Silakan nonton filmnya). Tapi mungkin juga ekspresi polos Lintang itu turut menebalkan keharuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, film mengalir dengan sebagian besar memuat adegan murid-murid Belitong yang lugu namun penuh semangat menuntut ilmu. Dalam segala keterbatasan mereka tetap berusaha ceria. Tak lupa mata kita juga dimajakan sejenak oleh pemandangan indah sebuah pantai yang penuh bebatuan raksasa tempat untuk pertama kalinya mereka menatap pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum akting bocah-bocah itu lumayan natural. Tidak semuanya kebagian peran utama.Tiga yang menonjol adalah Ikal, Lintang, dan Mahar. Dan dari ketiganya, bintangnya adalah Mahar, si seniman yang selalu membawa radio transistor ke mana-mana dengan mengalungkannya di leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya film ditutup dengan satu lagi adegan mengharukan. Paling mengharukan bagi saya, sama ketika membaca bukunya: Lintang berpamitan kepada teman-teman dan gurunya, memberitahukan bahwa untuk seterusnya ia tak akan pernah datang lagi ke sekolah itu karena ayahnya hilang ditelan ombak lautan saat pergi menjala ikan. Sebagai anak lelaki sulung di keluarganya, Lintang kini harus mengambilalih tanggungjawab menghidupi ketiga orang adik perempuannya. Ya, si murid yang lima tahun lalu menjadi murid paling pertama tiba di sekolah, kini harus menjadi murid paling pertama yang meninggalkan sekolah. Kemiskinan orang tuanya telah menutup pintu kesempatan mengecap pendidikan setinggi-tingginya seperti yang diharapkan ayahnya. Gambaran yang teramat ironis di salah satu pulau paling kaya di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seraya diiringi lantunan vokal Giring Nidji yang menyanyikan&lt;em&gt; soundtrack&lt;/em&gt; “Laskar Pelangi”, saya keluar gedung bioskop dengan air mata yang masih belum mengering. *** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3042560268119108200?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3042560268119108200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3042560268119108200' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3042560268119108200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3042560268119108200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/09/laskar-pelangi.html' title='Laskar Pelangi'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SN42j3oC1mI/AAAAAAAAAaA/c1MLuXxEOHk/s72-c/laskar-pelangi-the-movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5472548836693328519</id><published>2008-08-21T13:56:00.003+07:00</published><updated>2008-08-21T14:04:57.018+07:00</updated><title type='text'>Stardust</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SK0S0-sbKEI/AAAAAAAAAZQ/zt_7mUro5J0/s1600-h/stardust-10.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236862643093579842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SK0S0-sbKEI/AAAAAAAAAZQ/zt_7mUro5J0/s320/stardust-10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Matthew Vaughn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Jane Goldman &amp;amp; Matthew Vaughn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Claire Danes, Charlie Cox, Michelle Pfieffer, Robert De Niro, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 127 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus terang, saya menonton film ini dengan sedikit apriori bahwa pasti deh film fantasi nggak jauh-jauh dari pameran efek visual, dongeng, dan cerita hitam putih tentang si baik yang mengalahkan si jahat. Kalau saja tak ada proyek nonton bareng Kubugil and friends, mungkin saya tidak akan pernah tertarik menonton film ini. Saya bukan penggemar film-film fantasi. Apalagi saya juga belum membaca buku karya Neil Gaiman ini. Biasanya sih saya mendahulukan membaca bukunya sebelum menyaksikan filmnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya tahu di film ini saya akan menyaksikan pameran efek visual seperti lazim terdapat dalam film-film fantasi. Saya juga sudah mengira bahwa saya akan mendapati banyak adegan sihir dan pertarungan. Tetapi bahwa ternyata filmnya sungguh keren, itu benar-benar di luar dugaan saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awalnya saya masih menontonnya setengah hati. Saya benar-benar menonton begitu saja tanpa terlebih dulu memperhatikan para pemainnya. Padahal biasanya siapa yang main itu kerap menjadi pertimbangan utama saya dalam menonton film. Jadi saya pantas terkejut saat tiba-tiba aktris gaek yang masih saja cantik dan seksi, Michelle Pfeiffer, muncul di layar sebagai penyihir yang mendamba memiliki kecantikan abadi (Lamia). Oh, barulah setelah itu saya melotot seraya menegakkan tubuh saya yang tadinya menyender malas di sofa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kehadiran Michelle bukan saja berhasil mencuri perhatian saya namun juga membuat saya jadi membaca deretan pemain yang tercantum di sampul DVD-nya (bajakan dong hehehe). Oh..oh...kiranya ada juga Robert De Niro (Kapten Shakespeare) dan Claire Danes (Yvaine) serta oh..Peter O'Toole (King). Maka, kini perhatian saya bukan cuma tercuri tetapi telah terebut sepenuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya tidak akan mengisahkan ringkasan filmnya supaya tidak mengurangi keasyikan Anda menonton nanti. Tetapi percayalah, Anda akan mendapatkan hiburan yang sebenarnya dengan menonton film ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua jempol untuk efek visual dan make up-nya yang telah sukses menyulap Michelle menjadi nenek berumur 4 abad. Soal aktingnya, ya tentu tidak perlu disangsikan lagi. Michelle memang keren. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang juga tak kalah keren pastilah bintang favorit saya: Robert De Niro. Ia sukses memerankan tokoh Kapten Shakespeare yang gay (Salah satu dialognya: "Ingat Nak, reputasi itu dibangun sepanjang hidupmu, tetapi hanya butuh 1 detik untuk meruntuhkannya"). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adegan paling keren adalah saat kapal perompak Kapten Shakespeare berhasil mendarat mulus di atas permukaan laut setelah mengarungi angkasa raya. Adegan tersebut terlihat demikian riil. Yah, seharusnya sih gak perlu heran secara Hollywood gitu loh. Apa sih yang ga bisa dilakukan pabrik film itu? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya sendiri sih gak istimewa. Biasa deh layaknya dongeng fantasi dengan sisipan pesan moral tentang pentingnya menjadi orang baik. Ya saya rasa hanya tinggal dongeng-dongeng itu saja yang masih meyakini bahwa pada akhirnya kebaikan akan menang melawan kejahatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudahlah, pokoknya nggak rugi deh nonton "Stardust". Buat yang belum nonton, tontonlah. Buat yang ingin nonton, selamat menonton. Buat yang sudah nonton, sepakat kan dengan saya bahwa film ini memang keren?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;oleh : Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5472548836693328519?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5472548836693328519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5472548836693328519' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5472548836693328519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5472548836693328519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/08/stardust.html' title='Stardust'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zhv9f9lI474/SK0S0-sbKEI/AAAAAAAAAZQ/zt_7mUro5J0/s72-c/stardust-10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1924796893156348327</id><published>2008-07-24T14:42:00.002+07:00</published><updated>2008-07-24T14:48:33.265+07:00</updated><title type='text'>The Dark Knight</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SIgzuq8aFnI/AAAAAAAAAYo/q80ABL5aOQw/s1600-h/dark_knight_onesheet-795949.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226484244458116722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SIgzuq8aFnI/AAAAAAAAAYo/q80ABL5aOQw/s320/dark_knight_onesheet-795949.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Christopher Nolan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Jonathan Nolan dan Christopher Nolan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Christian Bale, Heath Ledger, Gary Oldman, Aaron Eckhart&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 152 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada dasarnya saya bukan penyuka film-film aksi. Namun, untuk film-film aksi tertentu selalu saya sempatkan menontonnya, termasuk serial Batman ini. Yang menarik dari serial ini adalah karena - seperti juga serial James Bond - setiap kali selalu memunculkan pemeran baru sosok Manusia Kelelawar itu. Setiap kali berganti, saya selalu menanti akan seperti apakah Batman diperankan. Nah, kali ini dalam judul &lt;em&gt;The Dark Knight&lt;/em&gt;, si Jagoan bernama asli Bruce Wayne itu dimainkan oleh Christian Bale.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Batman boleh dibilang adalah film superhero favorit saya. Dibanding Superman atau Spiderman, saya lebih suka nonton Batman. Apalagi kalau aktor pemerannya cowok ganteng macam Val Kilmer atau George Clooney :) *glek*. Tapi Christian Bale? Duh, saya baru mendengarnya sekarang (maaf ya buat para fansnya Mr. Bale).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti kita tahu, Batman punya banyak musuh. Tiga di antaranya adalah Joker, Two Face, dan Penguin. Dalam &lt;em&gt;The Dark Knight&lt;/em&gt; ia kudu menghadapi lawan tangguhnya: Joker (Heath Ledger), penjahat kota Gotham yang selalu berpenampilan ala badut. Sebenarnya ada juga Two Face (Aaron Eckhart), tetapi ia baru muncul belakangan dan belum menjelma perkasa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Film bermasa putar 150 menit ini dibesut oleh sutaradara Christopher Nolan yang juga menulis naskahnya. Dan sebagaimana film-film sebelumnya, kali inipun layar ramai ditaburi aksi keren Batman dengan senjata, kostum, &lt;em&gt;batmobile&lt;/em&gt; (mobil), serta &lt;em&gt;Batpod&lt;/em&gt; (motor) terbaru yang serbahitam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus terang, mungkin karena terlalu berharap akan menemukan jalan cerita biasa-biasa saja lazimnya film-film aksi yang cenderung hitam-putih, kali ini saya agak bingung memahami kisahnya. Meskipun di awal film cukup menggebrak dengan adegan perampokan bank oleh gerombolan Joker, tetapi beberapa saat berikutnya saya sempat terserang bosan. Ditambah lagi kenyataan sosok Batman yang rada ceking dan, ehm..kurang tampan dan kurang "dingin" agak membuat saya kecewa. Dan sungguh tumben, pemeran ceweknya tidak cukup jelita. Hehehe....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan bagi saya bintang di film tersebut bukanlah sang ksatria malam, tetapi justru Heath Ledger yang dengan sangat cemerlang memerankan tokoh Joker. Dengan kemampuan akting yang menawan, Ledger mampu meneror sekaligus menghibur saya (ya, saya dong, saya kan nggak tahu pendapat penonton yang lain) dalam karakter Joker yang sadis. Taruhan, ia pasti masuk nominasi Oscar dan Golden Globe untuk peran di film terakhirnya ini. Sayang ya, dia keburu mati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah, setelah film usai, komentar pertama yang keluar dari mulut saya kepada teman nonton saya adalah : "Gue lebih suka Val Kilmer" :D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1924796893156348327?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1924796893156348327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1924796893156348327' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1924796893156348327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1924796893156348327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/07/dark-knight.html' title='The Dark Knight'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SIgzuq8aFnI/AAAAAAAAAYo/q80ABL5aOQw/s72-c/dark_knight_onesheet-795949.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3635796134522216134</id><published>2008-06-08T05:48:00.002+07:00</published><updated>2008-06-08T05:51:07.336+07:00</updated><title type='text'>MAY (2008)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SEsQwawOdLI/AAAAAAAAAOk/yvTBoyDJ2eg/s1600-h/may.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SEsQwawOdLI/AAAAAAAAAOk/yvTBoyDJ2eg/s400/may.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209275817985471666" /&gt;&lt;/a&gt;Sutradara : Viva Westi&lt;br /&gt;Penulis : Dirmawan Hatta &lt;br /&gt;Pemain : Jenny Chang, Yama Carlos, Jajang C. Noer, Lukman Sardi, Niniek L. Karim, Tutie Kirana, Ria Irawan &lt;br /&gt;Produser : Heru Winanto&lt;br /&gt;Produksi : Flix Pictures&lt;br /&gt;Homepage : &lt;a href="http://may-themovie.com/"&gt;http://may-themovie.com/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ada juga film Indonesia yang berani mengambil kerusuhan Mei 1998 sebagai latar belakang kisahnya. Sebelumnya sih ada film Pocong (1) -nya Rudi Sujarwo yang mengambil setting itu, cuma sayangnya tidak lolos sensor dan tidak jadi diedarkan. Pertama sih nggak terlalu tertarik dengan film ini, karena capek lah nonton dokumentasi dari kerusuhan yang memilukan itu. Tapi ketika membaca review positif di internet yang berani memberi rating tinggi untuk film ini, kok jadinya kepengen nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah di Antara Kerusuhan Mei&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May (Jenny Chang) tokoh utama dalam film ini adalah seorang gadis keturunan Tionghoa. Dengan setting cerita pada Mei 1998, akan langsung bisa ditebak bahwa May adalah salah seorang yang menjadi korban kebiadaban peristiwa rusuh di Jakarta. Pada saat terburuk itu May terjebak di tengah huru hara massa. Antares (Yama Carlos), pacarnya yang anak pribumi, sibuk dengan kegiatannya merekam dokumentasi sejarah dan mengabaikan telepon May yang menangis meminta tolong. May yang tak berdaya akhirnya menjadi korban kebuasan manusia gelap mata. Seorang jurnalis asing bernama Raymond yang kemudian menolongnya. Ketika kembali ke rumahnya, May mendapati rumahnya porak poranda dan Mamanya entah kemana. Semakin terpuruk lagi kehidupan May, saat kemudian ia kedapatan hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian. May telah menutup luka lamanya dengan tinggal di Malaysia menjadi penyanyi. Namun malam itu, ketika May sedang menyanyi di cafe, Antares muncul kembali. Membawa penyesalannya dan setumpuk rasa bersalah. Luka May semakin terkoyak lagi ketika Raymond juga mendatanginya dengan membawa Tristan anak kandung yang ia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di plot yang berbeda, Gandang (Lukman Sardi) seorang pegawai Hotel terseret teman-teman kerjanya yang mengambil kesempatan pada saat terjadi kerusuhan. Mereka memeras para pengungsi warga keturunan yang ingin segera meninggalkan Jakarta. Orang-orang yang sedang kalut itu bersedia menyerahkan hartanya asal bisa mendapat tiket untuk eksodus ke luar negeri. Mama May (Tutie Kirana) yang masih bingung karena May belum pulang selama kerusuhan itu, tak punya pilihan ketika saudaranya memaksa menyerahkan sertifikat rumah kepada Gandang demi selembar tiket. Dari hasil penjualan rumah Mama May itu, Gandang membuka usaha sendiri dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, Gandang bertemu lagi dengan Mama May di sebuah kedai kopi di Malaka. Keadaan Mama May yang setengah linglung karena terus mencari-cari May, memunculkan perasaan bersalah pada diri Gandang yang merasa telah memanfaatkan kesengsaraan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagus, Nggak Klise&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berlatarbelakang kerusuhan Mei 1998, film ini bukanlah film tentang kerusuhan itu. Ini adalah film drama tentang cinta dan keluarga yang konflik2nya terjadi sebagai akibat dari peristiwa Mei 98. Kejadian-kejadian brutal dari hari-hari berdarah cuma ditampilkan sebagai berita di televisi. Tidak ada reka ulang peristiwa kerusuhan tersebut yang ditampilkan secara frontal dalam film ini. Penggambarannya cukup dengan sedikit asap dan api, dan orang kalut berlari-larian yang melengkapi interaksi antar tokoh, sudah bisa menyampaikan kondisi kacau pada saat itu dari sisi yang lebih humanis. Tanpa perlu mengorek luka lama terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi penuturan film ini berani bereksperimen dengan menyampaikan cerita dalam plot maju mundur. Bukan sekedar plot maju mundur biasa, tapi dalam film ini ditampilkan beberapa kisah paralel dari sejumlah tokoh secara bergantian yang masing-masing bergerak dalam plot yang maju mundur. Kedengarannya bakal berantakan dan membikin bingung penonton, apalagi sama sekali tidak disampaikan atau dituliskan keterangan tempat dan waktu yang menuntun penonton. Tapi berkat kepiawaian sutradara yang dibantu oleh penata rias, setting, dan busana, penonton akan dengan mudah menebak lokasi dan kronologi waktu dari adegan yang sedang ditampilkan. Permainan plot yang dengan cerdas menggiring penonton untuk memahami cerita dengan lebih baik kayaknya adalah kekuatan utama film ini, walaupun ada beberapa segmen yang terlalu bertele-tele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambarnya tidak monoton ala sinetron, bukan cuma asal bagus tapi juga sanggup bercerita melengkapi dialog tokoh2nya. Setting klenteng dan pantainya cantik, juga setting rumah di dekat Prambanan. Sayang tata suaranya kurang sempurna. Lagu yang dibawakan May di cafe juga kurang pas dengan mood cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan akting Jenny Chang sebagai May lumayan bagus meski belum cukup prima. Akting Jenny paling kedodoran saat ia harus berdialog dalam bahasa Inggris. Sementara Yama Carlos tidak bisa mengeksplore terlalu jauh karena memang karakter Ares adalah orang yang datar menyimpan emosi. Malah aktris gaek Tutie Kirana yang berhasil membuktikan kepiawaiannya berakting sebagai wanita tua yang tertekan. Lukman Sardi sebagai Gandang terlalu datar dengan ekspresi yang nyaris sama sepanjang cerita. Ria Irawan yang menjadi istri Gandang sempat memberikan penyegaran sebagai istri cerewet, meski di beberapa bagian agak overacting :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dari film ini sendiri cukup menyentuh, beberapa adegannya akan sanggup menghanyutkan emosi penonton. Alur cerita utama antara May dan Ares terasa agak bertele-tele, walaupun nggak sampai jatuh jadi cerita ala sinetron. Yang lebih kuat malah alur cerita dari kisah Gandang - Mama May, lebih menyentuh dari sisi humanis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan cerita dalam film ini seringkali tidak disampaikan secara langsung dalam dialog atau narasi, kadang cukup dengan sedikit adegan tanpa dialog saja telah bisa bercerita banyak. Penonton dianggap cukup cerdas untuk mampu menangkap itu tanpa harus didikte oleh narasi. Cuman menurutku untuk endingnya, cara penyampaiannya kurang keren, mestinya dibiarkan saja menggantung tapi dengan sedikit petunjuk ke arah ending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya. Untuk kelas film Indonesia, film ini kereeeen. Permainan plotnya cerdas. Kisahnya menyentuh tapi tidak cengeng. Sayang kurang promosi, jadi yang nonton dikit :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3635796134522216134?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3635796134522216134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3635796134522216134' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3635796134522216134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3635796134522216134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/06/may-2008.html' title='MAY (2008)'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_IgAENqp3xpg/SEsQwawOdLI/AAAAAAAAAOk/yvTBoyDJ2eg/s72-c/may.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3500322120432275573</id><published>2008-05-31T13:38:00.002+07:00</published><updated>2008-05-31T13:42:55.033+07:00</updated><title type='text'>Out of The Ashes</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SEDzX4zXDGI/AAAAAAAAAYA/iE-nAQnTO8s/s1600-h/OutOfTheAshes.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206428760950639714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SEDzX4zXDGI/AAAAAAAAAYA/iE-nAQnTO8s/s320/OutOfTheAshes.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sutradara: Joseph Sargent&lt;br /&gt;Skenario: Anne Meredith&lt;br /&gt;Pemain: Christine Lahti, Bruce Davison, Beau Bridges,Jonathan Cake&lt;br /&gt;Tahun: 2003&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Lagi, sebuah film tentang kekejaman Nazi Jerman telah dibuat. Kali ini dibuat untuk sebuah film TV yang ceritanya berdasarkan kisah nyata seorang korban yang berhasil selamat dari kamar gas di Kamp Konsentrasi Auschwitz (Saya selalu merinding seram setiap mendengar kata ini disebutkan. Terbayanglah ribuan manusia yang kebetulan terlahir sebagai Yahudi mati dengan cara amat mengenaskan). Ia adalah Gisella Perl (Christine Lahti), seorang dokter Yahudi berkebangsaan Hungaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai Perang Dunia II, Gisella atau Giska datang ke Amerika dan mencoba untuk kembali bekerja sebagai dokter ahli kandungan di negara tersebut. Ia mendapat kendala dengan riwayat hidupnya. Pihak rumah sakit yang hendak mempekerjakannya memiliki catatan hitam tentang sejarah hidupnya semasa pendudukan Nazi di Jerman. Ia dimintai keterangan sampai sejauh mana kebenaran catatan tersebut yang menyatakan bahwa ia bisa lolos dari kematian sebab selama dalam tahanan di Auschwitz itu ia berkolaborasi dengan pihak Nazi. Sembari menekan segala rasa pahit dan pedihnya akan kenangan buruk yang tak akan pernah sanggup dilupakannya itu, ia pun berkisah (tersuguh dalam adegan-adegan kilas balik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang tahanan berarti menjadi manusia yang tidak lagi memiliki kemerdekaan. Bahkan berarti selalu dalam ancaman kematian. Apalagi sebagai tahanan tentara Nazi yang sudah demikian terkenal bengisnya. Tulisan-tulisan mengenai kekejaman Hitler terhadap kaum Yahudi telah banyak diterbitkan. Misalnya saja &lt;em&gt;Buku Harian Anne Frank&lt;/em&gt;. Atau juga film-filmnya (&lt;em&gt;Schindler's List&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Life is Beautiful&lt;/em&gt; dll). Barangkali satu-satunya yang terpikir oleh para Yahudi yang malang itu adalah bagaimana caranya agar dapat tetap hidup. Begitulah yang dilakukan Giska. Ia tidak bisa menyangkal bahwa ia memang telah 'bekerja sama' dengan pihak Nazi selama di Auschwitz itu. Namun, ia melakukan semua kesepakatan itu semata-mata demi mempertahankan hidupnya. Ia bersedia membuat deal tersebut dengan harapan ia dan keluarganya dapat keluar dengan selamat dari neraka Auschwitz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"You know about some of the things I did there, for the pregnant women. But yes, I did sent unknowingly many women to their deaths within the day of my arrival. And yes, some of the things I did there, some of the procedures I was forced to do there…they were not honorable. So you are right, I have blood on my hands and believe me I can see it as clearly as you can see this tattoo here on my arm. Both of them will forever identify me as having to be a doctor in Auschwitz, not only to the world, but to myself. And I know this is very difficult for you to understand gentlemen not having been there, but it is the truth. I only did what I had to do to survive"&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Giska tak punya banyak pilihan. Dokter Mengele (Jonathan Cake) memerintahkannya untuk melakukan aborsi terhadap para tahanan yang kedapatan hamil dan lalu bayinya itu dibakar hidup-hidup di krematorium atau dimasukkan ke dalam kamar gas. Sebuah aksi pembersihan etnis yang paling biadab yang pernah terjadi di dunia. Dengan tangannya, Giska berhasil menyelamatkan hidup 1000 orang lebih perempuan Yahudi di Auschwitz. Para perempuan itu lebih memilih Giska yang melakukannya daripada dr. Mengele yang berdarah dingin itu karena bisa berarti nyawa merekapun akan melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, sejarah selalu berulang. Tapi sumpah deh, saya tidak pernah berharap satu kalipun segala sejarah kekejaman yang pernah terjadi di atas bumi ini berulang kembali. Amit-amit...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3500322120432275573?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3500322120432275573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3500322120432275573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3500322120432275573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3500322120432275573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/05/out-of-ashes.html' title='Out of The Ashes'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SEDzX4zXDGI/AAAAAAAAAYA/iE-nAQnTO8s/s72-c/OutOfTheAshes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7263563862297966358</id><published>2008-05-24T09:13:00.003+07:00</published><updated>2008-05-24T09:24:15.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musical'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>Across The Universe (2007)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SDd7PEf_mPI/AAAAAAAAAGI/3K68IhyNkAo/s1600-h/poster_across-the-universe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SDd7PEf_mPI/AAAAAAAAAGI/3K68IhyNkAo/s320/poster_across-the-universe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203763393286084850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Film musikal berlatar tahun 60-an ini menceritakan tentang Jude (Jim Sturgess), seorang pemuda dari &lt;st1:place st="on"&gt;Liverpool&lt;/st1:place&gt; yang merantau ke Amerika buat mencari ayahnya. Di Amerika, dia berteman dengan Max Carrigan (Joe Anderson) seorang mahasiswa Ivy League kaya yang sedang memberontak dari keluarganya. Max punya seorang adik bernama Lucy Carrigan (Evan Rachel Wood) yang baru saja patah hati karena pacarnya meninggal di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Seperti yang bisa diduga, tentu saja Jude dan Lucy saling naksir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mengikuti Max yang melepaskan diri dari keluarga kayanya, Jude menyewa kamar di sebuah rumah kontrakan yang diinduksemangi oleh Sadie (Dana Fuchs), seorang penyanyi. Di situ, kehidupan hippie mereka pun dimulai, terlebih setelah Lucy ikut-ikutan tinggal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga. Setiap hari mereka bersenang-senang seolah tanpa beban, hingga akhirnya Max mendapat panggilan untuk bertugas ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dari situ, hubungan Jude dan Lucy pun mulai goyah. Setelah sebuah demonstrasi yang berakhir dengan keributan, Jude malah dideportasi ke Inggris. Eh, tapi ini bukan endingnya kok. Yang jelas happy ending, lah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yah, film ini memang sangat menggambarkan kehidupan hippie, sih … 60-an banget gitu. Secara keseluruhan, film ini terhitung bagus. Ceritanya sih memang dangkal dan tertebak banget. Tapi yang bikin lebih adalah karena ini film musikal. Menyenangkan juga melihat koreografinya, lalu lagu-lagunya. Ah, lagu-lagu The Beatles yang dinyanyikan ulang itu biasanya memang jadi keren. Jadi kepikiran, apakah sebenarnya film ini dibuat berdasarkan lagunya, atau lagunya dipasin sama filmnya ya? Mungkin yang pertama ya, karena ada tokoh Prudence (T.V. Carpio) tuh, yang kayaknya nggak ada fungsinya. Aku curiga mungkin dia dimunculkan cuma biar ada lagu Dear Prudence, hihihi ….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebenarnya aku berharap lebih banyak dari film ini. Kupikir film ini bakal spektakuler, gitu. Eh, ternyata nggak sehebat itu, sih. Atau karena aku sudah mendengar lagu-lagunya duluan ya, jadi nggak terpana lagi. But I still love the songs. Dan sinematografinya memang bagus. Layak ditonton, kok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7263563862297966358?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7263563862297966358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7263563862297966358' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7263563862297966358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7263563862297966358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/05/across-universe-2007.html' title='Across The Universe (2007)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SDd7PEf_mPI/AAAAAAAAAGI/3K68IhyNkAo/s72-c/poster_across-the-universe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3144009623302146858</id><published>2008-05-12T22:25:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T22:53:18.908+07:00</updated><title type='text'>The Darjeeling Limited (2007)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SChngXnE7II/AAAAAAAAAGA/61Vwzxo6Scc/s1600-h/darjeeling-limited-poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SChngXnE7II/AAAAAAAAAGA/61Vwzxo6Scc/s320/darjeeling-limited-poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199519575590628482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Film ini bercerita tentang tiga bersaudara Whitman, yaitu Francis (Owen Wilson), Peter (Adrien Brody), dan Jack (Jason Schwartzman). Mereka berasal dari keluarga kaya raya dan sudah setahun tidak berhubungan satu sama lain. Untuk merekatkan kembali hubungan persaudaraan mereka, si sulung Francis berinisiatif menyeret kedua adiknya untuk melakukan perjalanan mengelilingi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan kereta api Darjeeling Limited. Francis sudah menyiapkan jadwal ketat yang harus mereka ikuti, dan dia bahkan punya agenda tersembunyi yang tidak diketahui kedua adiknya.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di sepanjang perjalanan itu, mereka mampir ke tempat-tempat religius dan “beribadah” di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tapi, layaknya turis di tempat asing, mereka juga melakukan hal-hal norak seperti berbelanja yang tidak-tidak (misalnya semprotan merica dan ular kobra). Hubungan mereka bertiga sendiri tidak bisa dibilang akrab. Di mana-mana, ketiganya selalu bertengkar. Selain itu, mereka juga saling menyembunyikan informasi (tapi selalu ketahuan). Puncaknya adalah saat mereka bertengkar hebat di kereta dan akhirnya ditendang keluar oleh si masinis. Tapi, apakah perjalanan mereka berakhir di situ? Ternyata tidak. Justru perjalanan sesungguhnya dimulai setelah itu.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;I like-like-like this movie. Duh, film ini tuh ya … kocaaaaakk banget. Dialog-dialognya itu sungguh keren. Well-written. Gambarnya juga bagus. Rasanya tiap adegan tuh kalau di-capture akan menjadi gambar yang keren. Aku suka banget deh. Lagian, sepertinya aku memang selalu suka dengan cerita-cerita tentang dysfunctional family begini. &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Owen Wilson bermain cemerlang di sini, sebagai kakak sulung yang selalu mengatur adiknya. Terus, Adrien Brody tuh tampangnya kocak banget sih. Apalagi dengan kacamata hitam yang sedikit diangkat, hihihi …. Beda banget dengan perannya di The Pianist. Jason Schwartzman yang berperan sebagai si bungsu juga oke. Padahal kalau dilihat-lihat, ketiga saudara ini kok nggak ada mirip-miripnya sama sekali, ya.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di DVD yang aku tonton, disisipkan juga film pendek yang berjudul Hotel Chevalier. Film ini menceritakan tentang Jack Whitman dan mantan pacarnya (Natalie Portman) yang bertemu di kamar Hotel Chevalier. Beberapa adegan dalam The Darjeeling Limited memang mengacu pada adegan di hotel ini. Film pendek ini juga nggak kalah ngaconya dari film utamanya. Ceritanya adegannya mau dibikin dramatis gitu, tapi duuuhh … nonton saja sendiri deh, hihihi ….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3144009623302146858?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3144009623302146858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3144009623302146858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3144009623302146858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3144009623302146858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/05/darjeeling-limited-2007.html' title='The Darjeeling Limited (2007)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SChngXnE7II/AAAAAAAAAGA/61Vwzxo6Scc/s72-c/darjeeling-limited-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4666600520837301605</id><published>2008-04-30T22:38:00.003+07:00</published><updated>2008-04-30T22:46:37.245+07:00</updated><title type='text'>ELEPHANT</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SBiUHDz71wI/AAAAAAAAAXQ/OBp7eLRQ9So/s1600-h/thumbnailCAVGB749.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195065019174999810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SBiUHDz71wI/AAAAAAAAAXQ/OBp7eLRQ9So/s320/thumbnailCAVGB749.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara : Gus Van Sant&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Gus Van Sant&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Alex Frost, Eric Deulen, John Robinson dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 80 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa menyangka dua orang siswa SMA bisa tiba-tiba menjadi teroris di sekolahnya, menyerang dan menembaki teman-teman mereka sendiri? Eric (Eric Deulen) dan Alex (Alex Frost) adalah dua orang siswa sebuah SMA di Amerika Serikat, berwajah bayi dengan mata tanpa dosa. Mereka sama seperti remaja lainnya di dunia : memakai jins, bermain bola dan pacaran. Namun, hari itu ada sesuatu yang berbeda yang telah mereka lakukan : menjadi teroris di sekolah mereka sendiri. Siang yang cerah di Portland, Oregon, itupun berubah jadi hari pembantaian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diceritakan Eric adalah murid yang pendiam. Tipe murid kurang gaul, karenanya tidak punya banyak kawan. Seringkali ia bahkan menjadi bahan olok-olok teman-teman sekelasnya. Penyuka Beethoven (dia memainkan &lt;em&gt;Fur Elise&lt;/em&gt; dengan pianonya) itu diam-diam menyimpan dendam dan sakit hati yang dilampiaskan dengan aksi terorisme. Menggunakan senjata mesin otomatis yang dipesannya lewat layanan internet, dia menghabisi nyawa para guru dan murid di SMA itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gus Van Sant --adalah juga sutradara film-film &lt;em&gt;To Die For,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Good Will Hunting&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Finding Forrester--&lt;/em&gt;menyuguhkan sebuah drama realis lewat Elephant ini. Pada awal-awal film, kita masih dibuat bertanya-tanya hendak kemana arah cerita dibawa. Konflik apakah yang akan terjadi selanjutnya? Irama film yang terkesan datar di awal tadi, perlahan-lahan meningkat dan menjadi agak mencekam saat adegan penembakan oleh Eric dan Alex. Kamera banyak mengambil gambar dari belakang/punggung tokoh-tokohnya dan bergerak terus mengikuti tokoh yang sedang mendapat giliran diceritakan. Kita seperti menyaksikan sebuah tayangan reality show. Gaya penceritaan kilas balik dalam film ini mengingatkan kita pada film &lt;em&gt;Pulp Fiction&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Amores Perros.&lt;/em&gt; Atau yang paling mutakhir : &lt;em&gt;21 Grams&lt;/em&gt;. Seperti puzzle, potongan-potongan adegan itu menyatu di akhir menjadi sebuah cerita yang utuh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain Eric dan Alex yang homoseksual, diceritakan pula karakter-karakter lain yang ikut meramaikan kisah ini. Ada John (JohnRobinson) yang harus hidup dengan seorang ayah pemabuk, ada Michelle (Kristen Hicks), murid wanita yang tidak mau memakai celana pendek pada setiap pelajaran olahraga, dan Elias (Elias McConnell) siswa yang hobi fotografi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lewat film ini, barangkali Van Sant (menulis juga skenario film ini) ingin memotret sebuah dunia remaja di salah satu sudut dunia, tepatnya di Portland, Oregon, Amerika Serikat, dengan segala persoalannya. Masa remaja selain masa terindah adalah juga suatu masa yang sulit. Bukan lagi kanak-kanak dan belum diakui sebagai manusia dewasa. Kita semua pernah mengalaminya. Tidak mustahil ada banyak Eric dan Alex di bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Elephant&lt;/em&gt; mendapat penghargaan Palme d'Or pada Festifal Film Cannes tahun 2003 dan sutradara terbaik untuk Van Sant di Canadian Film Festival pada tahun yang sama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, ngomong-ngomong, lalu apa hubungannya ya dengan gajah? *bingung*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4666600520837301605?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4666600520837301605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4666600520837301605' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4666600520837301605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4666600520837301605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/elephant.html' title='ELEPHANT'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SBiUHDz71wI/AAAAAAAAAXQ/OBp7eLRQ9So/s72-c/thumbnailCAVGB749.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8930289338221240263</id><published>2008-04-22T23:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-22T23:47:44.017+07:00</updated><title type='text'>Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://nonton-film.blogspot.com"&gt;kontributor: kotho ben pundjabi (dari bioskop panas kelas ekonomi di sebelah)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SA4U-KYvjjI/AAAAAAAAAHQ/bxS1p6mXCGQ/s1600-h/Ayat2+Cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SA4U-KYvjjI/AAAAAAAAAHQ/bxS1p6mXCGQ/s320/Ayat2+Cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192110478577339954" /&gt;&lt;/a&gt;“Ya, kita nonton Ayat-ayat Cinta, ya?” rengek pacarku jauh sebelum film ini diputar. Pacarku, sebagaimana pacar-pacar siapa pun di hampir seluruh negeri ini tahu bahwa Ayat-Ayat Cinta sedang dalam proses penggarapan ke film waktu itu. Wong di kampungku, nun jauh di pesisir pantai Sumatera Barat yang aksesnya terbatas itu saja tahu bahwa ada Novel dasyat yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ayat-ayat Cinta&lt;/span&gt;. Yang ini aku yakin, mereka tahunya dari acara infotaiment yang digemari nyaris sebagian besar mabnusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, (cieeh.. bahasanya) film itu diputar juga. Aku sudah baca resensinya di Kompas minggu yang ditulis Susi Ivvanti (kira-kira begitulah namanya) yang kemudian aku tahu bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan besar dalam menceritakan alur film tersebut. Susi, dalam resensinya bercerita bahwa Nurul menuduh Fahri memperkosanya, yang baik dalam novel dan filmnya tokoh itu bernama Noura. Adakah karena kedekatan nama tersebut membuat Susi lupa dan media sebesar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kompas &lt;/span&gt;luput mengeditnya. Atau jangan-jangan Mbak Susinya belum tahu itu novelnya. Kha..kha..kha..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sebagaimana yang ditakdirkan aku menantang pacarku. “Gimana, hari ini diputar perdana loh, mau nonton gak.” Kataku pada sang pacar. Sumpah, di kantongku hanya ada uang tujuh ribuan saja yang hanya bisa untuk sekedar makan malam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak lah. Pasti antri. Lagi pula mahal,” tolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tunggu saja CD-nya. Paling bentar lagi yang bajakan pasti ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan batallah kami ke Ambarukmo Plaza Jogja dan jadilah aku makan malam yang lebih enak sendirian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalannya sepenuhnya benar. Beberapa hari kemudian, ketika filmnya masih diputar di bioskop, kawan tetangga kamarku datang menenteng dua keping CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayat-ayat cinta,” teriaknya. “Cuma boleh minjam sehari saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lacur. Banyak yang antri. Pelem baru lagi. Kami sepakat akan menontonnya sehabis magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bajakan, saudara; dengan mutu gambar dan suara yang lumayan parah, toh aku bisa juga menikmati keseluruhan ceritanya. Nanti, pada bagian akhir CD kedua, film ini tak sepenuhnya selesai. Ending yang aku ketahui hanyalah ketika Aisya kembali ke rumah dan Maria tersenyum di balik pintu. Disk ketiganya aku dapatkan juga di sebuah warnet, ketika aku hendak mengoleksi film-film porno sebelum pemerintah turun tangan mengenyahkan barang-barang tersebut. Selebihnya yang bersisa hanya gerutu dan kekesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, lihatlah Fahri, tokoh kita yang satu ini. Betapa pasifnya dia sebagai bintang utama. Nyaris dalam keseluruhan film ia tampak diam dan menunduk. Karakter muslim pun tidak sempurna melekat pada dirinya. Tak ada janggut, tak ada pakaian dan sikap yang mencerminkan dia anak al-Azhar kecuali pada bagian di mana dia tak mau bersalaman dengan perempuan lalu dia tampak khusuk di tempat yang remang, pengajian. Ha..., Ndika Mahrendra, temanku penyair itu saja lebih terlihat lebih Islami ketimbang dia. Atau mungkin lebih pas An Ismanto yang berperan menjadi Fahri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Maria sebagai gadis Kairo dan Aisya sebagai gadis Jerman tak terlihat karakternya sekali. Belum lagi bahasa yang mereka gunakan, bahasa Indobnesia yang Jakarta banget. Kesan bahasa ini sepenuhnya amat mengganggu. Kita seolah menonton film yang sedang di dubbing. Tiap awal adegan, kita ditawarkan pada bahasa Arab sebagai pengantar, seolah memaksa kita untuk menyadari bahwa “Ini di Mesir lo, ihwan-ahwat!” Saya seperti melihat film yang ditayangkan Indosiar tentang legenda-legenda itu. Kenapa tidak sekalian bahasa Arab saja? Kenapa hanya bahasa-bahasa pengantar saja menggunakan bahasa Arab? Kalo yang itu, tak usah jauh-jauh ke Mesir segala. Di sini, main saja ke markas organisasi-organisasi Islam, bahasa semacam itu bukan barang baru lagi, kok. Aku tak habis pikir juga, bagaimana para pemain yang diwawancarai itu bilang, itu karena kursus bahasa Arab lah dan semacamnya. Gus Muh saja lancer kok kalau cuma bicara “ikhwan-akhwat-afwan-ukhti-dsb” semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah, kita kembali pada cewek cantik ini. Dalam resensi di situs resminya saya dapatkan keterangan semacam ini, “Aisha, 25 th (Rianti Cartwright). Mahasiswi asing keturunan Jerman dan Turki, cerdas, cantik dan kaya raya. Latar belakang keluarganya yang berliku mempertemukan dirinya dengan Fahri.” Indo Jerman Turki? Terwakilikah karakter ini menurut saudara? Lalu soal kaya rayanya itu lo. Saya tidak menemukan hubungan kekayaannya dengan jalinan cerita yang dibangun. Apakah kekayaan itu ingin ditampilkan ketika Fahri dalam penjara dan dia berusaha menyelamatkan sang suami dan menghabiskan banyak uang? Di sini pun, siapa pun akan melakukan hal yang sama, saya rasa. Meskipun harus menggadai sawah dan tanah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan Islami pada perempuan ini hanya muncul ketika dia masih gadis saja. Begitu menikah, dia terlihat menjengkelkan dan pongah. Sikapnya pada sang suami juga tak terlampau mewakili bahwa dia istri yang baik dan santun. Dialog-dialog dia dengan fahri di amna dia mengganti komputer tua lakinya dengan laptop misalnya atau ketika mereka bersoal akan tinggal di mana, malah terlihat sikap sombong dan arogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kematian Maria. Betapa terburu-buru digarap. Ketika dia menikah dengan Fahri, dalam waktu sekejap dia sembuh dari sakit yang parah. Tapi begitu menceritakan kematiannya, dalam waktus sekejab dia meninggal dunia. Wah... takdir bung, takdir, teriak kawan jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengenai gadis Nurul binti Ja'far Abdur Razaq yang berasal dari Jawa Timur ini, kehadirannya di film sama sekali tidak mempengaruhi jalan cerita. Dia hadir atau tidak saya pikir sama saja. Justru kehadiran tokoh ini membuat saya harus berkomentar buruk lagi. Betapa tidak, tak terlihat keakrabannya dengan Fahri, tiba-tiba saja, entah karena apa dia kagum, jatuh cinta, dan hendak menikahinya. Dan tiba-tiba saja ngambek dan marah. Kenapa dia? Ada bagian yang dipotong lembaga sensor ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, sudah begitu banyak resensi mengenai ini saya kira. Kritik dan pujian tentu saja. Benar itu semua. Saya juga ingin berkata, mana Mesirnya? Apa yang khas selain kacamata hitam dan keranjang Maria? Tokoh-tokoh yang berperan jadi orang Mesir pun sepertinya dimainkan oleh orang-orang India Pasar Baru. Soal bahasa dan seting yang terburu-buru digarap dan melupakan detail soal Mesir dan sebagainya semakin memperparah cerita ini. Atau tengoklah ketika Fahri meraung-raung di penjara dan seorang kawan terpidana lainnya menghajarnya dengan nasehat. Mahasiswa S2 itu pun tersadarkan oleh napi yang tak diketahui indentitasnya itu, apakah dia seorang rektor atau kyai sebelumnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak bisa. Ndak layak itu. Tidak masuk akal,” giliran pacar saya yang marah melihat Fahri yang tiba-tiba tersadarkan. “Semula dia hero, membela perempuan Barat di bis dengan firman Tuhan, kok tiba-tiba justru disadarkan oleh seorang narapidana yang tak jelas semacam itu?” kembali dia meradang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebenaran datangnya kan dari mana saja. Kita juga bisa belajar dari orang-orang semacam itu. Orang-orang yang tak diduga dan luput dari amatan kita,” saya mencoba membela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi merusak logika filmnya tau,” pacar saya mengaum lebih keras dan mulai tak terkendali. Kalau sudah begini saya lebih baik diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah. Sebuah film dan Indonesia pula, tentu tak habis dibicarakan segala kekurangannya. Jika boleh memuji saya suka dengan ilustrasi musiknya, tetapi tidak dengan cerita dan setingnya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suatu kali teman perempuan di kampus saya yang diakuinya sendiri jarang nonton film mengatakan kepada saya, “Pelem yang bagus itu ya kayak Ayat-ayat Cinta, Tauk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O....” Dan saya pun melongo. Saya masih belum bisa menjawab ini tentang benar atau tidaknya. Permisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAT-AYAT CINTA (2008)&lt;br /&gt;Pemain: Fedy Nuril, Rianti Cartwright, Sazkia Mecca, Melanie Putri, Carrisa Putri, Surya Saputra, Oka Antara &lt;br /&gt;Penulis Naskah: Salman Aristo &amp; Ginatri S. Noer dari Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy&lt;br /&gt;Produksi: MD Pictures &lt;br /&gt;Sutradara: Hanung Bramantyo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8930289338221240263?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8930289338221240263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8930289338221240263' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8930289338221240263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8930289338221240263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/ayat-ayat-cinta.html' title='Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>nonton-film</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SA4U-KYvjjI/AAAAAAAAAHQ/bxS1p6mXCGQ/s72-c/Ayat2+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3435875597468546380</id><published>2008-04-19T20:28:00.003+07:00</published><updated>2008-04-19T20:36:43.726+07:00</updated><title type='text'>Azur et Asmar</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAn1UR3VRNI/AAAAAAAAAWw/iZBgjlEiTpo/s1600-h/200px-Azur_et_asmar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190949774262879442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAn1UR3VRNI/AAAAAAAAAWw/iZBgjlEiTpo/s320/200px-Azur_et_asmar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Michel Ocelot&lt;br /&gt;Skenario: Michel Ocelot&lt;br /&gt;Pengisi suara: Cyril Mourali, Karim M'Riba dll&lt;br /&gt;Tahun: 2006&lt;br /&gt;Masa putar: 99 menit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama ini film animasi yang kutonton lebih sering produk Amrik dari pabrik kartun Disney dan Dreamworks. Atau anime dari Jepang hasil bikinan Hayao Mizayaki (studio Ghibli). Sesekali aku ingin juga cobain nonton animasi Eropa. Judulnya &lt;em&gt;Azur et Asmar &lt;/em&gt;(Prancis). Seperti kebanyak film animasi, &lt;em&gt;Azur et Asmar&lt;/em&gt; juga menghaturkan dongeng (fairy tale) yang penuh fantasi dan keajaiban. Aku nggak ngerti soal kartu atau animas, yang aku tahu bahwa gambar-gambar di film ini bagus banget, kaya dengan detail. Begitu cermat dalam menggambarkan ornamen di dinding, misalnya, atau perhiasan yang dipakai para wanitanya. Sapuan warnanya seperti dibuat dengan cat air : tipis, bergradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya nih ada dua orang anak yang diasuh oleh seorang permpuan. Azur, anak bangsawan berkulit, rambut pirang, dan mata bitu. Anak satunya lagi Asmar, kulit coklat, rambut keriting, dan bermata hitam. Asmar anak kandung si wanita pengasuh ini. Mereka menjadi saudara sepersusuan dan tumbuh besar bersama. Setiap malam wanita pengasuh itu mengisahkan dongeng-dongeng indah sebelum tidur. Kelak setelah mereka dewasa, mereka berdua bertekad menjelajah ke negeri dongeng yang diceritakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sih biasa saja. Tapi seperti sudah kusebut di atas tadi, gambar-gambarnyalah yang menarik. Cemerlang, colourful, indah, enak dinikmati. Setting Afrika dan Timur Tengah ditampilkan dengan indah lewat lukisan alam, kostum, aksesori, dan istananya. Tidak seperti animasi Amrik yang riang gembira dan penuh humor, &lt;em&gt;Azur et Asmar&lt;/em&gt; ini terkesan serius sebagai sebuah film kanak-kanak. Tak ada hewan peliharaan yang menjadi sahabat para tokohnya. Tak ada tokoh lucu sebagai "gareng-petruknya". Kalaupun ada si Crapoux, itu juga tidak lucu (atau aku yang nggak ngerti ya? Heeeeee).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3435875597468546380?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3435875597468546380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3435875597468546380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3435875597468546380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3435875597468546380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/azur-et-asmar.html' title='Azur et Asmar'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAn1UR3VRNI/AAAAAAAAAWw/iZBgjlEiTpo/s72-c/200px-Azur_et_asmar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4038141533307293806</id><published>2008-04-19T16:59:00.003+07:00</published><updated>2008-04-19T17:05:57.715+07:00</updated><title type='text'>The NameSake</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SAnDPRRAbUI/AAAAAAAAAG4/ImJLBHhQNOk/s1600-h/Namesake1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SAnDPRRAbUI/AAAAAAAAAG4/ImJLBHhQNOk/s200/Namesake1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190894712621395266" /&gt;&lt;/a&gt;Saya belum membaca novel Jhumpa Lahiri yang berjudul &lt;i&gt;The Namesake&lt;/i&gt;. Udah diterjemahin penerbit Gramedia dan juga udah diresensi di Kompas. Ini mungkin kecerobohan. Karena setelah nonton film ini pasti deh saya akan malas sekali membaca bukunya. Soalnya, ketika membaca buku setelah menonton filmnya, pembayangan nggak enak. Agak mampet. Wajah dan karakter tokoh-tokoh yang ada di film menjadi sangat dominan jadinya dalam pikiran. Pada akhirnya terbalik deh. Film itu kemudian yang "mendikte".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentang gaya bercerita dan tema yang diusung Jhumpa Lahiri, saya sudah agak akrab. Saya pernah membaca karyanya yang lain yang menang Booker Prize taon 2000. Kumpulan cerita, &lt;i&gt;The Interpreter of Maladies&lt;/i&gt;. Lahiri bukan pencerita yang gamblang sih menurut saya. Dia bahkan bertele-tele. Jangan harap ada hal-hal mahadahsyat di ceritanya. Tema yang digarapnya dengan suntuk ya soal sehari-hari. Benda-benda sepele. Makanan. Kadang masalah sepatu gaya Eropa dan sandal habitus India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, konflik keluarga. Dan satu lagi. Nah, ini dia yang membuat banyak orang kepincut. Benturan dua kebudayaan: India, London, Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SAnDzhRAbVI/AAAAAAAAAHA/BCUD2HGrvcM/s1600-h/Namesake2_buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SAnDzhRAbVI/AAAAAAAAAHA/BCUD2HGrvcM/s200/Namesake2_buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190895335391653202" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam film ini--hehehe dalam novel &lt;i&gt;The Namesake&lt;/i&gt; maksudnya—budaya Amerika dan India itu juga yang dieksplorasinya. Dua budaya yang berbeda. Satunya bertumpu pada efisiensi dan praktis, satunya pada kehidupan upacara yang lamban dan sublim. Satunya dengan transportasi yang padat dan lingkungan yang kotor dan berpeluh, satunya lagi penuh dengan ketertiban dengan hidup yang bersih, rapi, ajeg. Satunya berudara dingin, sementara yang lain sangat gerah. Perbandingan itu diperlihatkan dengan manis ketika keluarga perantau, Ashoka dan Ashima, pulang kampung alias mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Ashoka dan Ashima hidup di Amerika dengan gaya India. Mereka mesti memasak sendiri karena soal kebiasaan lidah. Seenak-enaknya makanan di Amerika nggak akan cocok dengan lidah orang Asia. Komunalisme masih kental. Pertemuan-pertemuan keluarga dan dupa serta doa masih dilantunkan. Kecuali bagi anak-anak mereka yang sudah bergaya Amerika dengan gaya bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah justru "konflik" dan ketegangan muncul ketika Ashima melahirkan anak lelaki dan babanya memberi nama Nickolai Gogol. Hanya karena nama yang "aneh" dan "sangat Rusia" ini kerap Gogol dicibir dan diketawain. Tahu sendiri dalam konteks tahun 1980-an awal, ejek-ejek Amerika kepada Rusia masih kuat. Mereka tahu sih, Gogol adalah sastrawan kawakan, tapi tetap saja dia seorang Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tak ada yang paling menyakiti si anak ini selain soal namanya: GOGOL. Nama kemudian menjadi beban. Gogol pun, di antara teman sekolahan, teman main, teman kerja, dan pacarnya mengganti nama panggilan "Gogol" itu dengan "Nick". Terdengar sangat Amerika kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah si ayah memberitahu betapa nama "Gogol" itu sungguh berarti dalam hidupnya. Ia seperti jimat dalam sebuah kecelakaan keretapi maut. Buku The Selected Work of Nicholai Gogol ditemukan berada digenggamannya dengan bersimbah darah. Buku itu sudah tercabik dan menahan nyawanya agar tak lepas dari raga. Gogol terhenyak benar bahwa babanya tak sekadar fanatik dengan Nickolai Gogol, tapi buku itu pula yang menjadi daya hidupnya. Ia ingin semangat Gogol itu diwariskannya kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian sang ayah meninggal tiba-tiba yang menyadarkannya kembali bahwa ia masih seorang India dan bukan Amerika. Di India setiap denyut hidup adalah upacara dan penghormatan kepada keluarga batih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya nggak asyik kemudian. Karena setelah sadar begini si Gogol ini mutusin pacar amerikanya yang berambut pirang dan blondi dan kaya-raya dan sudah tak terhitung jumlahnya mereka naik ranjang. Ia memilih cewek India yang dandis. Dengan ganti pacar, Gogol bisa menjadi "pimpinan" keluarga pengganti Ashoka dalam komunalisme India di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau ngumpul semua keluarga India ini nggak ada bedanya udah dengan film-film India yang katrok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalau si Gogol ini kawin ama pacar Amerikanya. Bayang pun, sewaktu diputusin si Gogol ini, Maxin sampai nangis sesenggukan. Padahal si Maxin ini rindu berat sama Gogol dan ingin sekali dicumbu. Bibirnya si Maxin itu berkarakter meminta dan menghiba. Tapi gimana mau nyumbu, si Gogol kepalanya diplontos dan masih berpakaian duka (putih-putih). Di atas ranjang itu pula Gogol berkata ia memilih keluarga batihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali lihat hubungan mereka ini. Apalagi gaya Maxin yang bebas nyium, meluk, dan meraba si Gogol di mana saja. Nggak peduli bahkan saat bertamu dan ketemu orang tua Gogol. Kan si Gogol yang risih, apalagi ibunya dengan mata yang aduhai dan senyum memikat itu meliriknya. Malulah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi saat Maxin bergabung dalam upacara perkabungan atas kematian babanya si Gogol yang mati mendadak. Tampak sekali bagaimana Maxin menjadi berbeda di tengah keluarga India itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka jadi kawin dan si Maxin mesti dirias dengan gaya penganten perempuan India lengkap dengan upacaranya. Biasanya kan rambut cewek India itu hitam tebal dan menjurai. Nah, si Maxin berambut emas abis. Terus keningnya di kasih sumba merah (namanya apa ya ... Hehehe). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kan nggak jadi. Pada akhirnya seperti film India pasaran deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namesake (2007)&lt;br /&gt;Sutradara: Mira Nair&lt;br /&gt;Pemain: Irfan Khan (Ashoka), Kal Penn (Gogol), Jagganath Guha (Ashima)&lt;br /&gt;Berdasarkan novel Jhumpa Lahiri: &lt;i&gt;The Namesake&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patehan Wetan, 6 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4038141533307293806?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4038141533307293806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4038141533307293806' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4038141533307293806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4038141533307293806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/namesake.html' title='The NameSake'/><author><name>nonton-film</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/SAnDPRRAbUI/AAAAAAAAAG4/ImJLBHhQNOk/s72-c/Namesake1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-516987082610866034</id><published>2008-04-18T21:23:00.002+07:00</published><updated>2008-04-18T21:28:23.656+07:00</updated><title type='text'>4 Months, 3 Weeks, and 2 Days</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAiv22KfB-I/AAAAAAAAAWg/s04J1YI21Ys/s1600-h/516505493_a2f70198b8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190591927331784674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAiv22KfB-I/AAAAAAAAAWg/s04J1YI21Ys/s320/516505493_a2f70198b8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Christian Mungiu&lt;br /&gt;Skenario: Christian Mungiu dkk.&lt;br /&gt;Pemain: Vlad Ivanov, Anamaria Marinca, Laura Vasilu&lt;br /&gt;Tahun: 2007&lt;br /&gt;masa putar: 128 menit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku belum pernah nonton film Romania. Tapi aku memang senang sih nonton film-film Eropa atau non-Hollywood sebagai selingan. Apa lagi kalau ada embel-embel pemenang di festival apa gitu (Cannes, Venesia, Golden Globe, dll). Mau tidak mau aku percaya pada hasil penilaian tersebut dan kupakai sebagai acuanku dalam memilih film apa yang akan kubeli (dan kutonton). So,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;karena &lt;em&gt;4 Months, 3 Weeks, and 2 Days &lt;/em&gt;adalah film peraih penghargaan Palm d'Or di festival film Cannes 2007, maka aku menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sangat realis, sesuai dengan seleraku. Ada dua orang mahasiswi yang tengah merancang upaya aborsi ilegal. Gabriela Dragut (Laura Vasiliu) mendapati dirinya hamil akibat hubungan seks dengan pacaranya. Dalam kepanikannya ia meminta bantuan sahabatnya, Otilia (Anamaria Marinca) untuk menemaninya melakukan aborsi. Sudah didapat oknum yang bersedia menanganinya. Tentu saja ilegal. Seperti di negara-negara lain, di Romania pun tindakan aborsi ilegal dapat dikenakan sanksi penjara. Oknum itu bernama Bebe (Vlad Ivanov). Melakukan aborsi ilegal sudah menjadi profesi pria ini. Ya..pasti dengan imblan tertentu yang cukup mahal bagi kantong mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang ditentukan, Otilia sibuk mencari kamar hotel guna keperluan operasi tersebut. Dia juga yang pergi menemui Bebe. Menjelang eksekusi terjadilah tawar-menawar. Ternyata Bebe memberi harga yang sangat mahal. Uang yang ada tak cukup untuk membayarnya. Padahal itu juga uang dapat pinjam dari pacar Otilia, Ady. Akhirnya lantaran Dragut tetap ingin diselesaikan hari itu juga (kamar hotel sudah dibayar untuk dua hari) maka Otilia kemudian mengorbankan dirinya demi sahabatnya itu. Dia mebayar kekurangannya dengan layanan seks. Ow..ow..ow. Sungguh sahabat sejati. Berbahagilah Dargut memiliki Otilia sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dilaksanakanlah pengguguran kandungan itu. Caranya dengan memasukkan sebuah kateter sepanjang kira-kira 20 cm ke dalam rahim lewat vagina Dragut. Dragut tampak kesakitan ketika proser itu berlangsung. Kemudian Bebe menyuntikkan semacam cairan lewat kateter itu. Dan selesai! Dragut hanya tinggal menunggu selama 1 sampai 2 jam hingga janinnya keluar. Ugggh...bagian ini bikin perutku mulas. Seolah-olah akulah yang menjadi Dragut. Mulas.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Otilia harus pergi sebentar menghadiri ulang tahun ayah pacarnya. Di pesta itu dia tidak bisa tenang. Pikirannya terus tertuju pada sahabatnya. Dia ceritakan kepada Ady ihwal peristiwa yang baru saja terjadi itu. Oh..tentu bagian dia terpaksa ngeseks sama si Bebe nggak diceritakan donk. Otilia menyatakan kecemasannya, bagaiman jika yang hamil adalah dirinya. Apa yang akan dilakukan? Ady menenangkannya dengan berkata bahwa jika Otilia sampai hamil maka mereka akan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kembali ke hotel, Otilia menadapati Dragut yang tertidur. Janinnya sudah keluar dan ada di kamar mandi terbungkus handuk hotel. Hooooeeeek....bagian ini membuatku mual. Janin yang ternyata berusia 4 bulan, 3 minggu, dan 2 hari itu bentuknya sedikit mirip dengan..hmmm....cumi-cumi. Arrrrgghhhh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya tinggal bagian membuang embrio malang itu. Lagi-lagi Otilia yang harus mengerjakannya. Calon bayi yang dipaksa mati itu dimasukkan ke dalam tasnya. Dragut berpesan agar anaknya itu dikuburkan. Tapi mau dikubur di mana malam-malam begitu? dan lagi pula siapa yang mau menanggung risiko dipenjara karena ketahuan mengubur bayi malam-malam. Maka yang dilakukan Otilia adalah membuangnya di tempat sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di hotel, Dragut sedang menikmati makan malamnya. Dia bertanya kepada sahabatnya, "Kau kubur kan janin itu?" Otilia cuma menjawab, "Gabita, tolong, mulai malam ini kita harus menganggap bahwa semua ini tak pernah terjadi. Oke?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan filmpun selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentarku cuma satu : bagus! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-516987082610866034?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/516987082610866034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=516987082610866034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/516987082610866034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/516987082610866034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/4-months-3-weeks-and-2-days.html' title='4 Months, 3 Weeks, and 2 Days'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAiv22KfB-I/AAAAAAAAAWg/s04J1YI21Ys/s72-c/516505493_a2f70198b8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7454190271058777673</id><published>2008-04-18T12:52:00.002+07:00</published><updated>2008-04-18T12:59:01.387+07:00</updated><title type='text'>Infamous</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAg4d2KfB9I/AAAAAAAAAWY/Fh7sVStP178/s1600-h/Infamous_Poster_Small.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190460655951349714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAg4d2KfB9I/AAAAAAAAAWY/Fh7sVStP178/s320/Infamous_Poster_Small.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Douglas McGrath&lt;br /&gt;Skenario: Douglas McGrath (Berdasarkan buku George Plimpton)&lt;br /&gt;Pemain: Toby Jones, Sandra Bullock, Jeff Daniels, Daniel Carig, dll.&lt;br /&gt;Tahun: 2006&lt;br /&gt;Masa putar: 110 menit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini menarik minatku karena aku sudah lebih dulu membaca novel nonfiksi karya Truman Capote, &lt;em&gt;In Cold Blood&lt;/em&gt;. Tapi film Infamous ini dibuat bukan berdasarkan buku tersebut. Buku yang dipakai dasar membuat skripnya adalah&lt;em&gt; Capote: In Which Various Friends, Enemies, Acquaintances and Detractors Recall His Turbulent Career&lt;/em&gt; (1997) karya George Plimpton yang mengisahkan ihwal upaya keras Capote menulis &lt;em&gt;In Cold Blood.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In Cold Blood&lt;/em&gt; merupakan karya Capote yang dikaui sebagai perintis karya jurnalisme sastrawi. Buku ini menceritakan dengan detail kisah nyata kasus pembunuhan satu keluarga petani di Holcomb, negara bagian Kansas pada November 1959. Capote (Toby Jones) yang saat itu bekerja sebagai jurnalis di &lt;em&gt;The New Yorker &lt;/em&gt;bangkit minatnya untuk menuliskannya dalam bentuk buku. Lalu dengan ditemani oleh sahabat karibnya, Nelle Harper Lee (Sandra Bullock) yang juga seorang penulis, ia pun datang ke lokasi kejadian. Harper Lee adalah penulis novel klasik&lt;em&gt; To Kill A Mockingbird&lt;/em&gt; (1962), salah satu novel favoritku sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, mereka menemui kesulitan dalam melakukan wawancara. Setiap orang yang mereka temui tak bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan Capote. Mungkin karena pembunuhan itu terlalu sadis sehingga orang-orang enggan membicarakannya. Termasuk detektif Dewey (Jeff Daniels) yang menangani perkara tersebut. Namun Capote berhasil menarik perhatian mereka dengan gosip-gosip selebritis Hollywood papan atas. Penduduk Holcomb terkesan dibuatnya. Selanjutnya, jalan terbentang di depannya, bahkan ia berhasil meyakinkan pihak yang berwenang di Holcomb untuk mewawancarai kedua orang pelaku pembuhunan berdarah dingin itu, Dick Hickock (Lee Pace) dan Perry Smith (Daniel Craig).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini film yang menarik, tetapi mungkin harus lebih dulu membaca buku&lt;em&gt; In Cold Blood&lt;/em&gt; agar nggak bingung mengikuti alurnya. Dalam bukunya, Capote sama sekali tidak menyinggung ihwal dirinya yang homoseksual. Di film ini justru karakter homonya sangat jelas terlihat, diperankan dengan oke banget oleh Toby Jones. Gayanya yang lembut feminin, suaranya yang mirip cewek, hobinya pesta dan bersenang-senang, serta yang paling mewakili adalah adegan ciumannya dengan Perry Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Toby Jones sebagai Capote menjadi daya tarik utama film ini, meski nama-nama besar lainnya juga turut mendukung (Gweneth Paltrow, Sigourney Weaver, dll) namun mereka akhirnya seolah-olah hanya tampil sebagai figuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi film tentang penulis hebat ini, judulnya &lt;em&gt;Capote&lt;/em&gt;, dibintangi oleh Philip Seymour Hoffman yang berhasil Oscar sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik. Aku belum nonton filmnya, tapi sudah ada sih DVD (bajak laut)-nya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7454190271058777673?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7454190271058777673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7454190271058777673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7454190271058777673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7454190271058777673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/infamous.html' title='Infamous'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAg4d2KfB9I/AAAAAAAAAWY/Fh7sVStP178/s72-c/Infamous_Poster_Small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-2355524059424124329</id><published>2008-04-17T19:30:00.003+07:00</published><updated>2008-04-17T19:40:14.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anime'/><title type='text'>Yakitate Japan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAdEkatTubI/AAAAAAAAAF4/bIvVbUQkRY0/s1600-h/yakitatebaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAdEkatTubI/AAAAAAAAAF4/bIvVbUQkRY0/s320/yakitatebaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190192488003123634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 1ex; font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;div&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Awalnya sih, gara-gara iseng  memindah-mindahkan saluran Indovision. Kebetulan, pas di Animax, ada  sebuah film kartun tentang pembuat roti. Sebagai penggemar makan (bukan  penggemar masak), saya jadi tertarik untuk menontonnya sampai habis  satu episode. Padahal saya bukan penggemar anime (tapi suka menonton  kartun yang berhubungan dengan masak-masak hihihii). Akhirnya, malah  ketagihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tokoh utamanya adalah Kazuma  Azuma, seorang anak lelaki “bertangan matahari” yang punya ciri  khas selalu memakai bando untuk menahan poninya yang panjang. Menurut  filmnya sih, orang-orang yang memiliki “tangan matahari” yang bertemperatur  panas ini biasanya jagoan mengadoni roti atau kue (sementara orang-orang  yang memiliki “tangan kutub” atau tangannya selalu dingin seperti  saya, jagoan mengolah nasi. Tapi, tampaknya tidak benar--dalam kasus  saya, hihihiii).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Azuma ini adalah anak desa,  yang dibesarkan oleh kakeknya. Sejak kecil dia sudah bereksperimen untuk  membuat “Japan”, roti khas Jepang, karena Jepang adalah negara yang  nggak memiliki roti tradisional. Akhirnya, dia diterima di sebuah cabang  jaringan toko kue yang besar, Pantasia. Di sana, dia bertemu Mr. M (Ken  Matsuhiro), laki-laki aneh berambut kribo dan bertampang seram, manajer  cabang; Kyosuke si cowok centil; Tsukino, cucu perempuan pemilik Pantasia;  dan seorang lagi yang saya lupa namanya, berambut seperti batok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namanya juga film kartun masak-masak,  pasti ada kompetisi masak. Awalnya, kompetisi yang Azuma ikuti adalah  melawan St. Pierre, toko roti saingan yang berseberangan dengan toko  mereka. Yang dilawan adalah Mr. Mokoyama, seorang pembuat roti kekar  tapi gemulai. Setelah itu, Kazuma mengikuti kompetisi antarpembuat roti  pemula di Pantasia sendiri. Hasilnya, namanya juga film kartun, ya dia  pemenangnya. Setelah memenangi turnamen, Azuma, Kyosuke, bersama dua  mantan lawannya, Shigeru--cowok berambut pink yang ternyata anak bos  Yakuza--dan Suwabara, seorang ahli katana, dikirim mengikuti Turnamen  Monaco, melawan negara-negara lain. Tentu saja Jepang menang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang terakhir, Kirisaki, pemilik  St. Pierre, menantang Azuma untuk mengikuti turnamen yang bernama Yakitate  9. Cerita ini belum selesai diputar di Animax, masih tengah-tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anime ini menarik bagi saya  karena pertama, selalu menampilkan berbagai teknik membuat roti. Mulai  dari bagaimana membuat roti yang meledak tiga kali, siasat mengukus  bakpao dengan teh dari daun bambu, dan banyak lagi. Yang kedua, anime  ini kacau banget, hahaha …. Nyaris di setiap episode ada kemustahilan,  tapi saya senang menontonnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Contohnya, reaksi Pierrot,  badut istana yang menjadi juri Turnamen Monaco. Sewaktu episode Azuma  dan teman-temannya terdampar di sebuah gua bawah laut, setelah makan  roti ikan buatan Azuma, si Pierrot ini jadi punya insang. Atau reaksi  juri Yakitate 9, Mr. Kuronayagi--yang sering diledek dengan sebutan  “Pak Tua” oleh Kyosuke--saat memakan roti ganggang laut buatan Azuma.  Reaksinya lamaaaa sekali. Ternyata, lama itu karena dia mengurus surat-surat  untuk menikah dulu, lalu menikah, kemudian berbulan madu, dan bercerai  lagi (sungguh aneh, hahaha). Ada juga kisah Shigeru yang melawan kakak  tirinya sendiri, dengan taruhan yang kalah akan menjadi ahli waris Yakuza.  Di akhir episode, bapaknya menyadari bahwa kedua anaknya sudah menemukan  jalan hidup masing-masing, dan malah mengambil si Mr. M untuk menjadi  penerusnya (sungguh ajaib).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain alur cerita yang agak-agak  ajaib, seringkali ada kejutan di tengah episode. Misalnya, kemunculan  seorang tokoh anime yang khas, dan tiba-tiba Kyosuke berbicara ke kamera,  “Produsernya sudah minta izin belum ya, menampilkan tokoh itu di sini?”.  Atau, saat Mr. M sudah menjadi bos Yakuza, si Kyosuke juga berkata,  “Baru beberapa episode, tapi dia sudah jadi bos penjahat!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, setiap hari, pasti saya  berusaha untuk menonton serial anime ini. Lumayan, selain untuk menambah  pengetahuan tentang roti-rotian dan berbagai bahan makanan serta cara  mengolahnya, saya juga bisa tertawa karena keanehan serial ini. (Dan  ternyata bukan saya saja yang suka, beberapa teman lain juga setia menonton,  hihihiii)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Gambar dicomot dari: &lt;a href="http://anime.mikomi.org/" target="_blank"&gt;http://anime.mikomi.org&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*&lt;a href="http://mmlubis.multiply.com/"&gt;Pedagang Kebab Suze Marie&lt;/a&gt; untuk Kutubuku Ngomongin Film*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-2355524059424124329?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/2355524059424124329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=2355524059424124329' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2355524059424124329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2355524059424124329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/yakitate-japan.html' title='Yakitate Japan'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAdEkatTubI/AAAAAAAAAF4/bIvVbUQkRY0/s72-c/yakitatebaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5193540877791910332</id><published>2008-04-17T11:04:00.002+07:00</published><updated>2008-04-17T11:10:35.540+07:00</updated><title type='text'>When Harry Met Sally</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAbNhGKfB8I/AAAAAAAAAWQ/K2qOyUrSliE/s1600-h/When%2BHarry%2BMet%2BSally.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190061589065041858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAbNhGKfB8I/AAAAAAAAAWQ/K2qOyUrSliE/s320/When%2BHarry%2BMet%2BSally.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Rob Reiner&lt;br /&gt;Skenario: Nora Ephron&lt;br /&gt;Pemain: Blly Crystal, Meg Ryan, dll&lt;br /&gt;Masa putar: 96 menit&lt;br /&gt;Tahun: 1989&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisakah laki-laki dan perempuan berteman, benar-benar hanya berteman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;When Harry Met Sally&lt;/em&gt; (1989) adalah salah satu film favoritku sepanjang masa. Makanya aku senang banget waktu pekan lalu menemukan DVD ini di Mal Ambasador. Aku sampai terpekik girang, "Waa...When Harry Met Sally!" Gimana ga senang selama ini susah bener menadapatkan film keren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini film komedi romantis biasa. Bagi yang suka film-film jenis ini pasti sudah hapal dengan plot standarnya : dua orang lelaki dan perempuan bertemu, di awali dengan pertengkaran kecil, pura-pura saling membenci sambil diam-diam merindu satu sama lain; berakhir dengan kebahagiaan keduanya. Bisa berupa pacaran atau menikah. Selalu seperti itu dengan bintang pria yang tampan dan aktris cantik, kenes, smart, dan keras kepala. Ya model-model Meg Ryan di tahun 80 dan 90-an gitu deh, yang kalau sekarang tipe-tipe Jennifer Anniston atau Sandra Bullock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menjadi istimewa buatku karena aku suka ceritanya dan itu tuh kalimat yang kutulis di awal : Bisakah laki-laki dan perempuan berteman selamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini: pertama kali Sally (Meg Ryan) dan Harry (Billy Crystal) bertemu pada 1977. Harry ikut menumpang mobil Sally untuk bersama-sama ke New York dari Chicago. Mereka baru sama-sama lulus kuliah dan ingin memulai karier di New York. Selama perjalanan Chicago-New York yang 18 jam itu, mereka ribut adau mulut tentang apa saja. Saat itu Harry sempat mengatakan, bahwa lelaki dan perempuan tak mungkin bisa berteman selamanya sebab hubungan tersebut selalu akan melibatkan seks pada akhirnya. Sally tak sepakat. Dia percaya bahwa lelaki dan perempuan bisa menjadi teman, benar-benar hanya teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di New York mereka berpisah. Lima tahun kemudian bertemu kembali di bandara dan ternyata mereka satu pesawat. Sally sudah punya pacar, Joe, pengacara dan Harry akan segera menikahi Helen. Mereka berpisah kembali. Lima tahun berikutnya berjumpa lagi di toko buku. Sally baru saja putus dengan Joe karena Joe tidak mau diajak menikah sedangkan Harry tengah berduka karena akan segera bercerai dari Helen. istrinya. Mereka kemudian sepakat untuk saling bertemu, sebagai teman. Hanya sebagai teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaaah...namun ternyata tak semudah itu. Mereka hanya mampu bertahan 2 tahun 3 bulan sebagai teman. Pada akhirnya mereka menjebol tembok itu dan berikrar sebagai sepasang kekasih sebab pada dasarnya mereka saling mencintai dan telah sangat mengenal satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan karakter kedua bintang utamanya menjadi bagian paling menarik dalam film ini. Dialog-dialog cerdas khas Norah Ephron sangat asyik disimak. Perubahan penampilan Sally dan Harry dalam kurun waktu 10 tahun terwakili bukan hanya lewat tata rambut, make up, dan kostum yang disesuaikan tetapi juga pengkarakterannya. Sally dan Harry menjadi lebih matang, lebih tenang dari waktu ke waktu tanpa meninggalkan karakter aslinya. Sally tetap saja perfeksionis saat memesan menu makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan favoritku adalah ketika Sally berpura-pura screaming orgasm di sebuah kafe hanya untuk membuktikan bahwa perempuan bisa menipu laki-laki dengan orgasme palsu. Di bagian ini aku benar-benar ngakak. Apa lagi pas tamu di sebelah meja mereka, perempuan paruh baya, berkata ke pelayan kafenya : "Aku mau menu seperti yang dipesannya" sambil melihat ke arah Sally. Haaaaaaaaa.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah. Akhirnya aku bisa melepaskan kerinduanku pada film keren ini, film yang akan selalu jadi favoritku. Setelah di film ini nama Meg Ryan terus menanjak dengan peran-peran stereotipenya seperti di film-film &lt;em&gt;Sleepless in Seattle&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;You've Got Mail!,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;French Kiss&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;When a Man Loves a Woman&lt;/em&gt;, dll. I Love Meg!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;So, can men and women ever just be friends?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5193540877791910332?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5193540877791910332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5193540877791910332' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5193540877791910332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5193540877791910332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/when-harry-met-sally.html' title='When Harry Met Sally'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAbNhGKfB8I/AAAAAAAAAWQ/K2qOyUrSliE/s72-c/When%2BHarry%2BMet%2BSally.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8163467689818238397</id><published>2008-04-16T14:45:00.002+07:00</published><updated>2008-04-16T14:50:43.662+07:00</updated><title type='text'>What's Eating Gilbert Grape</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAWvnmKfB7I/AAAAAAAAAWI/2u_--S0bn2w/s1600-h/grapedvd.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189747240408647602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAWvnmKfB7I/AAAAAAAAAWI/2u_--S0bn2w/s320/grapedvd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Lasse Hallstrom&lt;br /&gt;Skenario: Peter Hedges&lt;br /&gt;Pemain: Johnny Depp, Leonardo DiCaprio, Juliette Lewis, dll&lt;br /&gt;Masa putar: 118 menit&lt;br /&gt;Tahun: 1993&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hihihihi..ini memang film jadul. Film tahun 1993. Sudah barang tentu waktu itu Johnny Depp dan DiCaprio lagi ganteng-gantengnya *glek*. Mas Johnny berperan sebagai Gilbert Grape, tulang punggung keluarga Grape. Ia menjadi tumpuan seluruh keluarganya yang terdiri dari Ibu (Darlene Cates) yang mengidap obesitas, Arnie (Leonardo DiCaprio), adik lelakinya dengan metal terbelakang (seperti Sindrom Down gitu), serta dua orang adik perempuannya, Amy dan Ellen Grape. Ayah mereka sudah meninggal dunia dengan cara menggantung dirinya di ruang bawah tanah rumah mereka di Endora, sebuah kota kecil di negara bagian Iowa. Sejak ayah mereka mati, sang ibu tak pernah lagi mau keluar rumah. Sehari-hari kerjanya nongkrongin televisi dan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tampan Gilbert-lah kemudian yang mengambil alih tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bekerja di toko swalayan kecil di kota itu sembari menjaga Arnie. Ia sangat mencintai Arnie. Tak boleh ada seorangpun yang menyakiti adiknya itu. Arnie yang hobi memanjat menara air dengan segala keterbatasannya juga menyayangi Gilbert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas Gilbert di toko swalayan itu adalah mengantarkan barang-barang belanjaan pesanan pelanggan. Salah seorang pelanggannya adalah Betty Carver (Mary Steenburgen). Betty yang telah bersuami ini kerap menggoda Gilbert. Sekali waktu Gilbert pernah tergoda juga, tapi untungnya dia segera bertemu dengan Becky(Juliette Lewis), gadis "pengelana" yang singgah di Endora karena mesin mobilnya mogok. Selama beberapa hari ia tinggal di kota tersebut dan menjalin persahabatan dengan Gilbert dan Arnie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari menjelang ultah Arnie, Gilbert dibuat gusar oleh adiknya itu. Arnie menolak mandi lantaran trauma karena Gilbert pernah membiarkannya di bak mandi selama berjam-jam. Tidak sengaja sebetulnya sebab Gilbert tengah asyik dengan kawan barunya, Becky. Ia membiarkan Arnie mandi sendiri. Dasar idiot, sampai malam Arnie masih saja di bak mandi hingga Gilbert menemukannya. Dalam marahnya, Gilbert memukul Arnie hingga hidung anak itu berdarah. Sesudahnya ia sangat menyesal dan berusaha memperbaiki kekhilafannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klimaksnya adalah tatkala ibu mereka tiba-tiba saja malam itu bangkit dari sofa kesayangannya; berjalan menuju kamar tidurnya di loteng. Berjalan sendiri tanpa bantuan anak-anaknya. Tubuhnya yang super besar itu tertatih-tatih menaiki anak tangga satu demi satu. Malam itu ia ingin tidur di kamarnya. Namun rupanya itulah istirahatnya yang terakhir. Ia tak pernah bangun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama keluarga yang cukup menyentuh, terutama hubungan Gilbert dan Arnie. Dua jempol untuk akting DiCaprio yang keren sebagai penyandang cacat mental. Dalam film ini untuk pertama kalinya ia mendapat nominasi Oscar sebagai pemeran pria terbaik. Sementara Johnny Depp dengan wajah tampan (dan dingin) itu membuat aku betah nonton film ini sampai habis. Hehehe. Gila! Imut bangeeeet. Rambut gondrong, body ramping, dan gaya sok cuek. Waaaa....*glek*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;diputar di bioskop 4.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8163467689818238397?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8163467689818238397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8163467689818238397' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8163467689818238397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8163467689818238397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/whats-eating-gilbert-grape.html' title='What&apos;s Eating Gilbert Grape'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SAWvnmKfB7I/AAAAAAAAAWI/2u_--S0bn2w/s72-c/grapedvd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6453598735173851539</id><published>2008-04-15T13:22:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T13:27:56.201+07:00</updated><title type='text'>THE BROTHERS GRIMM</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SARKeGKfB6I/AAAAAAAAAWA/Is1fJvaKZ6I/s1600-h/200px-Brothers_grimm_movie_poster.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189354551548774306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SARKeGKfB6I/AAAAAAAAAWA/Is1fJvaKZ6I/s320/200px-Brothers_grimm_movie_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sutradara: Terry Gilliam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Skenario: Ehren Kruger&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemain: Matt Damon, Heath Ledger, dll&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun: 2005&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masa putar: 118 menit&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentu saja yang pertama menarik perhatian adalah judulnya yang membawa-bawa nama Grimm Bersaudara itu, nama yang karya-karyanya menemani masa kecilku dengan dongeng-dongengnya yang ajaib dan indah. Aku yakin, hampir semua anak di dunia mengenal dongeng-dongeng abadi itu : Jack dan Kacang Ajaib, The Red Ridinghood, Rapunzel, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasan berikutnya kenapa aku tertarik pada film ini adalah Matt Damon (Matt Damon gitu loh). Jadi terusik aja pengin tahu seperti apa si Mr. Bourne ini bermain sebagai Will Grimm.Setelah ditonton, yaa..lumayan. Pujianku untuk efek visual dan animasinya yang kereen banget.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus juga yang bikin asyik nih karena muncul tokoh-tokoh ciptaan kedua abang adik asal Jerman ini tetapi dalam versi yang sedikit berbeda: Cinderella, Hans and Gretel, Rapunzel, Red Riding Hood, dan Snow White.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya? ah..cari aja sendiri ya atau ya..nonton aja :D *malas.com*&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;diputar di bioskop 4 :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6453598735173851539?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6453598735173851539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6453598735173851539' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6453598735173851539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6453598735173851539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/brothers-grimm.html' title='THE BROTHERS GRIMM'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/SARKeGKfB6I/AAAAAAAAAWA/Is1fJvaKZ6I/s72-c/200px-Brothers_grimm_movie_poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8316039357477626724</id><published>2008-04-13T20:31:00.004+07:00</published><updated>2008-04-13T20:41:18.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reality show'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv series'/><title type='text'>Project Runway</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAIMa6tTuaI/AAAAAAAAAFw/SabzOgw-_Z8/s1600-h/876.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAIMa6tTuaI/AAAAAAAAAFw/SabzOgw-_Z8/s320/876.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188723377259657634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini dia tontonanku di TV yang nggak boleh kelewat saat ini, selain American Idol. Project Runway ini disiarkan di Discovery Travel &amp;amp; Living. Itu saluran favoritku tuh, soalnya isinya kebanyakan jalan-jalan dan makan-makan melulu, hihihi. Ditayangkannya seminggu beberapa kali (diulang-ulang), tapi biasanya aku nonton yang Sabtu malam atau Minggu siang. (Pertanda wiken tidak pernah dihabiskan di luar rumah.) Acaranya sebenarnya rada mirip dengan America's Next Model dalam hal memuaskan hasrat pecinta baju-bajuan. Hanya saja, yang dikompetisikan dalam reality show ini adalah desainernya, bukan modelnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Host sekaligus juri dalam acara ini adalah Heidi Klum si supermodel, ditemani oleh desainer beken Michael Kors, Nina Garcia fashion director Elle, dan juri keempat yang tiap minggu berganti. Selain itu ada pula Tim Gunn yang bertindak sebagai mentornya para peserta. Yang kutonton sekarang sih sudah musim keempat, dan tiga musim sebelumnya aku nggak nonton, huks …. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku sih selalu terkagum-kagum kalau melihat acara ini. Menurutku desainer baju itu salah satu profesi terkeren di dunia. (Di samping penerjemah buku, tentu saja.) Apalagi dalam kompetisi ini mereka selalu dituntut membuat baju keren dengan waktu dan dana terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, misalnya, mereka disuruh bikin baju dengan bahan-bahan yang ada di toko cokelat Hershey. Ada yang bikin baju dari kertas-kertas cup cokelat, ada yang dari bungkus-bungkus permen. Keren bangeeettt ….. Bagian yang aku suka sih waktu para peserta itu belanja kain untuk dibikin baju. Asik banget, ngelihat orang yang memilih kain, trus tahu pasti mau bikin apa dengan bahan itu. Uh, jadi pengen iri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hmm, ada yang jual bajak lautnya nggak ya, aku jadi pengen nonton yang musim-musim sebelumnya, lalu terngiler-ngiler ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8316039357477626724?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8316039357477626724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8316039357477626724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8316039357477626724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8316039357477626724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/04/ini-dia-tontonanku-di-tv-yang-nggak.html' title='Project Runway'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/SAIMa6tTuaI/AAAAAAAAAFw/SabzOgw-_Z8/s72-c/876.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7840422833998741805</id><published>2008-03-29T22:46:00.002+07:00</published><updated>2008-03-29T22:52:45.065+07:00</updated><title type='text'>Vantage Point (2008)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5llJZNBOI/AAAAAAAAAFo/HejfjWvqu5o/s1600-h/vantage_point.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5llJZNBOI/AAAAAAAAAFo/HejfjWvqu5o/s400/vantage_point.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183191910001214690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;“8 Strangers. 8 Points of View. 1 Truth.”&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ini film pilihan waktu nomat bersama Miss Icha kemarin, mengalahkan Spiderwick Chronicle. Pertimbangannya adalah karena ada Matthew Fox, dan di 21 sudah nggak tayang lagi. (Kenapa ya? Padahal kemarin di Blitz masih rame yang nonton tuh, kenapa di 21 sudah nggak ditayangin lagi ya?) Kami sih nonton tanpa ekspektasi apa-apa, soalnya memang aku juga belum pernah baca review-nya, baru beberapa kali lihat iklannya saja di TV. (Sejujurnya, kami nonton film ini murni karena ada Matthew Fox doang, hikhikhik.)&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, begitu mulai, dueengg … adegan pembukanya sangat keren. Dari sudut pandang bilik tim berita sebuah stasiun TV, diceritakan bahwa Presiden &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; hendak berpidato di sebuah KTT di Salamanca, Spanyol. Langsunglah ditampilkan tokoh-tokoh utamanya. Si operator siaran (Sigourney Weaver), dua orang anggota Secret Service (Dennis Quaid dan Matthew Fox), seorang turis Amerika (Forest Whitaker), seorang polisi preman Spanyol, si presiden, lalu dua orang pria misterius. Kedelapan orang inilah yang nantinya menjadi tokoh kunci dalam film ini. Nah, mereka semua berada di tempat yang sama dan menjadi saksi ketika si presiden tertembak saat sedang berpidato.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, adegan pembuka itu ditutup dengan ledakan bom dan kekacauan yang menyusul setelahnya. Lalu, habis itu … zreeeetttt … eh, waktunya dibalikin lagi. Adegannya diulang lagi, tapi kali ini dari sudut pandang yang berbeda, dari tokoh yang lain. Haaa, seru! Dari sinilah aku menyadari kalau plot film ini sangat keren. Yah, pembalikan plot itu dilakukan sebanyak delapan kali dong. Sempat mengikik waktu dengar orang di depanku mengeluh, “Yah, ini film diulang-ulang mulu, sih.” Padahal menurutku justru kerennya di situ. Dari pengulangan-pengulangan itulah cerita kompletnya tersusun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sayangnya, plot yang keren itu ditutup dengan ending yang kedodoran dan berasaskan kebetulan, teori konspirasi yang agak tertebak, dan sosok heroik Dennis Quaid yang menjadi hero karena keberuntungan semata. Tadinya mau kasih empat bintang, nggak jadi deh. Tiga aja jadinya. Tapi film ini layak tonton, loh. Crunchy chiki msg kriuk-kriuk. Dan Matthew Fox tetap keren, dong, hehehehe ….&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7840422833998741805?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7840422833998741805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7840422833998741805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7840422833998741805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7840422833998741805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/vantage-point-2008.html' title='Vantage Point (2008)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5llJZNBOI/AAAAAAAAAFo/HejfjWvqu5o/s72-c/vantage_point.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6091964816272257542</id><published>2008-03-29T22:37:00.002+07:00</published><updated>2008-03-29T22:43:24.056+07:00</updated><title type='text'>Death At A Funeral (2007)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5jJ5ZNBNI/AAAAAAAAAFg/Yb2xgw5lV5Y/s1600-h/960_death-at-a-funeral-pic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5jJ5ZNBNI/AAAAAAAAAFg/Yb2xgw5lV5Y/s400/960_death-at-a-funeral-pic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183189242826523858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Film ini sungguh kacau balau. Kocak banget ….&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini film Inggris, jadi mungkin banyak wajah yang nggak kita kenal main di sini (aku cuma tahu empat orang aktornya), tapi tetap saja, lucuuu. Ide ceritanya sederhana saja. Tentang rentetan kejadian di luar kendali yang mengacaukan sebuah upacara pemakaman. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, cerita ini melibatkan sesosok mayat dan sebotol halusinogen, dengan sejumlah tokoh orang biasa yang saat disatukan menjadi sebuah kombinasi yang teramat sangat konyol. Mau diceritakan alurnya pun susah, karena ceritanya ya cuma gitu doang. Kekacauan sebuah upacara pemakaman gara-gara ada salah seorang tamu yang salah minum obat (dikira Valium padahal sebenarnya halusinogen), persaingan antar saudara, ditambah dengan sebuah rahasia kelam almarhum yang baru terungkap pas hari kematiannya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komedinya nggak susah buat diikuti, kadang-kadang bahkan slapstick di sana-sini, tapi secara keseluruhan, menurutku skenario film ini oke. Ironis banget, karena dengan seting upacara pemakaman, kok bisa-bisanya ditampilkan komedi ancur begini. Sifat karakter-karakternya khas banget dan ditampilkan dengan keren banget oleh aktor-aktornya. Dan, yang jelas, komedi Inggris memang beda. British people are hilarious. Oh iya, karena yang kutonton ini jelas DVD bajak laut, subtitle-nya ngaco banget. Jadi ya terpaksa dimatikan saja dan menajamkan telinga buat mendengarkan aksen Inggris yang meliuk-liuk itu, hihihi ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6091964816272257542?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6091964816272257542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6091964816272257542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6091964816272257542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6091964816272257542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/death-at-funeral-2007.html' title='Death At A Funeral (2007)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R-5jJ5ZNBNI/AAAAAAAAAFg/Yb2xgw5lV5Y/s72-c/960_death-at-a-funeral-pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4447710115261973940</id><published>2008-03-16T17:34:00.001+07:00</published><updated>2008-03-16T17:37:11.634+07:00</updated><title type='text'>Le Grand Voyage</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sutradara: Ismael Ferroukh&lt;br /&gt;Pemain: Nicolas Cazale dan Mohammad Madjid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/R9z4MDn2QHI/AAAAAAAAAGw/ANpWfneokBQ/s1600-h/Le+Grand+Voyage.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/R9z4MDn2QHI/AAAAAAAAAGw/ANpWfneokBQ/s200/Le+Grand+Voyage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178286557583786098" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan darat ayah-anak (Reda). Mengendarai mobil (warna biru kecuali pintu kanan-muka kuning) dari Prancis ke Arab Saudi. Melewati kota-kota Eropa. Melewati banyak bahasa. Budaya. Ketaksalingpengertian. Milan, Slovenia, Balkan, Bulgaria, Turki, Syria, Jordan, Mekkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang. Dua watak. Ayah tak bisa membaca, tapi bersikukuh sebagai pimpinan perjalanan. Mengatur uang. Mengatur makanan. Mengatur kapan waktu istirahat dan kapan jalan. Sementara anak dengan pikirannya yang tetap nempel di Prancis. Peristiwa2 kecil menggoda. Tentang penumpang aneh di Italia. Tentang paspor. Tentang penukaran uang. Tentang jalan-jalan yang menyesatkan. Melewati musim-musim tak terduga. Terjebak dalam salju di Pegunungan Bulgaria. Keduanya adalah sebuah dialog. Kadang dingin. Hangat. Tapi juga menyentuh ke kedalaman. Dua orang yang saling memberi dan mempengaruhi pasase hidupnya. Si ayah mengajari cerita-cerita tentangnya yang hingga ke masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jebakan salju, muncul kepanikan. Tapi juga cinta. Ada tenggang. Dalam kesulitan, mereka berbagi. Kesalingpahaman terbangun dalam kesulitan. Ditahan di perbatasan lantaran perbedaan bahasa. Ada kejengkelan, tapi bisa berdamai lantaran ada seseorang yang tahu berbahasa Turki. Si anak dipersilakan mengisap sadu di rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, mereka di Turki. Tapi mereka ketambahan Mustapha yang lancar berbahasa Prancis. Dia mau naik haji juga. Haji menumpang. Di Turki, azan2 mulai terdengar. Menara2 masjid menjulang. Tuh, ada masjid biru yang dibangun semasa utsmaniyah berkuasa. Nomor dua (6) setelah mekkah (7) dihitung dari jumlah menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Turki si anak diajak Mustapha nenggak bir hingga mabok. Ternyata itu ulah si Mustapha yang mencuri perbekalan mereka. Sang ayah marah besar dan berkata: “Kamu mungkin tahu membaca dan menulis, tapi tak tahu bagaimana hidup.” Keduanya tak bisa membuktikan Mustapha bersalah di hadapan polisi karena tak ada bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa uang pulang digadang untuk perjalanan pergi. Saatnya berhemat. Bensin nyaris habis. Perjalanan masih jauh. 90 mil lagi Damascus (Syiria). Di Damascus muncul pengemis sewaktu mereka ngambil air di jamban umum. Si ayah memberinya dalam kondisi yang sangat kekurangan. Si Anak hendak mengambil kembali uang itu. Tapi si ayah mencegah. Kena gampar. Si Anak meradang. Meminta pasport. Kepingin jalan sendiri Memanggul tas ke atas bukit. Si ayah nyusul. Memberitahu bahwa ia sudah bisa ditinggal dan mengurus diri sendiri dan membebaskan anaknya memilih. Tapi kekerasan hati itu bisa luluh. Mereka bersatu kembali di tengah padang pasir. Perjalanan berlanjut. Si anak diberi roti, tapi minta daging. Untuk memulihkan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membeli kambing hidup. Di tengah jalan kambing mau disembelih. Di tangan si anak kambing itu lepas. Dia mengejarnya. Tapi nggak dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si bapak salat, si anak menemukan kantong uang. Dia tersenyum. Ternyata si ayah masih memiliki cadang di bawah jok. Si anak meninggalkan ayahnya di hotel. Masuk bar. Nonton tari perut dan berdansa dengan para dada yang membusung dan berkeringat. Ah, si bapak memergoki si anak lagi mabuk dan main sama si cewek berdada aduhai. Si ayah marah besar. Meninggalkan anaknya. Berjalan sendiri. Si anak memohon agar naik mobil. Tapi ia berjalan sendiri menenteng kopornya. Ia luluh juga setelah anak itu menghardik keras: “Tidakkah ada ampunan dalam agamamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu rombongan banyak orang naik haji berkumpul di Jordan, si anak tak mau ikut salat. Malah keluyuran sendiri di padang pasir. Nyoret2 nama Lissa, seorang kristiani pacarnya di Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendirian di gurun. Berdialog. Anak: “Apa pentingnya Mekkah buatmu?” Si bapak menjelaskan seperti umumnya. Bahwa ia akan terus gelisah bila mati sebelum melengkapi kewajibannya naik haji. “Dan tanpamu aku tak akan pernah bisa melakukan haji kewajiban ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu terharu. Betapa walau hanya menemani, dia juga penentu ayahnya bsia naik haji atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk mereka ke Mekkah. Melewati gerbang dua pedang yang tertanting. Disambut ahlan wa sahlan. Sementara ayahnya ke masjid. Si anak di mobil saja. Tertidur. Ngeliat2 foto Lisa yang sedang duduk di sofa dengan paha putih pualam tersingkap. Delapan hari mereka di Mekkah ini. Si ayah berpakaian ihram. Si anak tetap aja kaosan. Kuning warna kaosnya. Si Reda ini lucu ya. Lha orang berlabbaikan2 pakai ihram, dia ikutan aja pakai kaos. Sendiri lagi pakai kaos. Semua orang berkalafeyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sinilah si anak disadarkan, tatkala ayahnya tak pernah kembali lagi. Ia terus mencari, mencari, mencari di tengah jutaan manusia berihram putih. Oleh seorang polisi, di antar ke kamar mayit. Di situlah ayahnya terbaring dengan ihram abadinya membungkus jasadinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukira, film ini adalah perjalanan tentang kesadaran berpindah-ubah. Dan itu bukan ayahnya, tapi diri anaknya sendiri. Si reda-lah yang sesungguhnya naik haji itu. Si pengantar kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap kematian memang guncangan. Ini adalah perjalanan membawa diri ke keharibaan kematian. Di sana. Di Mekkah. Dan sesungguhnya Le Grand Voyage adalah perjalanan menuju gerbang lahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Ghost Muh &gt;&gt;&gt; Krapjak 9 Oktober 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4447710115261973940?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4447710115261973940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4447710115261973940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4447710115261973940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4447710115261973940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/le-grand-voyage.html' title='Le Grand Voyage'/><author><name>nonton-film</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/R9z4MDn2QHI/AAAAAAAAAGw/ANpWfneokBQ/s72-c/Le+Grand+Voyage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5386265410066736622</id><published>2008-03-05T10:59:00.002+07:00</published><updated>2008-03-05T11:02:23.099+07:00</updated><title type='text'>THE MISSING</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R84bLulH2oI/AAAAAAAAAM4/N1H9qeetn_4/s1600-h/missing_verdvd.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174102910191524482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R84bLulH2oI/AAAAAAAAAM4/N1H9qeetn_4/s320/missing_verdvd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara Ron Howard&lt;br /&gt;Skenario Ken Kaufman&lt;br /&gt;Pemain Tommy Lee Jones, Cate Blanchett, Evan Rachel Wood, Jenna Boyd&lt;br /&gt;Produksi Columbia Pictures th 2003&lt;br /&gt;Durasi 130 menit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat pada 1885 adalah sebuah negeri yang masih disibuki oleh perang saudara serta konflik-konflik dengan Indian, 'pemilik' asli dataran yang diklaim ditemukan oleh Colombus itu. Bersetting tahun 1885 di Negara Bagian New Mexico, kisah film ini dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang wanita cantik bernama Maggie (Cate Blanchett) tinggal dengan dua orang anak gadisnya Lily (Evan Rachel Wood) dan Dot ( Jenna Boyd) di sebuah farm. Maggie adalah seorang healer (semacam dokter pada masa itu). Suatu hari mereka kedatangan seorang lelaki keturunan Indian, Samuel Jones (Tommy Lee Jones) yang ternyata adalah ayah Maggie yang pernah pergi meninggalkan ia dan ibunya. Luka hati Maggie membuat ia mengusir ayahnya dari rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika terjadi penculikan terhadap Lily oleh sekelompok Indian , Maggie tak dapat menolak uluran tangan Samuel untuk bersama-sama mencari putri sulungnya tersebut. Dalam upaya pencarian Lily inilah terbangun kembali relasi ayah-anak yang sempat hilang puluhan tahun. Inilah yang mengisi hampir separuh film. Pemandangan alam gurun yang panas dan gersang seperti layaknya terdapat di film-film koboy dapat kita saksikan di sini. Juga adegan tembak-menembak dan perkelahian satu lawan satu ala Indian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Maggie sebagai perempuan tegar dan berani berhasil diperankan dengan baik oleh Cate Blanchett. Juga akting Tommy Lee Jones, tentu tak perlu diragukan lagi. Mereka cukup berhasil membangun emosi sehingga film sepanjang 130 menit ini tidak terasa membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita film ini diangkat dari novel berjudul &lt;em&gt;The Last Rider&lt;/em&gt; karya Thomas Eidson. Ditulis menjadi naskah film oleh Ken Kaufman serta disutradarai oleh Ron Howard, sutradara peraih oscar untuk filmnya &lt;em&gt;A Beautiful Mind.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5386265410066736622?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5386265410066736622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5386265410066736622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5386265410066736622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5386265410066736622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/missing.html' title='THE MISSING'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R84bLulH2oI/AAAAAAAAAM4/N1H9qeetn_4/s72-c/missing_verdvd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6373519423990406374</id><published>2008-03-04T10:42:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T10:45:04.342+07:00</updated><title type='text'>THE BOXER</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R8zFpnJthFI/AAAAAAAAAMw/J-Ob_aUS_4c/s1600-h/boxer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173727390616880210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R8zFpnJthFI/AAAAAAAAAMw/J-Ob_aUS_4c/s320/boxer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario Jim Sheridan, Terry George&lt;br /&gt;Sutradara Jim Sheridan&lt;br /&gt;Pemain Daniel Day-Lewis, Emily Watson&lt;br /&gt;Masa putar 113 menit&lt;br /&gt;Tahun 1997&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susah sekali menjadi "orang baik-baik". Apalagi bagi seorang mantan narapidana seperti Danny Flynn (Daniel Day-Lewis). Sekeluarnya dari penjara setelah menjalani hukuman selama 14 tahun karena terlibat sebagai aktivis IRA (Tentara Irlandia), Danny Flynn ingin memulai lembaran baru hidupnya sebagai seorang petinju. Dia pulang ke rumahnya dan mengaktifkan kembali sasana tinju tempat ia dulu berlatih sebelum dipenjara. Bersama pelatihnya, Ike, Flynn melatih pula anak-anak di sekitar tempat tinggalnya untuk menjadi petinju handal. Dia benar-benar ingin meninggalkan masa lalunya yang penuh intrik dan konflik politik sebagai anggota IRA. Tetapi penjara sepertinya telah memberi cap "orang jahat" di dahinya. Bukan sesuatu yang mudah bagi Flynn untuk dapat diterima kembali oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran sebagai orang Irlandia pernah pula dimainkan Day Lewis (aktor kelahiran London, Inggris) dengan sangat baik di film &lt;em&gt;In The Name of The Father&lt;/em&gt; (salah satu film favorit saya). Aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Salah satu pertimbangan saya menonton &lt;em&gt;The Boxer&lt;/em&gt; ini adalah karena ada Day Lewis di situ. Karakternya kali ini sebagai Flynn sangat berbeda dengan peran antagonisnya sebagai tukang jagal yang bengis dan kejam di &lt;em&gt;Gangs of New York&lt;/em&gt;. Sebagai Flynn, ia amat lembut dan santun, walaupun berprofesi sebagai petinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perjuangannya berusaha menjadi "orang baik-baik", tak lupa pula bumbu-bumbu romantis kisah cinta Flynn dengan mantan kekasihnya, Maggie (Emily Watson). Api asmara masa lalu berkobar kembali meski harus melewati jalan yang tak semulus 14 tahun lalu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6373519423990406374?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6373519423990406374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6373519423990406374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6373519423990406374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6373519423990406374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/boxer.html' title='THE BOXER'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R8zFpnJthFI/AAAAAAAAAMw/J-Ob_aUS_4c/s72-c/boxer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5025427254801205574</id><published>2008-03-02T16:13:00.003+07:00</published><updated>2008-03-02T16:27:22.166+07:00</updated><title type='text'>Hantu Ambulance</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R8pyRCLgZeI/AAAAAAAAAo8/XQSMnf-yMNQ/s1600-h/berita8732873220080222103445.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R8pyRCLgZeI/AAAAAAAAAo8/XQSMnf-yMNQ/s320/berita8732873220080222103445.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173072758956910050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Resensi (diambil dari &lt;a href="http://www.21cineplex.com/movie.cfm?id=1817"&gt;http://www.21cineplex.com/&lt;/a&gt;) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama baik keluarga adalah segalanya. Aib sekecil apapun sebisanya ditutupi. Inilah yang dilakukan Widya terhadap cucu laki-laki kesayangannya, Rano. Gina, ibu Rano, melakukan pesugihan demi memperbaiki taraf ekonomi keluarganya. Namun Gina mesti membayarnya dengan tumbal nyawa. Hingga satu ketika, karena melalaikan kewajiban itu, maka sang makhluk gaib yang disembah Gina pun menghabisi seluruh keluarga Gina. Hanya Rano yang terselamatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian tahun berlalu, Rano bersama teman-temannya, Dicky, Ocha dan Popi, memutuskan kuliah di Bandung. Mereka sepakat tinggal bersama di satu rumah kontrakan yang ternyata kediaman keluarga Rano di masa lalu. Dan di rumah tersebut terparkir sebuah ambulance yang menurut desas-desus mengandung mistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak mereka tinggal di rumah itu, kejadian-kejadian aneh dan mengerikan mereka alami. Terutama ambulance yang terus memakan korban serta menyimpan kutukan makhluk gaib yang masih mengincar korbannya, yaitu keluarga Rano. Setelah selidik punya selidik, terkuaklah tentang masa lalu keluarga Rano yang selama ini dirahasiakan oleh Widya, neneknya. Betapa sedih dan kecewanya Rano. Apalagi, teman-temannya juga jadi korban. Rano bertekad mematahkan kutukan itu dengan caranya sendiri, walaupun harus mengorbankan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah ketegangan yang berlangsung, Fiona, mantan kekasih Rano tiba-tiba datang menemui Rano di Bandung. Rano yang menaruh hati Popi, gundah kembali. Namun, Rano akhirnya harus merelakan kepergian salah satu dari kedua gadis yang dekat di hatinya, dengan cara tragis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Review :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah film horror Indonesia kedua yang saya tonton di bioskop. Film pertama dulu adalah filmnya Marcella Zalianti yang sudah lupa judulnya apa. Kenapa menonton film ini dan film horror di bioskop ? Semata-mata karena ajakan. Bukan karena kemauan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, banyak hal yang membuat saya ngakak sewaktu menonton film horror Indonesia. Alasannya adalah karena ceritanya yang tidak masuk akal, pemainnya yang begitu sinetron (akting dan ekspresi takutnya keliatan banget dibuat-buat. Jauh dari natural orang kalau lagi ketakutan), ending cerita yang sok-sok an gak jelas dan ngambang sampai dengan tampilan hantunya yang lucu. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar gak buang waktu, langsung saya tulis keanehan dan ketidakmasukakalan (baca : cacatnya) dari film ini aja ya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ceritanya si tokoh-tokoh film ini kan lagi cari rumah kost di Bandung dan kemudian mereka menemukan rumah di Jl. Bahureksa yang ada ambulance nya ini. Kenapa gak curiga dari awal waktu melihat ada ‘benda aneh’ yang gak biasa ada di rumah. Mereka cuek-cuek aja. *kalo gak begini, gak akan ada filmnya kali ya ?*. Udah gitu rumahnya udah kaya gudang yang puluhan tahun gak dihuni pula. Kotor dan berantakan plus ruangan yang serba temaram karena kurang pencahayaan. Hehe..anak gaul Jakarta yang mau ngekost koq milih rumah seperti itu ya ? Apa mereka gak punya ‘selera’ ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Latar belakang hantu itu kan dari pesugihan dll tadi, tapi koq tiba-tiba penampakan hantunya jadi ada tiga macam (yang paling sering muncul) yaitu hantu berbaju putih berwajah rusak dan berambut gimbal yang sepertinya banci kamera banget karena berkali-kali muncul dan menampakkan diri dan berusaha membuat para tokoh ini ketakutan. Trus ada juga pocong dengan wajah yang rusak dan berdarah-darah. Dan terakhir adalah hantu cantik jelita yang bahenol dengan berpakaian ala si manis jembatan ancol. Hehe..tapi dari semua tokoh hantu ini, koq sama sekali tidak ada yang menakutkan kecuali karena efek suara nya saja. Makanya banyak banget kejadian yang bikin saya ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Trus ada kejadian itu ambulance nyusul salah satu tokohnya ke kampus. Yup.. ambulance itu ke kampus di siang bolong. Bingung gak sih ? Hebatnya mahasiswa-mahasiswa di situ pada cuek dan gak perhatian. Gak ada yang peduli ada mobil aneh yang tiba-tiba nongkrong di kampus mereka. Trus lagi si Ocha (orang yang dicari hantu ambulance itu) dengan begonya malah masuk ke kampus dan ke lorong yang sepi dan gak ada satu pun mahasiswa di sana (padahal jam kuliah) sehingga akhirnya dia mati terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ada kejadian juga Fiona, si pacarnya Rano (Dimas Andrean) yang di awal atau tengah cerita dibilang dipaksa pergi ke luar negeri oleh orang tuanya karena hubungan percintaan mereka gak direstui, tiba-tiba nongol aja di rumah kos di Jl. Bahureksa itu. Padahal pas mereka ngobrol dibilang kalau si cewek ini sama sekali gak bisa dihubungi oleh si Rano. Hehe..gampang bener balik dari luar negeri secara tiba-tiba gitu. Udah gitu langsung nongol di tempat kejadian yang sama sekali belum dia tau lagi. Hebat kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sampai film selesai, semuanya serba gak jelas. Peran Suzzana dan Cliff Sangra dalam menolong para tokoh itu tidak terlihat kecuali mereka sempat berdoa dan melafalkan bacaan-bacaan penghalau hantu. Endingnya benar-benar dibikin menggantung. Bukannya memberikan jawaban kepada penonton, tapi malah memberikan seribu pertanyaan saat keluar bioskop.&lt;br /&gt;Ya gitu deh film horror Indonesia sekarang ini. Penuh celaan dan banyak yang bikin ketawa karena ketidakmasukalannya. Tapi herannya banyak banget yang penuh dengan niat buat nontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- imgar untuk kutubukungomonginfilm -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5025427254801205574?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5025427254801205574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5025427254801205574' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5025427254801205574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5025427254801205574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/03/hantu-ambulance.html' title='Hantu Ambulance'/><author><name>dumaria pohan</name><uri>https://profiles.google.com/118368172682914961458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ow7e1ncrrB8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABIQ/OHBHpmMh9FA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R8pyRCLgZeI/AAAAAAAAAo8/XQSMnf-yMNQ/s72-c/berita8732873220080222103445.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-173990930338462781</id><published>2008-02-21T22:06:00.004+07:00</published><updated>2008-02-21T22:18:50.166+07:00</updated><title type='text'>Extras (1st and 2nd Season)</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R72U6B4rZEI/AAAAAAAAAFQ/yMdV3wjrhD4/s1600-h/extras.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R72U6B4rZEI/AAAAAAAAAFQ/yMdV3wjrhD4/s320/extras.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169451671950681154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How I love this series ….&lt;/span&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Satu lagi nih, serial komedi yang keren banget. Kali ini buatan Inggris, keluaran BBC. Serial ini pendek saja kok, cuma 6 episode tiap musim. Jadi, dvd bajak laut yang aku beli cuma terdiri dari empat keping saja, dan itu sudah mencakup dua musim.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ceritanya tentang seorang pria bernama Andy Millman (Ricky Gervais), yang bercita-cita ingin menjadi seorang aktor meskipun umurnya sudah setengah baya. Untuk mengejar keinginannya itu, dia rela menjadi figuran di berbagai film. Bersama temannya, Maggie Jacobs (Ashley Jensen), dia dapat ditemui di berbagai set film, muncul sedikit di sana-sini, melakukan segala macam cara supaya mendapatkan dialog. Lazimnya seorang aktor, Andy juga punya agen. Hanya saja, agennya ini, yang bernama Darren Lamb (Stephen Merchant) betul-betul ga bisa diandalkan. Separah-parahnya parah pokoknya deh. &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, yang menjadi keistimewaan Extras adalah bintang tamu yang muncul di tiap episode. Untuk season pertama, bintang tamunya Ben Stiller, Ross Kemp, Kate Winslet, Les Dennis, Samuel L. Jackson, dan Patrick Stewart. Untuk season kedua, ada Orlando Bloom, David Bowie, Daniel Radcliffe, Chris Martin, Ian McKellen, dan Jonathan Ross.&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; bintang tamu itu memerankan diri mereka sendiri. Parahnya, mereka ini memerankan versi ngaco dari dirinya. Misalnya, Orlando Bloom yang selama di set selalu menjelek-jelekkan Johnny Depp atau membangga-banggakan diri sebagai aktor paling ganteng. Lalu, ada Ben Stiller yang ngotot pernah ciuman dengan Cameron Diaz padahal cuma di film. Atau Daniel Radcliffe yang sok dewasa, sukanya menggoda tante-tante dan membawa-bawa kondom ke mana-mana. Tapi, favoritku adalah pas bintang tamunya Chris Martin di season 2. Jadi, tanpa tahu malu, si Chris Martin ini mempromosikan album terbaru Coldplay kapan pun dan di mana pun. Ampun dah, ngakak berat pas episode ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R72Vxx4rZFI/AAAAAAAAAFY/cuUKsaBhZAs/s1600-h/extrascast.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R72Vxx4rZFI/AAAAAAAAAFY/cuUKsaBhZAs/s320/extrascast.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169452629728388178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cast of Extras (1st Season)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Sebagai film komedi, Extras ini bisa dibilang sepi. Di sepanjang film, sama sekali nggak ada tuh musik-musiknya. Jadi, bisa dikatakan, serial ini memang menggantungkan diri sama skripnya saja (yang memang super duper keren). Letak kelucuannya ya dari dialog-dialog tokoh-tokohnya, juga dari karakternya yang kuat. Andy yang kasiaaan banget, Maggie yang silly dan suka kelepasan bicara, lalu yang paling bikin ketawa tentunya Darren si agen yang sukar dilukiskan dengan kata-kata. (Mungkin kalau yang pernah nonton Entourage ingat sama karakternya Jeremy Piven, nah si Darren ini kebalikannya banget, hahahah….)&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya sudah, ayo mari silakan nonton saja serial ini. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bintang dariku. Very highly recommended nih!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-173990930338462781?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/173990930338462781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=173990930338462781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/173990930338462781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/173990930338462781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/extras-1st-and-2nd-season.html' title='Extras (1st and 2nd Season)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R72U6B4rZEI/AAAAAAAAAFQ/yMdV3wjrhD4/s72-c/extras.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7010682194204974693</id><published>2008-02-20T15:01:00.001+07:00</published><updated>2008-02-20T15:06:22.469+07:00</updated><title type='text'>MONSTER</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7vfX3s-TEI/AAAAAAAAAMA/ERjjbXy_zm0/s1600-h/monsterpubg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168970598520343618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7vfX3s-TEI/AAAAAAAAAMA/ERjjbXy_zm0/s320/monsterpubg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Patty Jenkins&lt;br /&gt;Skenario: Petty Jenkins&lt;br /&gt;Pemain: Charlize Theron, Christina Ricci, dll&lt;br /&gt;Masa putar: 109 menit&lt;br /&gt;Produksi: Media 8 Entertainment&lt;br /&gt;Tahun: 2003&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trauma masa kecil dan pengalaman tak menyenangkan, seringkali akhirnya membentuk karakter seseorang setelah ia dewasa dan tidak jarang lalu menjadi awal sebuah perjalanan hidup yang amat menentukan. Demikianlah yang terjadi pada Aileen Wuornos, diperankan dengan sangat menawan oleh Charlize Theron. Ia benar-benar tampak lebur ke dalam perannya tersebut. Konon katanya Theron sampai harus menaikkan berat badannya beberapa kilo serta menggunakan gigi palsu agar tampak macho dan mirip dengan Aileen asli. Untuk kerja kerasnya itu, ia patut mendapat Oscar) dalam film keren Monster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang Aileen Wuornos, pelacur jalanan di Florida, AS. Ia menjadi pelacur karena mengalami sexual abuse (dan hamil) pada usia 13 tahun. Ia terpaksa berhenti sekolah dan bekerja sebagai pelacur. Sebuah trauma yang amat membekas dan membuat luka jiwa sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting cerita adalah Florida tahun 1989-1990, saat ia, Wournos, memutuskan untuk menjadi seorang lesbian sejak pertemuannya dengan Selby (Christina Ricci). Mereka lalu menajalani hidup bersama sebagai sepasang kekasih. Wournos, yang di film itu dipanggil Lee oleh Selby, seperti menemukan hidup baru bersama kekasih lesbiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nasib membawanya ke arah lain. Seorang pelanggan prianya telah memperlakukannya dengan amat kejam. Dia kembali mengalami kekerasan seksual seperti saat kecil dulu, bahkan kini nyawanya terancam. Dalam usahanya melepaskan diri, terpaksa ia harus menembak lelaki maniak seks itu sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut sempat membuatnya khawatir. Ia ingin menyudahi 'karier'-nya sebagai pekerja seksual . Dia ingin bekerja sebagai wanita baik-baik dan hidup damai bersama kekasih lesbiannya yang mungil itu. Namun, Florida bukan milik kaum tak punya seperti dirinya. Tak ada kantor ataupun pabrik yang bersedia menerimanya bekerja. Maka lalu ia kembali ke jalanan dan membunuh lagi para pelanggannya. Sekali lagi, inilah kisah pahit tentang wanita yang menjadi korban kekerasan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, dalam kenyataannya Aileen telah membunuh tujuh orang pria, termasuk satu di antaranya seorang misionaris. Untuk semua pembuhunan yang dilakukannya itu, Aileen harus menjalani hukuman mati di penjara Negara Bagian Florida pada 9 Oktober 2002. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ENDAH SULWESI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7010682194204974693?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7010682194204974693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7010682194204974693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7010682194204974693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7010682194204974693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/monster.html' title='MONSTER'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7vfX3s-TEI/AAAAAAAAAMA/ERjjbXy_zm0/s72-c/monsterpubg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-778804368021452808</id><published>2008-02-19T13:52:00.003+07:00</published><updated>2008-02-19T13:58:32.724+07:00</updated><title type='text'>INSOMNIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7p9uHs-TDI/AAAAAAAAAL4/kCX1z5HlNIM/s1600-h/003_insomnia_doublesided.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168581753656200242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7p9uHs-TDI/AAAAAAAAAL4/kCX1z5HlNIM/s320/003_insomnia_doublesided.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario Hillary Seitz&lt;br /&gt;Sutradara Christopher Nolan&lt;br /&gt;Pemain Al Pacino, Robin Williams, Hillary Swank&lt;br /&gt;Masa putar 118 menit&lt;br /&gt;Tahun 2002&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama sekali yang menarik perhatian saya untuk menonton film ini adalah karena ada 2 orang aktor favorit saya yang bermain sebagai pemeran utama, yaitu : Al Pacino dan Robin Williams. Keterlibatan mereka berdua di film itu menggugah rasa ingin tahu saya, gimana ya jika kedua aktor kawakan tersebut bertemu dan beradu akting di satu layar yang sama di bawah arahan sutradara Christopher Nolan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insomnia bukan sekadar sebuah film detektif. Will Dormer (Pacino) ditugaskan menyelidiki kasus pembunuhan seorang remaja di Nighmute, kota kecil di Alaska. Dormer selama ini dikenal sebagai seorang agen detektif yang punya reputasi bagus, disegani kawan-kawannya dan beberapa kali sukses menangani kasus-kasus pembunuhan. Di sana, ia disambut oleh detektif muda, idealis dan diam-diam mengaguminya, Elli Burr (Hillary Swank).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepiawaian serta pengalamannya menangani kasus-kasus pembunuhan, Dormer tak membutuhkan waktu lama untuk dapat mengungkap siapa pelaku pembunuhan itu. Pada hari yang telah ditentukan, ia beserta timnya menyergap sang penjahat di sebuah pondok. Celakanya, Dormer melakukan satu kesalahan fatal yang membuat rekannya tewas (kabut yang pekat menghalangi pandangannya sehingga ia salah sasaran, menembak Hap, rekannya itu). Dormer mengira tidak ada yang menyaksikan kecelakaan itu, maka dalam kesaksiannya ia mengatakan bahwa Hap adalah korban penembakan sang penjahat yang tengah mereka buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang detektif yang selama ini dikenal bersih dan handal, Dormer tak ingin kesalahan dalam tugas itu mencemari catatan baik prestasinya. Ia mulai berlaku tidak jujur dengan menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Namun, hati nuraninya tak bisa berdusta. Rasa bersalah mengganggu pikirannya, menyebabkannya tidak bisa tidur berhari-hari. Ditambah lagi ternyata si penjahat yang sedang dikejarnya, Walter Finch (Robin Williams), menyaksikan peristiwa salah tembak itu. Finch lalu mengancam dan memerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dormer dihadapkan pada sebuah dilema : tetap berdusta sampai akhir dan nama baiknya akan selamat walaupun jiwanya tak akan pernah tenang atau mengatakan yang sebenarnya dengan risiko karier dan reputasinya menjadi ternodai? Manakah yang akan dipilihnya? Untuk mengetahui jawabannya, ya tentu kudu nonton filmnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-778804368021452808?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/778804368021452808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=778804368021452808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/778804368021452808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/778804368021452808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/insomnia.html' title='INSOMNIA'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7p9uHs-TDI/AAAAAAAAAL4/kCX1z5HlNIM/s72-c/003_insomnia_doublesided.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3885963162504845676</id><published>2008-02-17T14:12:00.001+07:00</published><updated>2008-02-17T14:16:34.379+07:00</updated><title type='text'>Fur:An Imaginary Portrait of Diane Arbus</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7ffOns-TBI/AAAAAAAAALo/ui76H-MlRUg/s1600-h/84384-large.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167844539699710994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7ffOns-TBI/AAAAAAAAALo/ui76H-MlRUg/s320/84384-large.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Steven Shainberg&lt;br /&gt;Skenario: Erin Cressida Wilson berdasarkan buku karya Patricia Bosworth&lt;br /&gt;Pemain: Nicole Kidman, Robert Downey Jr., Ty Burrel&lt;br /&gt;Masa putar: 122 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini film mengenai sepotong biografi Diane Arbus (Nicole Kidman), fotografer Amerika yang sangatr terkenal pada masanya. Kisah hidupnya yang unik menarik untuk disimak. Wanita cantik keturunan Yahudi ini lahir pada 14 Maret 1923 dan meninggal bunuh diri saat usianya 48 tahun (1971). Film berdasarkan buku &lt;em&gt;Diane Arbus: A Biography&lt;/em&gt; karya Patricia Bosworth ini menukil sepenggal kisahnya di tahun 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Diane Arbus belum lagi menjadi seorang fotografer sungguhan. Ia hanya seorang ibu rumah tangga dan istri Allan Arbus (Ty Burrel), fotografer yang lebih sering memotret event-event keluarga atau untuk iklan. Diane membantu menyiapkan segala sesuatunya: kostum dan merias para model serta menyiapkan semua peralatan yang diperlukan pada sesi pemotretan sembari tetap berperan sebagai istri dan ibu bagi kedua orang putri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, kehidupan rumah tangga keluarga Arbus baik-baik saja. Diane yang jelita menjalankan perannya sebagai istri dan ibu yang baik. Sampai suatu hari karena sebuah peristiwa, Diane berkenalan dengan pria misterius yang tinggal di lantai atas apartemen mereka. Pria ini, Lionel Sweeney (Robert Downey Jr.) tak pernah menampakkan wajahnya. Setiap keluar rumah, ia selalu mengenakan kain penutup wajah seperti topeng, memakai topi dan stelan yang menutup rapat seluruh tubuhnya. Diane yang pada dasarnya seorang pribadi nyentrik dan mulai jenuh oleh rutinitas hidup yang dijalaninya, merasa tertarik dan kemudian berniat memotret laki-laki yang hidup menyendiri itu. Tak dinyana, hubungan itu berkembang menjadi love affair. Diane dan Lionel saling jatun cinta. Setahun berikiutnya (1959) Diane dan suaminya memutuskan berpisah. Setelah tak lagi bersama Allan, Diane memulai karier profesionalnya sebagai fotografer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berjalan dengan tempo yang lambat. Nicole tampil cantik sekali di film ini dengan gaun-gaun 50-an, &lt;em&gt;make up&lt;/em&gt;, tata rambut yang klasik dan anggun. Sekilas mengingatkan pada perannya di film &lt;em&gt;The Hours&lt;/em&gt;. Sosok Nicole benar-benar menjadi sentral cerita. Tak ada &lt;em&gt;scene &lt;/em&gt;yang tak menampilkan dirinya. Beberapa di antaranya adegan telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya sih nonton film ini sudah mengetahui dulu sedikit info tentang Diane Arbus itu. Wanita fotografer ini terkenal dengan karya fotografinya yang berjudul "Child with Toy Hand Grenade in Central Park, New York City" (1962). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3885963162504845676?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3885963162504845676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3885963162504845676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3885963162504845676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3885963162504845676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/furan-imaginary-portrait-of-diane-arbus.html' title='Fur:An Imaginary Portrait of Diane Arbus'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7ffOns-TBI/AAAAAAAAALo/ui76H-MlRUg/s72-c/84384-large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5577045361125261090</id><published>2008-02-16T12:27:00.002+07:00</published><updated>2008-02-16T12:30:29.738+07:00</updated><title type='text'>BEHIND THE SUN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7Z01Hs-TAI/AAAAAAAAALg/9gqJRero5Qg/s1600-h/behind-the-sun-DVDcover.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167446078403791874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7Z01Hs-TAI/AAAAAAAAALg/9gqJRero5Qg/s320/behind-the-sun-DVDcover.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara Walter Salles&lt;br /&gt;Skenario Karim Ainouz, Sergio Machado, Walter Salles&lt;br /&gt;Pemain Rodrigo Santoro, Jose Dumont, Ravi Ramos Lacerda dll.&lt;br /&gt;Produksi FAC Film tahun 2001&lt;br /&gt;Diedarkan Miramax Films&lt;br /&gt;Durasi 106 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nominator Golden Globe tahun 2002 untuk kategori film asing ini skenarionya dibuat berdasarkan novel karya Ismail Kadare (penulis asal Albania) berjudul&lt;em&gt; Broken April&lt;/em&gt; (1980). Karim Ainouz, Sergio Machado dan Walter Salles menerjemahkannya menjadi skenario film yang kelam dan muram tentang permusuhan dua keluarga di Brazilia tahun 1910 di mana kala itu masih berlaku hukum rimba : mata dibayar mata, nyawa diganti nyawa, di suatu tempat, di sana, di balik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan panduan narasi Pacu Breves (Ravi Ramos Lacerda), anak lelaki bungsu keluarga Breves, cerita bermula dari terbunuhnya anak lelaki sulung Breves oleh anak keluarga tetangga mereka. Permusuhan dua keluarga tersebut karena masalah kepemilikan tanah. Kematian itu harus dibalas dengan kematian pula demi kehormatan keluarga. Sang Ayah (Jose Dumont) lalu melimpahkan tugas menjaga kehormatan keluarga itu kepada si adik korban, Tonho Breves (Rodrigo Santoro), pemuda murung berusia 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembalasan dendam akan dilaksanakan pada saat warna merah darah pada kemeja sang kakak yang terbunuh telah berubah menjadi kuning. Ketika saat itu tiba, pergilah Tonho menunaikan tugas 'mulia' tersebut : menembak mati pembunuh sang kakak dengan konsekuensi akan terbunuh pula saat darah di kemeja korbannya telah menguning, sebagai pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal pada sebuah ladang tebu yang jauh dari keramaian, keluarga Breves tidak pernah menyekolahkan anak-anak mereka. Ketiga anaknya dibiarkan buta huruf dan tanpa pendidikan formal. Setiap hari seluruh anggota keluarga terlibat pada pekerjaan berladang tebu dan mengolahnya menjadi gula dengan alat pertanian yang masih serba sederhana. Peran ayah yang dominan, seperti di kebanyakan keluarga petani, membuat anak-anak keluarga Breves tumbuh dengan pribadi yang murung dan sedih. Mereka jarang tertawa. Mereka tidak punya kawan. Sampai suatu hari melintaslah di halaman rumah mereka sebuah pedati membawa dua orang pemain sirkus, Clara (Flavia Marco Antonio) nan jelita beserta abang tirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan gadis pemain sirkus itu telah membuat Tonho jatuh cinta untuk pertama kalinya. Perasaan cinta dan pengalaman pertama memiliki seorang teman membuka mata dan pikiran Tonho akan sebuah dunia yang lain di luar keluarga dan ladang tebu mereka. Hatinya bimbang memilih antara tetap tinggal di rumah membela kehormatan keluarga atau pergi mencari dunia baru bersama kekasih hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Behind The Sun,&lt;/em&gt; disutradarai oleh Walter Salles, adalah sebuah drama tentang balas dendam yang pahit. Karakter-karakter utama dalam film ini nyaris murung dan sedih seluruhnya. Tokoh-tokohnya adalah pribadi - pribadi tertekan dan tidak gembira oleh sebab kemiskinan dan hantu dendam kesumat yang selalu mengganggu mimpi-mimpi mereka. Susana kehidupan petani tebu yang miskin di Brazilia tahun 1910-an ditampilkan melalui gambar-gambar ladang tebu, penggilingan, tempat tinggal hingga kostum anggota keluarga Breves. Konflik yang muncul adalah konflik batin keluarga Breves menghadapi tradisi balas dendam yang berlaku di masa itu. Sementara konflik permusuhannya sendiri hanya selintas saja diceritakan. Pesan moral film ini barangkali adalah bahwa balas dendam tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Ia hanya akan melahirkan dendam-dendam baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5577045361125261090?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5577045361125261090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5577045361125261090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5577045361125261090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5577045361125261090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/behind-sun.html' title='BEHIND THE SUN'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/R7Z01Hs-TAI/AAAAAAAAALg/9gqJRero5Qg/s72-c/behind-the-sun-DVDcover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8507629630416745574</id><published>2008-02-16T12:13:00.001+07:00</published><updated>2008-02-16T12:20:00.355+07:00</updated><title type='text'>The Shawshank Redemption</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.movieprop.com/tvandmovie/reviews/shawshank.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.movieprop.com/tvandmovie/reviews/shawshank.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Frank Darabont&lt;br /&gt;Skenario: Frank Darabont (dari cerpen Stephen King "Rita Hayworth and Shawshank Redemption")&lt;br /&gt;Pemain: Tim Robbins, Morgan Freeman, Bob Gunton, dll&lt;br /&gt;Masa putar: 142 menit&lt;br /&gt;Produksi: Castle Rock Entertainment&lt;br /&gt;Tahun: 1994&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama DVD Jack Sparrow film ini ada di kotaknya, tetapi baru sempat semalam aku putar. Film yang keren. Diangkat dari cerita pendek karya Stephen King yang berjudul "Rita Hayworth and Shawshank Redemption" film ini berkisah tentang seorang banker, Andy Dufresne (Tim Robbins) yang divonis bersalah atas kematian istrinya dan selingkuhan sang istri, seorang pemain golf profesional. Meskipun Andy membantah dakwaan tersebut, tetapi para juri di pengadilan sepakat dengan vonis bersalah atas dirinya. Banker cerdas itu harus menjalani hukuman penjara di Shawshank Prison Parole Board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andy paham betul, hidup di penjara sangat keras dan kejam. Oleh karena itu ia butuh teman yang dipercaya dan dapat diandalkan. Instingnya yang jeli lantas menagkap sosok Ellis Boyd "Red" Redding (Morgan Freeman ) sebagai orang yang bisa dijadikan teman.Sel mereka berdampingan. Mereka segera menjadi akrab satu sama lain di penjara yang dipimpin oleh seorang sipir jahat bernama Warden Norton (Bob Gunton) dengan "anjing" setianya, Kapten Hadley (Clancy Brown). Pasangan kejam ini tak segan-segan menghabisi nyawa para tahanan yang melawan atau tak mau mematuhi peraturan penjara. Kedua karakter ini pas banget mewakili kondisi penjara yang suram, keras, dan kejam. Adegan-adegan pemukulan, pengurungan di ruang isolasi, dan penembakan (pembunuhan) tergambar dengan bagus. Kekerasan bukan saja dilakukan oleh sipir dan petugas penjara, tetapi juga terjadi di antara para tahanan. Biasanya berupa bullying para senior kepada juniornya (pendatang baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terkecuali Andy pun mengalami perlakuan serupa dari geng The Sisters yang dikomandani oleh Boggs. Andy sempat diperkosa oleh geng ini walaupun ia melawan sekuat tenaga. Untungnya, Boggs kemudian dipindahkan ke penjara lain setelah satu insiden yang menyebabkan Andy harus masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andy yang yakin dirinya tidak bersalah, sejak hari pertama di penjara telah menyusun rencana pelarian dirinya.Dengan cerdiknya ia memesan sebuah martil kecil kepada Red yang dikenal mampu memenuhi setiap pesanan barang dari para penghuni penjara dengan barter sebungkus atau dua sigaret. Untuk menyempurnakan rencananya, Andy juga memesan batu-batu dan poster Rita Hayworth (bintang film cantik yang sangat terkenal di tahun itu). Ketika tahun terus berganti, Andy memesan poster lain, seperti Marlyn Monroe dan Raquel Welch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran kecerdasannya, Andy lalu dipercaya untuk menangani pengelolaan perpustakaan penjara (aduuuh..aku suka bagian ini, saat Andy dengan fasih menyebutkan pengarang-pengarang novel terkenal seperti, Alexander Dumas). Ia menyurati banyak pihak di luar penjara untuk membantu perpustakaan tersebut. Usahanya tak sia-sia. Surat-suratnya berbalas beserta bantuan dana dan sumbangan buku-buku. Andy semakin dipercaya oleh Norton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1965, Shawshank kedatangan seorang penghuni baru, Tommy Williams (Gil Bellows). Anak muda ini sudah sering dipenjara sebelumnya untuk kasus-kasus kecil. Saat mendengar cerita tentang Andy, ia jadi teringat kisah seorang teman satu selnya di penjara terdahulu yang menguatkan fakta ketidakbersalahan Andy dalam kasus kematian istrinya dua puluh tahun lalu. Namun, alih-alih dibebaskan, Andy malah dikurung di ruang isolasi selama sebulan dan Tommy yang malang dibungkam selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Tommy semakin memperkuat tekad Andy untuk kabur dari Shawshank dan ia benar-benar melaksanakannya pada suatu malam yang diguyur hujan lebat. Ia lolos lewat lubang di dinding selnya. Lubang itu dibuat dengan palu kecil yang selama ini disembunyikan dengan sangat sempurna di dalam alkitab. Sementara lubang tersebut ditutupi oleh poster seksi Welch. Sungguh cerdik. Norton kalang-kabut dibuatnya. Bukan itu saja, Andy juga rupanya diam-diam telah melaporkan segala penyimpangan yang dilakukan sipir penjara itu sehingga Norton dan Hadley harus diamankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kisah film ini dipandu oleh narasi yang dibwakan Red. Film ini dengan bagus banget menggambarkan kehidupan di penjara. Bagaimana para narapidana di sana harus pandai-pandai menyiasatinya agar bisa survive menghadapi segala kekejamannya. Seperti yang dikatakan oleh Red, "That's it. You fight. It's better that way. Prison is not fairy-tale world."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bintang untuk film keren ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8507629630416745574?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8507629630416745574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8507629630416745574' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8507629630416745574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8507629630416745574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/02/shawshank-redemption.html' title='The Shawshank Redemption'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-527590732924723933</id><published>2008-01-16T08:25:00.000+07:00</published><updated>2008-01-16T09:12:05.348+07:00</updated><title type='text'>August Rush (2007)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41kZCMq8yI/AAAAAAAAAEw/MHGMeRQk6sU/s1600-h/AUGUST+RUSH_Rated+One+Sht+%28Medium%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41kZCMq8yI/AAAAAAAAAEw/MHGMeRQk6sU/s320/AUGUST+RUSH_Rated+One+Sht+%28Medium%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155887529658610466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Genre: Drama, Musical&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Director: Kirsten Sheridan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Writer: Nick Castle, James V. Hart&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Cast: Freddie Highmore, Jonathan Rhys Meyers, Kerri Russel, Terrence Howard, Robin Williams&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Pertama-tama, aku mau bilang … &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JONATHAN RHYS MEYERS &lt;/span&gt;itu ganteeeeeeeng sekali, hihihii ....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Okay, sekarang kita mulai membahas filmnya. August Rush menceritakan kisah seorang anak laki-laki penghuni panti asuhan bernama Evan Taylor (Freddie Highmore). Evan memiliki telinga yang sangat sensitif dengan bunyi-bunyian. Dia menyukai musik. Karena itulah dia dianggap aneh oleh teman-temannya di panti asuhan. Lagian dia percaya kalau orangtua kandungnya bisa berhubungan dengannya melalui musik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu, plot cerita pun mundur ke sebelas tahun sebelumnya, menceritakan tentang seorang pemain band keren bernama Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers yang ganteeeengg banget) dan seorang pemain cello berbakat di New York Philharmonic &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41l0iMq80I/AAAAAAAAAFA/seOH1YvBFZw/s1600-h/normal_AugustRush-17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41l0iMq80I/AAAAAAAAAFA/seOH1YvBFZw/s200/normal_AugustRush-17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155889101616640834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orchestra bernama Lyla Novacek (Kerri Russel). Mereka dipertemukan oleh takdir (halaahh) pada suatu malam, langsung one night stand, dan si Lyla-nya langsung hamil, ckckckk .... Lalu, setelah itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Nah, tentu saja Evan Taylor yang diceritakan di atas adalah buah dari hubungan semalam itu. Dan, tentu saja Evan mendapatkan bakat musik dari kedua orangtuanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kemudian, cerita bergulir saat Evan melarikan diri dari panti asuhan dan tersesat di &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;New York&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. Dia bergabung dengan kelompok pengamen jalanan yang dipimpin oleh Wizard Wallace (Robin Williams)—kata Miss Icha, si Wizard ini adalah Bono Kucel, hihihi. Nah, dari situ bakat musik si Evan, yang kemudian diberi julukan August Rush oleh Wizard, mulai terasah. Kemudian, melalui berbagai rangkaian peristiwa, si Evan yang ternyata memang seorang &lt;i style=""&gt;musical prodigy &lt;/i&gt;bisa bersekolah di The Juilliard School, sekolah musik yang beken di &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;New York&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. Dan, ambisinya pun tetap sama, dia ingin main musik supaya orangtuanya mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41mcyMq81I/AAAAAAAAAFI/jEsbYqlIwrM/s1600-h/2425734.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41mcyMq81I/AAAAAAAAAFI/jEsbYqlIwrM/s200/2425734.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155889793106375506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi, berhasilkah Evan bertemu dengan orangtuanya? Hihihi … nonton sendiri &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; gih. Kalau menurutku sih, sebenarnya cerita film ini bagus, tapi skenarionya rada butut. Yah, banyak banget plot-hole di sana-sini. Banyak banget kebetulannya. Ceritanya sangat tertebak. Lalu, ada adegan orang lari terus ditabrak mobil pula. Soooo sinetron.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi yang jelas, Jonathan Rhys Meyers itu ganteeeeeengg banget. Yah, secara aku dan Miss Icha memang nonton film ini karena ada faktor JRM-nya. Dan tidak mengecewakan. This is a very exhausting movie. Secara tiap kali si ganteng ini muncul, kami selalu terkesiap, “Oooooohhhhh … ganteng banget sih,” gitu, hihiii. Lalu, yang paling &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41l0iMq8zI/AAAAAAAAAE4/hKevpBvnHBE/s1600-h/freddie_august.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41l0iMq8zI/AAAAAAAAAE4/hKevpBvnHBE/s200/freddie_august.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155889101616640818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;brilian dalam film ini tentu saja Freddie Highmore. Dia ini anak kecil yang main di Charlie and the Chocolate Factory sama di Arthur and the Minimoys. Yah, di film ini dia sangat keren. Ekspresinya saat dia main musik tuh sangat membahagiakan. Yang lihat pun ikut senang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, apakah kesimpulannya? Pertama, film ini sangat layak tonton karena akting Freddie Highmore yang bagus banget dan karena ada Jonathan Rhys Meyers yang ganteeeeennggg banget. Kedua, film ini nggak diputar di 21, jadi nontonnya di Blitz saja, hehehe. Ketiga, Jonathan Rhys Meyers itu ganteeeeengg banget. Oooooohhhh ....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-527590732924723933?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/527590732924723933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=527590732924723933' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/527590732924723933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/527590732924723933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/01/august-rush-2007.html' title='August Rush (2007)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R41kZCMq8yI/AAAAAAAAAEw/MHGMeRQk6sU/s72-c/AUGUST+RUSH_Rated+One+Sht+%28Medium%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-100128981139317864</id><published>2008-01-14T08:24:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T08:49:55.109+07:00</updated><title type='text'>Ugly Betty (1st Season)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R4q8kCMq8wI/AAAAAAAAAEg/uEUqOkWigIA/s1600-h/ugly-betty-cast-photo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R4q8kCMq8wI/AAAAAAAAAEg/uEUqOkWigIA/s320/ugly-betty-cast-photo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155140050730283778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat nggak, bertahun-tahun yang lalu sempat ada telenovela ngetop banget berjudul "Yo Soy Betty La Fea"? Kalau nggak salah, pas aku awal-awal kuliah gitu deh. Eh, tapi aku nggak nonton. Cuman masih ingat aja dulu semua orang heboh nonton telenovela ini. Nah, sekarang ini, telenovela itu dibuat adaptasinya oleh Hollywood dan dijuduli "Ugly Betty".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inti ceritanya sih sama, tentang seorang gadis bernama Betty Suarez (America Ferrera) yang tampangnya "ugly" tapi hatinya "beautiful". (Ayo, baca dengan gaya Cincha Lowra, hihihi ….) Karena satu dan lain hal, si Betty ini bisa bekerja sebagai asisten editor in chief di majalah MODE, sebuah majalah fashion terkenal. Tapi, alih-alih menjadi sekadar asisten, si Betty malah harus menjadi nanny buat bosnya, Daniel Meade (Eric Mabius) yang sudah bujangan, cakep, kaya raya, womanizer pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Karena bekerja di lingkungan fashion yang penuh tekanan (mirip-miriplah sama di The Devil Wears Prada), kehidupan Betty, yang selera berbusananya memang teramat buruk, tentunya jadi menderita. Dia harus menghadapi teman-teman sekantornya yang budak fashion banget, seperti si genit Amanda Tanen (Becki Newton) atau si genit juga Marc St. James (Michael Urie). Selain itu, karena keterlibatannya yang sangat mendalam dengan kehidupan bosnya, mau tidak mau dia juga ikut terjepit dalam konflik keluarga Meade. Di samping menceritakan tentang suka duka Betty di kantor, porsi cerita tentang keluarga dan kisah cintanya juga cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Secara cerita, sesungguhnya Ugly Betty ini sinetron banget. Ya iyalaaahh, secara diadaptasi dari telenevola gitu loh. Seperti layaknya formula sinetron, tentunya ada tokoh-tokoh antagonisnya. Di sini, "penjahatnya" adalah Wilhelmina Slater (Vanessa Williams) dan Bradford Meade (Alan Dale). Wilhelmina adalah salah seorang petinggi di majalah MODE yang seharusnya jadi editor in chief seandainya Daniel nggak ada. Bradford adalah ayah Daniel. Sebenarnya mereka ini dibilang jahat juga nggak gitu-gitu amat sih, secara masih ada kebaikan dalam hati mereka. Cuman yah, punya niat buruk dan seringnya nyebelin, gitu. Pokoknya sinetroooonnn sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R4q9uyMq8xI/AAAAAAAAAEo/9gHQuz7aKQ0/s1600-h/UglyBetty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R4q9uyMq8xI/AAAAAAAAAEo/9gHQuz7aKQ0/s320/UglyBetty.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155141334925505298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The Cast of Ugly Betty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eh, tapi meskipun sinetron aku suka kok nontonnya. (Betul-betul, kenapa akhir-akhir ini aku selalu terjebak dalam tontonan crunchy nyam-nyam?) Yang membuatku ngikutin terus sinetron ini adalah karakter-karakter di dalamnya yang ajaib-ajaib. Aku malah nggak begitu suka dengan karakter Betty yang terlalu baik hati (kayak si Unyil deh), dan kadang-kadang berbuat sangat bodoh karena terlalu memikirkan orang lain. Yang paling top di sini, menurutku adalah Justin Suarez (Mark Indelicato), keponakan Betty yang masih 12 tahun. Lucuuu banget deh ini anak, hihihiii. Lalu aku juga suka sama si Marc yang ekspresinya komik banget. Selain itu, aku juga suka setingnya yang di majalah fashion itu. Asik deh, banyak lihat barang bagus, hihihii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sebagai tontonan, Ugly Betty memang menghibur. Guilty pleasure? Sedikit laahh, hehehe. Tungguin ah, season berikutnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-100128981139317864?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/100128981139317864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=100128981139317864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/100128981139317864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/100128981139317864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/01/ugly-betty-1st-season.html' title='Ugly Betty (1st Season)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R4q8kCMq8wI/AAAAAAAAAEg/uEUqOkWigIA/s72-c/ugly-betty-cast-photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6134892257420268122</id><published>2008-01-07T07:12:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T07:22:33.861+07:00</updated><title type='text'>The Kite Runner</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/R4FwcrvAcCI/AAAAAAAAAKk/Jke5QBmcVQA/s400/posterkiterunner-s.jpg" border="0" alt="Kite Runner, Movie" /&gt;Pemeran : Khalid Abdalla (Amir dewasa), Atossa Leoni (Soraya), Shaun Toub (Rahim Kahn), Zekeria Ebrahimi (Amir anak2), Ahmad Khan Mahmidzada (Hassan anak2)&lt;br /&gt;Sutradara : Marc Forster&lt;br /&gt;Durasi : 2 jam 2 min.&lt;br /&gt;Distributor: Paramount Vantage&lt;br /&gt;Tanggal Rilis: 14 Desember 2007 (US), Februari 2008 (Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelnya yang sudah terbit sejak tahun 2003 sempat menjadi sebuah fenomena yang dibicarakan oleh banyak pecinta buku di dunia. Dipuji banyak kritikus dan menjadi International best seller. Nyaris semua pembacanya mengaku terhanyut, mengharu biru, bahkan hingga berkali-kali meneteskan air mata mengikuti cerita novel tersebut. Bukan karena kisahnya cengeng merengek-rengek, tapi justru karena ketegaran tokoh2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nggak Berharap Banyak untuk Film Adaptasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton filmnya, seperti biasa menonton film adaptasi dari novel, awalnya nggak berani berharap banyak. Pasti banyak yang akan dikorbankan karena durasi. Nggak mungkin novel sekian ratus halaman akan utuh diterjemahkan dalam film yang maksimal 2 setengah jam sebelum penonton menjadi bosan. Dan juga visualisasi yang sudah terekam di otak waktu membaca novelnya, biasanya akan kacau balau ketika harus dicocokkan dengan visualisasi yang diciptakan sutradara film, karena selalu jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di film ini, setting kota Kabul ternyata jauh lebih kering dan gersang daripada visualisasi khayalanku waktu baca novelnya. Juga jauh lebih padat pemukimannya. Rumah Amir juga tidak semewah yang aku bayangkan. Ataukah... aku yang berlebihan bikin imajinasi ya?.. haha.. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Masa Kanak-kanaknya Mengharukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelakon Amir anak anak (Zekeria Ebrahimi) dan Hassan (Ahmad Khan Mahmidzada) sangat menjiwai sekali perannya masing-masing. Terutama Hassan. Dia berhasil sekali menampilkan karakter seorang anak pelayan yang patuh dan sepenuhnya mengabdi kapada tuannya tanpa mengeluh. Hassan yang tampak selalu antusias melakukan setiap pekerjaannya justru lebih adorable daripada Amir yang lebih sering murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang Amir harus menampilkan karakter seperti itu. Meskipun hidup berkecukupan dan jauh lebih beruntung daripada Hassan yang hanya anak pelayan, Amir merasakan beban yang lebih berat. Dan pemerannya mampu memperlihatkan beban itu. Dia tampak menjaga jarak dari semua orang untuk menyembunyikan bebannya, bahkan kepada Hassan yang rela mengabdi total kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi antara Amir dan Hassan menjadi bagian yang sangat menarik di film ini. Saat Hassan mengejar layang-layang yang berhasil dikalahkan oleh Amir, saat Hassan berkata ia rela memakan tanah kalau Amir menyuruhnya, saat Amir mengukir di batang pohon "Amir dan Hassan, Sultan-sultan Kabul", saat Hassan dengan antusias mendengarkan Amir mendongeng "Roustam and Sohrab" untuknya... semuanya sangat menyentuh meskipun diceritakan hanya secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagian yang paling keren dan menyenangkan untuk dilihat adalah visualisasi pertarungan layang-layang. Layang-layang benar2 dimainkan dalam sebuah pertarungan, meluncur berkejar-kejaran, membuat manuver gerakan untuk menjebak lawan, kemudian saling membelit benang, berputar-putar, kemudian... "slinnggg!!" .. benang dari salah satu layang-layang berhasil diputuskan lawannya... Selain ditampilkan dari pandangan darat, yang lebih seru adalah saat kamera seolah berada di belakang atau di atas layang-layang, mengikuti gerakan layang-layang saat meluncur di udara dengan sayapnya yang berkelepak-kelepak menahan dorongan angin. Keren... hidup banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik yang paling menyesakkan dada, saat Hassan mengorbankan dirinya untuk Amir, aku nggak bisa berkata-kata. Tapi aku juga nggak terlalu terharu biru menonton bagian ini. Entah mungkin sudah mengantisipasinya karena udah baca novelnya, atau kah karena memang digarap tanpa terlalu banyak didramatisir. Mungkin juga keharuan itu jadi kacau karena bercampur dengan perasaan kesal terhadap sikap Amir yang pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Datar di Bagian Pertengahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana novelnya, setelah kejadian tersebut cerita berubah arah menjadi agak menjengkelkan karena Amir berubah memusuhi Hassan. Ketika Amir dan Baba berimigrasi ke Amerika, cerita menjadi kering tanpa gejolak berarti. Baguslah penulis skenarionya tidak berpanjang2 pada bagian ini, sekedar agar kisah kehidupan Amir tidak melompat tiba-tiba. Cerita kembali bernyawa saat Amir kembali ke Kabul yang sudah luluh lantak untuk menebus dosanya kepada Hassan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeran Amir dewasa (Khalid Abdalla) tidak jelek mainnya, tapi juga tidak terlalu istimewa. Wajahnya kurang berekspresi menurutku, dengan wajah canggung sebagai ekspresi default :p. Harusnya dia diberi kesempatan untuk lebih emosional waktu dia tahu ayahnya telah membohonginya sepanjang hidup. Tapi di ending film saat bermain layang-layang bersama Sohrab, ia berhasil menghidupkan karakter Amir dan menyentuh hati penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bikin Berkaca kaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis? ahh... berkaca-kaca cukuplah :p&lt;br /&gt;Beberapa bagian yang paling menyentuh buatku adalah adegan-adegan berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saat Hassan tidak membalas Amir tapi malah memukul kepalanya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat Amir membaca surat Hassan yang dititipkan pada Rahim Khan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat Amir melakukan sholat di masjid (ini keren banget visual dan soundtrack nya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat Amir dengan antusias mengajari Sohrab bermain layang-layang sambil  mengenang cara bermain Hassan (... errr... yang ini sih akhirnya pertahananku jebol.. hihihi :p )&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Award untuk Kite Runner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku setuju dengan juri Golden Globe yang selain menominasikan film ini sebagai film berbahasa asing terbaik (ya, film ini tidak seperti novel aslinya yang berbahasa Inggris, film ini menggunakan bahasa asli Afghanistan sebagai bahasa penutur utamanya makanya dia masuk katagori film berbahasa asing meskipun bikinan Hollywood), juga memasukan film ini dalam nominasi Best Original Score, alias tata musik terbaik. Malah di Satellite Award, ajang awarding film dari para jurnalis se Amerika, film ini sudah memenangkan katagori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik pembukanya yang mengiringi pemunculan judul dan credit title keren banget... menggunakan harmoni alat-alat musik gesek dengan ditingkahi perkusi khas asia selatan. Lagu pengiring saat Amir bersujud di masjid juga pas banget, sangat menyentuh ... kalau ada yang tahu lagu apa, dan punya lagunya, bagi-bagi yah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di ajang anugerah film versi Critics Choice Award, yang diselenggarakan oleh para kritikus film se Amerika dan Canada, film ini dinominasikan sebagai "Best Picture", dan juga mendapat nominasi dalam "Best Young Actor" untuk Ahmad Khan Mahmidzada si pemeran Hassan anak-anak. Ahh... dia memang pantas sekali mendapatkannya, pas banget karakternya. Besok tanggal 7 Januari, award ini baru diumumkan. Kalo untuk Oscar, ya tunggu saja sampai nominasinya diumumkan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6134892257420268122?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6134892257420268122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6134892257420268122' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6134892257420268122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6134892257420268122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/01/kite-runner.html' title='The Kite Runner'/><author><name>Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08918378344974924860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_IgAENqp3xpg/R4FwcrvAcCI/AAAAAAAAAKk/Jke5QBmcVQA/s72-c/posterkiterunner-s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8629013074224227382</id><published>2008-01-03T12:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-03T12:40:29.019+07:00</updated><title type='text'>MR. BROOKS</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.lovefilm.com/lovefilm/images/products/8/89688-large.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.lovefilm.com/lovefilm/images/products/8/89688-large.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Judul Film : Mr. Brooks&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sutradara: Bruce A.Evans&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Skenario: Bruce A.Evans &amp;amp; Reynold Gideon&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemain: Kevin Costner, Demi Moore, william Hurt&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Produksi: MGM&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masa putar: 120 menit&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahun: 2007&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang paling mengesalkan dari film ini adalah bagian endingnya. Benar-benar ngga jelas. Jika ini film detektif, mestinya ada penyelesaiannya. Tertangkap atau tidak si penjahat. Ini malah si detektif, Tracy Atwood (Demi Moore) sepertinya hanya berfungsi sebagai pemanis saja. Dia malah kelihatan lebih sibuk ngurusi perceraiannya serta menghindari para begundal yang pernah dipenjarakannya. Kasus utamanya sendiri, pembuhunan yang dilakukan oleh Earl Brooks tak ditangani serius (setidaknya seperti itu yang saya tangkap).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Earl Brooks (Kevin Costner) yang baru saja terpilih sebagai "Man of The Year" kambuh kembali penyakit jiwanya. Ia menderita gangguan kejiwaan semacam split personality. Alter egonya (atau teman khayalan ya?), Marshall (William Hurt), adalah pengaruh buruk baginya. Jika sedang di bawah kendali Marshall, Brook yang selalu berpenampilan santun, bisa menjelma seorang pembunuh kejam berdarah dingin. Seorang maniak yang ketagihan membunuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia mampu membunuh tanpa motif apapun. Ya, namanya juga sakit jiwa. Selama ini aksinya selalu sukses hingga malam itu. Pembunuhan terhadap sepasang kekasih yang tengah bercinta, ternyata disaksikan oleh Smith, pemuda yang tinggal di apartemen seberang tempat kejadian. Smith berhasil merekam kejadian tersebut lewat lensa kameranya dan kemudian ia pakai untuk memeras Brook.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hah, aku sih sudah bisa menduga bahwa si tolol ini akan segera menemui ajalnya pula, menyusul pasangan kekasih yang malang itu.Berurusan dengan pembunuh saja sudah repot, apa lagi ini pembunuh yang sakit jiwa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Benar saja kan. Smith yang bodoh itu akhirnya mati juga di tangan sadis Brook. Ooh...adegan pembantaiannya di area perkuburan di malam yang diguyur hujan benar-benar mencekam. Ia dibunuh dengan sekop yang dihantamkan ke lehernya. Lehernya robek seperti ayam disembelih. Hooeeeek....betul-betul bikin mual (di bagian ini aku tutup mata, tapi sambil ngintip-ngintip juga sih).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Korban kegilaan Tuan Brook berikutnya adalah suami dari detektif Atwood. Detektif cantik inilah yang menangani kasus pembunuhan yang dilakukannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sementara itu, putri tunggal Brook, Jane, menjadi tersangka pembunuhan di sekolahnya. Jane terpaksa drop out karena hamil. Kepada ayahnya, Jane mengaku yang menghamilinya adalah seorang pria beristri dengan dua anak. Peristiwa tersebut selanjutnya menghantui mimpi-mimpi Brook. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seharusnya ini bisa jadi film thriller yang bagus. Aksi-aksi pembuhunan yang dikerjakan oleh Brooks cukup berhasil mencuatkan ketegangan di setiap pemunculannya. Ekspresi dingin Si Tuan Brooks turut menambah aura ketegangan itu. Puncaknya adalah sadisme dengan muncratan darah di mana-mana. Ugh, aku sih eneg..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cuma sayangnya harus berakhir dengan ending terbuka. Penonton dipersilakan menafsirkan sendiri. Biasanya sih aku suka open ending begini, tetapi kali ini benar-benar menyebalkan. Atau ini disengaja untuk kepentingan sekuel? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;endah sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8629013074224227382?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8629013074224227382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8629013074224227382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8629013074224227382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8629013074224227382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2008/01/mr-brooks.html' title='MR. BROOKS'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7882208745651228609</id><published>2007-12-22T18:02:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T18:15:01.271+07:00</updated><title type='text'>FLIGHT PLAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.w3sh.com/archives/flightplan.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.w3sh.com/archives/flightplan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Judul film : Flightplan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara: Robert Schwentke&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Skenario: Peter A.Dawling &amp;amp; Billy Ray&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemain: Jodie Foster, Peter Sarsgaard, Sean Bean, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Produksi: Touchstone Pictures&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa putar: 98 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun: 2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya kesampaian juga nonton film Jodie Foster ini. Film jenis &lt;em&gt;action &lt;/em&gt;dengan Jodie Foster sebagai jagoannya. Settingnya di kabin pesawat udara berkapasitas 400 orang. Gueede banget deh pesawatnya. Namanya Aalto Airlines yang terbang dari Berlin dengan tujuan New York. Kyle Praat (Jodie Foster) ada di dalamnya bersama putri tunggalnya, Julia (Marlene Lawston) yang berumur enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam penerbangan yang memakan waktu 13 jam itu, Kyle sempat tertidur selama 3 jam. Ketika ia terjaga, disadarinya Julia sudah tidak ada di kursinya. Setelah dicari ke sana ke mari namun tak juga ketemu, Kyle mulai panik. Mustahil putrinya menghilang secara gaib. Pasti ada seseorang yang telah menyembunyikannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam paniknya, Kyle meminta bantuan para kapten pilot (Sen Bean) yang segera memerintahkan krunya untuk mencari Julia. Namun sayang menurut salah seorang pramugari nama Julia tak ada dalam daftar penumpang di penerbangan itu. Konyolnya, Kyle juga tak bisa munjukkan bukti tiket dan boarding pass atas nama Julia. Seseorang tentu telah mencuri darinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai seorang insinyur aeronautika, Kyle sangat paham kondisi dan isi perut pesawat. Oleh karena itu ia yakin putrinya pasti berada di suatu tempat tersembunyi di dalam pesawat tersebut. Maka ia ngotot memaksa sang pilot untuk melakukan pencarian sekali lagi ke seluruh bagian pesawat, termasuk bagasi di mana peti mati suaminya berada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata kecurigaan Kyle terbukti. Ada orang jahat di pesawat itu. Kyle yang histeris karena kehilangan putrinya, dituduh sebagai pembajak yang menginginkan uang tebusan sebesar 50 juta US dolar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penjahat itu berhasil meyakinkan kapten kapal untuk melakukan pendaratan darurat di Labrador setelah ia meletakkan alat peledak di peti mati suami Kyle di bagasi. Di situ pula ia menyembunyikan Julia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bandara Labrador ini, Kyle harus bertarung dengan penjahat itu demi mendapatkan kembali putri kesayangannya. Sudah bisa diduga dong siapa yang memenangi pertarungan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Film &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; yang tidak istimewa ini kembali menghadirkan sosok Jodie Foster sebagai perempuan perkasa yang mesti melawan penjahat. Tentu saja ada adegan tembak-menembak khas Hollywood yang mewarnai pertarungan sang jagoan dengan si bandit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Entah mengapa, sejak perannya sebagai agen FBI di&lt;em&gt; The Silence of The Lambs&lt;/em&gt; yang menghadiahinya sebiji Oscar sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, Jodie kerap kebagian peran stereotip sebagai perempuan jagoan. Terakhir, peran yang sama dimainkannya di film teranyarnya, &lt;em&gt;The Brave One.&lt;/em&gt; Apa dia tidak bosan ya atau tidak ingin mencoba peran-peran antagonis yang lebih menantang? sayang banget kan, kalau talenta keaktrisannya cuma terjebak pada peran-peran yang tak jauh berbeda dari satu film ke film lainnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;endah sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7882208745651228609?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7882208745651228609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7882208745651228609' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7882208745651228609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7882208745651228609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/flight-plan.html' title='FLIGHT PLAN'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-277600656901139353</id><published>2007-12-21T11:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T12:28:41.577+07:00</updated><title type='text'>THE TWILIGHT SAMURAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R2tO6jWpDuI/AAAAAAAAAmU/lfnkgnAdHbs/s1600-h/25953-large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R2tO6jWpDuI/AAAAAAAAAmU/lfnkgnAdHbs/s320/25953-large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146293767030509282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Judul:The Twilight Samurai&lt;br /&gt;Sutradara: Yoji Yamada&lt;br /&gt;Skenario: Yoji Yamada &amp;amp; Yoshitaka Asama&lt;br /&gt;Pemain: Hiroyuki Sanada, Rie Miyazawa dll.&lt;br /&gt;Tahun: 2003&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Negeri Jepang tak pernah bisa dilepaskan dari para samurainya. Para ksatria (biasanya mengabdi pada kaisar/kerajaan) ini selalu digambarkan dalam busana tradisional Jepang kuno (kimono, obi, kuncir rambut dan tentu saja senjata khas mereka : pedang panjang yang tersandang di punggung) dengan penampilan yang gagah berani. Berperawakan tegap kekar dan kerjanya bertarung melulu, entah demi alasan membela negara ataupun demi martabat dan harga diri. Karakter bangsa Jepang yang sekarang kita jumpai (terutama budaya malu) pastilah berakar dari budaya tua para samurai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The Twilight Samurai&lt;/em&gt; adalah juga sebuah kisah tentang seorang samurai bernama Seibei Iguchi (Hiroyuki Sanada) yang hidup di akhir abad 19 tepatnya tahun 1868. Sepeninggal istrinya yang wafat karena sakit TBC, Iguchi yang pendiam dan rendah hati itu harus terus melanjutkan hidupnya yang sederhana. Sebagai seorang juru tulis dengan upah rendah ia dan keluarganya (2 orang anak perempuan serta seorang ibu yang telah renta dan pikun) hidup serba pas-pasan. Bahkan seringkali mereka tak punya beras untuk makan esok hari. Kendati demikian mereka selalu tampak bahagia. Ia mencintai kedua orang putrinya dan membebaskan mereka sekolah dan membaca buku seperti anak-anak lelaki. Sikapnya tersebut menjadi istimewa untuk ukuran kehidupan di Jepang masa itu yang umumnya hanya mengajari anak-anak perempuan mereka dengan pengetahuan menjahit dan memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iguchi tak pernah bercita-cita memilih jalan pedang alias menjadi seorang samurai sepanjang sisa umurnya. Ia lebih suka bertani dan berkebun di pekarangan rumahnya yang tak seberapa luas itu bersama putri-putri tercintanya. Ia juga tak pernah berniat untuk menikah kembali sampai pada suatu hari ia berjumpa dengan sahabat lamanya yang mengubah jalan hidupnya kemudian. Melalui sahabatnya ini ia dipertemukan kembali dengan kekasih dari masa remajanya, Tomoe Linuma (Rie Miyazawa). Tomoe adalah mimpi masa lalunya yang hadir kembali. Wanita cantik adik Linuma itu, kini berstatus janda karena tak tahan hidup sebagai istri seorang pemabuk yang sering memukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, saat Iguchi mengantarkan Tomoe pulang, menjadi awal baru kehidupan mereka. Iguchi terpaksa menerima tantangan berduel mantan suami Tomoe yang merasa tersinggung karena Iguchi ikut campur melerai pertengkarannya dengan Tomoe. Maka keesokan harinya, pada jam dan tempat yang telah ditentukan, bertarunglah mereka. Pemenangnya tentu saja Iguchi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak itu, tersebarlah dari mulut ke mulut cerita tentang kemenangannya tersebut. Teman-temannya yang semula sering mengolok-oloknya dengan sebutan "Twilight Iguchi" berubah sikap menghormatinya. Bukan itu saja, hubungannya dengan Tomoe pun lalu makin dekat. Tomoe jadi sering bertandang ke rumahnya, mengurusi kedua putri Iguchi dan mengajari mereka dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Kisah tentang kemenangannya itu pula yang akhirnya membawanya ke jalan pedang untuk menjadi seorang samurai tanpa bisa ditolaknya. Majikannya memerintahkannya untuk bertarung sampai mati dengan Zenemon Yogo (Min Tanaka) dengan imbalan dihapusnya semua utang selama pengobatan sampai meninggalnya istrinya. Iguchi tak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah drama yang melankolis dengan alur yang boleh dibilang lambat. Sutradara Yoji Yamada memilih gaya penceritaan naratif dalam menyampaikan kisahnya ini. Iguchi sebagai tokoh utama film ini, diceritakan melalui narasi putrinya, Ito (Erina Hashiguchi) yang saat peristiwa itu berlangsung baru berusia 5 tahun. Yamada cukup cermat dalam urusan detail. Kostum dan make up para pemain yang bersetting akhir tahun 1800-an tampak pas. Begitu pula ilustrasi musiknya. Beberapa adegan tentang adat dan kebiasaan pada zaman itu tampil wajar, bukan sekedar embel-embel semata. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah menyaksikan &lt;em&gt;The Twilight Samurai&lt;/em&gt; ini, sense-nya jadi terasa beda ketika saya nonton The Last Samurai dengan Tom Cruise sebagai bintangnya. Koreografi duel antara Iguchi dengan Yogo rasanya lebih indah dan alamiah ketimbang adegan perkelahian di &lt;em&gt;The Last Samurai&lt;/em&gt; yang tampak terlalu canggih untuk ukuran zaman itu. Pun sosok Tom Cruise sebagai samurai terlalu super hero dan tak terkalahkan. Itu yang sering membuat saya merasa 'terganggu' : sangat Hollywood. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang naskahnya ditulis berdasarkan novel karya Tasogare Seibei ini pun berakhir bahagia dengan kemenangan bagi sang pahlawan. Namun kemenangan dan kebahagiaan itu rasanya tampak amat elegan sehingga saya bisa menerimanya tanpa protes. Hehehe. Ah ya, film inipun membuat saya teringat kembali pada kisah &lt;em&gt;Musashi &lt;/em&gt;dan soul matenya, Otsu. Film ini salah satu nominator Oscar 2004 untuk kategori best foreign language film.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-277600656901139353?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/277600656901139353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=277600656901139353' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/277600656901139353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/277600656901139353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/twilight-samurai.html' title='THE TWILIGHT SAMURAI'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/R2tO6jWpDuI/AAAAAAAAAmU/lfnkgnAdHbs/s72-c/25953-large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-2382938706152591743</id><published>2007-12-13T10:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T10:43:44.506+07:00</updated><title type='text'>MARIE ANTOINETTE</title><content type='html'>&lt;a href="http://imagecache2.allposters.com/images/pic/HPO/marie~Marie-Antoinette-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://imagecache2.allposters.com/images/pic/HPO/marie~Marie-Antoinette-Posters.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Judul film: Marie Antoinette&lt;br /&gt;Sutradara: Sofia Coppola&lt;br /&gt;Skenario: Sofia Coppola&lt;br /&gt;Pemain: Kirsten Dunst, Jason Schwartzman, Judy Davis, dll.&lt;br /&gt;Masa putar: 123 menit&lt;br /&gt;Tahun: 2006&lt;br /&gt;Produksi: Columbia Pictures.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pekan lalu sembari menghabiskan malam minggu di rumahku di Puncak bersama Ita Siregar yang datang menginap, kami putar film Marie Antoinette. Film garapan sutradara cewek berdarah Italia, Sofia Coppola, ini dibuat tahun 2006 dan berhasil menggondol sebiji Oscar untuk Milena Canonero atas kerja apiknya sebagai perancang kostum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara kostumnya, harus diakui dengan acungan dua jempol, hasil rancangan Canonero memang keren banget. Jalan cerita film yang garing lumayan terbayar oleh pameran kostum-kostum para bangsawan Prancis tempo doeloe yang serba mewah dan elegan. Di layar kita seperti menyaksikan sebuah ajang peragaan busana dari abad silam. Warna, model, serta tata rias wajah dan rambut para artis itu benar-benar memanjakan mata penonton. Rasanya memang pantas diganjar Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya sendiri tidak istimewa. Maunya sih mungkin memvisualkan sepotong biografi Marie Antoinette, permaisuri Raja Louis XVI yang tercatat dalam sejarah Prancis sebagai permaisuri yang korup dan senang berfoya-foya sementara rakyat menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marie Antoinette (Kirsten Dunst) yang berasal dari Austria, pada usia 14 tahun harus menerima takdirnya dijodohkan dengan putra mahkota Raja Prancis, Louis XV. Pangeran yang kelak menggantikan ayahnya dengan gelar Louis XVI (Jason Schwartzman) ini ternyata seorang pemuda pemalu. Tidak seperti ayahnya, Louis Junior lebih suka berburu binatang buas di hutan ketimbang berburu wanita cantik. Alhasil, setelah menikah dengan Marie Antoinette pun ia butuh waktu cukup lama untuk bisa melakukan hubungan intim layaknya suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal ayahnya, Louis Junior segera naik takhta sebagai Raja Prancis yang baru. Sikapnya yang dingin kepada perempuan tak kunjung berubah. Ia menjadi suami setia bagi Marie Antoinette. Namun, bagi permaisuri muda yang penuh gairah dan senang berpesta itu, suaminya yang adem ayem itu sungguh sangat tidak menggairahkan secara seksual. Marie lantas mencari pelarian dengan lebih sering lagi bersenang-senang bersama teman-temannya dari kalangan borjuis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika ia berjumpa dan berkenalan dengan seorang tentara Swedia, Count Fersen (Jamie Dornan). Sang Count yang terkenal playboy segera saja berhasil memikat hati Marie. Perselingkuhan pun tak terbendung lagi. Pada pribadi Fersen, Marie menemukan gairah bercinta yang menggelora yang tak pernah ia dapatkan dari sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya, aku mengira bagian affair ini akan mendapat porsi yang cukup besar. Tetapi ternyata hanya ditampilkan sedikit saja sekadar menjadi bumbu erotisme dalam keseluruhan film. Maka, aku lantas mengalihkan harapan pada karakter Marie yang mungkin akan digarap secara utuh dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh, tetapi sekali lagi aku terpaksa kecewa, sebab harapanku tak terwujud. Meski karakter sentral film ini Marie Antoinette, namun Sofia Coppola sebagai sutradara merangkap penulis naskah yang diangkat dari buku berjudul &lt;em&gt;Marie Antoinette: The Journey&lt;/em&gt; (Lady Antonia Fraser) ini hanya menyuguhkan bagian permukaan saja. Situasi social politik di luar istana pun tidak pernah muncul di layar. Hanya pada menit-menit menjelang film berakhir barulah mereka sejenak ditampilkan. Itu pun seperti adegan tempelan yang terkesan dipaksakan (segerombol orang–mungkin golongan petani dan buruh– melakukan unjuk rasa di depan istana dengan mengacung-acungkan berbagai senjata tajam dan alat-alat pertanian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, pada akhirnya menurutku film besutan putri Francis Ford Coppola ini datar banget (untuk tidak menyebutnya, hmm, buruk). Permainan Kirsten Dunst juga biasa-biasa saja. (kenapa si Mary Jane ini sih yang dipilih? Wajahnya tak cukup bertampang ningrat Eropa gitu loh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, ada satu hal yang menggelitikku dalam film ini, yakni: &lt;em&gt;soundtrack-&lt;/em&gt;nya yang mengambil warna musik masa kini.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDAH SULWESI 13/12&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-2382938706152591743?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/2382938706152591743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=2382938706152591743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2382938706152591743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2382938706152591743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/marie-antoinette.html' title='MARIE ANTOINETTE'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4643685496784351324</id><published>2007-12-02T23:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T23:30:41.179+07:00</updated><title type='text'>THE MOTHER</title><content type='html'>&lt;a href="http://movies.toptenreviews.com/reviews/images/m207996.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 174px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" height="354" alt="" src="http://movies.toptenreviews.com/reviews/images/m207996.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Judul: The Mother&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SutradarA: Roger Michell&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemain: Anne Reid, Peter Vaughan, Anna Wilson-Joh &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahun: 2004&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kehidupan ini, kita selalu mengharapkan sebuah karakter protagonis dari seorang ibu. Ibu adalah sesosok manusia dengan karakter mulia bagai malaikat. Ibu adalah juga pahlawan yang selalu siap berkorban jiwa raga bagi anak-anaknya. Seorang ibu tak boleh melakukan hal-hal tabu yang memalukan. Ibu haruslah sempurna seperti guci porselen, jika retak sedikit saja, ia tak lagi berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering lupa bahwa seorang ibu adalah juga manusia biasa yang memiliki kebutuhan yang sama seperti orang lain. Ia butuh cinta, kasih sayang, perhatian dan seks. Penilaian masyarakat kita sering tidak adil kepada perempuan.Apalagi jika perempuan itu berstatus janda. Pandangan orang segera saja menjadi negatif kepada janda tersebut. Tidak demikian kepada para lelaki yang berstatus duda. Para duda seolah-olah lebih pantas dan sah-sah saja kalau mencari lagi pasangan dan mereka tidak dianggap sebagai sebuah 'ancaman'. Beda jika itu dilakukan oleh perempuan-perempuan yang bergelar janda. Masyarakat sering mencibir sambil bergumam , "Oh..pantesan begitu, janda sih" Apakah setelah menjanda (baik karena perceraian ataupun karena kematian suami) dunia bagi para perempuan itu berarti berakhir? Apakah lalu menjadi sesuatu yang tabu bagi mereka jika mereka berpacaran dan menikah kembali? Mungkin juga ya bila yang dipacarinya adalah kekasih putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May (Anne Reid) baru saja ditinggal mati suaminya, Toots, saat mereka sedang berkunjung ke rumah anak-anak mereka di London. Hidup bagi May lalu terasa amat sepi. Kedua anaknya, Bobby dan Paula, masing-masing telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri. Untuk kembali ke rumahnya, ia tak sanggup karena pasti akan tambah kesepian di sana. Maka ia lalu memutuskan untuk tinggal bersama anak-anaknya di London, bergiliran antara rumah Paula dan Bobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupannya sebagai ibu dari dua orang anak yang telah dewasa dan nenek bagi tiga orang cucu tadinya normal-normal saja sampai kemudian ia berjumpa dan berkenalan dengan Darren, lelaki yang bekerja di rumah Bobby dan juga adalah pacar Paula. Darren sesungguhnya telah beristri dan punya satu orang putra yang mengidap autisme. Kepada Paula, Darren bercerita bahwa kehidupan rumah tangganya tidak lagi harmonis ( Modus operandi para bedebah yang sudah basi ya?? hehehe). Sekian lama berpacaran, Paula masih ragu akan kesungguhan Darren untuk meninggalkan istrinya dan segera menikah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lalu ia curhat kepada May, ibunya. Ia minta tolong agar May bicara kepada Darren. Paula berharap jika May yang bicara Darren akan mendengarkan dan berakibat baik bagi hubungan mereka. May bersedia menjadi jembatan bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang terjadi tak seperti yang diharapkan Paula. May justru jatuh cinta pada kekasihnya itu. Darren, lelaki pecundang yang selalu tak punya uang, meladeni dan menikmati perhatian May kepadanya. Merela lalu sering berkencan dan bercinta ketika semua orang pergi bekerja. Kehadiran cinta yang panas di usia tuanya, membuat May yang pemurung menjadi ceria. Ia sering kedapatan tengah bersenandung sendiri saat memasak atau mengepel lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sebegitu jauh tak ada seorang anaknyapun yang curiga. May yang mereka kenal adalah seorang ibu rumah tangga yang setia dan selalu patuh pada suami. Mereka tak pernah berpikiran bahwa ibu mereka juga bisa jatuh cinta lagi dan memiliki gairah yang sama seperti anak-anak muda yang tengah kasmaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya semua terbongkar, tak ada yang bisa dilakukan May selain ke luar dari rumah anak-anaknya dan kembali ke rumahnya sendiri. Ia harus merelakan Darren bagi putrinya, Paula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Mother, bercerita tentang seorang ibu dengan perilaku yang 'tidak sempurna' sebagai ibu. May adalah seorang ibu yang baik, setia dan penuh perhatian sekaligus seorang perempuan penuh gelora dan sedikit posesif. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak macam-macam tetapi juga seorang perempuan dengan gairah dan nafsu liar wanita muda yang tengah jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita The Mother ini menurut saya adalah sebuah kisah yang sangat manusiawi. May tidaklah ditampilkan sebagai seorang dengan sifat yang buruk (antagonis), walaupun dalam film ini ia berperan sebagai tokoh 'jahat' yang merebut kekasih putrinya sendiri. Demikian juga Darren dan Paula, adalah juga sosok-sosok yang tidak sempurna sebagai manusia. Saya tidak bisa berpihak pada siapapun. Tidak pada May, tidak juga pada Paula. Saya bisa memahami masalah yang terjadi. Tentulah amat menyakitkan bagi seseorang yang kehilangan kekasih, apalagi kekasih itu direbut oleh ibunya sendiri. Namun, saya juga bisa mengerti kesepian dan cinta yang dirasakan May. Dan bukankah kita menjadi sempurna sebagai manusia justru karena kita berada di wilayah abu-abu? ***ENDAH SULWESI*** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4643685496784351324?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4643685496784351324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4643685496784351324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4643685496784351324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4643685496784351324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/mother.html' title='THE MOTHER'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-898092915431018168</id><published>2007-12-02T23:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T23:14:04.614+07:00</updated><title type='text'>PRIME</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.filmschoolrejects.com/pics/prime.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.filmschoolrejects.com/pics/prime.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Judul film: Prime&lt;br /&gt;Sutradara: Ben Younger&lt;br /&gt;Skenario: Ben Younger&lt;br /&gt;Pemain: Meryl Streep, Uma Thurman, Bryan Greenberg&lt;br /&gt;Durasi: 105 menit&lt;br /&gt;Genre: drama&lt;br /&gt;Tahun: 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan film baru. Ini film produksi tahun 2005. Film drama semi komedi ini mengangkat tema “kecil” saja tentang percintaan beda usia antara Rafi Gardet (Uma Thurman) yang berusia 37 tahun dengan David Bloomberg (Bryan Greenberg), 23 tahun. Rafi yang baru saja bercerai dengan suaminya ternyata tak perlu menunggu lama untuk jatuh cinta kembali. Hanya sehari setelah perceraiannya itu ia berkenalan dengan David, anak muda kinyis-kinyis yang doyan melukis. Perbedaan usia mereka yang cukup banyak itu, mulanya sempat mengganggu perasaan Rafi. Ia merasa hubungan beda umur tersebut tidak pantas dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berkat dorongan dan dukungan terapisnya, Liza Metzger (Meryl Streep), Rafi memperoleh kembali kepercayaan dirinya dan melanjutkan hubungan cintanya dengan David. Setiap perkembangannya selalu ia laporkan kepada Liza. Dengan demikian Liza mengetahui setiap detailnya. Bahkan, sampai soal ukuran penis David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bagi David juga tak mudah. Sebagai anak lelaki tertua di keluarganya yang penganut Yahudi fanatik, ia diwajibkan menikah dengan perempuan Yahudi pula. Karuan saja hubungannya dengan Rafi mendapat tentangan keras dari keluarganya, terutama dari sang ibu yang terkejut setengah mati mengetahui anaknya berpacaran dengan perempuan bukan Yahudi yang usianya jauh lebih tua. Tetapi Rafi yang masih tinggal dengan kakek neneknya itu tak peduli. Ia nekad meneruskan hubungannya dengan Rafi. Bagi David, Rafi adalah kekasih yang sangat mengerti dirinya dibandingkan siapapun. Dari Rafi pula ia memperoleh keyakinan diri untuk meneruskan kariernya sebagai pelukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan drama garapan sutradara muda kelahiran Brooklyn, 7 Oktober 1972 ini, tak berhenti sampai di situ. Bertambah menarik karena ternyata David adalah putra Liza. Liza dihadapkan pada masalah yang sulit. Di satu sisi, Rafi adalah pasien yang membutuhkan dorongan semangat; sedangkan di pihak lain, ia tidak setuju jika hubungan itu melibatkan putra kesayangannya. Ya, memang jauh lebih gampang “menyelesaikan” problem orang lain. Namun, ketika problem yang sama menimpa kita, belum tentu kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sama pula seperti yang kita sarankan kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah drama yang menarik. Lantaran ada kemiripan usia antara saya dengan Rafi, mau tidak mau saya jadi sedikit terhanyut. Bagaimana ya kalau saya dihadapkan pada masalah yang sama? Bukan soal Yahudinya, tetapi perkara percintaannya itu. Mungkinkah suatu ketika saya, tanpa mampu menolak, tiba-tiba jatuh cinta pada “bocah” yang usianya jauh di bawah saya? Kira-kira apa yang akan saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..kok jadi melantur ke mana-mana. Kembali ke film ini saja lagi. Tentu saja, film ini menjadi asyik ditonton berkat pameran akting kedua aktris papan atas Hollywood : Meryl Streep dan Uma Thurman. Inilah untuk pertama kalinya keduanya beradu akting dalam film yang sama. Meryl Streep, si langganan nominee Oscar dan Golden Globe itu, seperti biasa bermain sangat wajar sebagai seorang terapis profesional sekaligus ibu yang konservatif. Selalu saja enak menyaksikan setiap peran yag dimainkannya. Menjadi siapa dan apa pun, aktris gaek bernama lengkap Mary Louise Streep ini, selalu tampil menawan. Dunia film dan akting telah mendarah daging dalam diri perempuan berusia 58 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah bersinar adalah Uma Thurman. Mantan istri Ethan Hawke ini mampu mengimbangi permainan seniornya itu. Yang sedikit kurang pas barangkali adalah tokoh David. Meskipun ganteng, tampang Bryan Greenberg rasanya agak terlalu tua untuk “bocah” lelaki usia 23 tahun.***endah sulwesi***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-898092915431018168?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/898092915431018168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=898092915431018168' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/898092915431018168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/898092915431018168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/prime.html' title='PRIME'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8309618372378212497</id><published>2007-12-01T12:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T12:47:45.549+07:00</updated><title type='text'>THE BRAVE ONE</title><content type='html'>&lt;a href="http://media.movieweb.com/galleries/3999/posters/poster1_huge.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://media.movieweb.com/galleries/3999/posters/poster1_huge.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kira-kira sebulan yang silam saya berkesempatan menonton film terbaru Jodie Foster: &lt;em&gt;The Brave One&lt;/em&gt;. Sudah lama sekali saya tidak menonton film di bioskop. Selain karena waktu yang sering tidak memungkinkan (sok sibuk) pun karena maraknya DVD bajakan yang murah meriah. Hanya dengan uang 7.000 perak, kita sudah bisa menyaksikan film apa saja. Dari yang paling baru hingga film-film jadul (jaman dulu). Nontonnya pun bisa sambil santai di rumah. Jadi saya pikir buat apa lagi ke bioskop?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun khusus untuk film &lt;em&gt;The Brave One&lt;/em&gt; ini saya sempatkan ke bioskop hanya karena faktor Jodie Foster-nya. Ya, saya penggemar berat aktris peraih Oscar dua kali untuk perannya di &lt;em&gt;The Accused &lt;/em&gt;(1988) dan &lt;em&gt;The Silence of The Lambs&lt;/em&gt; (1991) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The Brave One, perempuan cantik kelahiran 19 November 1962 ini berperan sebagai Erica Bain, seorang penyiar radio di New York City, sebuah kota yang sangat tidak ramah kepada penduduknya. Kriminalitas terjadi setiap hari di sana. Rasa nyaman dan aman nyaris tak lagi dimiliki orang-orang di kota berjuluk “The Big Apple” ini. Setiap sudutnya menyimpan ancaman dan teror. Di kereta api, di bus kota, di jalan-jalan, bahkan di rumah. Dan Erica salah seorang korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu senja yang cerah di sebuah taman kota, Erica dan tunangannya, David (Naveen Andrews), diserang dengan sangat brutal oleh sekelompok anak muda berandal. Motif penyerangan tersebut adalah perampokan yang mengakibatkan tewasnya David secara mengenaskan. Erica sendiri menderita luka-luka parah yang memerlukan perawatan lama di rumah sakit. Tetapi yang terparah adalah perasaan trauma yang terus menghantui hari-harinya. Ia tak lagi dapat tidur nyenyak dan tidak berani meninggalkan apartemennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidup harus tetap dilanjutkan. Erica memutuskan untuk melawani rasa takut yang mengungkungnya dan bertekad membalas dendam kepada para bandit yang telah merenggut nyawa kekasihnya itu. Dengan pestol revolver ilegal, penyiar radio yang semula tampak rapuh itu menjelma pembunuh tak kenal ampun; yang tanpa segan menghabisi para pria pelaku kejahatan dengan peluru-peluru pestolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan Erica bukan semata-mata karena kesumat. Sebenarnya yang diinginkannya adalah polisi segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas kasus kriminal yang menimpa dirinya itu. Akan tetapi kinerja polisi dan aparat hukum New York tak selamanya bisa diandalkan. Erica merasa mereka terlalu lamban bekerja. Sampai sekian lama, polisi tak berhasil menangkap satu pun pelakunya. Lenyaplah kepercayaan Erica pada polisi. Maka, ia pun lantas memilih untuk menyelesaikannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian naas yang dialami Erica bisa terjadi di mana pun dan menimpa siapa saja, terutama mereka yang bermukim di kota-kota besar. Khususnya lagi kaum perempuan, makhluk paling rentan terhadap tindak kejahatan dan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering sudah kita baca dan saksikan berita di koran dan televisi tentang kejahatan terhadap perempuan? Korban perampokan di taksi umumnya perempuan. Korban penjambretan juga lebih banyak perempuan. Tak perlu menunggu malam, siang bolong pun tak aman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan polisi, seperti halnya di film besutan Neil Jordan itu, tak terlalu bisa diharapkan bantuannya. Rasanya nyaris tak pernah ada kasus perampokan taksi yang berhasil diungkap polisi. Boro-boro ditangkap penjahatnya, perusahaan taksi yang bersangkutan pun tak pernah mendapat sanksi apa-apa. Seharusnya kepada perusahaan taksi yang tersangkut perkara dapat dikenakan “hukuman” berupa skorsing tak boleh beroperasi selama jangka waktu tertentu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan supaya mereka lebih mendisiplinkan lagi para awaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyebalkan lagi pada kasus perkosaan. Lelaki pelakunya tak pernah dijatuhi hukuman yang benar-benar berat. Paling-paling hanya hukuman kurungan bui selama beberapa tahun. Sementara, si perempuan yang jadi korban harus memikul aib dan menanggung trauma seumur hidup. Sungguh tidak adil. Mestinya, hukuman yang pantas bagi para penjahat kelamin ini adalah hukuman mati. Boleh pilih, di tiang gantungan atau disengat kursi listrik sampai gosong. Sebab, perkosaan merupakan kejahatan tingkat tinggi. Apa lagi jika dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika masyarakat sudah mulai sering main hakim sendiri, sepatutnyalah pihak penegak hukum introspeksi dan segera memperbaiki diri. Jangan sampai warga, seperti halnya Erica, akhirnya mempersenjatai diri sendiri lantaran merasa hidupnya selalu terancam dan tidak aman lagi.***&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8309618372378212497?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8309618372378212497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8309618372378212497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8309618372378212497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8309618372378212497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/12/brave-one.html' title='THE BRAVE ONE'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8982532470117270570</id><published>2007-11-25T22:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-25T23:06:15.110+07:00</updated><title type='text'>Brothers &amp; Sisters (1st Season)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R0mcQN1Ag7I/AAAAAAAAAEQ/z22BImFYqmM/s1600-h/headbrothersandsisters.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R0mcQN1Ag7I/AAAAAAAAAEQ/z22BImFYqmM/s320/headbrothersandsisters.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136808652396594098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pertama kali melihat trailer serial ini di Star World, aku langsung tergoda. Melihat potongan-potongan adegan yang penuh emosi dan cucuran air mata, membuatku langsung curiga bahwa Brothers &amp;amp; Sisters adalah sebuah serial yang wajib ditonton. Selain itu, para pemainnya juga tampak sangat menjanjikan. Tapi, karena aku manusia yang super sibuk (hihihii, believe me), maka tak mungkinlah aku menunggu minggu demi minggu buat menonton serial di TV. Jadilah DVD bajak laut menjadi pilihan lagi, hehehe ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Brothers &amp;amp; Sisters menceritakan tentang kehidupan keluarga Walker, sebuah keluarga kaya di Los Angeles. Pasangan William dan Nora Walker memiliki lima orang anak, yaitu Sarah, Tommy, Kitty, Kevin, dan Justin. Lalu, ada pula satu karakter yang nantinya memegang peranan penting bagi keluarga Walker, yaitu Saul Holden (Ron Rifkin), adik laki-laki Nora.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Si sulung Sarah (Rachel Griffiths) sudah berkeluarga, punya dua anak yang lucu, suami pemusik yang jadi bapak rumah tangga, sementara dia sendiri menjadi petinggi di perusahaan keluarga mereka. Tommy (Balthazar Getty), si anak kedua, adalah seorang family man yang sedang berusaha mendapatkan anak bersama istrinya, Julia. Lalu, Kitty (Calista Flockhart), adalah seorang pembawa acara politik di televisi. Kevin (Matthew Rhys) adalah seorang pengacara sukses dan seorang gay yang diterima dengan lapang dada oleh seluruh keluarganya. Sementara si bungsu, Justin (Dave Annable) diceritakan baru saja pulang dari bertugas sebagai tentara di Afghanistan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R0mcQt1Ag8I/AAAAAAAAAEY/nWzICnbc_Wc/s1600-h/brothers-and-sisters.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R0mcQt1Ag8I/AAAAAAAAAEY/nWzICnbc_Wc/s320/brothers-and-sisters.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136808660986528706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The cast of Brothers &amp;amp; Sisters&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Dari luar, keluarga ini tampak bahagia. Memang sih, bahagia dengan cara mereka. Karena sesungguhnya, pertengkaran-pertengkaran kerap terjadi dan merembet ke mana-mana. Tetap saja, mereka adalah sebuah keluarga yang kompak dan bisa dikatakan harmonis. Masalah baru menyeruak ketika William Walker, sang ayah, meninggal secara mendadak akibat penyakit jantung. Dari surat wasiat yang mencurigakan, terkuaklah bahwa ternyata sang ayah memiliki istri simpanan bernama Holly Harper (Patricia Wettig). Seluruh keluarga Walker langsung geger mengetahui tentang hal itu, terutama sang ibu, Nora Walker (Sally Field).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari situlah berbagai masalah muncul ke permukaan, mulai dari rumah tangga Sarah yang goyah, Tommy yang ternyata mandul, Kitty yang tak henti-hentinya bertikai dengan sang ibu, Kevin dengan problematikanya sebagai pria gay, hingga Justin yang kecanduan narkoba. Lebih parah lagi ketika tiba-tiba muncul sosok bernama Rebecca (Emily VanCamp), yang ternyata adalah anak hasil hubungan gelap William dan Holly.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari yang kuduga dari trailernya, Brothers &amp;amp; Sisters ternyata bukanlah sebuah serial drama yang berat. Meskipun ceritanya panjang (ada 23 episode dalam satu season), hampir semuanya selesai dalam setiap episode. Plotnya sendiri cenderung dangkal, bahkan terasa seperti sinetron. Meskipun begitu, skenario yang ditulis dengan baik dan dialog-dialog yang cerdas, menjadikan serial ini bukan sinetron biasa. Di beberapa episode, aku sempat tertawa-tawa karena humor yang oke.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi daya tarik utama dari serial ini adalah aktor-aktornya yang bermain dengan sangat mengesankan. Tentu saja yang paling menawan adalah Sally Field dan Rachel Griffiths (aku sudah suka dengan aktingnya sejak di Six Feet Under). Calista Flockhart memerankan karakter yang mirip dengan Ally McBeal, tapi tetap lucu, kok. Lalu, aku juga suka dengan karakter Kevin, yang di sini sialnya sempat diceritakan berpacaran dengan seorang selebritis bernama Chad Barry. Nah, si Chad ini diperankan oleh Jason Lewis, cowok ganteng banget yang pernah jadi pacar Samantha di Sex and the City. Oh, hatiku hancur saat kedua cowok itu berciuman *sigh ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah, Brothers &amp;amp; Sisters ini mungkin cocok bagi yang mendambakan tontonan ringan namun tetap berkualitas. Tidak ada faktor yang membuat kecanduan, memang. Tapi menurutku serial ini keren, loh. Ya sudah, silakan dicari dvd-nya, atau nonton di TV saja juga boleh ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Mizz Antie-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8982532470117270570?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8982532470117270570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8982532470117270570' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8982532470117270570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8982532470117270570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/11/brothers-sisters-1st-season.html' title='Brothers &amp; Sisters (1st Season)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/R0mcQN1Ag7I/AAAAAAAAAEQ/z22BImFYqmM/s72-c/headbrothersandsisters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-773155665791613364</id><published>2007-10-25T11:07:00.000+07:00</published><updated>2007-10-25T11:30:33.720+07:00</updated><title type='text'>War Photographer (2001)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAYX4wNcsI/AAAAAAAAAEk/6ubYb3gGw3Y/s1600-h/warphotographer1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125123174598275778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAYX4wNcsI/AAAAAAAAAEk/6ubYb3gGw3Y/s320/warphotographer1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;WAR PHOTOGRAPHER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Category: Movies&lt;br /&gt;Genre: Documentary&lt;br /&gt;Judul: War Photographer&lt;br /&gt;Sutradara: Christian Frei&lt;br /&gt;Pemain:James Nachtwey&lt;br /&gt;Tahun: 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita masih ingat saat kita kanak-kanak kita sering ditanya tentang cita-cita kita kelak dewasa. Waktu itu saya selalu memberikan jawaban bahwa saya ingin jadi guru. Rasanya mulia sekali pekerjaan sebagai guru, mencerdaskan bangsa, membuat orang jadi pandai. Namun cita-cita menjadi guru itu tidak bertahan lama. Saat saya duduk di bangku SMP cita-cita saya berubah : saya ingin jadi wartawan. Mungkin karena saya mulai mengenal dan membaca TEMPO. Saya membayangkan pasti enak sekali bekerja sebagai seorang juru warta. Bisa keliling dunia meliput berita dan menjadi orang yang serba tahu tentang banyak hal. Yaaah..tetapi ternyata tak satupun dari yang pernah saya cita-citakan itu terwujud. Barangkali karena saya tidak sungguh-sungguh fokus dengan mimpi saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125125558305125074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAaiowNctI/AAAAAAAAAEs/IfD_T0UQpPQ/s320/warphoto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, film War Photographer (Swiss) ini berkisah tentang James Nachtwey atau Jim, seorang wartawan foto perang. Seperti layaknya sebuah film dokumenter yang merupakan rekaman sebuah peristiwa real, War Photographer pun adalah rekaman kisah nyata kehidupan Jim sebagai wartawan foto perang . Maka sebagian besar layar menampilkan foto-foto perang yang berhasil direkam kamera Jim. Mulai dari Kosovo, Afrika, Palestina sampai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAbnYwNcvI/AAAAAAAAAE8/DNKu3ynly04/s1600-h/72_Nachtwey.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125126739421131506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAbnYwNcvI/AAAAAAAAAE8/DNKu3ynly04/s320/72_Nachtwey.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika di Kosovo, Palestina dan Afrika Jim meliput perang yang terjadi di negara-negara tersebut, di Indonesia, tepatnya Jakarta, Jim memotret kehidupan masyarakat kumuh di sepanjang rel kereta. Rumah-rumah kardus yang tumpang tindih, sungai-sungai dengan air yang menghitam sementara orang-orang mandi dan mencuci di situ serta para pengemis cacat yang tengah meminta-minta di perempatan jalan Jakarta itulah yang diwartakan oleh Jim dengan kameranya ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk foto hitam putih dan berwarna . Liputan tentang Indonesia itu mendapat porsi yang cukup lumayan dalam film ini. Termasuk rekaman peristiwa kerusuhan Mei 1998 dan peristiwa Semanggi . Menontonnya, saya jadi diingatkan kembali pada peristiwa tragis yang pernah menimpa bangsa ini. Gambar memang bisa berbicara banyak lebih dari sekedar barisan kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan cerita film ini dipandu oleh narasi dan kesaksian teman-teman Jim sesama wartawan. Di antaranya Christiane Amanpour (CNN), Hans- Hermann Klare (STERN Magazine), Des Wright (kameraman REUTERS) dan Dennis O'Neill (sahabat ba9ik Jim). Mereka bertutur betapa Jim adalah seorang yang setia pada profesinya sebagai fotografer. Ia pantang menyerah dalam tugasnya meskipun harus berhadapan dengan bahaya. Meliput perang berarti harus siap mati dalam tugas. Bagaimana tidak jika tak jarang mereka harus berada di tengah-tengah pertempuran yang dipenuhi hujan peluru, gas airmata serta ranjau-ranjau yang bertebaran. Setiap saat maut mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini masuk nominasi Oscar tahun 2002 untuk film dokumenter terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Endah Sulwesi -&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-773155665791613364?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/773155665791613364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=773155665791613364' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/773155665791613364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/773155665791613364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/10/war-photographer-2001.html' title='War Photographer (2001)'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RyAYX4wNcsI/AAAAAAAAAEk/6ubYb3gGw3Y/s72-c/warphotographer1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-2864409921417639428</id><published>2007-10-21T17:15:00.000+07:00</published><updated>2007-10-21T18:45:28.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='animasi'/><title type='text'>Lady and The Tramp (Disney, 1955)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsnPhEg-QI/AAAAAAAAAhw/n9mM12WhboQ/s1600-h/Lady_and_the_Tramp+1.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsnPhEg-QI/AAAAAAAAAhw/n9mM12WhboQ/s320/Lady_and_the_Tramp+1.jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123732148592900354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul : Lady and The Tramp&lt;br /&gt;(50th Anniversary Edition)&lt;br /&gt;Produksi : Walt Disney, 1955&lt;br /&gt;Pengisi suara : Peggy Lee, Barbara Luddy, Larry Roberts, Bill Thompson, Bill Baucom (II)&lt;br /&gt;Animator : Milt Kahl (Tramp), Frank Thomas (Eating Spaghetti), Ollie Johnston (Lady, Jock, Trusty), John Lounsbery (Tony, Joe, various dogs), Wolfgang Reitherman (chase scene), Eric Larson (Peg, Hal King, Les Clark ("Lady" as puppy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingat adegan satu ini : Dua ekor anjing duduk di sebuah meja, diterangi sebatang lilin,  menyantap sepiring spaghetti bola-bola daging, lalu mereka makan seutas spaghetti yang sama tanpa sadar, dan akhirnya tak sengaja berciuman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxspDREg-RI/AAAAAAAAAh4/aKahVHJJX3k/s1600-h/LadyTramp5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxspDREg-RI/AAAAAAAAAh4/aKahVHJJX3k/s320/LadyTramp5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123734137162758418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yah, inilah kisah Lady, anjing cocker spaniel betina dengan Tramp, si anjing jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lady adalah hadiah Natal yang diberikan Jim Dear pada Darling, istrinya. Waktu itu Lady masih seekor anak anjing. Setelah beberapa lama, Lady menjadi jantung keluarga itu, pusat perhatian Jim Dear dan Darling. Hingga suatu hari, Lady merasa perlakuan kedua tuannya itu padanya berubah. Ternyata Darling hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lady yang sedih, menceritakan ini kepada dua ekor anjing tetangganya, Jock si Scottish Terier, dan Trusty, anjing bloodhound tua yang sudah kehilangan kehebatan penciumannya. Sementara mereka berbincang-bincang, tiba-tiba masuklah seekor anjing jalanan tak dikenal, Tramp. Tramp pun menceritakan kepada Lady apa itu seorang bayi. Di sini juga lucu banget, apalagi waktu Tramp meniru-niru seorang wanita tua, hahahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsulBEg-SI/AAAAAAAAAiA/vUpUEmBO9Vs/s1600-h/Lady-and-the-Tramp-02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsulBEg-SI/AAAAAAAAAiA/vUpUEmBO9Vs/s320/Lady-and-the-Tramp-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123740214541482274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bayi lahir, ternyata Lady tidak disingkirkan, kedua tuannya tetap menyayanginya. Tetapi, setelah beberapa lama, kedua tuannya itu harus pergi meninggalkan bayi mereka dan Lady di rumah, dititipkan pada Bibi Sarah, yang punya dua kucing siam, Si dan Am. Ternyata kedua kucing ini menyebabkan kesulitan bagi Lady,  dan Bibi Sarah marah, membawa Lady untuk dibelikan berangus. Tapi Lady berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsulBEg-TI/AAAAAAAAAiI/8nVIZVd-rGU/s1600-h/Lady-and-the-Tramp-05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsulBEg-TI/AAAAAAAAAiI/8nVIZVd-rGU/s320/Lady-and-the-Tramp-05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123740214541482290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelariannya, Lady yang tak berpengalaman hidup di jalanan itu, dikejar-kejar oleh segerombolan anjing liar. Untung saja Tramp melihat, dan membantu Lady. Setelah itu, Tramp pun membawa Lady berkeliling kota, menikmati kehidupan sebagai anjing jalanan sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Lady mau kembali ke rumahnya, dia sempat tertangkap oleh penangkap anjing, dan di situ Lady mengetahui sesuatu tentang Tramp, yang ternyata seekor anjing playboy (huahahahaha......, di sini kocak banget..... ada anjing namanya Peg yang nyanyi He's A Tramp dengan gaya genit banget). Di tempat penampungan anjing liar itu juga, Lady akan bertemu dengan anjing-anjing unik, termasuk Boris si anjing yang merangkap jadi filsuf, hihihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsvRREg-UI/AAAAAAAAAiQ/yJhVjr9pwpM/s1600-h/protectedimage.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsvRREg-UI/AAAAAAAAAiQ/yJhVjr9pwpM/s320/protectedimage.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123740974750693698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, karena punya peneng, Lady dikembalikan ke rumahnya. Tapi kali ini Lady diikat di kandangnya di luar, tak boleh masuk ke rumah oleh Bibi Sarah. Namun, ternyata malam itu seekor tikus got besar mencoba menyelinap masuk ke rumah. Lady yang sedang terikat tak bisa mengejarnya. Tapi Tramp mendengar Lady, dan dia mengejar tikus itu. Sementara itu, Lady juga akhirnya berhasil melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, niat baik Lady dan Tramp mengejar tikus itu disalah artikan oleh Bibi Sarah, yang langsung memanggil penangkap anjing liar untuk membawa Tramp. Untunglah saat itu Jim Dear dan Darling pulang, dan mereka menemukan tikus got besar yang sudah dibunuh oleh Tramp, dan mereka pun menyelamatkan Tramp. Yah, tentunya Jock dan Trusty tak kurang peranannya untuk menyelamatkan Tramp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film animasi ini merupakan produksi Walt Disney tahun 1955, yah sudah lebih 50 tahun yang lalu memang. Tapi pada ulang tahun produksinya yang ke 50, Walt Disney mengeluarkan edisi khusus dalam bentuk DVD, dengan perbaikan kualitas warna sehingga tampil lebih segar dan cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang asik juga, dalam format DVD, banyak bonusnya. Termasuk salah satu asal-usul cerita awalnya. Dalam credit untuk cerita, dicantumkan nama Ward Greene, yang ternyata adalah konseptor cerita setelah lebih 10 tahun dari awal ide cerita ini dicetuskan pertama kali oleh Joe Grant di akhir tahun 1930-an. Film animasi ini merupakan sedikit dari film-film animasi Disney, yang ide ceritanya bukan berasal dari buku atau pun kisah dongeng. Selain itu, ternyata asik banget, jaman tahun segitu, mereka kan belum punya komputer super canggih untuk membantu para animator itu menciptakan gambar-gambar yang bisa bergerak sangat mirip dengan aslinya. Salah satu teknik yang digunakan mereka adalah merekam gerakan-gerakan berbagai jenis anjing untuk dipelajari pelan-pelan. Keren banget! (jadi ngiri.... hi hi hi hi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang film animasi satu ini bisa digolongkan sebagai sebuah karya klasik yang bisa dinikmati kapan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-2864409921417639428?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/2864409921417639428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=2864409921417639428' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2864409921417639428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/2864409921417639428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/10/lady-and-tramp-disney-1955.html' title='Lady and The Tramp (Disney, 1955)'/><author><name>dumaria pohan</name><uri>https://profiles.google.com/118368172682914961458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ow7e1ncrrB8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABIQ/OHBHpmMh9FA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_97yKdfPYO40/RxsnPhEg-QI/AAAAAAAAAhw/n9mM12WhboQ/s72-c/Lady_and_the_Tramp+1.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-8383403575739386336</id><published>2007-10-08T21:33:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T21:55:13.374+07:00</updated><title type='text'>No Man's Land</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RwpAmB9qecI/AAAAAAAAAD4/BZMyz8KNaRs/s1600-h/nomansland.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RwpAmB9qecI/AAAAAAAAAD4/BZMyz8KNaRs/s320/nomansland.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118974948566268354" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="left"&gt;Produksi: United Artists, tahun 2001&lt;br /&gt;Sutradara: Danis Tanovic&lt;br /&gt;Skenario: Danis Tanovic&lt;br /&gt;Pemain: Branko Djuric, Rene Bitorajac, Filip Sovagovic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah begitu banyak film tentang perang dibuat. Apapun gaya yang dipakai oleh para pembuatnya, selalu saja film-film perang itu akhirnya menghadirkan sebuah kisah kemanusiaan yang berakhir tragis dan menyedihkan. Tidak ada perang yang menyenangkan. Bahkan Life is Beautiful yang dikemas dalam sebuah bentuk komedi pun terasa pahit dan menyesakkan. Demikian pula No Man's Land.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah film dari sebuah negeri yang pernah sangat menderita akibat konflik dengan tetangganya, Serbia, yang mengorbankan banyak jiwa dari kedua belah pihak. Perang Bosnia-Serbia adalah sebuah drama kemanusiaan yang meninggalkan luka dalam bagi perdamaian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Man's Land, disutradarai oleh Danis Tanovic, pria kelahiran Zenica, Bosnia, 1969. Ia adalah seorang insinyur sipil yang juga sekolah musik dan seni. No Man's Land bukanlah filmnya yang pertama. Sebelumnya ia telah pula menyutradarai sejumlah film, di antaranya : Your Lover Called (film pendek), Dervishs dan A Year After (dokumenter) serta B &amp;amp; H Army (video klip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam No Man's Land, Danis Tanovic menulis pula skenarionya. Sebuah film yang berkisah tentang tiga orang serdadu di medan pertempuran Bosnia-Serbia. Dua orang dari pihak Bosnia, Ciki (Branko Djuric) dan Cera (Filip Sovagovic), satu orang lagi, Nino (Rene Bitorajac) adalah tentara Serbia. Ketiganya 'berjumpa' di sebuah trench (parit perlindungan) yang terletak di antara kedua wilayah yang bertikai. Pertemuan ketiganya menghadirkan sebuah cerita yang pahit dan mengharukan. Mereka adalah orang-orang yang 'dikorbankan', representasi dari kisah pahit dan suram sebuah peperangan. Perang telah menghancurkan rasa kemanusiaan mereka. Yang tertinggal hanyalah kebencian pada pihak lawan, yang dianggap sebagai penyebab terjadinya semua bencana itu. Pun kepercayaan kepada pihak-pihak di luar sana yang mengaku sebagai duta perdamaian, sudah terkikis habis. PBB tak lagi dipercaya dapat menyelesaikan konflik. Juga para jurnalis televisi , hanyalah sekelompok orang yang ingin menangguk keuntungan dari berita yang mereka siarkan langsung, yang terkadang meliput tanpa perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RwpA-h9qedI/AAAAAAAAAEA/US-kBJxb3Yc/s320/nomansland1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118975369473063378" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Di parit itu, Cera tengah terancam jiwanya karena di bawah tubuhnya ada ranjau yang amat berbahaya yang akan meledak jika ia bergerak. Pasukan PBB yang datang ke lokasi tersebut dengan ahli penjinak ranjau mereka, tak mampu melakukan apapun. Dengan sangat terpaksa mereka harus meninggalkan Cera sendirian bersama ranjau yang siap meledak di bawah tubuhnya. Tragis...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ciki dan Nino telah lebih dulu tewas dalam sebuah baku tembak yang gagal dihalang-halangi oleh pasukan PBB tersebut. Tak pernah ada pemenang yang sesungguhnya dalam perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film produksi tahun 2001 ini berhasil mendapatkan penghargaan Golden Globe tahun 2002 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dan Skenario Terbaik dalam Festival Film Cannes 2002. Saya memberinya 3 bintang (***).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endah Sulwesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-8383403575739386336?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/8383403575739386336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=8383403575739386336' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8383403575739386336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/8383403575739386336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/10/produksi-united-artists-tahun-2001.html' title='No Man&apos;s Land'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Zhv9f9lI474/RwpAmB9qecI/AAAAAAAAAD4/BZMyz8KNaRs/s72-c/nomansland.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1154930504255535833</id><published>2007-09-10T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T10:15:51.462+07:00</updated><title type='text'>MAN ON THE TRAIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hyperion-film.com/phpgate/html/images/movies/poster/manonthetrain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 157px; height: 232px;" src="http://www.hyperion-film.com/phpgate/html/images/movies/poster/manonthetrain.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sutradara                             Patrice Leconte&lt;br /&gt;Skenario                              Jean Marie Drejou&lt;br /&gt;Pemain                                Jean Rochefort, Johnny Hallyday&lt;br /&gt;Produksi                              Paramount&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang pensiunan guru sastra bertemu dengan seorang kriminal perampok bank di sebuah kota kecil di Prancis dan kemudian tinggal bersama, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah sebuah hubungan pertemanan yang menarik. Kisah inilah yang diangkat oleh sutradara Prancis, Patrice Leconte ke dalam filmnya &lt;em&gt;Man on The Train&lt;/em&gt; (judul asli : &lt;em&gt;L'homme du Train&lt;/em&gt;). Film yang skenarionya ditulis oleh Jean Marie Drejou ini, bercerita tentang pertemanan dua orang lelaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milan (Johnny Hallyday) adalah seorang kriminal yang berencana merampok bank di sebuah kota kecil di Prancis secara tidak sengaja bertemu dan berkenalan dengan Manesquier (Jean Rochefort) di sebuah toko obat. Manesquier lalu mengajak Milan singgah ke rumahnya di mana ia tinggal sendiri saja sebagai seorang pensiunan guru. Karena saat itu bulan November, tidak banyak hotel yang buka. Maka untuk selanjutnya Milan tinggal di rumah teman barunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang tenang dan teratur sebagai mantan guru tentu saja amat berbeda dengan kehidupan seorang perampok bank. Selama tinggal bersama inilah mereka berdua lalu menjalin sebuah hubungan pertemanan dengan diam-diam saling mencemburui kehidupan masing-masing. Milan yang kriminal itu iri terhadap kehidupan Manesquier yang 'beradab' : memberi les sastra, bermain piano, memasak, makan malam dan memandang bintang di langit malam. Sementara di mata Manesquire, Milan adalah sosok lelaki jantan yang hidup bagai koboy-koboy di Amerika sana : berjaket kulit, merokok, menenggak alkohol, memiliki sepasang pistol. Maka lalu keduanya saling membagi sedikit kehidupannya. Milan lalu mengajari Manesquier caranya menembak dan Manesquier memberinya sebuah buku kumpulan puisi. Mungkinkah keduanya lalu bertukar tempat dan kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leconte, sang sutradara berusia 60 tahun (lahir 12 November 1947), pernah berkarier sebagai seorang kartunis di majalah berbahasa Perancis Pilote sampai dengan tahun 1975. Sebelum Man On The Train ini, ia banyak membuat film-film drama komedi seperti :&lt;em&gt; Ma Femme S'appele Revient&lt;/em&gt; (1981) dan &lt;em&gt;Circulez Y'a Rien a Voir&lt;/em&gt; (1983). Filmnya &lt;em&gt;Man On The Train&lt;/em&gt; ini meraih penghargaan sebagai film terbaik dan aktor terbaik dalam Festival Film Venice tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endah Sulwesi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1154930504255535833?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1154930504255535833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1154930504255535833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1154930504255535833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1154930504255535833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/09/man-on-train.html' title='MAN ON THE TRAIN'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6208871574370683512</id><published>2007-09-03T11:28:00.000+07:00</published><updated>2007-09-03T12:14:45.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='true story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drama'/><title type='text'>Freedom Writers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuQUUywhjI/AAAAAAAAACs/HU8m6BqvC9I/s1600-h/freedom-writers-poster-0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuQUUywhjI/AAAAAAAAACs/HU8m6BqvC9I/s320/freedom-writers-poster-0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105833281407977010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Freedom Writers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: left;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cast: Hilary Swank, Patrick Dempsey, Scott Glenn, Imelda Staunton&lt;br /&gt;Director: Richard Lagravenese&lt;br /&gt;Writer: Richard Lagravenese&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;KELAS 203&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Erin Gruwell (Hilary Swank) tidak menyadari apa yang akan dihadapinya saat diterima menjadi guru di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Wilson&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;High School&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebagai seorang &lt;i style=""&gt;fresh graduate, &lt;/i&gt;Erin mendapatkan tugas mengajar pertama di Room 203, yang berisi siswa yang sudah “tersingkirkan” dari sistem pendidikan dan dianggap “tidak bisa dididik lagi”. Para remaja yang menjadi murid &lt;st1:place st="on"&gt;Erin&lt;/st1:place&gt; berasal dari berbagai macam latar belakang rasial, dan mereka semua rentan terhadap kekerasan jalanan dan narkoba.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebagai seorang guru muda (23 tahun) yang masih penuh idealisme, &lt;st1:place st="on"&gt;Erin&lt;/st1:place&gt; berusaha sebisa mungkin untuk menjalankan tugasnya. Dengan berbagai cara, dia mencoba menarik perhatian para siswanya. Cara belajar yang menyenangkan diterapkannya di kelas. Misalnya, untuk mempelajari puisi, dia menggunakan lirik lagu rap. Dia juga memberikan banyak permainan untuk dilakukan di kelas. Perlahan-lahan, saking terobsesinya &lt;st1:place st="on"&gt;Erin&lt;/st1:place&gt; untuk memajukan pendidikan muridnya, tanpa sadar waktu pribadinya tersita. Untuk membelikan muridnya buku bacaan yang bermutu—karena sekolah tidak bersedia menyediakan buku untuk mereka—dia bersedia mengambil pekerjaan paruh waktu di dua tempat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuWdEywhoI/AAAAAAAAADU/Ub0uXO8n0O4/s1600-h/Freedom-Writers-p09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuWdEywhoI/AAAAAAAAADU/Ub0uXO8n0O4/s320/Freedom-Writers-p09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105840028801599106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersenang-senang di Kelas 203&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lambat laun, pernikahannya pun menjadi korban, karena suaminya (Patrick Dempsey) tidak tahan ditinggalkan oleh istrinya bekerja mati-matian sepanjang hari. Tapi, &lt;st1:place st="on"&gt;Erin&lt;/st1:place&gt; tidak menyerah. Terinspirasi pada buku harian Anne Frank, dia menghadiahkan jurnal untuk para muridnya. Dia menugasi mereka untuk menuliskan apa pun yang ingin mereka tulis di dalam jurnal itu. Ternyata, tugas itu betul-betul menginspirasi para muridnya. Dengan jurnal itu, mereka menjadi semakin terbuka, semakin bisa menerima keberadaan teman-teman mereka yang berasal dari berbagai latar belakang, dan Room 203 pun menjadi seakrab sebuah keluarga bahagia. Jurnal itulah yang kemudian dinamakan “The Freedom Writers Diary”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebagai sebuah kisah nyata, film ini sangat menggugah perasaan. Erin Gruwell sendiri hingga sekarang masih menjadi motor dalam Freedom Writers Foundation, sebuah organisasi yang menggalakkan metoda mengajar alternatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;NONTON BARENG&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;Freedom Writers &lt;/i&gt;ini menjadi film pertama yang dipilih dalam program nonton bareng Keluarga Kutu Buku Gila (yang anggotanya adalah para penjaga loket bioskop norak ini, ditambah para figuran, dan sebagian pemilik bioskop tetangga). Tentu saja yang dimaksud nonton bareng ini bukan duduk bersama dan nonton bersama, tetapi nonton di rumah masing-masing, dan waktunya pun nggak bersamaan, hahahaa. Pokoknya intinya menonton film yang sama, begitu. Alasan kenapa film ini dipilih, tentu saja karena film ini berhubungan dengan buku. Karena kami &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kutu buku yang berdedikasi, gitu lhuwoh (yah, meskipun gila).&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuWc0ywhnI/AAAAAAAAADM/4koVs8cFadc/s1600-h/Freedom-Writers-p01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuWc0ywhnI/AAAAAAAAADM/4koVs8cFadc/s320/Freedom-Writers-p01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105840024506631794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibu Erin yang sangat berdedikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berbagai pendapat tentang film ini pun bermunculan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sangat menyukainya, ada yang biasa saja. Memang menyentuh melihat perjuangan Erin Gruwell, tapi kadang-kadang menyebalkan juga melihat kekeraskepalaannya (sampai suaminya kabur begitu), tapi mungkin memang keras kepala merupakan salah satu syarat kesuksesan, ya? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang terharu saat menontonnya, ada yang bosan karena film ini rasanya nggak original (yah, dari segi cerita, silakan dibandingkan dengan Dangerous Minds, Sister Act, atau The Chorus). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yang jelas, percaya atau tidak, melihat para siswa &lt;st1:place st="on"&gt;Erin&lt;/st1:place&gt; yang rajin menulis terasa bagaikan lecutan cambuk bagi kami para blogger yang terkadang malas meng-update blog ini, hahaha. Baiklah, silakan saksikan film ini! Atau, buat yang sudah nonton, bagikan pengalaman nontonnya kepada kami. Sudah saatnya para Kutu Buku Gila memikirkan film selanjutnya untuk ditonton bareng. (Hmm, tapi mungkin nanti gantian ya, yang bagian nulis reviewnya, hehehehee ….)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;-Loket 1-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Film ini ditayangkan secara serentak di semua Loket Bioskop Norak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6208871574370683512?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6208871574370683512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6208871574370683512' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6208871574370683512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6208871574370683512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/09/freedom-writers.html' title='Freedom Writers'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yLlhggs7TsE/RtuQUUywhjI/AAAAAAAAACs/HU8m6BqvC9I/s72-c/freedom-writers-poster-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-1144027950647672693</id><published>2007-08-28T11:48:00.000+07:00</published><updated>2007-08-28T14:43:05.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='animasi'/><title type='text'>Curious George (2006)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtOrqxbQJQI/AAAAAAAAAcA/XGJ_F8lYH8Y/s1600-h/MPW-17044.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtOrqxbQJQI/AAAAAAAAAcA/XGJ_F8lYH8Y/s320/MPW-17044.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103611554051400962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Curious George (2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Directed by: Matt O'Callaghan&lt;br /&gt;Produced by: Bonne Radford, Ken Tsumura, James Whitaker&lt;br /&gt;Distributors:  United International Pictures, Universal Pictures Distribution&lt;br /&gt;Voices : Will Ferrell , Frank Welker, Drew Barrymore, David Cross, Eugene Levy, Joan Plowright, Dick Van Dyke, Shane Baumel, Tamara Jo Beatty, Timyra-Joi Beatty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ted, seorang pegawai sebuah museum kecil milik Mr Bloomsberry yang sedang terancam tutup. Museum itu akhir-akhir ini sangat sepi pengunjungnya. Salah satu yang masih setia mengunjunginya adalah Miss Maggie Dunlop yang membawa anak-anak muridnya. Namun bahkan anak-anak tersebut bosan setengah mati pada Ted dan museum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPRjRbQJUI/AAAAAAAAAcg/N-xhWlbFUq4/s1600-h/curiousgeorge3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPRjRbQJUI/AAAAAAAAAcg/N-xhWlbFUq4/s320/curiousgeorge3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103653206644237634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Mr Bloomsberry, Junior, punya rencana tersendiri. Dia ingin menjual museum tersebut, yang kini sendirian terapit gedung-gedung pencakar langit. Rencananya, lokasi itu akan dijadikan gedung parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ted sangat menyayangi Museum itu, dan tiba-tiba terjebak dalam rencana mencari Patung Zagawa raksasa, yang sudah menjadi obsesi Mr Bloomsberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtOtlhbQJRI/AAAAAAAAAcI/-LZkzHrKeAM/s1600-h/curiousgeorge12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 163px;" src="http://bp3.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtOtlhbQJRI/AAAAAAAAAcI/-LZkzHrKeAM/s320/curiousgeorge12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103613662880343314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ted pun berangkat ke Afrika. Sebelum berangkat, dia pergi ke toko yang menjual peralatan petualang. Dasar memang Ted bodoh, dia pun ditipu oleh penjaga toko, dan akhirnya berangkat dengan kostum norak berwarna kuning menyala! Ted pun menjadi bahan tertawaan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Afrika, Ted beserta rombongan masuk hutan, dan setelah berjalan mengikuti peta yang dibuat Mr Bloomsberry, mereka tiba di lokasi yang seharusnya merupakan tempat patung tersebut. Namun yang ditemukan adalah patung Zagawa yang kecil mungil, terletak dalam suatu altar dengan sebuah pesan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ted kecewa dan segera mengirimkan foto Zagawa mungil itu ke Mr Bloomsberry... namun dasar teknologi! Kog malah terjadi kesalahpahaman! Mr Bloomsberry senang sekali, dan segera mempersiapkan pameran besar-besaran untuk menyambut kedatangan patung Zagawa yang sensasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPMVBbQJSI/AAAAAAAAAcQ/txgyDP43T6k/s1600-h/Curious-George_im1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPMVBbQJSI/AAAAAAAAAcQ/txgyDP43T6k/s320/Curious-George_im1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103647464272962850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ted yang sedang frustrasi, tak sengaja bertemu dengan George si monyet usil. George adalah monyet imut yang nakal banget. Kerjanya mengusili binatang-binatang lain, tapi semua anak binatang di hutan menyukainya (ih, mirip Kobo yah karakternya? menggemaskan gitu.... hi hi hi hi). Awalnya George, yang waktu itu belum bernama George dan sekedar dipanggil Monkey, tertarik pada topi Ted yang warnanya nge-jreng-jreng-jreng kuning begitu. Monkey satu ini juga suka banget main cilukba dengan Ted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Ted kembali ke Amerika, ternyata George mengikutinya. Ted pun akhirnya mengakui keadaan sebenarnya pada Mr Bloomsberry, bahwa Zagawa itu hanya sebesar gantungan kunci. Junior senang, karena berarti keinginannya mendirikan gedung parkir akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya George, yang dinamai seperti presiden Amerika, George Washington, membantu Ted menemukan kembali patung Zagawa yang luar biasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curious George, adalah karakter ciptaan Hans Augusto dan Margret Rey untuk serangkaian buku anak-anak. George adalah seekor monyet mungil yang bandel, dan tingkah lakunya yang polos itu, sering menyebabkan orang-orang eh binatang-binatang lain marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPRjRbQJTI/AAAAAAAAAcY/2BkhJe6gG8c/s1600-h/curiousgeorge15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtPRjRbQJTI/AAAAAAAAAcY/2BkhJe6gG8c/s320/curiousgeorge15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103653206644237618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam film animasi yang berdurasi kurang lebih satu setengah jam ini, kita akan ditemani warna-warna yang sangat cerah (yang sangat disukai oleh Kobo...) dan cerita yang lucu. Gemas sekali melihat tingkah laku George yang seenaknya, dan kadang menyusahkan Ted, si pria  berbaju kuning menyala. Aku paling suka adegan waktu si George berkelana ke apartemen sang penyanyi opera, dan akhirnya menghiasi rumahnya dengan lukisan tangannya, hahahaha! Lalu si diva itu disiram cat oleh George, aduh, kocak banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti : Kobo suka sekali film ini..... (sampai sudah nonton 4 kali diulang-ulang, hua ha ha ha ha!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-1144027950647672693?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/1144027950647672693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=1144027950647672693' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1144027950647672693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/1144027950647672693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/08/curious-george-2006.html' title='Curious George (2006)'/><author><name>dumaria pohan</name><uri>https://profiles.google.com/118368172682914961458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ow7e1ncrrB8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABIQ/OHBHpmMh9FA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_97yKdfPYO40/RtOrqxbQJQI/AAAAAAAAAcA/XGJ_F8lYH8Y/s72-c/MPW-17044.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-7932273699074541363</id><published>2007-08-20T13:25:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T13:38:21.606+07:00</updated><title type='text'>SEABISCUIT</title><content type='html'>&lt;a href="http://images.movieeye.com/store/images/seabiscuit_poster.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://images.movieeye.com/store/images/seabiscuit_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Judul:Seabiscuit&lt;br /&gt;Sutradara:Gary Ross&lt;br /&gt;Skenario:Gary Ross berdasarkan novel Laura Hillenbrand&lt;br /&gt;Pemain:Jeff Bridges, Chris Cooper, Tobey Maguire,Elizabeth Banks&lt;br /&gt;Distributor:Universal Pictures&lt;br /&gt;Tahun:2003&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seabiscuit adalah nama seekor kuda pacu yang pernah menjadi legenda di arena pacuan kuda Amerika Serikat sekitar tahun 1936 sampai 1940-an. Masyarakat AS pecinta pacuan kuda akan selalu mengingatnya sebagai seekor kuda yang telah mencatat sejarah tersendiri, sebab pada zamannya Seabiscuit yang tak pernah diunggulkan sama sekali telah berhasil mengalahkan kuda jawara saat itu. Keberhasilannya tak muncul tiba-tiba. Di baliknya ada tiga orang yang berperan, yaitu : Charles Howard (Jeff Bridges) sebagai pemilik, Tom Smith (Chris Cooper), perawat dan pelatih sekaligus, serta John "Red" Pollard (Tobey Maguire), sang joki. Ketiga sosok lelaki inilah yang telah menciptakan Seabiscuit menjadi legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, cerita film yang diangkat dari kisah nyata ini, tidak terlalu istimewa. Biasa saja. Bahkan cenderung membosankan. Skenarionya (Gary Ross) dibuat berdasarkan novel yang ditulis oleh Laura Hillenbrand (2001). Bagi penonton yang tidak sabaran, menyaksikan Seabiscuit akan terasa melelahkan. Alurnya berjalan lambat sehingga kita bisa meninggalkannya sejenak untuk pipis atau ke dapur ambil minum tanpa kehilangan lanjutan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Tom Smith, mantan koboy yang amat mencintai kuda, yang pertama kali menemukan Seabiscuit. Dengan nalurinya yang tajam tentang kuda, ia segera membujuk majikannya, Charles Howard, untuk membeli kuda tambun dan lamban itu. Charles semula adalah pengusaha mobil. Setelah perceraiannya ia menikah kembali dengan Marcela (Elizabeth Banks) dan bersama-sama dengan istri barunya itu ia beralih ke bisnis pacuan kuda. Ia lalu menyewa Tom sebagai pelatih dan perawat kuda-kudanya. Dalam perjalanan cerita selanjutnya, Tom pulalah yang menemukan John "Red" Pollard dengan bakat jokinya. Mereka bertiga lalu bekerja sama menjadikan si tambun Seabiscuit pemenang dalam berbagai kejuaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menarik buat saya dari film ini adalah akting Tobey Maguire sebagai Red Pollard. Amat berbeda karakter yang dimainkannya di sini dengan pada saat ia menjadi Manusia Laba-laba di &lt;em&gt;Spiderman 1&lt;/em&gt; dan sekuelnya. Red Pollard hanyalah joki biasa yang berhasil menjadi juara karena latihan dan kerja keras di samping tentu saja bakat yang dibawanya. Berasal dari keluarga kelas menengah Amerika yang bangkrut, ia lalu memilih jalan hidup sebagai joki setelah gagal menjadi petinju profesional. Maguire berhasil ke luar dari kostum laba-labanya yang ketat itu menjelma sebagai seorang pemuda rapuh yang punya ambisi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bagi saya, &lt;em&gt;Seabiscuit&lt;/em&gt; adalah sebuah film drama tentang perjalanan seseorang mencapai sukses. Tak ada keberhasilan yang jatuh tiba-tiba dari surga ke atas pangkuan kita. Segalanya itu adalah berkat usaha dan kerja keras yang terkadang butuh waktu tidak sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;endah sulwesi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-7932273699074541363?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/7932273699074541363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=7932273699074541363' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7932273699074541363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/7932273699074541363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/08/seabiscuit.html' title='SEABISCUIT'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5557276507825684706</id><published>2007-08-13T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-08-13T14:00:48.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>Dexter (1st Season/2006)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rr__z6yMExI/AAAAAAAAACc/cMYlm2L8g80/s1600-h/dexter_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rr__z6yMExI/AAAAAAAAACc/cMYlm2L8g80/s320/dexter_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098074570624865042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Pernah terpikir nggak, kalau ternyata teman, keluarga, atau bahkan pasangan kita ternyata pembunuh berantai? Penampilannya sih biasa-biasa saja, normal dan menyenangkan, tapi begitu malam tiba, dia berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Mengerikan sekali, bukan?&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seperti itulah Dexter Morgan (Michael C. Hall). Pada siang hari, dia bekerja sebagai ahli forensik di labkrim Miami Metropolitan Police Department. Orangnya baik hati dan ramah, gemar menolong sesama, rekan kerja yang dapat diandalkan, pacar siaga, tapi ternyata semua itu hanyalah kedok belaka. Di balik topengnya, Dexter adalah seorang psikopat mematikan. Korbannya sudah tidak terhitung lagi banyaknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebagai seorang pembunuh berantai, Dexter bekerja dengan sangat bersih dan disiplin. Korban-korbannya tak pernah diketahui lagi keberadaannya. Dia memegang teguh sebuah kode yang diajarkan oleh ayah angkatnya, Harry Morgan (James Remar). Yak, Harry inilah satu-satunya orang yang mengetahui sisi gelap Dexter. Dia pula yang dengan tegas memberikan aturan main untuk Dexter, yang mencakup siapa saja yang boleh dibunuh dan bagaimana Dexter harus bersikap di tengah masyarakat. Masalahnya, Dexter ini memang manusia yang dingin alias nggak punya perasaan—secara harfiah mati rasa. Berkat kode Harry, Dexter hanya membunuh orang-orang yang sama monsternya dengan dia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rr__0KyMEyI/AAAAAAAAACk/hu2rUsDUsPQ/s1600-h/dexter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rr__0KyMEyI/AAAAAAAAACk/hu2rUsDUsPQ/s320/dexter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098074574919832354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Cast of Dexter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konflik muncul saat Kota Miami dihebohkan oleh kasus pembunuhan berantai Ice-Truck Killer. Dexter merasa pembunuh baru ini melakukan kejahatannya hanya untuk mengincar dirinya. Apalagi saat dia mendapatkan pesan-pesan pribadi dari si pembunuh, misalnya boneka Barbie yang termutilasi di dalam kulkasnya atau TKP yang disusun persis seperti kenangan masa lalunya. Jadi, si Ice-Truck ini sepertinya sangat mengenal Dexter luar-dalam. Padahal, adik angkat Dexter sendiri, Debra Morgan (Jennifer Carpenter), yang bekerja sekantor dengannya, malah tidak tahu apa-apa soal kelakuan nista abangnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, siapakah sebenarnya si Ice-Truck ini? Apa yang dikehendakinya? Lalu, apa yang membuat Dexter sampai menjadi berdarah dingin begitu? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang diungkap jawabannya dalam musim pertama serial Dexter ini. Serial ini sendiri diangkat dari novel karya Jeff Lindsay, yaitu &lt;i style=""&gt;Darkly Dreaming Dexter&lt;/i&gt;. (Kayaknya novelnya seru juga, ada yang mau menerbitkankah? *tuing-tuing.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara keseluruhan, aku suka serial ini. Yang menurutku paling keren adalah pikiran-pikiran Dexter yang menjadi narasi. Ternyata begitu ya, jalan pikiran seorang pembunuh berantai berdarah dingin, hehehe …. Jangan membayangkan adegan-adegan yang mencekam dulu karena, somehow, komedi yang nakal justru berserakan di sana-sini dalam serial ini. Selain komedi, yang juga berceceran di sana-sini adalah darah. Jadi, yang nggak suka darah mungkin bakal mual-mual. Tapi kalau aku sih nggak, secara kadang-kadang aku juga haus darah. Michael C. Hall sebagai Dexter menurutku juga keren. (Ah, aku jadi pengin nonton Six Feet Under. Kenapa dvd season limanya nggak dijual?) Lihat juga opening scene-nya. Kereeenn …..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, silakan nonton serial ini. Siapa tahu ada pembunuh berantai di sekitar kita, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bisa waspada, gitu. Oke deh, selamat nonton!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Mizz Antie-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5557276507825684706?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5557276507825684706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5557276507825684706' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5557276507825684706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5557276507825684706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/08/dexter-1st-season2006.html' title='Dexter (1st Season/2006)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rr__z6yMExI/AAAAAAAAACc/cMYlm2L8g80/s72-c/dexter_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-3899350041488692593</id><published>2007-08-03T12:03:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T12:09:50.222+07:00</updated><title type='text'>SHARK TALE</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.starstore.com/acatalog/Shark_Tale-mouth-L-01.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.starstore.com/acatalog/Shark_Tale-mouth-L-01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;(spesial for : Kobo, secara ia tak hendak menjadi dewasadan senangnya ngakak-ngakak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Shark Tale&lt;br /&gt;Sutradara: Bibo Bergeron dan Vicky Jesson&lt;br /&gt;Skenario: Damian Shannon dan Mark Swift&lt;br /&gt;Pengisi Suara: Robert de Niro, Will Smith, Renee Zelwege,Angelina Jolie&lt;br /&gt;Produksi: Dreamworks&lt;br /&gt;Tahun: 2004&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Percaya nggak kalau di dasar samudra yang gelap itu ada juga gerombolan mafianya? Percaya aja, sebab itu terjadi di negeri dongeng terbesar sejagat : Hollywood. Negeri yang mampu memwujudkan semua khayalan kita dengan keajaiban kartun-kartunnya. Bukankah anything can happen in cartoon? Di sana ada dua pabrik kartun terbesar, yaitu : Disney dan Dreamworks. Setelah Disney sukses dengan &lt;em&gt;Finding Nemo&lt;/em&gt;, maka Dreamworks, pesaing utamanya, tidak mau kalah. Mereka bikin&lt;em&gt; Shark Tale&lt;/em&gt;, cerita tentang hiu-hiu yang menjadi mafia dalam bentuk kartun tiga dimensi. Sederet nama beken turut mengusung film ini sebagai pengisi suara. Ada Robert de Niro, Will Smith, Renee Zelweger dan Martin Scorcese. Bisa kebayang kan bakal jadi cerita animasi yang seperti apa Shark Tale ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di bawah laut yang biru terdapatlah sebuah komunitas para penghuni samudera. Berbagai jenis ikan, udang, kerang, kepiting, ubur-ubur dan lain-lain hidup damai berdampingan selama bertahun-tahun. Sampai suatu hari terjadilah keributan dikarenakan Frankie (Michael Imperioli) salah satu putera Don Lino (de Niro), seorang eh seekor hiu yang menjadi boss mafia, kedapatan mati. Tak ada yang menyaksikan peristiwa terbunuhnya Frankie kecuali saudaranya Lenny (Jack Black) dan Oscar (Will Smith), seekor ikan kecil yang semula hendak dimangsa oleh Frankie. Ia berhasil selamat sebab Frankie keburu mati tertimpa jangkar kapal. Oscar, pemuda yang selalu kekurangan uang itu, kemudian mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Membuallah ia dengan menyebar cerita bohong bahwa dialah yang membunuh hiu jahat itu. Dalam sekejap menjelmalah ia menjadi pahlawan bawah samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Lenny, hiu yang vegetarian (coba, gila banget kan, masak ada hiu vegetarian hahaha) tak berani pulang ke rumahnya setelah kematian Frankie. Ia tahu ayahnya pasti akan marah besar karena kejadian itu, maka kemudian ia mencari perlindungan pada Oscar, sang pembunuh hiu gadungan. Oscar dengan senang hati menerima Lenny di kediamannya. Tidak dengan niat tulus sepenuhnya, sebab berikutnya ia punya rencana sendiri dengan hiu baik hati itu. Rencana itu adalah membuat sebuah show yang ditayangkan ke seluruh dasar samudera tentang bagaimana ia beraksi menghajar seekor hiu. Lenny yang lugu itu setuju-setuju saja selama ia tidak harus pulang dan berhadapan dengan Don Lino yang galak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sepandai-pandainya ikan (karena tokoh utamanya ikan bukan tupai) melompat satu saat akan terjatuh juga. Sepandai-pandai mereka bersandiwara, akhirnya terbongkar juga. Angie-lah (Renee Zelweger) yang pertama kali mengetahui kebohongan itu. Angie yang mencintai Oscar meminta agar Oscar segera mengakhiri semua ulahnya dan Lenny kembali ke rumahnya. Urusannya tidak segampang itu, sebab Don Lino beserta pengikutnya telah bertekad untuk mencari siapa pembunuh Frankie. Cara-cara mafiapun (tak ada yang lebih pas memerankan boss mafia kecuali de Niro) dipakailah. Don Lino, setelah mendapat info dari Lola (Angelina Jolie), cewek lain yang juga naksir Oscar karena uangnya, lantas menculik Angie. Tahu dong apa yang selanjutnya terjadi? Oscar sudah barang tentu berupaya membebaskan kekasihnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika &lt;em&gt;Finding Nemo&lt;/em&gt; tampak berusaha menampilkan kehidupan dasar laut semirip mungkin dengan aslinya, &lt;em&gt;Shark Tale&lt;/em&gt; justru membuat tokoh-tokoh utamanya secara karikaturis. Walaupun demikian, bukan berarti lalu ia kalah seru dengan &lt;em&gt;Finding Nemo&lt;/em&gt;. Gimana nggak seru jika misalnya saja Don Lino, berwujud seekor hiu yang berwajah mirip de Niro, lengkap dengan tahi lalatnya. Begitu juga Lola, adalah ikan sexy dengan bibir tebal khas Angelina Jolie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disutradarai oleh Bibo Bergeron (&lt;em&gt;Road to Eldorado&lt;/em&gt;) dan Vicky Jenson (&lt;em&gt;Shrek&lt;/em&gt;) , &lt;em&gt;Shark Tale&lt;/em&gt; menjadi tontonan kartun yang amat menghibur. Mereka berdua ini sudah tak terbantahkan lagi kualitasnya sebagai sutradara film-film animasi. Diperkuat oleh dua orang penulis naskahnya, yaitu Damian Shannon dan Mark Swift, lengkaplah Shark Tale sebagai tontonan keluarga yang segar dengan pesan moral "jadilah dirimu sendiri". Kalau mau ngakak-ngakak, silakan nonton film ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-3899350041488692593?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/3899350041488692593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=3899350041488692593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3899350041488692593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/3899350041488692593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/08/shark-tale.html' title='SHARK TALE'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-5650508340140808810</id><published>2007-07-30T22:40:00.001+07:00</published><updated>2007-07-31T00:36:25.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>Prison Break (1st Season/2005)</title><content type='html'>&lt;blockquote  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4K_6yMEuI/AAAAAAAAACE/I1opmNNPD_Q/s1600-h/prison-break-season-1-pochette-avant.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4K_6yMEuI/AAAAAAAAACE/I1opmNNPD_Q/s320/prison-break-season-1-pochette-avant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093020321830408930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Definitely a four-thumbs-up series!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti judulnya yang sudah berteriak dengan jelas, Prison Break tentu saja menceritakan tentang usaha melarikan diri dari penjara. Serial ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Michael Scofield (Wentworth Miller) yang dijebloskan ke Fox River State Penitentiary karena merampok bank. Masuknya Michael ke penjara ini diliputi oleh berbagai keanehan juga, karena dia bukan tipe penjahat, tapi seorang &lt;i style=""&gt;structural engineer &lt;/i&gt;yang kehidupannya mapan. Anehnya lagi, waktu disidang, dia juga tidak sedikit pun menunjukkan upaya pembelaan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata, Scofield memang sengaja masuk penjara untuk berusaha menyelamatkan abangnya, Lincoln Burrows (Dominic Purcell) yang dalam waktu sebulan akan menghadapi hukuman mati. Pasalnya, Scofield yakin berat kalau Linc tidak bersalah. Nah, dari sinilah lapisan-lapisan petualangan Scofield mulai terbuka. Hingga terbongkarlah kedok konspirasi yang—&lt;i style=""&gt;simply&lt;/i&gt;—menjadikan Linc sebagai korban. Nah, siapa saja yang terlibat dalam konspirasi ini dan APA sebenarnya yang meliputi seluruh kekacauan dalam film ini, you better watch it yourself. Nggak seru lah, kalau diceritain, heheheh…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Enough with the story ‘cos, once again, you better watch it yourself. So, let’s move on to what make this movie THAT great:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;The      Plot&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Surprise factor guaranteed. Baru kali ini aku nonton film bisa sampai melongo dan deg-degan sepanjang waktu. Biasanya nonton Lost efeknya sudah cukup berat. Eeh, ini ada yang lebih gila lagi. Rupanya, penyebab utamanya adalah perpaduan antara unsur &lt;i style=""&gt;suspense&lt;/i&gt; yang kental, drama yang mencekam, kecerdasan cerita (yang menjanjikan banyak kejutan), dan musik latar yang punya kecenderungan mengagetkan. Serial ini kaya akan plot-twist. Intinya, selalu ada hambatan. Di saat kita sudah yakin si jagoan akan berhasil, eeeh, tiba-tiba ada yang salah. Serunya lagi, cerita film ini nggak melulu berlangsung di dalam penjara. Jadi, ada juga upaya-upaya untuk membongkar konspirasi dari luar, yang dilakukan oleh Veronica Donovan (Robin Tunney), mantan kekasih sekaligus pengacara Linc.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4K_6yMEvI/AAAAAAAAACM/BcT7JhHDwIQ/s1600-h/cesVyvK0RRREs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4K_6yMEvI/AAAAAAAAACM/BcT7JhHDwIQ/s320/cesVyvK0RRREs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093020321830408946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        The cast of Prison Break&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;The      Characters&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah menyaksikan Scofield menjebloskan diri sendiri ke penjara, kita akan disodori dengan rencana besar yang sudah dia susun. Hebatnya, dia sudah melibatkan banyak penghuni penjara—gembong-gembong kelas kakapnya—dalam rencananya. Tapi, ternyata Scofield luput memperhitungkan bahwa orang-orang itu punya kemauan sendiri-sendiri—secara mereka &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; manusia, gitu—dan, dalam atmosfer sebuah penjara berkeamanan maksimum yang diisi penjahat-penjahat besar, hal ini hanya berarti MASALAH. Rencana kabur berdua menjadi bertiga, berlima, dst, pokoknya kacau balau!! Para penjahatnya pun nggak tanggung-tanggung, ada John Abruzzi si bos mafia; T-Bag, &lt;i style=""&gt;a very disgusting con&lt;/i&gt;; Fernando Sucre, teman satu sel Scofield; Charles Wastemoreland, yang kabarnya punya &lt;i style=""&gt;stashed money&lt;/i&gt; sejumlah lima juta dolar. Dan, mereka semua ada untuk alasan tertentu. Nggak ada karakter yang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;The      Romance&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hikhikhikk … &lt;i style=""&gt;I love it! Love it, love it …. Movie without romance? A big no-no for me&lt;/i&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;;)&lt;/span&gt; Tokoh yang menjadi pasangan Scofield adalah seorang dokter penjara bernama Sara Tancredi (Sarah Wayne-Callies). Sara sendiri adalah putri gubernur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Illinois&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, seseorang yang memegang peranan besar dalam menentukan nasib Linc—dan, tentu saja, tujuan awal Scofield mendekatinya adalah untuk alasan itu. Tetapi, tidak ada yang bisa mengalahkan &lt;i style=""&gt;chemistry &lt;/i&gt;di antara mereka. Huhu, seperti itulah seharusnya seorang pria bersikap. Jangan memburu-buru wanita. Dekati saja pelan-pelan, dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;i style=""&gt;cool&lt;/i&gt;, huaahh …. Pokoknya, &lt;i style=""&gt;romance &lt;/i&gt;dalam Prison Break ini adalah salah satu kisah cinta favoritku dalam film. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;That      Cool Factor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa lagi kalau bukan tato yang ada di sekujur tubuh Scofield—dari pinggang sampai ke dada, punggung, leher, lengan; &lt;i style=""&gt;cool, hah? And it’s not just an ordinary tattoo.&lt;/i&gt; Tato ini sebenarnya adalah blueprint penjara, dan sekaligus juga blueprint rencana besar Scofield. Karena tertutup oleh desain yang superkeren, nggak ada orang lain yang memahami apa makna tato itu sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4LAKyMEwI/AAAAAAAAACU/-BYtZ0ysjaM/s1600-h/prison_narrowweb__300x467,0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4LAKyMEwI/AAAAAAAAACU/-BYtZ0ysjaM/s320/prison_narrowweb__300x467,0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093020326125376258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        Yes, Scofield, I'll go with you ;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Michael      Scofield&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yah, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; aku ngefans berat dengan karakter satu ini. Nggak hanya jenius, ganteng pulak! Pokoknya keren bangeett …. &lt;i style=""&gt;But the bummer is&lt;/i&gt;, yang kalau dipikir-pikir, si Scofield ini tampak agak tolol juga, dia tuh menuangkan terlalu banyak informasi di tatonya. Kayak nama-nama—lihat episode Allen Schwitzer dan English Fitts Percy—ngapain coba? Apa nggak bisa dihafalin aja? Katanya jenius? Tapi, ya nggak papa lah, yang penting &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ganteng, hehehhe….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, berhasilkah Scofield menyelamatkan kakaknya dari kursi listrik? Ayo, kalau sudah siap deg-degan sepanjang waktu, silakan ditonton filmnya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Mizz Antie-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Edited from previously posted entry in my &lt;a href="http://antie.multiply.com/"&gt;Multiply page&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-5650508340140808810?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/5650508340140808810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=5650508340140808810' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5650508340140808810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/5650508340140808810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/07/prison-break-1st-season2005.html' title='Prison Break (1st Season/2005)'/><author><name>mizz antie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01394474701207454102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yLlhggs7TsE/Rq4K_6yMEuI/AAAAAAAAACE/I1opmNNPD_Q/s72-c/prison-break-season-1-pochette-avant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6790247569109943850</id><published>2007-07-24T14:12:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T14:20:23.709+07:00</updated><title type='text'>KANDAHAR</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.christiananswers.net/spotlight/movies/2002/kandahar2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 363px; TEXT-ALIGN: center" height="416" alt="" src="http://www.christiananswers.net/spotlight/movies/2002/kandahar2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara Mohsen Makhmalbaf&lt;br /&gt;Pemain Niloufar Pazira, Hassan Tantai dll&lt;br /&gt;Tahun 2001&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Film, seperti juga buku, adalah sebuah jendela. Dari situ, kita bisa menatap jauh melintasi ruang dan waktu, terkadang hingga ke tempat dan situasi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dari jendela itu kita mengembara menjelajahi negeri-negeri yang barangkali kita tak akan pernah sampai ke sana seumur hidup oleh sebab keterbatasan waktu dan biaya atau memang ternyata negeri itu hanyalah sebuah negeri khayalan. Tetapi Afganistan tentu bukanlah negeri khayal. Ia nyata dan ada di bumi ini, bertetangga dengan Iran dan Pakistan, merdeka berdaulat sepenuhnya seperti bangsa-bangsa lain di dunia. Namun, bagi siapakah kemerdekaan itu memiliki arti yang sesungguhnya di Afganistan? Yang jelas bukan untuk rakyat di sana, terlebih lagi bagi para perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kandahar&lt;/em&gt;, dibuat tahun 2001 (berselang 3 tahun sebelum film &lt;em&gt;Osama&lt;/em&gt;), merekam sekeping sejarah Afganistan di bawah rejim Islam fundamentalis Taliban lewat kisah perjalanan Nafas (Niloufar Pazira), perempuan Afganistan berkewarganegaraan Kanada yang hendak menemui saudara perempuannya di Kandahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nafas dan saudarinya itu berangkat dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Pazira. Pazira mempunyai seorang sahabat karib sewaktu ia dan keluarganya tinggal di Afganistan. Ketika Pazira pindah ke Kanada, sahabatnya itu tetap tinggal di Afganistan. Pada suatu hari sahabatnya itu menulis sepucuk surat untuknya, bercerita tentang rasa putus asa dan kesedihan yang dalam karena kehilangan sebelah lengannya akibat ledakan ranjau darat. Gadis itu bukan hanya kehilangan sepotong lengan, tetapi juga semangat hidupnya. Ia ingin bunuh diri, mati, meninggalkan semua penderitaannya. Maka Pazira bertekat menemui sahabatnya itu walaupun ia tahu jalan menuju Kandahar, tempat sahabatnya berada, tidaklah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Pazira menyodorkan kisah ini ke hadapan Mohsen Makhmalbaf untuk diangkat ke dalam film, sutradara asal Iran ini langsung menunjuknya sebagai pemeran Nafas. Tidak ada aktor/aktris profesional di film ini, namun secara keseluruhan film ini menarik untuk dinikmati walaupun ada beberapa adegan yang terasa tampil berlebihan (salah satunya saat di kamp Palang Merah Internasional, para korban ledakan ranjau tampak mondar-mandir seperti demonstran, menuntut kaki dan tangan palsu, ganjil rasanya, tetapi jangan-jangan memang seperti itulah yang terjadi sesungguhnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-6790247569109943850?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/6790247569109943850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=6790247569109943850' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6790247569109943850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/6790247569109943850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/07/kandahar.html' title='KANDAHAR'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-4098159435807051125</id><published>2007-07-21T12:31:00.000+07:00</published><updated>2007-07-21T12:34:37.879+07:00</updated><title type='text'>FRIDA</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.movieposter.com/posters/archive/main/5/MPW-2915"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.movieposter.com/posters/archive/main/5/MPW-2915" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutradara Julie Taymor&lt;br /&gt;Skenario Hayden Herrera&lt;br /&gt;Produksi Miramax&lt;br /&gt;Pemain Salma Hayek, Alfred Molina, Geoffrey Rush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti judulnya, film ini memang berkisah tentang kehidupan pelukis revolusioner, Frida Kahlo (Salma Hayek) yang lahir pada 7 Juli 1910 di Mexico City, tahun pecahnya Revolusi Mexico.&lt;br /&gt;Cerita dimulai pada saat Frida berusia 12 tahun saat ia pertama kali bertemu dengan Diego Rivera (Alfred Molina),seorang pelukis komunis Mexico yang kelak menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah sebuah kisah perjalanan hidup yang penuh warna, seperti lukisan-lukisannya, dari seorang perempuan cantik, revolusioner, biseksual, dan telah menginspirasi Goenawan Mohamad, seorang penyair dari negeri yang berjarak ribuan mil jauhnya dengan Mexico, untuk mencipta selarik puisi baginya. Ketika berusia 6 tahun, Frida yang malang divonis mengidap polio yang menyebabkan kaki kanannya lebih kecil dari yang sebelah kiri. Cacat ini dibawanya sampai ia dewasa. Derita terparah adalah kecelakaan bus yang menimpanya saat ia berumur 15 tahun (1925); membuat punggung, bahu, dan kakinya patah. Bahkan kaki kanannya sampai patah 11. Dia kudu menjalani operasi sebanyak 30 kali sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama terbaring sakit di ranjang itulah, ia menemukan bakat melukisnya. Ayahnyalah, seorang fotografer, yang pertama kali memberinya seperangkat alat melukis. Mulailah ia melukis diri serta penderitaan-penderitaannya : Suami yang tidak setia ,kehidupan seksual, keuangan, kehilangan calon anaknya serta cacat fisik yang harus disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 12 Agustus 1929, Frida menikah dengan Diego Rivera, duda cerai 2 kali, pelukis terkenal yang sekaligus adalah "guru" dan penemu bakatnya. Banyak teman dan kerabatnya yang pesimis dan mencibir pada perkawinan mereka. Mereka menyebutnya sebagai perkawinan antara gajah dan burung merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui jalan panjang berliku penuh kesakitan, akhirnya pada musim semi 1953, Frida berhasil menggelar pameran tunggalnya yang pertama di Mexico. Padahal pada tahun yang sama pula, sebelum pameran itu, kaki kanannya terserang infeksi gangrene yang parah sehingga terpaksa diamputasi sepanjang lutut ke bawah. Kesehatannya memang sudah amat memburuk saat itu. Dokter yang merawatnya melarangnya meninggalkan tempat tidur. Namun diam-diam dengan dibantu oleh kakak perempuannya, Christina Kahlo, Frida memaksa datang ke acara pembukaan pameran lukisannya itu dengan diangkut truk beserta tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akhirnya meninggal pada 13 Juli 1954, konon ,ia pernah beberapa kali mencoba bunuh diri. Di halaman terakhir buku hariannya, ia menulis : "I hope exit is joyful and I hope never to return".&lt;br /&gt;Sungguh seorang perempuan yang ajaib dan berani yang pernah dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Julie Taymor dengan dukungan perancang kostum Julie Wess dan tata rias oleh Judy Chin, berusaha menampilkan film yang teliti dalam detail. Suasana Mexico tahun 1920-1950-an tampil nyaris sempurna. Demikian juga dengan dekorasi rumah Frida (The Blue House), studio, lukisan-lukisan serta akting Salma Hayek sebagai Frida yang tidak mengecewakan, menjadikan film ini sebuah tontonan yang menarik. Sayang betul, film ini tidak diputar di bioskop-bioskop kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Endah Sulwesi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8566255775979766064-4098159435807051125?l=kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/feeds/4098159435807051125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8566255775979766064&amp;postID=4098159435807051125' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4098159435807051125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8566255775979766064/posts/default/4098159435807051125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kutubuku-ngomongin-film.blogspot.com/2007/07/frida_21.html' title='FRIDA'/><author><name>biru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03520656193871275102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8566255775979766064.post-6009829525520062278</id><published>2007-07-20T11:06:00.001+07:00</published><updated>2007-07-20T11:08:09.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama. Indonesia'/><title type='text'>Film Romantis yang Bikin Ngakak</title><content type='html'>kontributor: &lt;a href="http://www.nonton-film.blogspot.com"&gt;kotho ben punjabi (via Calo Tiket)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/Rp19ihRQhFI/AAAAAAAAAGg/8L8Aq050Kj0/s1600-h/BIOSKOP_sampul+cinta_pertama.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_ifKq2W3wDNs/Rp19ihRQhFI/AAAAAAAAAGg/8L8Aq050Kj0/s200/BIOSKOP_sampul+cinta_pertama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088361185998308434" /&gt;&lt;/a&gt;CINTA PERTAMA&lt;br /&gt;Pemeran: Bunga citra lestari. Ben Joshua, Richard Kevin, Ratna ruchia&lt;br /&gt;Sutradara: Nayato fio naula&lt;br /&gt;Sekenario: Titin watimena&lt;br /&gt;Produksi: Maxiuma fictured 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau film Endonesia saja. Yang cinta-cinta gitu,” kata seorang teman sambil menjulurkan uang 2000 perak kepada saya. Uang itu keluar setengah terpaksa dan ancaman yang jelas. 2000 kok mintanya macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inneke Koesherawati mau?” kataku kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada po?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelem-pelem yang  kayak betina gitu, atau Novel Tanpa Huruf R, Daun di Atas Bantal, Sumanto atau Mai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;heel&lt;/span&gt;(my hearth maksudnya) boleh juga, tuh.” Celoteh teman saya yang satu, sok cerdas. “Agak berat tuh. Tapi keren...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau dah nonton pelem-pelem yang kau sebut tadi?” tanyaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum semua sih, paling juga Novel Tanpa Huruf er sama Daun di Atas Bantal. Keren abis. Saya sampai tidak mengerti jalan ceritanya,” katanya bangga. Oh, jadi pelem bagus itu pelem yang tak dimengerti ya? O, Tuhan, ampuni hamba dari dosa-dosa ini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha.. Cinta Pertama aja, Bunga Citra Lestari pemainnya.. yang Lagunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sani..sani &lt;/span&gt;gitu. Orangnya, aktingnya, wuihh,.. mantap. Dia itu dulu sebenarnya....” kebiasaan dia kalau sudah ngomong selalu begitu. Entah menyombongkan kebohongannya atau dia memang terlalu pintar ndobisinnya? Sok tahu segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah malam itu satu pelem Indonesia, empat pelem luar, dan dua pelem porno teronggok di depan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalah, teman-teman saya berebut nonton &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta Pertama&lt;/span&gt; dan saya pindah kamar, liat  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Finding Neverland&lt;/span&gt;. Sesekali saya terbahak mendengar dialog pelem di seblah kamar yang ada kata-kata, “lu-gue, lu-gue"nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelem saya duluan selesai. Mereka belum. Sepertinya mereka nggak langsung tancep ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta Pertama&lt;/span&gt;, tapi muter pelem porno lebih dulu. Aku mengintip. Duh mak, ini pelem apa sinetron? Begitu komentar saya pertama kali. “Gue tidak suka pelajaran sejarah waktu SMA. Lu gak tau kan? Berarti masih banyak yang lu belum tau tentang gue,” begitu kata si cewek yang bernama Alya itu. Dan aku tergelak besar. Tak suka sejarah? Kenapa? Tidak ada penjelasan bung. Sok-sokan aja kali, mengikuti selera penulis skenario yang sok paham situasi politik di tanah air ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalku memuncak ketika ada dialog, kira-kira berbunyi begini, “Gue menyukai dia, seperti gue menyukai gerimis,” Alamak... sekatrok-katroknya saya, saya itu penyair juga. Tapi denger itu, mau muntah saya dengan penggalan yang sok dramatis ini. Aku menungging di depan komputer (terbayang kan kalo sy udah nungging?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengar teman yang banyak omong tadi mulai sesegukan bawang bombay. “Yah udah kalau lu tak suka. Tapi jangan ganggu kesedihan gue dong.” Ha? Dia ngomong sudah  pakai gue segala?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, sepanjang pelem itu diputar, yang kita tangkap adalah suasana muram dan kelam. Sebentar saja kita akan diingatkan pada setting film-film romantis Jepang atau Korea. Kapas berterbangan, daun berguguran, sementara angin tak terlihat keras sama sekali. Lalu hujan. Hujan di bulan Mei, Sapardi. Bukankah Mei adalah bulan di mana kemarau baru saja mengetuk pintu? Tapi di pelem itu, selama ujian akhir berlangsung sampai pengumuman kelulusan, hujan tak lepas-lepas dari adegan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat cerita adalah buku harian. Ini betul-betul mengutip adegan film Jepang, bergaya sama yang saya lupa judulnya. (Ira Komang Jageg, apa judulnya?) Belum lagi alur maju mundur, di mana buku tersebutlah yang bercerita. Tapi di pelem ini maju mundur alur ini makin mengacaukan imaji kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkanlah saya sok cerdas menulisnya begini: cerita ini berpusat pada Alya dan buku hariannya. Waktu SMA dia jatuh cinta pada seorang pemain basket sekolah tapi tak bisa main basket.(Garingkan? Garing Nugroho kali). Selesai SMA si cowok kuliah ke kota lain, gak tau tu kemana. Trus adegan terputus panjang sekali. Tiba-tiba si cewek sudah bertunangan. Entah berapa tahun peristiwanya sejak mereka lulus SMA. Entah cowok dari mana pula yang jadi tunangannya itu. Tak ada penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertunanganan itu, suatu pagi si cowok datang ke rumahnya. “Alya lagi tidur tuh. Bangunin aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh mak... lagi tidur aja dandanannya menor begitu apalagi bangun ya? Tidurnya gak di ranjang lagi. Semalaman dia tidur di luar kali... tapi kok gak masuk angin. Oh, Tuhan bagaimana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dibangunkan, kepala si cewek miring ke kanan. Si cowok kaget. Adegan berpindah cepat ke rumah sakit. Ceweknya bunuh diri? No. katanya sih pendarahan otak gitu. Dan cerita mulai berputar-putar seperti itu. Mulai dari membaca diari, rasa cemburu, pencarian Sunny yang ternyata sudah menikah. Juga upaya Sunny membangunkan Alya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bertanya banyak dan berharap lebih dari sini deh. Adegan yang sengaja dibikin
